Warganet Heboh, Singapura Berubah Total Gegara Gadis Asal Cimahi
Singapura, sebuah negara kecil di Asia Tenggara, pernah berubah total menjadi kota mencekam pada Desember 1950. Kerusuhan besar tersebut bermula dari perebutan hak asuh Maria Hertogh, gadis keturunan Belanda yang lahir di Cimahi pada 1937 dan kemudian dibesarkan dalam keluarga Melayu-Muslim. Massa mengamuk di jalanan, bangunan dan kendaraan dibakar, sementara bentrokan pecah di berbagai sudut kota hingga menewaskan sedikitnya 18 orang.
Kronologi Perebutan Hak Asuh Maria Hertogh
Maria Hertogh lahir di Cimahi pada 1937 dari pasangan ayah Belanda dan ibu keturunan Melayu-Muslim. Pada Perang Dunia II (1942-1945), Jepang menduduki Hindia Belanda dan melakukan penahanan terhadap ayah Maria. Dalam kondisi sulit, ibu Maria bernama Adelaine merasa tak sanggup mengurus anaknya seorang diri. Dia kemudian menitipkan Maria kepada perempuan Melayu yang tinggal di Indonesia bernama Aminah.
Sejak saat itu, Maria tumbuh besar bersama Aminah dan hidup sepenuhnya di lingkungan Melayu-Muslim. “Dia (Maria) tumbuh besar sebagai Muslim, dipakaikan pakaian Melayu, diajarkan bahasa Melayu, dan diberi nama Muslim, yakni Naadra Maarof,” ungkap sebuah tulisan.
Setelah perang berakhir pada 1945, Aminah membawa Maria pindah ke Singapura tanpa sepengetahuan ibu kandungnya. Sementara itu, Adelaine kembali ke Belanda bersama anggota keluarganya dan terus mencari keberadaan sang putri selama bertahun-tahun. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Adelaine mengetahui Maria berada di Singapura.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada 11 Desember 1950, Pengadilan Tinggi Singapura memutuskan Maria Hertogh harus dikembalikan kepada ibu kandungnya di Belanda. Putusan tersebut memicu kemarahan besar di kalangan Muslim Melayu karena dianggap memutus paksa pernikahan Maria dengan suaminya. Situasi makin panas setelah media memuat foto Maria berada di lingkungan gereja bersama simbol-simbol Kristen.
Di tengah kuatnya sentimen anti-kolonial saat itu, foto tersebut memunculkan isu Maria dipaksa keluar dari Islam. Kerusuhan yang merupakan demonstrasi anti-Eropa secara besar-besaran itu telah timbul ketika lebih dari 3.000 orang Islam bangsa India, Pakistan, dan Malaya mengadakan suatu demonstrasi untuk menentang putusan hakim di Singapura terkait Bertha Hertogh, anak perempuan Belanda berusia 13 tahun yang telah dipindahkan paksa dari suaminya bangsa Malaya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kerusuhan tersebut menyebabkan 72 mobil terbakar, 119 mobil lainnya rusak, dan kerusakan bangunan hingga kerugian mencapai US$ 20.000. Tercatat pula 18 orang tewas dan 173 lainnya luka-luka. Pemerintah akhirnya memberlakukan jam malam dan mengambil langkah-langkah untuk meredam situasi.
Kejadian ini meninggalkan dampak yang signifikan pada masyarakat Singapura dan menjadi catatan penting dalam sejarah negara tersebut. Perebutan hak asuh Maria Hertogh tidak hanya memicu kerusuhan, tetapi juga menyoroti kompleksitas identitas, agama, dan budaya di Singapura.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Hingga kini, kejadian tersebut masih dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Singapura. Pemerintah Singapura terus berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman antaragama dan antarbudaya untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, masyarakat Singapura terus berusaha memperkuat identitas dan keharmonisan sosial dalam keberagaman.
Kita dapat belajar dari kejadian tersebut bahwa perbedaan dan keberagaman dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik, tetapi juga dapat menjadi sumber konflik jika tidak ditangani dengan bijak.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260701095610-25-747064/singapura-berubah-total-gegara-gadis-asal-cimahi, without altering the facts of the original article.