Memijat Tulang Anak yang Patah Bisa Berakibat Fatal, Waspada Orang Tua!
Memijat tulang anak yang patah dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan dengan penanganan yang tepat. Kebiasaan ini masih banyak dipercaya oleh masyarakat, padahal dapat memperparah cedera dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Tulang yang mengalami patah tidak boleh dipijat atau dimanipulasi tanpa pemeriksaan medis yang tepat.
Apa yang Terjadi Jika Tulang Anak Patah?
Ketika terjadi patah tulang, struktur tulang dan jaringan di sekitarnya mengalami kerusakan. Tekanan atau pijatan pada area yang cedera dapat menyebabkan pergeseran tulang yang lebih parah, merusak pembuluh darah, saraf, hingga jaringan lunak. Dr. Gabriel Klemens Wienanda, Spesialis Orthopedi Traumatologi, mengingatkan bahwa penanganan yang cepat dan tepat sangat penting agar tulang dapat sembuh dengan baik serta meminimalkan risiko gangguan pertumbuhan maupun kecacatan di kemudian hari.
Mengapa Memijat Tulang yang Patah Berbahaya?
Memijat tulang yang patah bukanlah tindakan yang dianjurkan. Justru hal itu bisa memperburuk kondisi cedera, meningkatkan nyeri, bahkan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Anak-anak memang memiliki kemampuan penyembuhan tulang yang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Namun, proses penyembuhan tetap harus diawali dengan diagnosis yang benar melalui pemeriksaan dokter dan, bila diperlukan, pemeriksaan radiologi seperti foto rontgen.
Dampak jika Patah Tulang Tidak Ditangani Secara Tepat
Jika patah tulang tidak ditangani secara tepat, maka risiko yang dapat terjadi antara lain tulang menyambung dalam posisi yang salah (malunion), tulang gagal menyatu (nonunion), gangguan pertumbuhan tulang, hingga penurunan fungsi anggota gerak. Selain itu, manipulasi atau pijatan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan perdarahan, pembengkakan yang semakin berat, serta meningkatkan risiko cedera pada saraf dan pembuluh darah di sekitar lokasi patah tulang.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
Orang tua harus waspada dan tidak mudah percaya pada mitos bahwa pijatan dapat “meluruskan” tulang yang patah. Penanganan patah tulang memerlukan evaluasi medis untuk menentukan apakah cukup dengan pemasangan gips, reposisi tulang, atau membutuhkan tindakan operasi. Sebagai pertolongan pertama, area yang dicurigai mengalami patah tulang sebaiknya tidak digerakkan secara berlebihan. Orang tua dapat melakukan imobilisasi sementara menggunakan bidai atau penyangga sederhana, mengompres dingin untuk membantu mengurangi pembengkakan, serta segera membawa anak ke rumah sakit.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan penanganan yang sesuai sejak awal, sebagian besar kasus patah tulang pada anak dapat sembuh dengan baik dan anak dapat kembali beraktivitas normal setelah menjalani masa pemulihan sesuai anjuran dokter. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami cedera yang dicurigai sebagai patah tulang. Tanda-tandanya meliputi nyeri hebat, bengkak, perubahan bentuk pada anggota tubuh, kesulitan menggerakkan bagian yang cedera, hingga anak tidak mampu menopang berat badan jika cedera terjadi pada tungkai.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260630134439-33-746859/awas-kebiasaan-memijat-tulang-anak-yang-patah-bisa-berakibat-fatal, without altering the facts of the original article.