Dokter Hewan Ungkap 2 Risiko Fatal Dry Food untuk Kucing Peliharaan Anda

Pemilik kucing pasti ingin memberikan yang terbaik untuk peliharaan mereka, termasuk soal makanan. Dry food dan wet food adalah dua opsi yang umum diberikan. Namun, dokter hewan mengungkap dua risiko fatal dari dry food untuk kucing peliharaan Anda.

Risiko Fatal Dry Food untuk Kucing

Menurut drh. Athena Gaffud dari TotalVet, dry food dibuat dengan cara dipanggang atau diekstrusi. Prosesnya diawali dengan mencampur bahan kering dan bahan basah untuk membentuk adonan. “Proses ekstrusi meliputi perlakuan termal dan mekanis, di mana adonan dipanaskan di bawah tekanan dan didorong melalui mesin pemotong yang memotong kibble,” kata drh. Gaffud. Dari situ, kibble dikeringkan, didinginkan, dilapisi semprotan, dan dikemas.

Perbedaan cara pembuatan membuat kandungan air kedua tipe makanan itu berbeda jauh. drh. Catherine Barnette yang berbasis di Florida dan kontributor untuk sumber daya orangtua hewan peliharaan Covetrus’ Great Pet Care menyebut kandungan air dalam dry food biasanya sekitar 10 persen. “Yang berarti 90 persen makanan tersebut memberikan nilai gizi bagi kucing Anda,” kata drh. Barnette. “Makanan kaleng, sebaliknya, biasanya mengandung sekitar 75 persen air.”

Mengapa Dry Food Berisiko?

Kandungan air yang rendah membuat dry food bukan pilihan untuk menghidrasi kucing. Selain itu, makanan kering kurang bergizi dibandingkan makanan basah. “Panas selama proses ekstrusi juga menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada ketersediaan hayati dan daya cerna nutrisi,” kata drh. Gaffud. Kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan pemberian makan yang kurang teratur juga dapat menyebabkan penambahan berat badan pada kucing.

Dampak bagi Kucing

Drh. Carly Fox, dokter hewan senior di Schwarzman Animal Medical Center di New York City, menjelaskan bahwa dry food dapat membantu membersihkan gigi kucing. Kucing harus mengunyah makanan kering lebih banyak daripada makanan basah, yang sebenarnya membersihkan gigi mereka dan mencegah penumpukan karang gigi. “Makanan kering khusus gigi (atau resep dokter) juga membantu mencegah penyakit periodontal pada kucing Anda,” kata drh. Fox.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Jadi, manakah makanan kucing yang lebih direkomendasikan untuk kucing kesayangan? “Makanan basah, makanan kering, atau kombinasi keduanya adalah pilihan yang layak untuk kucing Anda, selama mereka makan dengan senang hati dan mempertahankan kondisi tubuh yang ramping,” kata drh. Fox. Sementara, drh. Gaffud menyatakan bahwa tidak ada jawaban saklek untuk kedua pilihan karena yang harus diutamakan adalah kesehatan dan kebutuhan kucing. Begitu pula dengan gaya hidup sang pemilik.

Pemilik kucing harus mempertimbangkan kebutuhan dan gaya hidup mereka sendiri saat memilih makanan untuk kucing. Jika Anda memiliki kucing yang suka makan dengan teratur, maka wet food mungkin lebih sesuai. Namun, jika Anda memiliki kucing yang suka makan secara bebas, maka dry food mungkin lebih sesuai. Yang terpenting adalah memastikan kucing Anda mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam memilih makanan untuk kucing, pemilik harus selalu mempertimbangkan kesehatan dan kebutuhan kucing mereka. Dry food dan wet food memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, pemilik kucing harus memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka sendiri. Dengan demikian, kucing dapat hidup sehat dan bahagia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8094379/plus-minus-dry-food-untuk-kucing-menurut-dokter-hewan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *