Anggaran Jalan di Jateng Dipangkas Jadi Rp320 Miliar, Proyek Infrastruktur 2026 Kini Pilihannya
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menghadapi tantangan besar dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Anggaran untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan provinsi tercatat mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan bahwa anggaran yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp320 miliar. Jumlah tersebut harus dikelola secara ekstra ketat guna menangani ribuan kilometer jalan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.
Penurunan Anggaran yang Signifikan
Anggaran sebesar Rp320 miliar tersebut nantinya akan dibagi untuk menangani seluruh ruas jalan provinsi yang ada di 35 kabupaten dan kota. Padahal, total panjang jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi mencapai 2.440,12 kilometer. Henggar menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan masih menyentuh angka hampir Rp1 triliun.
Apa yang Terjadi?
Rincian perbandingan anggaran dan cakupan wilayah menunjukkan adanya selisih anggaran yang cukup tajam, sehingga menuntut adanya skala prioritas dalam setiap pengerjaan fisik di lapangan. Pengurangan ini berdampak langsung pada volume pengerjaan jalan yang dapat dilakukan oleh Dinas PUPR. Dalam pernyataannya, Henggar membeberkan alasan di balik minimnya dana tersebut. Salah satu faktor utamanya adalah pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Penurunan dana transfer tersebut dilaporkan mencapai angka sekitar Rp1,5 triliun untuk lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan.
Mengapa dan Dampak
Pemotongan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat menjadi penyebab utama penurunan anggaran untuk perbaikan jalan di Jateng. Hal ini secara otomatis memaksa tiap dinas, termasuk PUPR, untuk melakukan penyesuaian anggaran yang cukup besar. Dampaknya, Dinas PUPR Jateng harus menetapkan skala prioritas bagi ruas-ruas jalan yang kondisinya masuk dalam kategori rusak berat. Fokus utama diberikan kepada jalur-jalur vital yang memerlukan penanganan segera demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Beberapa wilayah yang menjadi prioritas perbaikan antara lain Surakarta, yang mengalami penurunan drastis dalam kemantapan jalan dari 94 persen menjadi 68 persen. Banyak ditemukan kerusakan berupa jalan retak yang memerlukan tindakan cepat agar tidak semakin parah. PUPR Jateng juga tengah membahas kemungkinan penggunaan dana dari APBD Perubahan untuk menambah daya dukung perbaikan jalan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan keterbatasan dana, PUPR Jateng melakukan perhitungan ulang secara cermat untuk memastikan kualitas hasil perbaikan tetap terjaga. Strategi teknis yang dipilih adalah penggunaan material yang efektif dan efisien. Hingga saat ini, persentase kerusakan jalan provinsi tidak sampai menyentuh angka 50 persen. Dengan APBD perubahan anggaran 2026, PUPR Jateng berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Jawa Tengah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.babelinsight.id/anggaran-jalan-jateng-turun-jadi-rp320-miliar-pupr-seleksi-ketat-skala-prioritas-2026, without altering the facts of the original article.