Penemuan Katak Misterius di Lereng Merapi, Ilmuwan: Spesies Baru Dunia!
Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies katak semak baru di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Katak endemik Pulau Jawa tersebut diberi nama ilmiah Philautus candrageni. Penemuan ini menambah jumlah spesies endemik dalam genus Philautus yang diketahui hidup di Pulau Jawa. Philautus candrageni memiliki ciri morfologi, genetik, dan suara panggilan yang berbeda dari spesies katak semak lainnya.
Momen Penentu di Lereng Merapi
Penelitian tersebut dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama sejumlah kolaborator. Tim melakukan survei lapangan dan menganalisis spesimen selama beberapa tahun untuk memastikan katak misterius itu benar-benar merupakan spesies baru. Menurut Alamsyah, Philautus candrageni mempunyai ukuran tubuh sedang dengan struktur kepala yang khas. Bagian canthus rostralis atau area antara mata dan hidungnya terlihat tegas, sedangkan kulit bagian punggung relatif halus.
Katak semak ini juga mempunyai suara panggilan unik ketika memasuki musim kawin. Panggilannya terdiri dari tiga macam nada yang membedakannya dari spesies Philautus lain. ” Philautus candrageni memiliki ukuran tubuh sedang. Struktur kepalanya memiliki canthus rostralis (area antara mata dengan hidung) yang tegas. Katak semak ini juga punya tekstur kulit dorsal (punggung) yang relatif halus. Ketika hendak kawin, katak ini punya pola panggilan unik yang terdiri dari tiga macam nada,” jelas Alamsyah.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Identifikasi spesies dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif. Metode ini menggabungkan pengamatan morfologi, analisis filogenetik molekuler menggunakan DNA mitokondria, serta kajian bioakustik terhadap suara panggilan katak. Kombinasi ketiga metode tersebut membantu peneliti mengungkap cryptic diversity atau keragaman tersembunyi. Hewan yang sekilas terlihat serupa ternyata dapat berasal dari garis evolusi dan spesies berbeda.
Survei lapangan dilakukan secara intensif sejak 2017 hingga 2025 di sejumlah kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian meliputi Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi. Tim turut mengkaji koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dan Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Hasil penelitian menunjukkan persebaran Philautus candrageni sangat terbatas di lereng Gunung Merapi. Katak tersebut ditemukan hidup di kawasan perkebunan dan habitat pegunungan pada ketinggian menengah. Dalam penelitian yang sama, tim BRIN juga memperjelas status taksonomi Philautus jacobsoni. Katak berstatus terancam punah itu memiliki persebaran sangat terbatas dan sempat dimasukkan dalam kelompok lost species atau spesies yang lama tidak ditemukan.
Persebaran yang terbatas membuat Philautus candrageni rentan menghadapi perubahan lingkungan. Penurunan kualitas habitat akibat aktivitas manusia dan perubahan ekosistem pegunungan dapat mengancam kelangsungan populasinya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Penemuan Philautus candrageni menjadi bukti bahwa masih banyak spesies yang belum teridentifikasi dan terancam punah. Oleh karena itu, penelitian dan konservasi habitat alami sangat penting untuk melindungi keanekaragaman hayati. Upaya pelestarian lingkungan dan penelitian ilmiah akan terus dilakukan untuk memahami dan melindungi spesies unik seperti Philautus candrageni.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/science/d-8577709/katak-misterius-ditemukan-di-lereng-merapi-ternyata-spesies-baru, without altering the facts of the original article.