AS-Iran Negosiasi Damai di Doha, Masih Jauh dari Perang Usai
Pemerintah Iran dan Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri putaran perundingan tidak langsung mereka di Doha, Qatar, Rabu waktu setempat. Pertemuan tertutup tersebut berakhir tanpa ada tanda-tanda kemajuan nyata menuju perdamaian abadi. Negosiator dari kedua belah pihak sebenarnya telah menghabiskan waktu selama dua hari untuk membahas draf lalu lintas maritim di Selat Hormuz serta rencana pencairan dana asing milik Iran.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pertemuan lanjutan dikonfirmasi baru akan digelar setelah prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selesai. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa jasad sang pemuka agama dijadwalkan dimakamkan pada tanggal 9 Juli mendatang. Diskusi Doha menghasilkan kemajuan positif pada isu-isu terkait memorandum yang menghentikan perang pada bulan Juni dan membangun hasil dari KTT di Swiss.
Delegasi Iran yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa pembicaraan kini telah selesai namun enggan mengumumkan apakah mereka berhasil menjembatani perbedaan besar yang ada. Sesi teknis ini dilaporkan tidak dihadiri oleh menantu Donald Trump, Jared Kushner, serta utusan utama AS Steve Witkoff.
Apa yang Terjadi Sebelumnya
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim kedua pihak membuat kemajuan terkait pembatasan program nuklir Iran. Isu nuklir ini merupakan alasan utama Trump meluncurkan serangan militer ke Teheran pada Februari lalu. Namun beberapa sumber internal mengungkapkan bahwa program nuklir sama sekali tidak dibahas dalam pertemuan teknis tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance turut membenarkan bahwa masalah nuklir baru akan ditangani pada sesi berikutnya. Jelas, kami khawatir tentang masalah nuklir, kami akan mulai membicarakannya, ujar Wapres JD Vance kepada wartawan.
Mengapa dan Dampak
Kesepakatan awal sebenarnya mewajibkan AS dan Iran mengizinkan dimulainya kembali pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Jalur maritim strategis ini mengelola seperlima minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik bersenjata pecah. Walau lalu lintas kapal mulai pulih sebagian, status hukum kedaulatan perairan tersebut masih belum jelas.
Iran berencana memberlakukan tarif tol pelayaran mulai pertengahan Agustus setelah masa bebas tol berakhir. Komentar Trump pada hari Rabu dinilai sengaja dirancang untuk meredam kemungkinan kembalinya perang total dengan Iran. Dampaknya, harga minyak dunia langsung anjlok ke level terendah dalam empat bulan terakhir.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal kontainer asing sempat kandas di perairan dangkal pada hari Rabu. Kapal tersebut dilaporkan keluar dari jalur pelayaran resmi yang telah ditentukan oleh otoritas Iran. Prosesnya tidak merata, tidak terprediksi, dan tidak sepenuhnya transparan, jelas Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan telah menawarkan bantuan operasional untuk membersihkan ranjau laut di selat tersebut. Kedua negara masih memiliki jalan panjang untuk mencapai kesepakatan damai yang berkelanjutan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260702080502-4-747374/update-baru-as-iran-negosiasi-di-doha-damai-total-perang-belum-pasti, without altering the facts of the original article.