Prabowo Harap Hubungan RI-Singapura Kian Erat di Momen 60 Tahun Diplomasi
Momen Penentu di Menit Akhir
Presiden menyampaikan pembahasan dalam Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura tidak hanya ditujukan untuk merespons tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kemitraan kedua negara pada masa depan. Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura merupakan hubungan yang khas dan istimewa sebagai dua negara bertetangga yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Menurutnya, kedua negara memahami bahwa kemakmuran tidak akan terwujud tanpa perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu, Indonesia dan Singapura sepakat terus menjaga kepentingan bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan. “Stabilitas dan perdamaian bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya. Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga, dan kita harus terus melakukan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak,” kata Presiden.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kepala Negara juga menyampaikan pertemuan dengan Perdana Menteri Wong berlangsung secara intensif, produktif, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kedua pemimpin juga sepakat menyelesaikan setiap kesalahpahaman atau perbedaan persepsi secara terbuka sebagai sahabat. “Kita sepakat bahwa apabila ada salah paham atau salah persepsi, kita akan menyelesaikannya sebagai sahabat, secara terbuka,” kata Prabowo. Lebih lanjut, Presiden menyampaikan pertemuan tersebut menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri atas 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan delapan kesepakatan antarpelaku usaha (business-to-business/B2B). Menurut Prabowo, capaian itu mencerminkan semakin luas dan mendalamnya kerja sama kedua negara.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan Indonesia dan Singapura. Di berbagai bidang, kedua negara mencatat peningkatan kerja sama, mulai dari perdagangan, konektivitas, energi, ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, hingga pangan dan rantai pasok. Indonesia juga telah menunjuk BPI Danantara untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas serta kegiatan perdagangan lanjutan. Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara terus mengimplementasikan perjanjian kerja sama pertahanan yang telah disepakati. “Kemitraan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah, tetapi juga di antara rakyat kedua negara. Karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama antarpemuda menjadi sangat penting,” kata Presiden. Pertemuan Leaders’ Retreat Presiden Prabowo dan PM Wong berlangsung sekitar 3 jam. Sejumlah menteri yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Singapura. Pertama, kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Kedua, kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan Indonesia dan Singapura. Ketiga, pertemuan Leaders’ Retreat Presiden Prabowo dan PM Wong menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri atas 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan delapan kesepakatan antarpelaku usaha (business-to-business/B2B). Dengan demikian, hubungan Indonesia dan Singapura diharapkan terus langgeng dan meningkat di masa depan. Kedua negara memiliki komitmen untuk terus menjaga kepentingan bersama dan meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5637232/prabowo-harap-ri-singapura-langgeng-di-60-tahun-hubungan-diplomatik, without altering the facts of the original article.