Akademisi TEP Dibekali Kemampuan Narasi Digital Berbasis Empati untuk Meningkatkan Kapasitas

Akademi TEP Dibekali Kemampuan Narasi Digital Berbasis Empati

Pembekalan komunikasi publik yang digelar di Jakarta Senin (29/7) ini menjadi krusial untuk menggeser paradigma komunikasi lama yang bersifat satu arah menjadi interaksi yang setara dan inklusif. Para peserta Akademi TEP dibekali kemampuan teknis dan etika dalam menyusun narasi digital yang jujur, berdampak, dan terpercaya. Mereka diajak untuk membangun kepercayaan (trust) dengan mengedepankan rasa hormat terhadap kearifan lokal melalui tutur kata yang santun, sehingga masyarakat menerima kehadiran TEP sebagai mitra tumbuh bersama, bukan sekadar penilai dari luar.

Kronologi Fakta

Peserta Akademi TEP diajak untuk memahami komunikasi berbasis empati dengan menghadirkan praktisi lintas bidang, seperti jurnalis Marissa Anita, content creator dr. Nadhira Afifa, serta pendiri Suara Berkelas Bilal Faranov. Mereka membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang bagaimana menyusun narasi digital yang efektif dan berdampak. Pada pembekalan ini, para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya penyampaian narasi yang tajam menggunakan pendekatan kalimat aktif serta data riil yang dikemas secara jujur.

Pemahaman komunikasi berbasis empati ini diharapkan berdampak langsung pada cara peserta Akademi TEP berinteraksi dengan masyarakat lokal. Mereka diajak untuk membangun kepercayaan dengan mengedepankan rasa hormat terhadap kearifan lokal melalui tutur kata yang santun. Dengan demikian, masyarakat menerima kehadiran TEP sebagai mitra tumbuh bersama, bukan sekadar penilai dari luar.

Mengapa dan Dampak

Pembekalan komunikasi publik ini sangat penting karena menggeser paradigma komunikasi lama yang bersifat satu arah menjadi interaksi yang setara dan inklusif. Dengan memahami komunikasi berbasis empati, peserta Akademi TEP dapat membangun kepercayaan dengan masyarakat lokal dan memahami kebutuhan mereka. Ini akan membantu TEP untuk menjadi lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas dan memahami kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pembekalan komunikasi publik ini diharapkan dapat membantu peserta Akademi TEP untuk menjadi lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas dan memahami kebutuhan masyarakat. Mereka dapat membangun kepercayaan dengan masyarakat lokal dan memahami kebutuhan mereka, sehingga TEP dapat menjadi mitra tumbuh bersama yang efektif.

Penutup

Demikian informasi tentang pembekalan komunikasi publik yang digelar di Jakarta Senin (29/7). Pembekalan ini sangat penting karena menggeser paradigma komunikasi lama yang bersifat satu arah menjadi interaksi yang setara dan inklusif. Dengan memahami komunikasi berbasis empati, peserta Akademi TEP dapat membangun kepercayaan dengan masyarakat lokal dan memahami kebutuhan mereka. Ini akan membantu TEP untuk menjadi lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas dan memahami kebutuhan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *