BPOM Beri Apresiasi, PT HATI Kuatkan Posisi sebagai Makanan Siap Saji Terpercaya untuk Jemaah Haji
Prestasi yang Dihasilkan
Owner PT HATI, Puspo Wardoyo, bersyukur atas apresiasi yang diberikan BPOM. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan yang selama hampir lima tahun terakhir mengembangkan makanan siap saji untuk kebutuhan ibadah haji. “Alhamdulillah, kami memang sudah hampir lima tahun menyediakan makanan untuk haji. Banyak tantangannya, terutama mengubah persepsi masyarakat terhadap makanan siap saji,” kata Puspo.
Tantangan dan Inovasi
Puspo menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada proses produksi, melainkan mengedukasi masyarakat bahwa produk Meal Ready to Eat (MRE) berbeda dengan makanan siap saji pada umumnya. “Imej makanan siap saji selama ini dianggap tidak enak dan memakai pengawet. Padahal produk kami tanpa bahan pengawet, bisa disimpan pada suhu ruang, tetapi rasanya tetap seperti makanan segar,” ujarnya.
Keberhasilan dan Proyeksi
Puspo menambahkan bahwa keberhasilan teknologi pengolahan tersebut mulai mendapat pengakuan dalam dua tahun terakhir. Bahkan pada penyelenggaraan haji tahun lalu, hampir seluruh kebutuhan makanan jemaah Indonesia telah menggunakan produk PT HATI. “Alhamdulillah tahun kemarin hampir 99 persen menggunakan makanan kami. Kami optimistis ke depan kebutuhan makanan haji akan semakin banyak menggunakan produk Ready to Eat dari PT HATI,” tuturnya.
Direktur Utama PT HATI: Penerapan Program Manajemen Risiko
Direktur Utama PT HATI, Sugiri, mengatakan penerapan Program Manajemen Risiko menjadi salah satu standar penting yang harus dipenuhi industri pangan untuk menjamin keamanan produk. “Concern utama BPOM adalah bagaimana industri pangan mengikuti standar yang ketat dengan tujuan utama menjaga food safety atau keamanan pangan. Karena dampaknya sangat besar apabila makanan tidak aman,” kata Sugiri.
Pengakuan dari BPOM
Sugiri mengungkapkan bahwa pendampingan BPOM kepada PT HATI telah berlangsung sejak 2019. Sementara implementasi sertifikasi PMR mulai dilakukan pada 2024 melalui bimbingan teknis, evaluasi, hingga audit menyeluruh. Setelah memperoleh sertifikasi tersebut, perusahaan wajib melaporkan implementasi sistem kepada BPOM setiap enam bulan sekali. Selain itu, menjelang musim haji, BPOM juga melakukan audit langsung ke fasilitas produksi.
Apa Artinya Ini bagi PT HATI?
Penghargaan dari BPOM akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk PT HATI. “Brand awareness salah satunya adalah kepercayaan konsumen. Karena BPOM merupakan otoritas negara yang memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan, tentu apresiasi ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, keamanan, rasa, hingga kepuasan jemaah haji,” katanya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., mengatakan penerapan PMR semakin berkembang sepuluh tahun belakangan. Bukan hanya di industri berskala besar, tapi juga UMKM. “Lewat program ini kami membuat auto-control atau self-control dari industri yang kita atur dari standar keamanannya, standar gizinya, standar processing-nya, standar proses pengemasannya, dan sebagainya,” paparnya. Dengan penghargaan ini, PT HATI diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dan keamanan produknya, serta menjadi contoh bagi industri pangan lainnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tabloidbintang.com/berita/216556-pt-hati-raih-apresiasi-bpom-perkuat-kepercayaan-terhadap-makanan-siap-saji-untuk-jemaah-haji, without altering the facts of the original article.