Fadli Zon Sebut Rumah Sastra Ahmad Tohari sebagai Kantong Budaya, Begini Alasannya
Kebudayaan yang Berkelanjutan
Fadli Zon menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan program-program berdampak nyata bagi pemajuan kebudayaan, salah satunya melalui revitalisasi aset budaya. “Meskipun kita sedang melakukan efisiensi, kita bisa melakukan revitalisasi di sekitar 159 aset budaya, baik situs cagar budaya maupun yang merupakan kantong budaya. Bapak Ahmad Tohari ini menginisiasi satu kantong budaya yang menggerakan generasi muda untuk membaca, semacam pusat literasi,” tuturnya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Ahmad Tohari pun menyambut baik langkah revitalisasi tersebut. Dalam sambutannya, penulis novel legendaris ini menceritakan tingginya antusiasme pengunjung serta banyaknya diskusi lintas generasi yang lahir dari perpustakaan yang dikelolanya tersebut. Sebagai sastrawan senior, Ahmad Tohari telah berkontribusi besar dalam memajukan sastra Indonesia melalui berbagai karya monumental. Salah satunya adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk , yang mengangkat realitas kehidupan masyarakat Banyumas, nilai-nilai kemanusiaan, tradisi lokal, hingga kekhasan bahasa Banyumasan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Fadli Zon menambahkan, semangat yang dibangun oleh Ahmad Tohari sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Melalui karya sastra, Ahmad Tohari dinilai telah menjalankan misi kebudayaan dengan menghadirkan nilai kemanusiaan, identitas bangsa, dan kearifan lokal. Menurut Fadli, sastra merupakan salah satu ekspresi budaya tertua yang berperan penting dalam merekam sejarah, membangun karakter bangsa, sekaligus memperkuat diplomasi budaya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Namun, ia mengakui saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan berupa belum optimalnya keterhubungan karya sastra nasional dengan pembaca internasional. Merespons tantangan tersebut, Kementerian Kebudayaan meluncurkan sejumlah program strategis untuk memperkuat ekosistem sastra nasional. Program-program tersebut meliputi Laboratorium Penerjemah dan Promotor Sastra, Penerjemahan Karya Sastra, Penguatan Komunitas dan Festival Sastra, Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra, serta Pengembangan Sastra Berbasis Kekayaan Intelektual ( Intellectual Property /IP). Dengan demikian, diharapkan sastra Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi pada kebudayaan nasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/menbud-fadli-zon-sebut-rumah-sastra-ahmad-tohari-sebagai-kantong-budaya, without altering the facts of the original article.