Kasus Dugaan Malapraktik Sunat di Tasikmalaya: Anak Alami Keterbelahan Kelamin, Orang Tua Lapor Polisi
Kasus Dugaan Malapraktik Sunat di Tasikmalaya
Kasus dugaan malapraktik sunat yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian publik. Seorang anak mengalami keterbelahan kelamin setelah menjalani prosedur sunat di sebuah klinik. Orang tua korban, Tati Nurhasanah, didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, resmi melapor ke Polres Tasikmalaya Kota pada Kamis (2/7/2026).
Fakta Kejadian
Tati Nurhasanah mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah terjadi lebih dari setahun yang lalu. Awalnya, keluarga korban telah mencapai kesepakatan dengan pihak klinik untuk melakukan prosedur sunat. Namun, setelah prosedur sunat, anaknya mengalami cedera permanen dan harus menjalani operasi sebanyak tiga kali. Pihak klinik telah berjanji untuk memberikan biaya pengobatan dan pendidikan, namun tidak terealisasi.
Tati menambahkan bahwa pihak klinik hanya memberikan uang sebesar Rp100 ribu per bulan, dan itu pun tidak selalu diberikan. “Yang jelas saya ingin mencari keadilan, karena kondisi anak saya mengalami cedera permanen,” ungkap Tati.
Mengapa dan Dampak
Kejadian ini terjadi karena pihak klinik diduga tidak melakukan prosedur sunat dengan benar. Hal ini menyebabkan anak korban mengalami keterbelahan kelamin dan harus menjalani operasi sebanyak tiga kali. Dampak dari kejadian ini sangat besar, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi keluarganya. Anak korban kini mengalami trauma dan kerap mendapat bullying di sekolahnya.
“Sekarang saja sekolah harus ditunggu sampai pulang, karena dia trauma dan pernah mendapat ledekan dari temen sebayanya,” ungkap Tati. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kualitas layanan kesehatan di Tasikmalaya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keluarga korban berharap pihak berwajib dapat membantu mereka mencari keadilan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi pihak klinik dan layanan kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan mereka. Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan teliti dalam memilih layanan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan prosedur medis yang berisiko.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177493/kelamin-anak-hilang-separuh-orang-tua-korban-dugaan-malapraktik-sunat-di-tasikmalaya-lapor-polisi, without altering the facts of the original article.