Mahasiswa Ambon Hipotermia, 4 Pendaki Wanita Tersesat di Gunung, Evakuasi Darurat!

Evakuasi Darurat di Gunung Kayu Satu Ambon

Mahasiswa Universitas Pattimura, Muhammad Syafi’i Al Faruq Dahlan (18), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilaporkan mengalami hipotermia ketika mendaki bersama enam rekannya di Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban pada Minggu (21/6/2026) pagi. Hipotermia yang dialami oleh korban membuat tim SAR melakukan evakuasi darurat.

Sebelumnya, laporan kondisi darurat diterima pada Minggu sekitar pukul 05.30 WIT dari seorang pelapor bernama Niken Ratih yang meminta bantuan evakuasi terhadap korban. “Setelah menerima laporan, Tim SAR langsung kami kerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Kantor SAR Ambon,” ungkap Kepala Kantor SAR Ambon, Arafah.

Momen Penentu di Gunung Kayu Satu

Tim SAR kemudian tiba di kaki Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT dan segera berkoordinasi dengan masyarakat setempat sebelum melakukan pendakian menuju lokasi korban. Tak berselang lama, tepat pukul 06.57 WIT, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sadar namun mengalami hipotermia.

Apa Artinya Ini bagi Tim SAR?

Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan tim SAR dalam menangani kondisi darurat di wilayah terpencil. “Kita harus selalu siap dan waspada dalam menangani kondisi darurat seperti ini,” ungkap Arafah. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sementara itu, empat pendaki wanita yang tersesat di Gunung Birah, Tanahlaut, Kalsel, juga berhasil dievakuasi dengan selamat. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat setelah melakukan pendakian selama beberapa jam. Kejadian ini menunjukkan bahwa kegiatan outdoor seperti pendakian harus dilakukan dengan perencanaan dan persiapan yang matang.

Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Persiapan yang matang dan pengetahuan tentang kondisi alam sangat penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *