Menyusuri Sisi Gelap Selat Hormuz: Oman di Antara Ancaman dan Diplomasi
Di tengah kebuntuan berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sebuah kota kecil di Oman utara, Khasab, menjadi saksi bisu dari ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Kota ini terletak di pantai selatan selat tersebut dan menjadi jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima dari total pengiriman minyak dan gas alam cair harian dunia.
Kebuntuan di Selat Hormuz
Pada hari kedua setelah Washington dan Teheran mencapai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan berkomitmen untuk membuka kembali selat itu, ketidakpastian seputar nasib jalur pelayaran strategis itu kembali mencuat keesokan harinya, ketika militer Iran, dengan menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon, menyatakan menutup kembali selat tersebut. Sementara itu, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyatakan lalu lintas kapal melalui selat tersebut tetap berjalan.
Fakta di Lapangan
Saya melakukan perjalanan ke Khasab dan melihat langsung kondisi di lapangan. Setelah hampir empat jam berkendara dari Dubai, melintasi wilayah utara Uni Emirat Arab (UEA), dan memasuki Kegubernuran Musandam di Oman, jalan pesisir berkelok-kelok melewati pegunungan batu kapur sebelum akhirnya terbuka ke arah laut. Kota kecil ini diselimuti musim panas dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, membuat sebagian besar jalanan tampak sepi, kecuali truk kontainer yang sesekali lewat, melaju perlahan di sepanjang jalur pesisir tersebut.
Dari titik pandang yang tinggi, perairan di selatan Selat Hormuz tampak membentang hingga ke cakrawala. Di sebelah utara, di seberang selat itu, terletak wilayah Iran. Bahkan pada hari-hari yang cerah, selubung kabut tipis kerap menyelimuti selat tersebut, mengaburkan pemandangan pantai di seberangnya.
Dampak pada Masyarakat Lokal
Di sebuah teluk kecil di sepanjang pantai Khasab, puluhan kapal kargo kecil masih berlabuh di lepas pantai, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang dicatat pada akhir Mei lalu. “Sebagian besar kapal di sini mengangkut kargo antara UEA dan Iran,” kata Bader, seorang warga setempat. Beberapa di antaranya telah kembali beroperasi dalam beberapa hari terakhir, sementara yang lain masih menunggu sinyal dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
Namun, pemulihan tersebut masih rapuh. Media Iran melaporkan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali perang di Lebanon berakhir. Kapal-kapal yang lebih besar berlayar lebih jauh ke utara, lebih dekat ke jalur pelayaran utama, sehingga jauh dari jangkauan pandangan publik, imbuh Bader.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Sebagai jalur pelayaran strategis namun sempit yang dilalui sekitar seperlima dari total pengiriman minyak dan gas alam cair harian dunia, Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap negara itu pada 28 Februari. Washington memberlakukan blokade laut terhadap Iran sejak 13 April untuk menekan Teheran agar membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Gangguan ini menyebabkan harga minyak global melonjak, yang kian memperparah tekanan ekonomi dan politik yang dihadapi pemerintah AS di dalam negeri. Bagi penduduk di sisi Oman selat tersebut, dampaknya terasa pada penghasilan harian mereka. Terkenal karena gurunnya yang menakjubkan, Musandam telah lama menarik pengunjung yang mencari suasana yang lebih tenang di kawasan Teluk.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Seorang kapten kapal mengatakan bahwa konflik telah memberikan pukulan berat bagi pariwisata lokal. Semua orang berharap stabilitas kembali pulih, dan wisatawan dapat kembali menikmati keindahan alam di Musandam. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh pihak-pihak terkait untuk mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5622177/separuh-terbuka-separuh-tak-pasti-menyusuri-sisi-oman-di-selat-hormuz, without altering the facts of the original article.