Konsep Kebugaran Jawa Wellness Muncul di Solo, Apa yang Ditawarkan?

Kota Solo kini memiliki konsep baru dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu Jawa Wellness. Konsep ini diluncurkan di Taman Balekambang pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026, melalui Festival Suaraga. Jawa Wellness adalah pengembangan wisata kebugaran yang menjadikan kebudayaan Jawa sebagai fondasinya. Melalui konsep ini, Solo menawarkan ruang bagi wisatawan untuk melambat, merawat diri, memahami kebudayaan, serta menemukan keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan.

Apa yang Ditawarkan Jawa Wellness?

Jawa Wellness berakar pada filosofi laku kamulyan, yaitu jalan menuju kehidupan yang berkualitas dan selaras. Keselarasan tersebut mencakup hubungan antara jagat alit, yaitu diri manusia, dengan jagat ageng, yaitu lingkungan kehidupan yang lebih luas. Di dalam diri manusia, keselarasan juga diwujudkan melalui keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa atau body, mind, and spirit. Konsep ini tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga mencakup ketenangan pikiran, keseimbangan batin, hubungan sosial yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjelaskan bahwa Jawa Wellness berangkat dari nilai-nilai dalam budaya Jawa, seperti tepa slira, andhap asor, dan memayu hayuning bawana. Tepa slira mengajarkan kemampuan menempatkan diri dan menghormati orang lain. Andhap asor menumbuhkan kerendahan hati. Sementara, memayu hayuning bawana mengajarkan tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat keharmonisan kehidupan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun pengalaman wisata yang tenang, ramah, menghargai sesama, dan selaras dengan lingkungan.

Momen Penentu di Solo

Festival Suaraga di Taman Balekambang menjadi penanda dimulainya konsep Jawa Wellness. Berbagai praktik tradisional dapat dikemas menjadi pengalaman Jawa Wellness, seperti minum jamu, pijat Jawa, menikmati wedangan, olah napas, olah rasa, meditasi, serta menikmati gamelan dan kesenian tradisional. Praktik-praktik tersebut bukan sekadar aktivitas wisata.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengembangan Jawa Wellness bukanlah pekerjaan jangka pendek, melainkan program jangka panjang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Solo hingga 2030. Banyak bidang usaha yang bisa dikembangkan, termasuk perawatan spa yang banyak membuka lowongan pekerjaan. Wali Kota Solo bertekad menjadikan Kota Solo sebagai Wellness City pada 2030. Kota Solo berpotensi kuat untuk dikembangkan sebagai kota wisata yang berkelanjutan.

Kota Solo tidak diarahkan menjadi kota dengan banyak gedung pencakar langit maupun kota metropolitan, melainkan kota yang menawarkan ketenangan dan pengalaman wisata. “Kota Solo memang untuk wisata, untuk menikmati dan melepaskan kepenatan dari kota-kota lainnya. Akan kita hadirkan Kota Solo sebagai kota penyembuh jiwa yang sangat baik bagi semesta,” tuturnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Konsep Jawa Wellness juga sempat dipaparkannya dalam World Cities Summit yang digelar di Singapura beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, ia bertemu dengan Wali Kota Heidelberg, Jerman, serta perwakilan kota dari Australia yang memiliki kesamaan kondisi geografis dengan Kota Solo. Dengan komitmen yang kuat, Kota Solo diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8239505/mengenal-jawa-wellness-konsep-kebugaran-berbasis-kebudayaan-ala-solo, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *