Mikroskop MOSAIC UC Berkeley: 4 Terabyte Data Sel Hidup per Jam

Sebuah terobosan besar dalam bidang biologi telah dicapai oleh tim peneliti di University of California, Berkeley (UC Berkeley) dengan pengembangan mikroskop MOSAIC (Multimodal Optical Scope with Adaptive Imaging Correction). Mikroskop ini mampu menghasilkan data masif hingga 4 terabyte hanya dalam waktu satu jam, memungkinkan peneliti untuk mempelajari sel-sel hidup dengan tingkat detail yang belum pernah ada sebelumnya.

Kemampuan Mikroskop MOSAIC

Mikroskop MOSAIC menggabungkan sekitar selusin jenis mikroskop ke dalam satu mesin yang bisa diubah modenya hanya dengan satu tombol. Desain instrumen ini dipimpin oleh Srigokul “Gokul” Upadhyayula selaku asisten profesor biologi molekuler dan sel, bersama Eric Betzig yang merupakan profesor fisika dan biologi sel di UC Berkeley sekaligus peraih Nobel Kimia 2014. Data yang diproduksi oleh MOSAIC bergerak dalam lima dimensi yang mencakup tiga dimensi ruang, ditambah waktu, serta warna.

Penggunaan dan Hasil Penelitian

Peneliti menempelkan penanda fluoresen pada struktur sel tertentu untuk menghasilkan warna-warna tersebut, sehingga pergerakan dan interaksi antar-sel bisa terlihat jelas di layar. Tim peneliti sempat mengamati pertumbuhan sel ginjal babi selama 24 hari dan menangkap 1,5 juta cuplikan 3D dalam sebuah eksperimen. Mereka berhasil merekam fenomena langka bernama tripolar mitosis, di mana satu sel membelah diri menjadi tiga sel anak dari yang biasanya hanya dua. Proses pembentukan kembali sirip ekor larva ikan zebra yang diamputasi selama 12 jam juga berhasil diperlihatkan melalui rekaman lain.

Mengapa dan Dampak

Kemampuan mikroskop MOSAIC untuk menghasilkan data dalam jumlah besar dan dengan tingkat detail yang tinggi membuka peluang baru bagi peneliti untuk memahami proses biologis yang kompleks. Namun, jumlah data yang dihasilkan juga memicu masalah baru, yakni kesulitan dalam menganalisis data tersebut. Oleh karena itu, tim peneliti kini fokus melatih model kecerdasan buatan (AI vision-language model) guna mengatasi hambatan tersebut. AI ini dirancang khusus untuk memproses video sel 3D, sehingga peneliti nantinya cukup mengetik pertanyaan seperti menghitung jumlah sel imun dan AI akan langsung memberikan jawaban.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Studi mendalam mengenai terobosan teknologi mikroskop ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Methods. Dengan kemampuan yang dimiliki, mikroskop MOSAIC diharapkan dapat membantu peneliti dalam memahami proses biologis yang kompleks dan membuka peluang baru bagi penelitian di bidang biologi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk kesulitan dalam menganalisis data yang dihasilkan. Oleh karena itu, peneliti harus terus mengembangkan metode baru untuk mengatasi hambatan tersebut dan memanfaatkan kemampuan mikroskop MOSAIC secara maksimal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.babelinsight.id/mikroskop-mosaic-uc-berkeley-data-sel-hidup, without altering the facts of the original article.

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *