Waspada Hipertensi pada Usia Muda: Risiko Gagal Jantung Mengintai

Remaja dan generasi muda yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) menghadapi risiko besar terkena penyakit jantung dan ginjal saat mereka menua. Temuan ini memperkuat pentingnya menjaga tekanan darah yang sehat di usia muda, khususnya di kalangan orang dewasa di bawah 40 tahun. Hipertensi adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia. Tekanan darah tinggi juga merupakan faktor risiko yang paling umum dan dapat dimodifikasi untuk penyakit jantung dan stroke.

Fakta dan Risiko Hipertensi pada Usia Muda

Sebuah penelitian terbaru menganalisis informasi kesehatan dari 291.887 orang dewasa dari basis data Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Setiap peserta berusia 30 tahun antara tahun 2002 dan 2004, dan menerima pemeriksaan kesehatan rutin antara usia 30 dan 40 tahun. Para peserta tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit ginjal sebelum usia 40 tahun.

Para peneliti menghitung tingkat tekanan darah kumulatif setiap peserta dari usia 30 hingga 40 tahun untuk memperhitungkan seberapa tinggi tekanan darah tersebut dan berapa lama tekanan darah tersebut tetap tinggi. Para peserta dipantau selama sekitar 10 tahun setelah usia 40 tahun. Selama periode ini, perkembangan penyakit jantung atau ginjal diidentifikasi melalui catatan layanan kesehatan nasional.

Mengapa Hipertensi Perlu Diwaspadai?

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 27%. Hipertensi merupakan faktor risiko signifikan yang diketahui memicu penyakit jantung dan penyakit ginjal. Oleh karena itu, menjaga tekanan darah yang sehat sangat penting untuk mengurangi risiko atau mencegah penyakit jantung, kejadian jantung utama, atau stroke.

Menurut Cheng-Han Chen, MD, ahli kardiologi intervensi bersertifikat dan direktur medis Program Jantung Struktural di MemorialCare Saddleback Medical Center di Laguna Hills, CA, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling umum dan dapat dimodifikasi untuk penyakit jantung dan stroke.

Dampak dan Pencegahan

Mengadopsi gaya hidup sehat untuk jantung dapat membantu mencegah kejadian kardiovaskular. Perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan tekanan darah meliputi mengonsumsi makanan seimbang, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan mengelola stres.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki tekanan darah tinggi yang tetap tinggi dari usia 30 hingga 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan penyakit ginjal setelah usia 40 tahun.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan demikian, penting bagi remaja dan generasi muda untuk menjaga tekanan darah yang sehat dan mengadopsi gaya hidup sehat untuk jantung. Dengan melakukan hal ini, mereka dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan ginjal saat mereka menua. Oleh karena itu, kesadaran dan edukasi tentang pentingnya menjaga tekanan darah yang sehat perlu ditingkatkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260624162528-33-745424/masih-muda-tapi-sering-hipertensi-awas-bisa-picu-gagal-jantung, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *