Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Tertekan Hari Ini

Momen Penentu di Menit Akhir

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan, pembicaraan antara kedua negara akan berlangsung di ibu kota Qatar pada Selasa pekan ini. Ia mengklaim melalui media sosial, Teheran telah “meminta pertemuan” setelah pertukaran serangan udara AS selama akhir pekan. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin dilaporkan membantah pembicaraan dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang. “Kunjungan delegasi teknis Iran ke Qatar minggu ini tidak terkait dengan kunjungan pejabat AS ke negara tersebut,” kata juru bicara itu.

Apa yang Terjadi Sebelumnya

Sebelumnya, AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman 14 poin pada 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah melumpuhkan aliran minyak global melalui Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis. Terletak di Teluk Persia antara Oman dan Iran, Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan energi paling penting di dunia. Jalur air yang sempit ini biasanya menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

Mengapa dan Dampak

Analis energi mengatakan mereka terkejut dengan laju aksi jual di pasar minyak. Analis mencatat aksi jual tersebut jauh lebih agresif daripada yang diperkirakan kebanyakan orang. “Pergerakan harga dalam beberapa minggu terakhir mencerminkan pasar yang memperlakukan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran ini sebagai kesepakatan permanen. Ini jelas bukan kasusnya, dan seperti yang telah kita lihat selama empat bulan terakhir, situasinya dapat berubah sangat cepat,” para ahli strategi di ING dalam catatan riset yang diterbitkan Senin. Morgan Stanley memangkas prediksi harga minyak seiring arus lalu lintas melalui Selat Hormuz kembali lebih cepat dari yang diperkirakan. Sementara itu, pasokan Amerika Serikat (AS) yang kuat dan permintaan China yang lemah meningkatkan risiko surplus. Morgan Stanley memangkas perkiraan Brent pada kuartal ketiga 2026 sebesar US$ 15 menjadi US$ 75 per barel.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun lalu lintas di Selat Hormuz itu melambat pada awalnya, namun kesepakatan permanen yang menangani masalah nuklir dalam waktu 60 hari akan sangat optimis. Butuh waktu cukup lama untuk menyepakati gencatan senjata sementara. Mencapai kesepakatan permanen yang menangani masalah nuklir dalam waktu 60 hari akan sangat optimis. Tentu saja, selalu ada potensi gencatan senjata diperpanjang, yang pada dasarnya hanya akan menunda masalah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8129134/harga-minyak-tertekan-investor-pantau-negosiasi-as-iran, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *