Rumah Mantan Menteri RI Dipasangi Alat Pengukur Listrik, Ternyata..

Mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) era Orde Baru, Sutami, mengalami kesulitan ekonomi yang cukup parah setelah pensiun. Rumahnya sempat diputus aliran listrik karena tak mampu membayar tagihan, meskipun sebelumnya dia memimpin kementerian yang mengerjakan berbagai proyek infrastruktur raksasa. Sutami menjabat sebagai Menteri PU selama 14 tahun dalam delapan kabinet, namun kondisi ekonominya tetap jauh dari kata mewah.

Kehidupan Sederhana Mantan Menteri

Sutami dikenal sebagai pejabat yang memilih hidup sederhana. Selama menjadi menteri, dia menolak memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri. Dia lebih memilih untuk hidup apa adanya dan mendapat julukan “Menteri Termiskin”. Staf Ahli Sutami, Hendropranoto, menceritakan bahwa sang menteri kerap berjalan kaki saat meninjau proyek, terutama di pedesaan dan daerah terpencil. Cara itu dipilih agar dia bisa melihat langsung kondisi pembangunan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam kesaksian yang dihimpun dalam buku Sutami Sosok Manusia Pembangunan Indonesia (1991), rumah yang masih dicicil tersebut pernah diputus aliran listriknya karena dia tidak mampu membayar tagihan. Kejadian ini terjadi setelah dia pensiun dari jabatan Menteri PU pada 29 Maret 1978. Meskipun bertahun-tahun mengawasi proyek bernilai besar, Sutami tidak memiliki rumah pribadi selama masih menjabat. Rumah baru dimilikinya setelah pensiun dan dibeli dengan cara mencicil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kesederhanaan Sutami terus melekat hingga masa pensiunnya. Saat kondisi kesehatannya memburuk akibat penyakit liver kronis, Sutami juga disebut enggan pergi ke rumah sakit karena khawatir tidak mampu membayar biaya pengobatan. Kabar tersebut kemudian sampai ke Presiden Soeharto yang meminta agar Sutami mendapat perawatan tanpa perlu memikirkan biaya. Namun kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada 13 November 1980. Meskipun meninggal dalam keadaan sederhana, warisan pembangunan yang ditinggalkan Sutami masih berdiri hingga kini.

Di bawah kepemimpinannya, lahir sejumlah proyek besar seperti Tol Jagorawi, Jembatan Semanggi, Jembatan Ampera, dan berbagai infrastruktur lain yang menjadi penopang aktivitas masyarakat Indonesia. Sutami meninggalkan legacy pembangunan yang masih dirasakan hingga kini. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260624092052-25-745248/mantan-menteri-ri-ini-listrik-rumahnya-diputus-karena-tak-bisa-bayar, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *