Balas Dendam China, Amerika Langsung Blokir Total Akses Bisnis
Perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China terus mengalami eskalasi. Amerika Serikat kembali mengumumkan tambahan raksasa China yang masuk ‘daftar hitam’ Pentagon, termasuk Alibaba, Baidu, BYD, dan Nio. China pun balas dendam dengan memberlakukan kontrol ekspor ke 10 perusahaan AS, termasuk produsen mineral tanah jarang asal AS.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pemerintahan Trump kembali berulah dengan mengumumkan tambahan raksasa China yang masuk ‘daftar hitam’ Pentagon. Setidaknya ada 80 perusahaan China dan anak-anak usahanya yang dituduh membantu militer China. China kemudian balas dendam dan memberlakukan kontrol ekspor ke 10 perusahaan AS. Daftar itu mencakup para produsen mineral tanah jarang asal AS, yakni MP Materials dan USA Rare Earth.
Respons China tersebut kembali ditanggapi keras oleh AS. Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Jumat (26/6) pekan lalu mengatakan pihaknya akan melarang impor peralatan yang lebih banyak dari manufaktur-manufaktur China. Langkah ini memperluas larangan FCC yang diberlakukan pada 2022 silam terhadap model-model baru peralatan telekomunikasi dan pengawasan video buatan Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua dengan alasan risiko keamanan nasional AS.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
FCC menyatakan bahwa larangan tersebut kini mencakup model-model lama, bukan hanya peralatan yang dirancang mulai akhir 2022. Perluasan larangan ini dilakukan dengan dalih keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintah, pengawasan keamanan fisik infrastruktur kritis, dan tujuan keamanan nasional lainnya. Perluasan larangan ini dijadwalkan mulai berlaku pada awal Juli 2026.
FCC menyatakan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dengan memitigasi risiko terhadap sektor komunikasi AS. Kedutaan Besar China di Washington serta perusahaan-perusahaan terkait tidak segera menanggapi permintaan komentar. FCC telah mengambil sejumlah langkah yang menyasar sektor teknologi China, termasuk melarang impor semua model baru drone asal China pada bulan Desember.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Larangan impor peralatan dari China ini memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di AS. Mereka harus mencari alternatif untuk memasok peralatan dan komponen yang dibutuhkan. Selain itu, larangan ini juga dapat mempengaruhi hubungan diplomatik antara AS dan China.
Kedua negara telah terlibat dalam perang teknologi selama beberapa tahun terakhir, dengan AS berusaha untuk membatasi akses China ke teknologi canggih dan China berusaha untuk meningkatkan kemampuan teknologinya sendiri. Perang teknologi ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap perekonomian global dan keamanan nasional.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Perang teknologi antara AS dan China masih terus berlanjut. Kedua negara harus menemukan cara untuk menyelesaikan konflik ini dan meningkatkan kerja sama dalam bidang teknologi. AS dan China harus bekerja sama untuk mengembangkan standar keamanan nasional yang jelas dan transparan.
Selain itu, perusahaan-perusahaan China dan AS harus bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan keamanan nasional dan meningkatkan kerja sama ekonomi. Jalan panjang ini masih harus ditempuh, dan hanya waktu yang akan menentukan bagaimana perang teknologi ini akan berakhir.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260629165334-37-746613/china-balas-dendam-amerika-menggila-langsung-blokir-total, without altering the facts of the original article.