Trump Ancam Rebut Selat Hormuz, Siap Pungut Ongkos Melintas dari Negara Lain
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif pelayaran untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Ahad (21/6) melalui Fox News. Menurutnya, jika Iran tidak membuat kesepakatan, AS akan mengenakan tarif lintas. “Kami mungkin akan mengambil alih selat itu jika perlu,” kata Trump. “Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan mengenakan tarif lintas,” tambahnya.
Perundingan dengan Iran
Perundingan tingkat teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Qatar dan Pakistan dimulai di Swiss pada hari yang sama. Trump juga mengatakan bahwa dalam skenario tersebut, AS akan mengambil 20 persen dari minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz. Sebelumnya pada Sabtu, Trump juga mengatakan bahwa jika kesepakatan damai dengan Iran gagal, AS bisa mengenakan biaya lintas di Selat Hormuz sebagai “imbalan atas jasa yang diberikan” dan untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan.
Momen Penentu di Tengah Ketegangan
Pada 18 Juni, Iran dan AS secara elektronik menandatangani sebuah memorandum yang mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari. Dokumen itu juga menetapkan tenggat bagi AS untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan batas waktu bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara.
Apa Artinya Ini bagi Perekonomian Global?
Pengenakan tarif pelayaran di Selat Hormuz oleh AS memiliki potensi dampak besar pada perekonomian global. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia untuk pengiriman minyak. Jika AS berhasil mengambil alih selat ini dan mengenakan tarif, maka biaya pengiriman minyak akan meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan harga minyak dunia. Hal ini dapat mempengaruhi perekonomian global, terutama negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesepakatan damai antara AS dan Iran masih belum pasti. Kedua negara masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan. Namun, perundingan yang sedang berlangsung menunjukkan adanya upaya untuk mencapai kesepakatan. Trump menekankan bahwa AS siap mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingannya, tetapi juga terbuka untuk berdialog dengan Iran. Jalan panjang masih harus ditempuh, tetapi harapan untuk mencapai kesepakatan damai masih ada.