LBH Adil Nawa Yoga menegaskan perlunya perhatian serius Kapolda Lampung terhadap maraknya aksi curanmor di Bumi Ruwa Jurai.
Permintaan Tindak Tegas dari LBH Adil Nawa Yoga
Direktur LBH Adil Nawa Yoga sekaligus pemilik Lex Coffee, Nawa Yoga, mengungkapkan keprihatinannya atas peningkatan aksi curanmor dan begal di wilayah Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa keamanan merupakan hak semua warga Lampung, sehingga upaya pemberantasan kejahatan harus menjadi prioritas aparat penegak hukum. “Kami memohon Kapolda Lampung agar dapat menindak tegas jaringan curanmor, mulai dari pelaku di lapangan hingga pihak-pihak yang diduga menjadi penadah,” ujarnya pada Senin (19/10/2026).
Menurut Nawa Yoga, dalam beberapa waktu terakhir hampir 10 kejadian curanmor tercatat di Kecamatan Kemiling. Salah satu aksi tersebut menodongkan senjata api, menambah ketegangan di kalangan masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa Lex Coffee menjadi lokasi kejadian curanmor pekan sebelumnya, di mana pelaku menodongkan pistol kepada korban. Selain itu, laporan kehilangan kendaraan di Lex Coffee menimbulkan miskomunikasi mengenai pembagian sif petugas parkir, yang kini menjadi bahan evaluasi pihak pengelola.
Reaksi dan Tindakan Pengelola Lex Coffee
Setelah kejadian curanmor di Lex Coffee, pihak pengelola segera menindaklanjuti laporan ke Polsek Kemiling. Mereka juga berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memperketat pengamanan di area kafe. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Selain itu, Nawa Yoga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola bisnis dan aparat keamanan. “Kita perlu memastikan bahwa semua prosedur keamanan berjalan dengan baik, mulai dari penempatan petugas parkir hingga sistem pemantauan di area publik,” tambahnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejadian curanmor atau aktivitas mencurigakan guna memperkuat jaringan informasi antara warga dan polisi.
Pengaruh Aksi Curanmor Terhadap Masyarakat dan Ekonomi Lokal
Aksi curanmor yang kian marak di Bumi Ruwa Jurai menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Masyarakat merasa tidak aman saat beraktivitas di luar rumah, sehingga mengurangi kunjungan ke pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.
Selain itu, peningkatan kejahatan juga menurunkan kepercayaan investor. Potensi investasi di sektor pariwisata dan perdagangan menurun karena persepsi risiko yang tinggi. Akibatnya, peluang kerja bagi penduduk setempat berkurang, menambah beban ekonomi bagi keluarga yang sudah rentan.
Dalam konteks ini, LBH Adil Nawa Yoga berperan penting sebagai advokat hak warga. Dengan menuntut penegakan hukum yang tegas, mereka berharap dapat memperbaiki kondisi keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pihak.
Strategi Pemberantasan Curanmor oleh Kapolda Lampung
Untuk menanggapi seruan LBH Adil Nawa Yoga, Kapolda Lampung diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pemberantasan curanmor yang komprehensif. Langkah pertama adalah memperkuat patroli di wilayah Bumi Ruwa Jurai dan Kecamatan Kemiling. Selanjutnya, meningkatkan kerja sama antara kepolisian dengan lembaga lain seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memantau dan mengidentifikasi jaringan curanmor.
Selain itu, Kapolda Lampung harus memanfaatkan teknologi, seperti sistem CCTV dan aplikasi pelaporan masyarakat, untuk mempermudah proses investigasi dan penegakan hukum. Pemberian pelatihan kepada petugas tentang cara menangani situasi curanmor dan begal juga menjadi kunci dalam mengurangi insiden kejahatan.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Aksi Curanmor
Masyarakat memiliki peran aktif dalam mencegah aksi curanmor. Melaporkan kejadian curanmor atau perilaku mencurigakan kepada kepolisian dapat membantu penegakan hukum. Selain itu, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pribadi, seperti tidak mengungkapkan informasi penting di tempat umum, dapat mengurangi risiko menjadi korban.
Pengelola bisnis, seperti Lex Coffee, juga dapat mengambil langkah preventif dengan menambah petugas keamanan dan memperketat prosedur parkir. Kolaborasi antara pengelola dan aparat keamanan akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pelanggan dan karyawan.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
LBH Adil Nawa Yoga telah menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap jaringan curanmor di Bumi Ruwa Jurai. Melalui koordinasi dengan Kapolda Lampung, pihak kepolisian, serta pengelola bisnis dan masyarakat, diharapkan keamanan di wilayah ini dapat diperbaiki. Dengan upaya bersama, harapan bahwa curanmor dapat ditekan dan kebijakan keamanan dapat lebih efektif akan terwujud, memberikan rasa aman bagi semua warga Lampung.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1220749/lbh-adil-nawa-yoga-dan-pbh-peradi-minta-kapolda-lampung-berantas-curanmor, without altering the facts of the original article.