Rupiah Menguat Tipis 0,39%, Nilai Tukar Dolar AS Kini Rp17.835

Rupiah berhasil menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda ditutup menguat 0,39% ke posisi Rp17.835/US$, menurut data Refinitiv. Penguatan ini terjadi di tengah koreksi yang tengah terjadi pada pergerakan indeks dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah solid berada di zona penguatan sejak pagi tadi.

Faktor yang Mempengaruhi Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah terkoreksinya dolar AS di pasar global. Pelemahan tersebut memberi ruang bagi sejumlah mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak positif. Indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau mengalami tekanan dengan terkoreksi 0,15% ke level 101,203.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melontarkan pernyataan keras pada akhir pekan lalu. Namun, kedua negara tersebut kemudian sepakat menghentikan serangan balasan dan dijadwalkan bertemu di Qatar pada Selasa. Kondisi ini membuat pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan gencatan senjata tersebut.

Tantangan yang Masih Dihadapi Rupiah

Meski demikian, posisi dolar AS masih relatif kuat. Greenback masih berada di tren penguatan bulanan terbesar dalam hampir setahun, ditopang ketegangan di kawasan Teluk, imbal hasil surat utang AS yang masih tinggi, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada pekan ini.

Dari dalam negeri, para pimpinan DPR pada Senin (29/6/2026) menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat yang bertanggung jawab menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun, Ketua Banggar Said Abdullah, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.

Upaya Menjaga Stabilitas Ekonomi

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengatakan menjaga stabilitas makro ekonomi dalam jangka pendek menjadi prioritas, terutama karena gejolak harga komoditas strategis seperti minyak mentah berisiko menekan inflasi dan daya beli masyarakat. “Ada kesepakatan saya rasa yang tercapai bahwa yang penting menjaga kestabilan makro ekonomi di jangka pendek karena kita sudah melihat dampak ketidakpastian global, misalnya harga minyak meningkat dan dampaknya ke inflasi dan daya beli di masyarakat. Sehingga ini menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan makro.”

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan BI fokus menjaga kecukupan likuiditas di sistem perekonomian agar tidak terjadi gejolak di pasar uang dan pasar valas. “Kalau kita lihat di akhir bulan Mei ekspansi yang kami lakukan sekitar Rp600 triliun maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp1.000 triliun, khusus itu untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas kita.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk menjaga stabilitas kurs, BI juga telah menyesuaikan arah kebijakan moneter dengan menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir hingga berada di level 5,75%. Selain itu, BI juga menyesuaikan harga instrumen operasi moneter untuk menarik aliran modal asing masuk ke pasar dalam negeri. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan rupiah dapat terus menguat dan stabilitas ekonomi dapat terjaga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629144652-17-746554/rupiah-menguat-039-nilai-tukar-dolar-as-turun-ke-rp17835, without altering the facts of the original article.

Laba Rp 1,07 T, Bursa RI Cetak Sejarah di Tahun 2025

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak sejarah dengan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,07 triliun, atau tumbuh 59,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BEI berdiri. Laba ini diperoleh seiring dengan pertumbuhan aktivitas pasar modal di tahun 2025.

Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memaparkan bahwa pertumbuhan pendapatan sebesar 29,8% di tahun 2025 menjadi faktor utama meningkatnya laba bersih. Pendapatan konsolidasi BEI meningkat menjadi Rp3,66 triliun. Faktor utama pendorong peningkatan ini adalah pertumbuhan Jasa Transaksi Efek sebesar 41% dan Jasa Kliring sebesar 41,3%, yang berdampak pada meningkatnya rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menjadi Rp18,07 triliun.

Selain itu, BEI juga membukukan kinerja positif dengan menjaga kenaikan beban di angka 17,1%. Meskipun sebesar 76,8% dari total pendapatan perseroan dikontribusikan oleh kegiatan terkait transaksi di pasar modal, BEI tetap berupaya untuk menjaga pertumbuhan dari pendapatan lainnya. Pendapatan tidak terkait transaksi meningkat 14,6% dan pendapatan lainnya meningkat 17%.

Momen Penentu di Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi momen penentu bagi BEI dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarahnya. Dengan keseluruhan kinerja keuangan tersebut, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 59,4% persen menjadi Rp1,07 triliun. Pencapaian ini juga diiringi dengan peningkatan total aset BEI sebesar 32% menjadi Rp14,78 triliun dan pertumbuhan ekuitas sebesar 14% menjadi Rp9,45 triliun.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pencapaian laba bersih tertinggi ini memiliki dampak signifikan bagi BEI ke depan. Dengan kinerja keuangan yang semakin kuat, BEI diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pasar modal. Selain itu, pencapaian ini juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam bertransaksi di BEI, sehingga dapat mendorong pertumbuhan aktivitas pasar modal di masa yang akan datang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencetak sejarah dengan laba bersih tertinggi, BEI masih memiliki jalan panjang untuk terus meningkatkan kinerjanya. Dengan terus meningkatnya aktivitas pasar modal, BEI diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya untuk memenuhi kebutuhan investor dan stakeholders lainnya. Dengan demikian, BEI dapat terus berperan sebagai pemain kunci dalam pengembangan pasar modal Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629141023-17-746540/bursa-ri-cetak-sejarah-kantongi-laba-rp-107-t-sepanjang-2025, without altering the facts of the original article.

IHSG Anjlok 1,28%, Pasar Sepi Karena Investor Was-Was

Pasar saham Indonesia ditutup di zona merah pada Senin (29/6/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,28% ke level 5.820,79. Penurunan ini terjadi di tengah nilai transaksi yang terbilang sepi, yakni hanya Rp 8,69 triliun. IHSG mengalami penurunan 75,34 poin, dengan 467 saham turun, 228 naik, dan 264 tidak bergerak.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan IHSG

Penurunan IHSG pada hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kinerja emiten bank jumbo. Emiten bank jumbo seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi penekan utama IHSG. BBCA menyumbang -23,42 poin, seiring dengan saham yang mengalami koreksi 4,05% ke level 5.925. Selain itu, TLKM, BREN, BBRI, BMRI, BRPT, hingga ASII juga masuk dalam daftar top laggards perdagangan hari ini.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri. Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global. Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatian investor. Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Dengan demikian, pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi kinerja pasar saham Indonesia. Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan strategi investasi yang tepat untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih terbilang tinggi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi pasar saham Indonesia saat ini masih belum stabil, sehingga pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan ekonomi dan politik baik di dalam maupun luar negeri. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pasar saham, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan efektif. Oleh karena itu, jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh pelaku pasar adalah terus memantau dan menganalisis kondisi pasar untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629160104-17-746591/pasar-sepi-ihsg-ditutup-turun-128, without altering the facts of the original article.

EMAS Raih Pendapatan US$2,6 Juta, Cetak Rekor di Kuartal I-2026

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan pendapatan sebesar US$2,6 juta pada kuartal I 2026 setelah melakukan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Pencapaian ini menandai awal transisi EMAS menjadi perusahaan produsen emas. Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, mengungkapkan bahwa kinerja tersebut mencerminkan profil keuangan yang wajar bagi operasi tambang yang baru memasuki tahap produksi.

Momen Penentu di Menit Akhir Kuartal

Pada kuartal I 2026, EMAS memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak, serta mencatatkan penjualan emas perdana sebesar 516 ounces. Harga jual rata-rata emas tercatat sebesar US$5.123 per ounce. Biaya tunai tercatat sebesar US$969 per ounce di luar royalti, atau US$1.202 per ounce termasuk royalti. Dengan demikian, EMAS menghasilkan margin tunai sebesar US$3.921 per ounce pada fase awal ramp-up.

Selain itu, All-in sustaining cost (AISC) tercatat sebesar US$4.463 per ounce di luar royalti, atau US$4.696 per ounce termasuk royalti. Tingginya AISC mencerminkan tahap awal produksi, ketika biaya sustaining dan pengeluaran terkait ramp-up masih diserap oleh basis produksi yang terbatas.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pencapaian ini memiliki dampak signifikan bagi EMAS ke depan. Dengan produksi perdana yang telah tercapai, panduan produksi 2026 yang jelas, peningkatan sumber daya mineral, serta akses ke pasar modal Indonesia dan internasional, EMAS berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai jangka panjang dari salah satu deposit emas primer paling signifikan di Asia.

EMAS juga mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton dengan kadar 0,33 gram per ton emas, yang mengandung sekitar 445.000 ounces emas. Tambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani dari 7,0 juta ounces menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas, atau naik sekitar 6%.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, EMAS akan tetap berfokus pada peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara aman dan disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan kapasitas pengolahan secara bertahap. Dengan demikian, EMAS diharapkan dapat mencapai target produksi 100.000 hingga 115.000 ounces emas pada 2026, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui.

Biaya per unit diharapkan akan berangsur normal seiring peningkatan volume produksi Tambang Emas Pani. Panduan biaya tunai berada pada kisaran US$900 hingga US$1.100 per ounce, sementara panduan AISC berada pada kisaran US$1.300 hingga US$1.450 per ounce, keduanya di luar royalti dan kredit perak.

Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, EMAS diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan stakeholders lainnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629155525-17-746590/emas-catat-pendapatan-us-26-juta-per-kuartal-i-2026, without altering the facts of the original article.

Purbaya Gagalkan Perang Bunga Bank, Ekonomi RI Kembali Ngegas

Pemerintah Indonesia berhasil menggagalkan perang bunga bank yang sempat mengancam stabilitas ekonomi negara. Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan kembali dana Rp281 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kunci dalam meredam kenaikan suku bunga yang berpotensi memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Dengan langkah ini, ekonomi Indonesia kembali ngegas setelah sempat mengalami tekanan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sebelumnya, Kemenkeu menarik dana sebesar Rp110 triliun dari Himbara pada Juni 2026. Namun, seiring dengan arah kebijakan pengetatan moneter setelah suku bunga acuan naik, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut ke Bank Indonesia (BI). Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan kredit yang saat itu mencapai 11,5% hingga akhir Mei. Permintaan kredit yang tinggi membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk memastikan kelancaran proses intermediasi perbankan.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pertama, keputusan Purbaya Yudhi Sadewa ini diambil di tengah meningkatnya suku bunga simpanan rupiah di seluruh kelompok bank. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan & Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan respon perbankan terhadap perkembangan suku bunga kebijakan dan kondisi pasar keuangan global maupun domestik. Kedua, LPS kemudian meningkatkan tingkat bunga penjaminan (TBP) menjadi 3,75% untuk simpanan di bank umum dan 6,25% di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk periode 1 Juli hingga 1 September 2026. Ketiga, ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai bahwa langkah pemerintah ini dirancang untuk membanjiri sistem perbankan guna menekan biaya dana dan merangsang undisbursed loan menjadi disbursed.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan langkah pemerintah, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan mencegah capital outflow yang berpotensi menyebabkan depresiasi rupiah. Myrdal Gunarto juga menekankan bahwa industri perbankan harus tetap agresif dalam memobilisasi dana pihak ketiga inti dan tidak menggunakan dana pemerintah sebagai substitusi dari fungsi intermediasi tradisional. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, pemerintah dan Bank Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dan Bank Indonesia harus terus memantau kondisi ekonomi dan keuangan untuk memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629170058-17-746611/aksi-purbaya-selamatkan-ri-dari-perang-bunga-bank-ekonomi-ngegas-lagi, without altering the facts of the original article.

Rosan Roeslani Sebut Hibah Lippo Sasar 600.000 Masyarakat, Apa Dampaknya?

Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), menyebutkan bahwa hibah Lippo Group sebesar 30 hektar untuk program 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan berdampak signifikan pada 600.000 masyarakat. Program ini merupakan kerja sama pemerintah dengan perusahaan pengembang swasta, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), untuk menyediakan hunian layak bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Kemitraan Strategis untuk Penyediaan Hunian Layak

Pemerintah menggandeng Lippo Group dalam program 3 juta rumah bagi MBR. Dalam program ini, Lippo Group memberikan hibah seluas 30 hektar kepada negara untuk program prioritas tersebut. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa nantinya akan dibangun hunian vertikal sebanyak 141 ribu unit. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan dampak yang luas kepada masyarakat dalam hal ini memberikan hunian layak bagi keluarga.

Momen Penentu di Menit Akhir

Rosan Roeslani menjelaskan bahwa dampak dari program ini akan sangat signifikan. “141.000 unit. Itu luar biasa kalau kita kali dengan anak, kita kali dengan istrinya, paling tidak kali tiga kali empat ini bisa 500.000 atau 600.000 jadi dampak ini akan sangat sangat sangat sangat signifikan,” sebutnya. Nantinya, Danantara akan berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait agar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan rencana.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut pendiri Lippo Group, Mochtar Riyadi, program ini merupakan keinginannya agar dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada negara. Ia menambahkan, agar langkah ini dapat diikuti oleh para konglomerat lainnya agar dapat memberikan manfaat kepada bangsa. “Semoga suatu pemikiran yang demikian ini tidak hanya terjadi pada Lippo Group, tapi bisa diikuti, ditularkan ke semua konglomerat. Di Indonesia saya kira tidak lebih, tidak kurang daripada 100 pengusaha besar. Kalau setiap pengusaha besar bisa ikut sumbang kepada pemerintah, maka itu berupa suatu manfaat yang luar biasa bagi bangsa kita. Ini adalah harapan saya,” tutupnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mengenai program 3 juta rumah bagi MBR, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, dengan kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta seperti Lippo Group, diharapkan program ini dapat terlaksana dengan sukses. Dengan demikian, ribuan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629171713-17-746617/rosan-sebut-hibah-lippo-berdampak-ke-600000-masyarakat, without altering the facts of the original article.

Dony Oskaria Turun Tangan, Kawal Langsung Pelaporan LHKPN Pejabat BUMN

Ketua Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyatakan akan mengawasi para pejabat perusahaan pelat merah agar tepat waktu melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ia bahkan menegaskan tidak ada toleransi bagi para pengurus seluruh BUMN untuk tidak melaporkan harta kekayaannya, termasuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang memiliki pengurus Warga Negara Asing (WNA). Langkah ini diambil untuk mencegah potensi korupsi di lingkungan BUMN.

Komitmen Dony Oskaria dalam Pengawasan LHKPN

Dony Oskaria mengungkapkan bahwa dirinya sendiri akan memimpin proses pelaporan LHKPN seluruh pejabat BUMN. Hal ini disampaikannya usai menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menghadiri pertemuan dengan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin. “Kami sudah bersepakat bahwa saya akan mengontrol sendiri ketaatan daripada penyampaian LHKPN dan kita harapkan itu tepat waktu karena ini tidak ada toleransi yang kita berikan. Semua yang punya kewajiban harus melaporkan, wajib melaporkan ini nanti saya akan pimpin sendiri untuk proses comply terhadap laporan ini,” ujar Dony di Gedung KPK pada Senin (29/6/2026).

Apa yang Terjadi?

Pada kesempatan yang sama, Aminuddin menambahkan bahwa hingga 31 Maret, masih ada beberapa manajemen BUMN yang belum melaporkan harta kekayaannya. Ia mengaku sudah menyurati para stakeholders agar para pengurus BUMN yang belum melaporkan LHKPN itu dikenakan sanksi. “Karena kalau yang untuk ASN itu ada sanksinya, kalau untuk yang di level BUMN sesuaikan sanksinya dengan aturan internal yang ada di BUMN,” beber Aminuddin.

Mengapa dan Dampak

Menurut Dony Oskaria, transformasi di lingkungan BUMN bertujuan untuk mencegah potensi korupsi. Ia menegaskan bahwa seluruh BUMN harus dibatasi koridornya guna mencegah terjadinya korupsi di masa yang akan datang. “Tidak spesifik juga kita satu-satu mengenai DSI, tetapi intinya adalah seluruh BUMN ke depannya setelah kita lakukan transformasi kita berharap ke depannya seluruhnya tentu harus kita batasi koridornya supaya tidak terjadi potensi untuk adanya korupsi di masa yang akan datang,” pungkas Dony.

Keputusan ini juga berlaku bagi WNA yang menjabat sebagai top manajemen di BUMN. Aminuddin mengakui bahwa pihaknya masih mendiskusikan hal ini. “Termasuk WNA ya walaupun dia WNA tapi kan dia sekarang posisinya sebagai top manajemen ya di BUMN. Dan kalau kita lihat di undang-undang 28 dia struktur ya struktur di BUMN itu termasuk dalam kategori wajib lapor LHKPN,” ungkapnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan komitmen Dony Oskaria dalam mengawasi pelaporan LHKPN, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan BUMN. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah potensi korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN. Dalam waktu dekat, masyarakat akan terus memantau perkembangan implementasi LHKPN di BUMN dan berharap bahwa langkah ini dapat menjadi contoh bagi sektor lain.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629173043-17-746624/dony-oskaria-kawal-langsung-pelaporan-lhkpn-pejabat-bumn, without altering the facts of the original article.

COO Danantara Kunjungi KPK, Desak Pengawalan Proyek Hilirisasi

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendampingan sejak awal terhadap seluruh BUMN yang terlibat dalam proyek hilirisasi agar dilakukan secara baik dan transparan.

Tujuan Kunjungan ke KPK

Dony Oskaria menyambangi Gedung KPK pada Senin (29/6/2026) untuk menghadiri pertemuan dengan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin. Dalam pertemuan tersebut, Dony meminta KPK untuk melakukan pendampingan sejak awal terhadap proyek hilirisasi yang merupakan harapan masyarakat.

“Karena ini kan harapan masyarakat, karena itu kita minta pendampingan dari awal, rencana yang nanti akan ditindaklanjuti setiap grup, setiap tim yang terlibat dari tim hilirisasi itu akan mendapatkan pelatihan dan pencegahan dari kedeputian KPK,” ujar Dony.

Upaya Mitigasi Risiko

Menurut Dony, permintaan pendampingan KPK merupakan bentuk mitigasi yang dilakukan guna mencegah risiko dalam pelaksanaan proyek hilirisasi. Danantara tidak ingin investasi besar dalam proyek hilirisasi tersebut menghasilkan hasil yang tidak maksimal.

“Bagaimanapun kita tidak ingin investasi yang besar nantinya itu tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Jadi tidak spesifik tetapi semuanya akan kita lakukan pemantauan,” tuturnya.

Mengapa Pendampingan KPK Penting?

Pendampingan KPK penting karena proyek hilirisasi merupakan proyek besar yang melibatkan banyak pihak dan berpotensi menimbulkan risiko korupsi. Dengan pendampingan KPK, Danantara berharap dapat mencegah risiko korupsi dan memastikan bahwa proyek hilirisasi dapat berjalan dengan baik dan transparan.

KPK memiliki peran penting dalam pencegahan korupsi di Indonesia. Dengan melakukan pendampingan terhadap proyek hilirisasi, KPK dapat membantu memastikan bahwa proyek tersebut berjalan dengan baik dan transparan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan pendampingan KPK, Danantara berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proyek hilirisasi. Selain itu, pendampingan KPK juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek hilirisasi.

Ke depannya, Danantara akan terus bekerja sama dengan KPK untuk memastikan bahwa proyek hilirisasi dapat berjalan dengan baik dan transparan. Dengan demikian, proyek hilirisasi dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan proyek hilirisasi. Namun, dengan pendampingan KPK dan komitmen Danantara untuk menjalankan proyek dengan baik dan transparan, diharapkan proyek hilirisasi dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629175751-17-746628/coo-danantara-sambangi-kpk-minta-kawal-proyek-hilirisasi, without altering the facts of the original article.

Hashim Djojohadikusumo Bantah Keras Kepemilikan Saham di FolaPlay

Hashim S. Djojohadikusumo membantah keras tuduhan yang mengaitkannya dengan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay). Tuduhan tersebut dianggap tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi. Hashim dan Arsari Group juga tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat, pengurus, maupun penasihat PT Folago Global Nusantara Tbk.

Klarifikasi dari Arsari Group

Ariseno Ridhwan, VP Corporate Communications Arsari Group, menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan Hashim dengan FolaPlay adalah tidak benar. “Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026). Dia juga menegaskan bahwa tuduhan atas adanya penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim juga tidak benar.

Apa yang Terjadi?

Sebelumnya, muncul tuduhan yang mengaitkan Hashim dengan FolaPlay. Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa Hashim memiliki kepemilikan saham di perusahaan tersebut dan menggunakan anggaran negara untuk kepentingan pribadi. Namun, Arsari Group membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Hashim tidak memiliki keterlibatan dengan FolaPlay.

Mengapa dan Dampak

Mengapa tuduhan tersebut penting? Karena tuduhan tersebut dapat merusak reputasi Hashim dan Arsari Group. Selain itu, tuduhan tersebut juga dapat menimbulkan keraguan di masyarakat tentang integritas dan kredibilitas Hashim. Dampaknya, Hashim dan Arsari Group harus melakukan klarifikasi dan membantah tuduhan tersebut untuk menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat.

Apa artinya ini ke depan? Ke depan, Hashim dan Arsari Group harus lebih berhati-hati dalam menghadapi tuduhan dan spekulasi yang tidak berdasar. Mereka harus terus menjaga integritas dan kredibilitas mereka dengan melakukan tindakan yang transparan dan akuntabel. Selain itu, masyarakat juga harus lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh tuduhan yang tidak berdasar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjaga integritas dan kredibilitas di masyarakat. Hashim dan Arsari Group harus terus berupaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan melakukan tindakan yang transparan dan akuntabel. Selain itu, masyarakat juga harus terus meningkatkan kesadaran dan kritis dalam menerima informasi untuk mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629205917-17-746664/hashim-bantah-punya-kepemilikan-saham-di-folaplay, without altering the facts of the original article.

Awal Pekan yang Suram, IHSG Anjlok dan Asing Obral 10 Saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan terakhir Juni dengan melemah. Pada perdagangan Senin (29/6/2026), IHSG ditutup turun 75,34 poin atau -1,28% ke level 5.820,79. Sebanyak 467 saham turun, 228 naik, dan 264 tidak bergerak. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 8,69 triliun, dengan 13,29 miliar saham diperdagangkan dalam 1,21 juta kali transaksi.

Awal Pekan yang Suram

IHSG melemah di awal pekan, menyeret sejumlah saham ke zona merah. Penjualan bersih oleh investor asing juga terjadi, dengan total Rp881,58 miliar. Angka ini terdiri dari Rp854,10 miliar di pasar reguler dan Rp27,48 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Apa yang Terjadi?

Pada perdagangan Senin, sebanyak 10 saham mengalami penjualan bersih yang signifikan oleh investor asing. Berdasarkan data dari Stockbit, berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dijual asing pada hari itu. Penjualan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih suram.

Adapun saham-saham yang paling banyak dijual adalah saham-saham besar yang biasanya memiliki dampak signifikan pada pergerakan IHSG. Penjualan ini menambah tekanan pada indeks, yang sudah melemah sejak awal sesi perdagangan.

Mengapa dan Dampaknya

Penjualan saham oleh investor asing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, kondisi ekonomi domestik, serta kinerja keuangan perusahaan. Dalam kasus ini, penjualan bersih oleh asing menambah tekanan pada IHSG, yang sudah melemah.

Dampak dari penjualan ini bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, tekanan jual dapat terus berlanjut, membuat indeks saham melemah lebih dalam. Dalam jangka panjang, penjualan oleh investor asing dapat mempengaruhi kepercayaan investor domestik dan internasional terhadap pasar saham Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

IHSG masih memiliki potensi untuk rebound, namun perlu ada katalis positif yang dapat menggerakkan indeks. Pemerintah dan regulator pasar keuangan perlu memantau situasi ini dan memberikan stimulus yang diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Investor perlu memantau dengan cermat perkembangan pasar dan kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi di pasar saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260630080625-17-746701/ihsg-anjlok-di-awal-pekan-asing-obral-10-saham-ini, without altering the facts of the original article.