Pemakaman Khamenei, Putra Mahkota Iran Tiba-Tiba Menghilang

Momen Penentu di Menit Akhir

Seorang pelayat mengaku kecewa karena berharap dapat menyaksikan kemunculan pemimpin baru Iran tersebut. “Sampai saat-saat terakhir, sebelum doa dimulai, saya terus mengatakan kepada orang-orang di sekitar saya bahwa saya berharap Mojtaba Khamenei sendiri akan datang. Itu satu-satunya harapan kami,” ujar seorang perempuan kepada kantor berita Tasnim. Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan udara pada 28 Februari saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Konflik yang berlangsung selama sekitar empat bulan itu baru berakhir setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata yang masih tergolong rapuh.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Hingga kini, belum ada foto maupun penampilan publik Mojtaba sejak serangan tersebut. Sejumlah sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba mengalami luka serius, termasuk cedera pada wajah serta satu atau kedua kakinya, sehingga diduga belum pulih sepenuhnya. Pemerintah Iran melanjutkan rangkaian pemakaman dengan membawa jenazah Khamenei ke kota suci Qom sebelum diterbangkan ke Najaf dan Karbala di Irak. Setelah itu, jenazah akan kembali ke Iran untuk prosesi terakhir di Mashhad sebelum dimakamkan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan perdamaian sempat ditunda selama sepekan untuk menghormati rangkaian pemakaman Khamenei. Gencatan senjata yang dimediasi Washington disebut pemerintah Iran berpotensi memberikan manfaat ekonomi, termasuk pencairan aset Iran bernilai miliaran dolar AS yang dibekukan di luar negeri serta pelonggaran sejumlah sanksi keuangan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan ketidakhadiran Mojtaba Khamenei di prosesi pemakaman ayahnya, spekulasi tentang masa depan kepemimpinan Iran semakin menguat. Apakah ketidakhadirannya disebabkan oleh kondisi kesehatan yang belum pulih atau ada alasan lain, satu hal yang pasti adalah bahwa Iran masih harus menempuh jalan panjang dalam menentukan pemimpin baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260706062222-4-748220/khamenei-dimakamkan-putra-pewaris-tahta-iran-mendadak-menghilang, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *