Universitas Syiah Kuala Luncurkan LENTERA 1000, Wujudkan Edukasi Gizi Digital yang Lebih Baik

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat resmi meluncurkan Website LENTERA 1000 sebagai bagian dari program LENTERA 1000 : Model Edukasi Gizi Digital Berbasis Gampong untuk Pengendalian Obesitas Ibu dan Stunting Balita. Peluncuran yang berlangsung di Aula Puskesmas Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Jumat (3/7/2026), menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap edukasi gizi berbasis digital sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan pengendalian obesitas ibu secara berkelanjutan. Obesitas pada ibu usia reproduktif dan stunting pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis pada 2025, prevalensi stunting di Aceh mencapai 28,6 persen.

Latar Belakang dan Tujuan Program

Program LENTERA 1000 dilaksanakan untuk mengatasi masalah stunting dan obesitas yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh. Berdasarkan data, prevalensi stunting di Aceh mencapai 28,6 persen, yang masih berada di atas target nasional. Oleh karena itu, diperlukan inovasi edukasi yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, mudah diakses, dan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi yang tepat kepada masyarakat, terutama ibu dan balita, serta membantu mereka memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan secara berkala.

Fitur dan Manfaat Website LENTERA 1000

Website LENTERA 1000 dikembangkan sebagai platform edukasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh ibu, keluarga, kader posyandu, maupun tenaga kesehatan. Platform ini menyediakan berbagai materi edukasi berbasis bukti mengenai pencegahan obesitas pada ibu, pencegahan stunting pada balita, pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta praktik pemberian makan yang tepat bagi ibu dan anak. Selain materi edukasi, Website LENTERA 1000 juga dilengkapi dengan fitur pemantauan kesehatan yang memungkinkan pengguna mencatat dan memantau data antropometri ibu maupun balita secara berkala.

Ketua Tim Pengabdi sekaligus Ketua Program LENTERA 1000, dr. Marisa, M.Gizi., Sp.GK, menjelaskan bahwa pengembangan website dilakukan untuk memastikan edukasi gizi dapat terus berlangsung tanpa dibatasi ruang dan waktu. “Kami ingin masyarakat memiliki akses terhadap informasi gizi yang benar, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Website LENTERA 1000 tidak hanya menyediakan materi edukasi, tetapi juga membantu masyarakat memantau pertumbuhan balita dan kondisi kesehatan ibu secara berkala sehingga upaya pencegahan stunting maupun obesitas dapat dilakukan lebih dini,” ujarnya.

Dampak dan Harapan ke Depan

Program LENTERA 1000 diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam upaya pencegahan stunting dan pengendalian obesitas ibu di Provinsi Aceh. Dengan adanya website ini, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi gizi yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan dan gizi yang tepat. “Materi yang tersedia dalam website sangat lengkap dan mudah dipahami. Kami dapat mengakses kembali modul, video, maupun flyer saat mempersiapkan edukasi di posyandu. Fitur pemantauan antropometri juga membantu kami memantau perkembangan ibu dan balita secara lebih teratur,” kata Putri, salah seorang kader Posyandu Gampong Deah Raya.

Kedepannya, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi program-program lain yang serupa. Dengan kerja sama yang baik antara Universitas Syiah Kuala, Puskesmas Kopelma Darussalam, dan masyarakat, diharapkan program LENTERA 1000 dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi Aceh.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah meluncurkan Website LENTERA 1000, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Mereka harus terus memantau dan mengevaluasi program ini untuk memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Selain itu, mereka juga harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan komitmen dan kerja keras yang kuat, diharapkan program LENTERA 1000 dapat menjadi contoh bagi program-program lain yang serupa dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1032637/perkuat-edukasi-gizi-digital-universitas-syiah-kuala-luncurkan-website-lentera-1000, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *