China dan Tunisia Jadi Tujuan, Menko PM Lepas Lulusan Pesantren untuk Kuliah
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Lepas Lulusan Pesantren untuk Kuliah di Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar melepas sekitar 175 lulusan SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat, yang siap kuliah ke China, Tunisia, Rusia, dan sejumlah negara di Timur Tengah. Menko PM mengingatkan para lulusan bahwa santri di masa depan harus memiliki tiga bekal utama, yaitu skill atau kemampuan, integritas, dan taat asas terhadap ilmu pengetahuan. Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang akan menentukan arah bangsa beberapa tahun ke depan. “Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian,” katanya mengingatkan.
Latar Belakang dan Proses Seleksi
Para lulusan yang siap kuliah ke luar negeri tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, termasuk memiliki kemampuan akademis yang baik dan kemampuan bahasa yang cukup. Sebelumnya, Pengasuh BIMA Imam Jazuli menjelaskan bahwa selain China dan Tunisia, sebagian santri yang siap kuliah tersebut ada yang kemudian melanjutkan pendidikan ke Rusia dan sejumlah negara di Timur Tengah. Selain itu, dia mengatakan terdapat 99 santri yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, dan mayoritas pada program studi umum.
MENGAPA & DAMPAK
Mengapa Program Ini Penting?
Program ini penting karena bertujuan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Pesantren saat ini tidak cukup hanya mencetak santri yang saleh, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bangsa. “Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara,” kata Imam Jazuli.
Dampak ke Depan
Dampak dari program ini ke depan adalah lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memimpin bangsa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi yang sedang dinikmati saat ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan kemampuan bangsa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh lulusan BIMA ke depan. Oleh karena itu, mereka harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Dengan kemampuan dan integritas yang dimiliki, lulusan BIMA diharapkan dapat menjadi pemimpin yang mampu memajukan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5626657/menko-pm-lepas-lulusan-pesantren-siap-kuliah-ke-china-hingga-tunisia, without altering the facts of the original article.