Gangguan Pigmentasi Melanda 73% Perempuan Indonesia, Flek Hitam Salah Satu Gejalanya

Gangguan pigmentasi kulit menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dialami perempuan Indonesia. Sebanyak 73% perempuan Indonesia mengalami setidaknya satu gangguan pigmentasi, mulai dari flek hitam, warna kulit tidak merata, hingga melasma. Masalah pigmentasi ini merupakan salah satu dari lima masalah kulit terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian dalam mengembangkan riset perawatan kulit.

Fakta dan Data Gangguan Pigmentasi

Riset yang dipaparkan oleh L’Oréal Indonesia menunjukkan bahwa gangguan pigmentasi yang banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia meliputi hiperpigmentasi pada area ketiak (35%), hiperpigmentasi pascaperadangan atau post-inflammatory hyperpigmentation (25%), melasma (12%), hiperpigmentasi di sekitar mata (25%), serta solar lentigo dan seborrheic keratosis (33%).

Head of Research and Innovation L’Oréal Indonesia, Akash Tiwari, mengatakan bahwa pigmentasi menjadi salah satu dari lima masalah kulit terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian L’Oréal dalam mengembangkan riset perawatan kulit.

Mengapa Gangguan Pigmentasi Terjadi?

Akash menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap melanin sebagai penyebab utama munculnya flek hitam. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Melanin sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan alami kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Persoalan baru muncul ketika melanin diproduksi secara berlebihan akibat paparan sinar matahari atau kerusakan kulit.

“Melanin bukanlah penjahat. Melanin adalah mekanisme perlindungan alami kulit terhadap sinar UV. Yang menjadi masalah adalah ketika melanin diproduksi dalam jumlah berlebihan akibat agresi dari luar seperti paparan UV atau kerusakan kulit. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya dark spots dan warna kulit yang tidak merata,” jelasnya.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Paparan sinar matahari tropis juga menjadi tantangan bagi kesehatan kulit masyarakat Indonesia. Paparan sinar UV dapat memicu kulit menjadi lebih gelap (tanning), munculnya bintik hitam akibat sinar matahari (sun spots), bekas jerawat yang sulit memudar, kulit kering, hingga penuaan dini.

Akash sebagai periset L’Oréal Indonesia menekankan pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari, tidak hanya bagi pemilik kulit terang, tetapi juga mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap. Sebab, seluruh jenis kulit tetap berisiko mengalami kerusakan akibat radiasi UV.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

L’Oréal telah melakukan riset mengenai pigmentasi kulit selama lebih dari 35 tahun dan mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi produksi melanin berlebih tanpa mengganggu fungsi alami kulit sebagai pelindung terhadap sinar matahari. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam mengatasi masalah pigmentasi kulit di Indonesia.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari dan upaya pencegahan gangguan pigmentasi masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memiliki kulit yang sehat dan terawat dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260625153926-33-745723/riset-73-perempuan-ri-alami-gangguan-pigmentasi-termasuk-flek-hitam, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *