Cianjur Masuk 5 Besar Kasus ODGJ di Jabar, Ternyata Segini Angka Terbarunya
Cianjur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat per pertengahan Mei 2026, jumlah penderita gangguan jiwa di Cianjur tercatat mencapai 2.970 jiwa, menempatkan kabupaten ini di posisi kelima.
Kasus ODGJ di Cianjur
Posisi tertinggi di Jawa Barat ditempati oleh Kabupaten Bandung, diikuti Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Majalengka. Pimpinan Yayasan Rumah Pulih Jiwa Cianjur, Rukman Samsudin, menyatakan bahwa angka resmi pemerintah kemungkinan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Rukman berasumsi bahwa total riil pengidap gangguan jiwa di Cianjur bisa melonjak hingga dua kali lipat, bahkan menembus angka 6.000 orang akibat penemuan kasus baru setiap bulan. Ia juga mensinyalir adanya pergerakan pasien dari luar wilayah yang sengaja dilepaskan di kawasan perbatasan Cianjur.
Faktor yang Mempengaruhi
Fenomena pembuangan pasien ODGJ dari luar wilayah ini dinilai sudah menjadi rahasia umum yang kerap membebani daerah setempat. Rukman menyarankan pemerintah daerah memaksimalkan peran lebih dari lima Lembaga Kesejahteraan Sosial swasta sebagai mitra strategis pemulihan pasien.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Dasep Sumawiharja, menyatakan bahwa angka sekitar 3.000 jiwa tersebut merupakan hasil sinkronisasi data terkini dengan Dinas Kesehatan. Dasep mengakui adanya temuan pasien telantar dari luar daerah, namun menegaskan bahwa ketetapan statistik resmi hanya berlaku bagi warga yang memiliki identitas kependudukan sah di Cianjur.
Dampak dan Penanganan
Pemerintah daerah juga berfokus membebaskan penderita gangguan jiwa yang masih mengalami pemasungan oleh keluarga, seperti kasus yang baru-baru ini diselesaikan di wilayah Agrabinta dan Sukaluyu melalui rujukan ke rumah sakit jiwa. Dasep menjelaskan bahwa instansinya langsung menerapkan pelacakan biometrik bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menelusuri asal-usul pasien telantar.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Mengatasi masalah ODGJ di Cianjur tidaklah mudah dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga kesejahteraan sosial, dan masyarakat harus bersinergi untuk memberikan penanganan yang tepat dan efektif bagi para penderita. Dengan demikian, diharapkan angka ODGJ di Cianjur dapat ditekan dan kualitas hidup para penderita dapat ditingkatkan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/cianjur-peringkat-kelima-kasus-odgj-terbanyak-di-jabar-diduga-banyak-yang-belum-terdata, without altering the facts of the original article.