Pelabuhan Patimban Layani Pengiriman Peti Kemas Internasional, Ekspor Makin Mudah

Momen Penentu di Menit Akhir

Kapal yang datang dari Singapura dan melanjutkan pelayaran ke Laem Chabang (Thailand) serta tiga pelabuhan utama di China, yakni Shekou, Ningbo, dan Shanghai, merupakan layanan perdana peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban. Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Komisaris PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), Yukki Nugrahawan Hanafi, menilai masuknya kontainer MSC sebagai layanan reguler di Patimban bukan hanya penambahan satu rute pelayaran, namun penanda terbentuknya ekosistem logistik internasional baru yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam perdagangan global.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan layanan MSC diharapkan menjadi katalis bagi masuknya pelayaran internasional lainnya sehingga tercipta jaringan layanan yang semakin beragam menuju Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pelabuhan besar. Indonesia memerlukan jaringan pelabuhan yang saling terintegrasi, mampu melayani arus perdagangan internasional secara efisien, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional di tengah dinamika geopolitik dan disrupsi global. Dengan kehadiran tol yang menghubungkan Tol Cikopo-Palimanan ke Patimban, waktu tempuh dari kawasan industri Karawang Timur dan pantura Jawa Barat diperkirakan akan turun drastis dari 1,5-2 jam menjadi 30-40 menit.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini terminal Peti Kemas Patimban memiliki seluas 10 hektar dan mampu melayani 250.000 TEUs per tahun, dengan PT. Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebagai pengelola terminal peti kemas memperluas kapasitas hingga 1,65 juta TEUs per tahun. Dalam pengembangan jangka panjang, kapasitas Patimban dirancang mencapai 7,5 juta TEUs untuk terminal peti kemas dan 600.000 unit kendaraan per tahun untuk terminal otomotif. Peningkatan kapasitas juga terus dilakukan bertahap, dengan penambahan peralatan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas terminal, memperbaiki produktivitas bongkar muat, mengurangi waktu sandar kapal, serta meningkatkan kepastian jadwal pelayaran.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Terminal mulai beroperasi Januari 2026 dengan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC), lalu ditambah dua unit MHC pada April 2026. Setelah itu rencananya tiga unit Ship-to-Shore (STS) Crane dan sembilan unit Electric Rubber-Tyred Gantry (E-RTG) ditargetkan terpasang pada Desember 2026, sejalan dengan rencana penambahan sembilan derek kontainer beroda karet (rubber tyred gantry/RTG), tiga alat ship-to-shore, empat reach stacker, dan 16 unit truk pada September 2026. Selain terminal peti kemas, Patimban juga telah mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022 di lahan seluas 22,4 hektare dengan kapasitas 218.000 unit kendaraan bermotor utuh (completely built up/CBU) per tahun, baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8576169/pelabuhan-patimban-resmi-layani-pengiriman-peti-kemas-internasional, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *