Kisah Gadis Asal Cimahi yang Mengubah Singapura Secara Total
Kisah Maria Hertogh, gadis kelahiran Cimahi yang mengubah Singapura secara total, masih dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Singapura. Pada Desember 1950, Singapura pernah berubah total menjadi kota mencekam akibat kerusuhan yang dipicu oleh perebutan hak asuh Maria Hertogh. Massa mengamuk di jalanan, bangunan dan kendaraan dibakar, sementara bentrokan pecah di berbagai sudut kota hingga menewaskan sedikitnya 18 orang.
Kerusuhan yang Bermula dari Perebutan Hak Asuh
Maria Hertogh, lahir di Cimahi pada 1937, dibesarkan dalam keluarga Melayu-Muslim setelah ayahnya ditahan oleh Jepang selama Perang Dunia II. Ibunya, Adelaine, menitipkan Maria kepada perempuan Melayu bernama Aminah, yang kemudian membesarkan Maria sebagai Muslim. Setelah perang berakhir, Aminah membawa Maria pindah ke Singapura tanpa sepengetahuan ibunya. Adelaine, yang kembali ke Belanda, mencari keberadaan anaknya dan akhirnya menemukan bahwa Maria berada di Singapura. Dia meminta bantuan pemerintah kolonial Inggris untuk mengambil kembali hak asuh anaknya.
Perebutan hak asuh Maria Hertogh kemudian dibawa ke pengadilan. Sidang berlangsung panjang hingga tingkat pengadilan tinggi karena Aminah terus mengajukan banding atas putusan sebelumnya. Puncaknya terjadi pada 11 Desember 1950, ketika Pengadilan Tinggi Singapura memutuskan Maria Hertogh harus dikembalikan kepada ibu kandungnya di Belanda. Putusan tersebut memicu kemarahan besar di kalangan Muslim Melayu karena dianggap memutus paksa pernikahan Maria dengan suaminya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Situasi makin panas setelah media memuat foto Maria berada di lingkungan gereja bersama simbol-simbol Kristen. Di tengah kuatnya sentimen anti-kolonial saat itu, foto tersebut memunculkan isu Maria dipaksa keluar dari Islam. Kerusuhan yang merupakan demonstrasi anti-Eropa secara besar-besaran itu telah timbul ketika lebih dari 3.000 orang Islam bangsa India, Pakistan, dan Malaya mengadakan suatu demonstrasi untuk menentang putusan hakim di Singapura terkait Bertha Hertogh, anak perempuan Belanda berusia 13 tahun yang telah dipindahkan paksa dari suaminya bangsa Malaya.
Ribuan orang yang marah merusak fasilitas umum, kantor pemerintahan, hingga kendaraan milik warga Eropa di Singapura. Polisi Singapura berupaya meredam situasi dengan melepaskan tembakan, memperketat pengamanan, dan menurunkan mobil lapis baja. Namun, situasi justru makin tak terkendali. Massa terus mengamuk dan menyerang berbagai simbol yang dianggap terkait kolonial Eropa.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kerusuhan yang terjadi pada Desember 1950 itu meninggalkan dampak yang signifikan. Tercatat 18 orang tewas, 173 lainnya luka-luka, 72 mobil terbakar, 119 mobil lainnya rusak, dan kerusakan bangunan hingga kerugian mencapai US$ 20.000. Pemerintah akhirnya memberlakukan jam malam dan mengambil langkah-langkah untuk meredam situasi. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Singapura, menunjukkan bagaimana sentimen anti-kolonial dan identitas keagamaan dapat memicu kerusuhan besar.
Kini, kisah Maria Hertogh masih dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Singapura. Peristiwa ini meninggalkan pelajaran penting tentang pentingnya memahami konteks sosial dan keagamaan dalam menyelesaikan konflik. Singapura, yang kini telah menjadi negara maju dan multikultural, terus berusaha untuk memelihara harmoni dan pemahaman antara berbagai kelompok masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kisah Maria Hertogh juga menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju pemahaman dan harmoni antara berbagai kelompok masyarakat masih panjang. Di tengah kemajuan dan modernisasi, Singapura terus berusaha untuk memperkuat ikatan sosial dan memahami perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber konflik. Dengan memahami sejarah dan konteks sosial, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260701095610-25-747064/singapura-berubah-total-gegara-gadis-asal-cimahi, without altering the facts of the original article.