Makassar Tergetar SALAMA: 100 Sekolah Siap Jadi Sasaran BPBD pada 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan inovasi Sahabat Anak Lewat Afirmasi Aman Bencana (SALAMA) akan hadir di 100 sekolah sebagai upaya membangun budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini. Program ini merupakan bagian dari upaya BPBD untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, terutama anak-anak, dalam menghadapi bencana. SALAMA telah menjangkau 18.090 anak di Kota Makassar dan masih terus berupaya meningkatkan jangkauan itu. Dengan inovasi ini, BPBD berharap dapat mengubah pendekatan penanggulangan bencana yang selama ini lebih berfokus pada respons pascabencana menjadi pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.
Program SALAMA: Meningkatkan Kesiapsiagaan Anak-anak
Program SALAMA dirancang untuk mengubah pendekatan penanggulangan bencana dengan membangun kesiapsiagaan sejak usia dini. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan inovasi penanggulangan bencana harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar meraih penghargaan. “Selama ini paradigma penanggulangan bencana lebih banyak berorientasi pada penanganan setelah kejadian,” ujarnya. Oleh karena itu, SALAMA hadir untuk mengisi kekosongan ini dengan memberikan edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Mengapa SALAMA Penting?
Mengapa SALAMA penting? SALAMA merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar sebagai jawaban atas pentingnya edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Dengan demikian, anak-anak dapat memahami risiko bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mampu bertindak tepat saat keadaan darurat. “Ketika anak-anak memahami risiko bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mampu bertindak tepat saat keadaan darurat, maka kita sedang membangun budaya aman bencana yang akan bertahan hingga mereka dewasa,” ungkap Fadli.
Dampak SALAMA ke Depan
Apa artinya ini ke depan? Dengan SALAMA, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan risiko bencana, simulasi penyelamatan diri saat keadaan darurat, pengenalan alat keselamatan, permainan edukatif, hingga penguatan mental dan psikologis melalui metode Hypno-Shield. Pendekatan tersebut membuat proses belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat. “Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami ancaman bencana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons secara tepat dan aman,” ucap Fadli.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesimpulan singkat dari upaya BPBD Makassar dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama anak-anak, dalam menghadapi bencana adalah SALAMA. Program ini masih terus berupaya meningkatkan jangkauan dan kualitasnya. Fadli menuturkan bahwa penguatan inovasi SALAMA tidak hanya difokuskan pada kelengkapan administrasi dan penyusunan bukti penilaian, tetapi juga pada peningkatan kualitas program serta perluasan implementasi di sekolah-sekolah. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan SALAMA dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5638164/bpbd-makassar-targetkan-salama-hadir-di-100-sekolah-pada-2026, without altering the facts of the original article.