Dirut PT Pos Daud Joseph Temukan Penyimpangan Besar dalam 3 Bulan Kerja
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengundurkan diri setelah hanya tiga bulan menjabat. Ia menemukan penyimpangan besar dalam perusahaan negara tersebut. Joseph diangkat sebagai direktur utama PT Pos berdasarkan keputusan para pemegang saham pada Maret 2026.
Temuan Penyimpangan
Daud Joseph menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Berdasarkan hasil asesmen, Joseph menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan keahlian yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya.
Dari hasil due diligence, ditemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan. Saat ini, persoalan tersebut sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelum mundur dari kursi dirut PT Pos, Joseph sempat hadir dalam rapat di Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pendapatan usaha PT Pos anjlok 20% pada 2025 menjadi Rp3,9 triliun. Target pendapatan pada tahun itu sebesar Rp6,2 triliun hanya tercapai sekitar 63%. Gross profit tidak tercapai dari target Rp 2,4 triliun, hanya tercapai Rp 1,5 triliun.
EBITDA atau net income juga jauh dari target yang sebesar Rp 800 miliar hanya tercapai Rp 300 miliar. Penurunan yang paling signifikan adalah di lini portofolio bisnis logistik dibandingkan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2 triliun, kini hanya mampu sekitar Rp 600 miliar saja.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pengunduran diri Joseph dan temuan penyimpangan besar dalam PT Pos Indonesia memiliki dampak signifikan ke depan. Perusahaan negara tersebut harus melakukan restrukturisasi dan pembenahan menyeluruh untuk kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Dengan demikian, PT Pos Indonesia dapat menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat. Saat ini, perusahaan tersebut memprioritaskan untuk melakukan pembenahan dan memberantas praktik yang merusak tata kelola perusahaan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
PT Pos Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk melakukan pembenahan dan restrukturisasi. Dengan komitmen untuk melakukan perubahan, perusahaan negara tersebut dapat kembali menjadi pemain utama dalam industri pos dan logistik di Indonesia.
Dalam proses tersebut, PT Pos Indonesia harus melakukan evaluasi menyeluruh dan membuat rencana aksi yang jelas untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki tata kelola perusahaan. Dengan demikian, perusahaan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kinerjanya ke depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703152816-17-747887/tiga-bulan-menjabat-jadi-dirut-pt-pos-ini-temuan-daud-joseph, without altering the facts of the original article.