Anggota DPRD Medan Aniaya Tetangga, Diduga karena Merasa Dihina
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelum terjadinya aksi penganiayaan, Robin, yang merupakan korban, tengah mengendarai mobil bersama istrinya melewati gundukan dan tak sengaja menginjak gas. Di tempat bersamaan, saat itu melintas juga AT, yang merupakan anggota DPRD Medan, yang tengah berada di sisi jalan dan merasa tidak terima karena diduga Robin menggeber AT. “Jadi pelapor ini lewat speed trap, tapi enggak sengaja terinjak gas. Karena tak terima, terlapor langsung menggebrak mobil pelapor. Sempat terjadi cekcok, korban juga mengaku sempat dipukul di mobilnya,” katanya. Setelah sampai di rumah, terlapor langsung mendatangi rumah pelapor. Di sana, terlapor mengaku didatangi oleh AT dan beberapa kerabatnya yang mana ia juga kembali mendapatkan tindakan tak menyenangkan di rumahnya hingga akhrinya melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan polisi sudah memeriksa beberapa orang saksi terutama dari pelapor. “Masih kita kembangkan kasusnya. Untuk saksi juga sudah ada yang kita periksa,” ujar Adrian, Minggu (28/6/2026). Adrian menjelaskan, pihaknya juga dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan terhadap para terlapor. Polisi telah melayangkan surat panggilan terhadap para terlapor untuk dimintai keterangan dalam kasus ini. “Sudah kita kirimkan surat panggilan kepada terlapor. Jadwalnya dalam minggu ini kita minta terlapor bisa datang,” ucapnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota legislatif Kota Medan ini dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga legislatif. Jika terbukti, kasus ini dapat menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan perilaku anggota legislatif. Selain itu, kasus ini juga dapat mempengaruhi kinerja DPRD Medan dalam menjalankan tugasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Masyarakat Kota Medan masih menantikan perkembangan kasus ini dan berharap pihak berwajib dapat mengungkap kebenaran dan memberikan sanksi yang tepat kepada pelaku. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan transparan, tanpa terkecuali bagi anggota legislatif. Dengan demikian, diharapkan kasus serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/regional/7847681/merasa-digas-anggota-dprd-medan-aniaya-tetangga, without altering the facts of the original article.