Strategi Media Mainstream Bertahan: Transformasi Total untuk Dipercaya di Era Media Sosial

Industri media saat ini tengah mengalami tekanan luar biasa akibat perubahan teknologi informasi yang begitu cepat. Munculnya media sosial sebagai rujukan utama masyarakat untuk mencari informasi telah memberikan tantangan besar bagi media mainstream. Kondisi ini menuntut pelaku industri media untuk bergerak cepat dan adaptif agar tidak tergilas oleh zaman. Founder dan Komisaris Kumparan, Arifin Asydhad, mengakui bahwa perubahan teknologi informasi berdampak pada kondisi media mainstream yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Tekanan Eksternal dan Internal

Arifin menyatakan bahwa media mainstream kini tengah mengalami tekanan yang luar biasa, baik dari faktor eksternal maupun internal. Salah satu tekanan eksternal yang dihadapi adalah kehadiran media sosial yang sangat bebas dan tidak memiliki regulasi ketat. “Saya kira teman-teman harus paham bahwa saat ini memang kondisi media itu tidak baik-baik saja. Semakin banyak masalah. Baik itu memang kaitannya dengan perubahan teknologi informasi yang terjadi, ataupun memang kendala di internal kita,” katanya.

Menurut Arifin, belum adanya regulasi yang memperketat penggunaan dan penyebaran informasi di media sosial membuat media mainstream terpengaruh. “Nah belum ada regulasi yang signifikan buat kita sebagai media mainstream untuk bertahan untuk eksis, begitu ya. Yang berkembang malah media sosial dan di media sosial memang tidak ada regulasi juga yang memperketat media sosial,” ujarnya.

Disrupsi dan Transformasi

Arifin menilai bahwa penyebaran informasi di media sosial yang tidak disertai regulasi ketat memberikan dampak disrupsi yang nyata bagi media mainstream. Namun, kondisi ini tidak boleh membuat media mainstream menyerah. Strategi utama yang harus ditempuh adalah melakukan transformasi total dan ikut terjun ke dalam ekosistem media sosial. “Kalau dikatakan disrupsi, kita memang mengalami disrupsi saat ini, tapi kalau kaitannya dengan itu, Kita bisa melakukan transformasi ke arah ekosistem media sosial,” katanya.

Arifin menambahkan bahwa transformasi ini penting karena di media sosial, mayoritas audiens atau pembaca berkumpul saat ini. Lebih dari sekadar mencari pembaca, masuknya media mainstream ke ranah digital juga membawa sebuah misi idealisme, yaitu memberantas penyebaran berita bohong atau hoaks. “Kita masuk ke situ untuk memperbaiki informasi atau menyeimbangkan informasi, yang memang di media sosial lebih banyak informasi hoaks dan lain-lain,” ujarnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi industri media saat ini memang sangat menantang. Namun, dengan melakukan transformasi total dan ikut terjun ke dalam ekosistem media sosial, media mainstream dapat bertahan dan tetap relevan di era digital ini. Arifin menekankan bahwa media mainstream harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi informasi yang begitu cepat. “Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah bagaimana media mainstream dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas informasi yang disajikan,” katanya.

Dengan demikian, media mainstream dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat dan tetap menjadi rujukan utama dalam mencari informasi. Oleh karena itu, transformasi total dan keterlibatan dalam ekosistem media sosial adalah langkah yang sangat penting untuk dilakukan oleh media mainstream saat ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam menghadapi tantangan di era digital ini, media mainstream harus dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas informasi yang disajikan. Dengan melakukan transformasi total dan ikut terjun ke dalam ekosistem media sosial, media mainstream dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat dan tetap menjadi rujukan utama dalam mencari informasi. Oleh karena itu, media mainstream harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi informasi yang begitu cepat dan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas informasi yang disajikan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7850120/transformasi-total-jadi-strategi-media-mainstream-untuk-tetap-eksis-dipercaya-di-era-media-sosial, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *