Kulit Sehat Meski Sering Naik Motor, Rahasia Merawatnya yang Perlu Diketahui

**Kulit Sehat Meski Sering Naik Motor, Rahasia Merawatnya yang Perlu Diketahui** **Pembuka** Berkendara dengan sepeda motor telah menjadi bagian dari rutinitas harian bagi banyak orang di Indonesia. Namun, sering luput dari perhatian adalah melindungi kulit dari paparan sinar matahari, debu, polusi, dan terpaan angin yang dapat memengaruhi kesehatannya. Oleh karena itu, merawat kulit sebaiknya menjadi bagian dari persiapan sebelum berkendara. **APA YANG TERJADI** Menurut Liputan6.com, kulit terus-menerus terpapar sinar matahari, debu, polusi, dan terpaan angin selama berada di jalan. Paparan sinar ultraviolet (UV), terutama saat berkendara pada siang hari, menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kulit. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu kulit terbakar, munculnya noda hitam, serta mempercepat tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan. Debu serta polusi yang menempel di wajah juga dapat menyumbat pori-pori sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat, iritasi, dan kulit tampak kusam. **MENGAPA & DAMPAK** Paparan sinar UV dan debu dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, atau tertarik. Hal ini dapat memicu iritasi dan meningkatkan risiko timbulnya jerawat dan komedo. Selain itu, kulit yang terpapar sinar UV dan debu juga dapat mempercepat tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan. Oleh karena itu, merawat kulit dengan baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit. **Mengapa Kulit Berisiko Terpapar?** Kulit berisiko terpapar karena beberapa alasan. Pertama, kulit terus-menerus terpapar sinar matahari, debu, polusi, dan terpaan angin selama berada di jalan. Kedua, kulit yang terpapar sinar UV dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, atau tertarik. Ketiga, kulit yang terpapar debu dan polusi dapat menyumbat pori-pori sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat dan komedo. **Dampak pada Kesehatan Kulit** Paparan sinar UV dan debu dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, atau tertarik. Hal ini dapat memicu iritasi dan meningkatkan risiko timbulnya jerawat dan komedo. Selain itu, kulit yang terpapar sinar UV dan debu juga dapat mempercepat tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan. **Penutup** Merawat kulit sebaiknya menjadi bagian dari persiapan sebelum berkendara. Dengan menggunakan sunscreen, pelembap, dan membersihkan wajah secara menyeluruh, kulit dapat tetap sehat, nyaman, dan terlindungi meski harus sering menghabiskan waktu di jalan. Oleh karena itu, pastikan untuk merawat kulit dengan baik agar tetap sehat dan indah. **Rahasia Merawat Kulit** ### **Pilih Sunscreen yang Tepat** Pilih sunscreen dengan minimal SPF 30 dan berlabel broad-spectrum agar perlindungan lebih optimal. Oleskan sunscreen sekitar 15–20 menit sebelum berangkat agar formulanya dapat menyerap dengan baik ke dalam kulit. Jika perjalanan berlangsung lama atau Anda lebih banyak beraktivitas di bawah terik matahari, aplikasikan kembali sesuai petunjuk penggunaan. ### **Gunakan Pelembap yang Tepat** Gunakan pelembap sebelum dan setelah perjalanan untuk menjaga skin barrier tetap kuat. Pilih produk yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, atau glycerin karena mampu membantu mengunci hidrasi dan menjaga kulit tetap lembap lebih lama. ### **Membersihkan Wajah Secara Menyeluruh** Setibanya di tujuan, segera bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut untuk mengangkat sisa sunscreen, debu, polusi, serta kotoran yang menempel selama di jalan. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena dapat memicu iritasi, terutama setelah terpapar sinar matahari dan angin. ### **Pakai Perlengkapan Berkendara yang Tepat** Gunakan helm dengan visor, jaket berlengan panjang, sarung tangan, serta buff atau penutup leher agar area kulit yang terbuka tetap terlindungi selama perjalanan. Selain perlindungan dari luar, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8248384/kulit-sehat-meski-sering-naik-motor-simak-cara-merawatnya, without altering the facts of the original article.

Badan Gizi Nasional Utang Rp 1,6 Triliun, Kondisi Kesehatan Masyarakat Masih Menyusut

Momen Penentu di Menit Akhir

Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi krisis keuangan dengan utang sebesar Rp 1,6 triliun. Menurut Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, utang tersebut berasal dari kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan, tapi belum sempat dibayarkan. BGN berupaya untuk menyelesaikan utang tersebut melalui mekanisme tunggakan di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

1. Utang sebesar Rp 1,6 triliun berasal dari kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan, tapi belum sempat dibayarkan. 2. BGN berupaya untuk menyelesaikan utang tersebut melalui mekanisme tunggakan di DIPA 2026. 3. Utang tersebut tersebar di berbagai pos kegiatan, seperti belanja bahan, sertifikasi, jasa konsultan, sewa kendaraan, honor narasumber, jasa lainnya, utang ke Unhan, perjalanan dinas, bantuan pemerintah, dan belanja modal.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menghadapi krisis keuangan, BGN harus berupaya untuk menyelesaikan utang tersebut dengan cepat dan efektif. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan BGN dan memungkinkan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi. Namun, perlu diingat bahwa utang tersebut masih tergantung pada proses review dan konfirmasi oleh Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), Inspektorat, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BGN telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan utang tersebut, termasuk merevisi anggaran dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan mengajukan permintaan penggunaan anggaran (PPA) untuk penyelesaian utang. Namun, proses ini masih memerlukan waktu dan perlu diikuti dengan ketelatenan dan transparansi untuk memastikan bahwa utang tersebut dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8579077/rincian-utang-badan-gizi-nasional-rp-1-6-triliun, without altering the facts of the original article.

Nyeri Rahang Tidak Biasa, Ini 3 Gejala Jantung yang Harus Diketahui

Nyeri Rahang Tidak Biasa, Ini 3 Gejala Jantung yang Harus Diketahui **Pembuka** Kata serangan jantung seringkali membuat kita terbayang nyeri dada yang hebat atau sesak napas mendadak. Namun, gejala awal serangan jantung bisa muncul di tempat yang tidak terduga, seperti nyeri rahang. Banyak pasien terlambat mencari bantuan medis karena menganggap nyeri rahang sebagai masalah gigi biasa. **Mengapa Masalah Jantung Menyebabkan Sakit di Rahang?** Mengutip Very Well Health, secara medis kondisi ini disebut nyeri alih (referred pain). Ketika otot jantung kekurangan oksigen akibat penyumbatan aliran darah (iskemia), sinyal rasa sakit dikirimkan ke otak melalui sumsum tulang belakang. Jalur saraf ini bercabang bersama saraf-saraf yang mengarah ke area kepala, leher, dan rahang. Otak kemudian salah menerjemahkan sinyal tersebut, seolah-olah rasa sakit itu bersumber dari rahang Anda. **Apa Yang Terjadi?** Menurut Lynda Hasibuan di CNBC Indonesia, sekitar 4 dari 10 orang yang mengalami serangan jantung mengeluhkan rasa nyeri di area wajah dan mulut (nyeri orofasial). Bahkan, sekitar 4% pasien mengalami nyeri rahang sebagai satu-satunya gejala serangan jantung tanpa disertai nyeri dada sama sekali. Wanita memiliki kecenderungan yang jauh lebih tinggi untuk mengalami nyeri rahang sebagai gejala utama dibandingkan dengan pria. **Mengapa & Dampak** Penelitian menunjukkan bahwa nyeri rahang akibat serangan jantung umumnya memiliki karakteristik tertentu. Penderita serangan jantung biasanya mendeskripsikan nyeri rahang tersebut dengan ciri khas berikut: terasa seperti dihimpit benda berat, dicengkeram kuat, atau diremukkan perlahan. Rasa panas yang tidak nyaman menjalar dari leher hingga rahang bawah. Nyeri seringkali dipicu oleh aktivitas fisik (olahraga) atau stres emosional, meskipun tetap bisa muncul tiba-tiba saat beristirahat. **Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?** Jangan pernah menyepelekan nyeri rahang yang tiba-tiba, hebat, dan terus-menerus. Segera hubungi nomor darurat atau datangi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat jika nyeri rahang Anda disertai dengan: dada terasa tertekan, sesak, atau tidak nyaman; keringat dingin, pusing, lemas, atau mual; atau Anda memiliki riwayat penyakit jantung seperti aritmia, gagal jantung, atau hipertensi. **Penutup** Serangan jantung dapat terjadi kapan saja, bahkan dengan gejala yang tidak biasa seperti nyeri rahang. Oleh karena itu, penting untuk waspada terhadap gejala-gejala ini dan segera mencari bantuan medis jika Anda mengalami hal-hal yang tidak biasa. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerusakan otot jantung yang lebih parah dan meminimalkan risiko serangan jantung di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260717132129-33-751621/nyeri-rahang-bisa-jadi-pertanda-awal-masalah-jantung-ini-alasannya, without altering the facts of the original article.

Wanita Usia 35-49 Tahun, Risiko Infertilitas Meningkat!

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis terkemuka The Lancet membawa kabar penting bagi dunia kesehatan reproduksi. Mengutip Euro News, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah wanita yang mengalami infertilitas secara global akan melonjak hingga hampir 80 juta kasus dalam satu dekade mendatang.

Momen Penentu di Menit Akhir

Angka ini menunjukkan peningkatan hampir 1,5 kali lipat dibandingkan data tahun 2023, yang sebagian besar didorong oleh tren menunda kehamilan. Berdasarkan analisis data dari studi Beban Penyakit Global 2023 yang mencakup 204 negara dan wilayah, lonjakan ini terutama membayangi kelompok wanita berusia 35 hingga 49 tahun.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pada tahun 2023, tercatat ada sekitar 53,60 juta kasus infertilitas pada kelompok usia tersebut. Namun, angka ini diproyeksikan meroket hingga mendekati 80 juta pada tahun 2036, dengan peningkatan paling tajam diperkirakan terjadi pada wanita berusia 35 hingga 39 tahun.

Mengapa & Dampak

Para penulis studi menjelaskan bahwa faktor biologis alami menjadi hambatan terbesar ketika seorang wanita memutuskan untuk menunda kehamilan seiring bertambahnya usia. Hal ini tentunya mengurangi kesuburan, meningkatkan risiko keguguran, dan menurunkan tingkat keberhasilan teknologi reproduksi berbantuan seperti bayi tabung atau IVF.

Tren peningkatan infertilitas ini ditemukan paling tinggi di negara-negara maju dan berkembang pesat, di mana perubahan sosial dan demografis terjadi secara bersamaan. Saat ini, semakin banyak orang yang memilih untuk menikah dan membangun keluarga di usia yang lebih matang. Di sisi lain, kesadaran yang lebih tinggi mengenai kesehatan reproduksi membuat semakin banyak pasangan yang aktif mencari bantuan medis.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Di banyak negara, tes dan perawatan kesuburan masih sangat mahal, terbatas, dan sulit dijangkau. Akibatnya, permintaan masyarakat akan perawatan medis tumbuh jauh lebih cepat daripada ketersediaan layanannya sendiri. Namun, jalan keluar dari masalah ini dinilai tidak bisa hanya mengandalkan teknologi medis semata.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Rocío Núñez Calonge, seorang ahli biologi dan pakar kesuburan yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menekankan pentingnya perbaikan struktural di masyarakat. “Di negara-negara seperti Spanyol, kita juga harus mengatasi faktor sosial yang membuat orang-orang menunda kehamilan. Ini termasuk urusan keseimbangan kehidupan kerja, stabilitas ekonomi, serta dukungan kelembagaan agar pasangan merasa siap dan aman untuk memiliki anak di usia yang lebih muda.”

Sebagai catatan, infertilitas bukanlah masalah yang hanya dihadapi oleh wanita. Data global menunjukkan bahwa sekitar satu dari enam orang di seluruh dunia akan mengalami infertilitas pada suatu waktu dalam hidup mereka, memengaruhi sekitar 8 hingga 12 persen pasangan usia subur secara global.

Melalui temuan ini, para ahli berharap pemerintah di berbagai belahan dunia mulai merancang kebijakan sosial yang lebih ramah keluarga untuk membantu mengatasi tantangan reproduksi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260717155609-33-751699/riset-wanita-35-49-tahun-berisiko-hadapi-risiko-infertilitas-tinggi, without altering the facts of the original article.

Rahasia Mengatasi Ketombe Tanpa Merusak Rambut, Panduan Lengkap dari Ahli

Ketombe seringkali menjadi masalah rambut yang mengganggu, tidak hanya menyebabkan rasa gatal dan serpihan putih yang memalukan, tetapi juga seringkali diperparah oleh produk perawatan yang membuat rambut semakin kering. Namun, para ahli dan penelitian terbaru menawarkan solusi untuk mengatasi ketombe tanpa mengorbankan kelembapan rambut Anda. Kondisi kulit kepala ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis rambut.

Apa yang Terjadi pada Ketombe?

Ketombe merupakan kondisi medis yang juga dikenal sebagai dermatitis seboroik ringan pada kulit kepala. Masalah ini utamanya disebabkan oleh produksi minyak berlebih (sebum) dan pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan. Serpihan ketombe cenderung berukuran lebih besar, berminyak, dan seringkali berwarna kekuningan, serta menempel pada rambut dan kulit kepala. Kulit kepala terasa gatal, kadang kemerahan atau meradang, dan rambut bisa terasa lebih berminyak.

Penyebab utamanya adalah jamur Malassezia globosa yang memecah minyak alami kulit kepala, menghasilkan asam oleat yang dapat mengiritasi. Sebaliknya, kulit kepala kering terjadi ketika kulit kepala kekurangan kelembapan, mirip dengan kulit kering di bagian tubuh lainnya. Serpihan kulit kepala kering berukuran lebih kecil, berwarna putih, dan kering, mudah rontok dari kulit kepala dan rambut. Kulit kepala terasa kencang, gatal, dan mungkin ada rasa terbakar ringan, seringkali disertai kulit kering di bagian tubuh lain.

Mengapa Ketombe Bisa Menjadi Masalah?

Kunci untuk mengatasi ketombe tanpa membuat rambut kering adalah memilih sampo dengan bahan aktif yang tepat dan formulasi yang melembapkan. Sampo anti-ketombe mengandung berbagai bahan aktif yang bekerja secara sinergis untuk menghilangkan dan mencegah ketombe, dengan fokus mengembalikan keseimbangan kulit kepala. Zinc Pyrithione (ZPT) adalah bahan anti-ketombe klasik yang membantu mengurangi pengelupasan dan pertumbuhan berlebih ragi. Bahan ini seringkali menjadi titik awal yang baik untuk ketombe ringan hingga sedang, menurut para dermatologis.

Ketoconazole merupakan salah satu bahan anti-ketombe yang paling terkenal dan merupakan bahan aktif dalam produk seperti Nizoral. Bahan ini secara langsung menargetkan komponen ragi penyebab ketombe dan terbukti secara klinis efektif untuk ketombe yang lebih membandel. Ketoconazole juga dapat mengurangi kerontokan rambut dengan meningkatkan pertumbuhan rambut pada penderita alopecia. Selenium Sulfide membantu mengurangi pengelupasan dan sangat membantu ketika sisik lebih persisten. Bahan ini bekerja dengan memperlambat produksi sel kulit dan mengurangi pertumbuhan jamur di kulit kepala.

Dampak dan Solusi

Piroctone Olamine memiliki sifat antijamur dan anti-inflamasi. Bahan ini secara efektif mengontrol pertumbuhan jamur penyebab ketombe dan membantu menenangkan iritasi kulit kepala. Piroctone olamine sering ditemukan dalam sampo kosmetik dan cocok untuk kulit kepala sensitif. Salicylic acid adalah bahan yang dikenal luas dan terbaik untuk ketombe dalam sampo karena sifat eksfoliasinya. Bahan ini membantu menghilangkan sel kulit mati dari kulit kepala, mengurangi penumpukan yang dapat menyebabkan pengelupasan dan ketombe.

Untuk memastikan rambut tidak kering, cari sampo yang juga mengandung bahan-bahan pelembap dan penenang. Minyak kelapa dan minyak zaitun, misalnya, adalah pelembap alami yang dapat membantu mengatasi kulit kepala kering dan memiliki sifat antijamur. Lidah buaya (Aloe Vera) dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba, membantu meredakan gatal dan peradangan. Sementara itu, Tea Tree Oil merupakan minyak esensial yang memiliki sifat antijamur dan antiseptik, dapat membantu mengontrol ketombe dan menjaga kesehatan kulit kepala.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam mencari solusi untuk ketombe, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki jenis rambut dan kulit kepala yang unik. Oleh karena itu, mungkin diperlukan beberapa eksperimen untuk menemukan sampo dan perawatan yang paling efektif. Selain menggunakan sampo anti-ketombe yang tepat, menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, serta menghindari stres dan menjaga pola hidup sehat juga dapat membantu mengurangi gejala ketombe.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8247980/mengatasi-ketombe-tanpa-membuat-rambut-kering-ini-panduan-lengkap-dari-ahli, without altering the facts of the original article.

Kenyamanan Bergerak Seharian Ternyata Dimulai dari Kaki, Benarkah?

Kenyamanan bergerak seharian ternyata dimulai dari kaki, sebuah aspek yang sering terlupakan. Melihat peran dasar bagian tubuh ini, sebuah brand alas kaki menghadirkan kampanye global “Walk Naturally” dan membawa pop-up pengalaman The Urban Sole ke Jakarta. Kenyamanan bergerak kerap dimulai dari area yang paling sering terlupakan, yaitu kaki. Pilihan alas kaki yang tidak mendukung dapat menambah beban pada telapak, lalu berimbas ke pergelangan, lutut, pinggul, hingga tulang belakang.

Kampanye Global untuk Kenyamanan Bergerak

Kampanye “Walk Naturally” bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya pijakan yang sehat agar aktivitas harian terasa ringan dan stabil. Kaki yang bekerja tanpa henti butuh dukungan yang tepat. Alas kaki ideal dirancang selaras dengan anatomi: memberi ruang bagi jari-jari untuk bergerak, menopang lengkungan kaki, serta membantu mendistribusikan tekanan secara merata saat melangkah.

Desain Alas Kaki yang Mendukung Kenyamanan

Sebuah brand alas kaki asal Jerman ini menegaskan bahwa alas kaki seharusnya mengikuti bentuk alami kaki, bukan sebaliknya. Melalui desain footbed yang anatomis, brand ini membantu menjaga postur, meningkatkan keseimbangan, dan mengurangi tekanan pada persendian. Material yang digunakan pun berasal dari bahan alami: gabus (cork), serat goni (jute), dan lateks.

Mengapa Kenyamanan Bergerak Penting?

Kenyamanan bergerak penting karena dapat meminimalkan risiko ketidaknyamanan yang mengganggu rutinitas. Ketika pijakan stabil, gerak menjadi lebih mantap dan postur lebih terjaga. Bagi banyak orang, efek berantai ini terasa pada area sendi, yang tidak lagi menanggung tekanan berlebih dari telapak yang kurang ditopang.

Penerapan Kampanye di Jakarta

Sebagai bagian dari kampanye “Walk Naturally”, sebuah pop-up pengalaman bernama The Urban Sole hadir di Jakarta. Pop-up ini dirancang sebagai ruang interaktif untuk memahami filosofi footbed anatomis secara langsung. Pengunjung diajak mengeksplorasi beragam instalasi yang menyoroti bagaimana pijakan dirancang mengikuti anatomi kaki, sekaligus menjajal lini produk untuk merasakan perbedaan dukungan pada telapak.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kenyamanan bergerak seharian memang dimulai dari kaki, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kenyamanan bergerak. Dengan kampanye “Walk Naturally” dan pop-up The Urban Sole, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya memilih alas kaki yang tepat untuk kenyamanan bergerak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8247998/sering-diabaikan-kenyamanan-bergerak-seharian-justru-dimulai-dari-kaki, without altering the facts of the original article.

Ekspatriat Kini Mudah Berobat di Indonesia, Mayapada Hospital Kuningan Buka Layanan

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) meluncurkan International Care Concierge, layanan pendampingan khusus yang memudahkan ekspatriat, diplomat, wisatawan, hingga komunitas internasional memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah. Layanan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 Mayapada Hospital Kuningan yang mengusung tema “Synergy, Innovation, Accelerating Excellence”.

Layanan Terintegrasi untuk Komunitas Internasional

International Care Concierge di Mayapada Hospital Kuningan menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi komunitas internasional yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan Kuningan, pusat diplomatik dan bisnis internasional di Jakarta. Layanan pendampingan terintegrasi ini didukung tenaga medis dan staf profesional dengan kemampuan komunikasi multibahasa, termasuk Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, dan bahasa internasional lainnya.

Layanan ini membantu pasien sejak sebelum kedatangan hingga selesai menjalani perawatan, mulai dari pengaturan jadwal konsultasi dokter, koordinasi antarunit pelayanan, hingga kebutuhan administrasi. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh pengalaman berobat yang lebih nyaman, personal, dan seamless.

Momen Penentu di Dunia Kesehatan Ekspatriat

Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan, dr. Deasy Sugesty menjelaskan bahwa peluncuran International Care Concierge merupakan bagian dari visi Mayapada Hospital Kuningan untuk menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi komunitas internasional di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan akan layanan kesehatan berstandar internasional yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya sangat penting.

“Berlokasi di kawasan strategis Kuningan yang dikelilingi berbagai kedutaan besar, organisasi internasional, perusahaan multinasional, dan komunitas global, kami melihat kebutuhan akan layanan kesehatan berstandar internasional yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya,” jelasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan hadirnya International Care Concierge, Mayapada Hospital Kuningan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan komunitas global yang tinggal dan berkarya di Indonesia. Layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan pelayanan kesehatan bagi pasien internasional.

Selain itu, dr. Deasy menambahkan bahwa Mayapada yakin inisiatif ini dapat semakin mempererat hubungan dan kolaborasi antara Mayapada Hospital Kuningan dengan berbagai kedutaan besar, komunitas diplomatik, perusahaan multinasional, organisasi internasional, serta seluruh mitra strategis.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

International Care Concierge berlokasi di Lobby Lantai 1 Mayapada Hospital Kuningan, sehingga mudah diakses sejak pasien memasuki area rumah sakit. Komunitas ekspatriat dapat memperoleh informasi dan pendampingan layanan secara langsung di area tersebut maupun menghubungi nomor 0811-1068-2900 atau 0813-1471-7075 untuk informasi layanan, pengaturan jadwal dokter, dan koordinasi pelayanan sebelum maupun selama menjalani perawatan.

Dengan demikian, Mayapada Hospital Kuningan diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi komunitas internasional yang membutuhkan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716141320-33-751333/mayapada-hospital-kuningan-permudah-ekspatriat-berobat-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Nyeri Dada hingga Punggung Bisa Jadi Gejala Aorta Jantung Robek, Waspada!

Gejala dan Bahaya Diseksi Aorta

Diseksi aorta dapat menimbulkan nyeri tajam seperti robekan atau terbelah pada dada yang dapat menjalar ke punggung, perut, atau pinggang. Keluhan ini dapat disertai keringat dingin, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, hingga perbedaan denyut dan tekanan darah antara kedua lengan. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, diseksi aorta dapat berisiko fatal.

Faktor Risiko dan Pencegahan

Diseksi aorta lebih berisiko terjadi pada orang dengan hipertensi, pembesaran aorta, kelainan jantung bawaan, penyakit jaringan tubuh, riwayat keluarga, cedera, atau usia lanjut. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Karena itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta.

Penanganan dan Pelayanan Jantung

Penanganan diseksi aorta membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta dukungan fasilitas dan tim medis yang siap menangani kondisi kegawatdaruratan jantung. Mayapada Hospital memiliki layanan Cardiac Emergency 24/7, bersama tim dokter dan perawat berpengalaman, termasuk Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam, untuk kasus yang membutuhkan tindakan bedah maupun perawatan intensif lanjutan. Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk membantu memastikan proses diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi diseksi aorta sangat berbahaya dan memerlukan penanganan cepat dan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala yang terkait dengan kondisi ini, seperti nyeri dada hingga punggung. Dengan demikian, kita dapat mencegah kondisi pasien memburuk dalam waktu singkat dan mengurangi risiko fatal. Selain itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala dan bahaya diseksi aorta, serta pentingnya penanganan cepat dan tepat. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko fatal dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang terkena kondisi ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716142847-33-751342/awas-nyeri-dada-sampai-punggung-bisa-jadi-tanda-aorta-jantung-robek, without altering the facts of the original article.

Gangguan Otot Menghantui Karyawan RI di Usia 30-an, ISPA Makin Rentan

Gangguan otot menghantui karyawan Indonesia di usia 30-an, sementara infeksi saluran pernapasan (ISPA) makin rentan menyerang pekerja muda. Temuan ini berdasarkan laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insight 2026 oleh Halodoc, yang menganalisis lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan selama kuartal I-2026. Laporan tersebut mencakup lebih dari 3.000 diagnosis ICD-10 dan lebih dari 30 sektor industri di Indonesia. Pola penyakit karyawan sangat dipengaruhi oleh kelompok usia, dengan tiga batasan usia untuk melihat pola penyakit pada pekerja, yaitu di bawah 30 tahun, 30-49 tahun, dan 50 tahun ke atas.

Pola Penyakit Berdasarkan Usia

Menurut Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, karyawan muda di bawah 30 tahun lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sementara itu, pekerja berusia 30-49 tahun didominasi gangguan muskuloskeletal, seperti penyakit otot dan sendi. “Tingginya kasus ISPA pada pekerja muda tidak lepas dari tingginya mobilitas serta aktivitas di ruang publik dan transportasi umum yang meningkatkan risiko penularan virus,” ujar Irwan. Adapun pekerja berusia di atas 50 tahun mulai didominasi penyakit kardiovaskular dan penyakit kronis lainnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pola Penyakit

Irwan menjelaskan bahwa keluhan otot dan sendi pada kelompok usia produktif 30-49 tahun banyak berkaitan dengan aktivitas kerja, mulai dari pekerjaan fisik hingga duduk terlalu lama di depan komputer. Sementara itu, risiko penyakit kronis meningkat pada pekerja berusia di atas 50 tahun karena mulai muncul berbagai penyakit penyerta seperti hipertensi maupun diabetes yang berujung pada penyakit kardiovaskular. Laporan tersebut juga menemukan perbedaan profil penyakit berdasarkan gender, dengan 81% pasien dengan penyakit kardiovaskular merupakan laki-laki, sementara 72% pasien kanker atau neoplasma merupakan perempuan.

Dampak dan Solusi

Laporan tersebut juga mengungkap besarnya pemanfaatan manfaat kesehatan di berbagai sektor industri. Industri energi dan pertambangan menjadi sektor dengan pemanfaatan layanan kesehatan sekaligus biaya kesehatan tertinggi. “Tingginya biaya di sektor energi dan pertambangan dipengaruhi karakter pekerjaan yang lebih kompleks, memiliki risiko lebih tinggi, serta umumnya didukung manfaat kesehatan yang lebih lengkap,” kata Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan kesehatan karyawan dan menyediakan manfaat kesehatan yang memadai untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesehatan karyawan menjadi isu yang semakin penting di Indonesia. Dengan memahami pola penyakit dan faktor yang mempengaruhinya, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pekerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang kesehatan di tempat kerja, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan competitiveness di tengah persaingan global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716140021-33-751319/karyawan-ri-rentan-ispa-usia-30-an-banyak-alami-gangguan-otot, without altering the facts of the original article.

Turis China Digigit Anjing Diduga Kena Rabies saat Liburan di Bali

Turis China Digigit Anjing Diduga Kena Rabies di Bali

Turis China, Li Qiujun, menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies saat liburan di Bali. Perempuan 30 tahun itu digigit seekor anjing putih di Jalan Brigjen Ngurah Rai Nomor 10, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Bangli. Kejadian ini terjadi pada Senin (13/7) pukul 16.00 Wita.

Apa yang Terjadi

Li Qiujun sedang berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli sebelum kejadian. Setelah berbelanja, ia hendak pulang ke Ubud, Gianyar, bersama pemandu wisatanya. Saat keluar dari swalayan, Li Qiujun digigit anjing putih tersebut. Akibatnya, ia menderita luka gigitan di paha kanan. Anjing yang sama juga sempat menyerang seorang warga di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, bernama Ni Ketut Suciasih, sebelum menyerang Li Qiujun.

Mengapa dan Dampak

Mengapa Kejadian Ini Bisa Terjadi?

Kejadian ini diduga terkait dengan kurangnya pengawasan terhadap hewan peliharaan di daerah tersebut. Anjing yang diduga rabies itu sudah dieliminasi warga, dan pengambilan sampel otak sudah dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut petugas, anjing tersebut tidak menunjukkan gejala rabies sehari sebelum kejadian, namun menunjukkan tingkah laku agresif dan menggigit dua orang pada hari kejadian.

Dampak ke Depan

Dua korban gigitan anjing, Li Qiujun dan Ni Ketut Suciasih, telah disuntik vaksin antirabies (VAR) sebagai tindakan pencegahan. Li Qiujun disuntik di sebuah klinik di Ubud, sedangkan Suciasih disuntik di Puskesmas Susut 1. Butuh waktu dua pekan untuk menentukan apakah keduanya positif terinfeksi rabies atau tidak. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaan dan mencegah penyebaran penyakit rabies.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit rabies dan perlunya tindakan pencegahan yang efektif. Pihak berwenang dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaan dan mencegah penyebaran penyakit rabies. Selain itu, korban gigitan anjing harus mendapatkan penanganan medis yang tepat dan cepat untuk mencegah penyebaran penyakit. Dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi, kita dapat mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8575428/duh-lagi-liburan-di-bali-turis-china-malah-digigit-anjing-diduga-kena-rabies, without altering the facts of the original article.