Dari Usaha Tempe Hingga Pasok MBG, Kisah Inspiratif Bambang 17 Tahun
Bambang, seorang pengusaha tempe berusia 40 tahun, memiliki kisah inspiratif dalam menjalankan usaha keluarga di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ia memulai usaha tempe sejak 2009, yang menjadi warisan dari ayahnya. Dengan kerja keras dan tekun, Bambang berhasil mengembangkan usaha tempe hingga menjadi salah satu pemasok kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari Usaha Kecil Hingga Menjadi Pemasok MBG
Bambang memulai usaha tempe dari bawah, memahami setiap proses produksi, termasuk membantu sebagai pekerja di usaha tersebut. Ia hanya melayani beberapa pelanggan pada awal usahanya, namun terus berupaya menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan agar usaha dapat berkembang. “Jaga ibaratnya kepercayaan pelanggan kita, jangan sampai mengecewakan, gitu aja sebenarnya,” ujar Bambang.
Dalam perjalanannya, usaha Bambang menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Biaya produksi meningkat signifikan, namun Bambang harus menjaga harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan. Untuk menjaga usaha tetap berjalan, Bambang mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp 50 juta sebagai tambahan modal.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pinjaman KUR BRI memberikan dampak besar bagi keberlangsungan usaha Bambang. Ia bisa mempertahankan produksi dan melewati masa sulit. Setelah itu, Bambang kembali mengajukan pinjaman KUR BRI sebanyak dua kali dengan nilai masing-masing Rp 100 juta. Tambahan modal tersebut digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk membeli sejumlah peralatan produksi.
Saat ini, usaha tempe Bambang bisa menghasilkan sekitar 2 kuintal tempe per hari. Produk tersebut dipasarkan melalui pedagang keliling hingga menjangkau wilayah Cikarang dan Serang Bekasi. Dari usaha tersebut, Bambang memperoleh pendapatan kotor lebih dari Rp 20 juta per bulan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kesuksesan usaha Bambang tidak hanya berdampak pada dirinya, namun juga pada kondisi ekonomi keluarganya. Ia bisa merenovasi rumah dan memiliki penghasilan yang stabil. “Alhamdulillah saya bisa renovasi rumah. Walaupun nggak gede tapi ya alhamdulillah,” tutur Bambang.
Ke depan, Bambang berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi pengusaha lain. Ia juga berharap dapat terus berkontribusi pada program-program pemerintah, seperti MBG. Dengan kerja keras dan tekun, Bambang membuktikan bahwa usaha kecil dapat menjadi besar dan berdampak pada masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Menghadapi tantangan ke depan, Bambang tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan meningkatkan produksi. Ia juga berharap pemerintah dapat terus mendukung usaha kecil dan menengah dengan kebijakan yang tepat. Dengan demikian, usaha kecil dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung ekonomi negara.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8551534/kisah-bambang-usaha-tempe-17-tahun-lewati-krisis-renovasi-rumah-dan-pasok-mbg, without altering the facts of the original article.