Kakanwil Kemenkum Jabar Dukung Sidang Majelis Kehormatan Notaris, Pastikan Profesionalisme Terjaga

Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, mendukung penuh penyelenggaraan sidang Majelis Kehormatan Notaris Wilayah (MKNW) yang bertujuan untuk menjaga profesionalisme dan martabat profesi notaris di wilayah Jawa Barat. Sidang yang berlangsung secara hibrida pada Jumat, 3 Juli 2026, ini merupakan tindak lanjut atas amanat Peraturan Menteri Hukum Nomor 17 Tahun 2021. Dalam kegiatan ini, MKNW memeriksa notaris-notaris yang diduga melakukan pelanggaran dalam menjalankan profesi mereka.

Momen Penentu di Sidang MKNW

Kegiatan sidang MKNW yang diselenggarakan di Ruang Rapat Romli Atmasasmita, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat, serta melalui ruang virtual Zoom, ini merupakan upaya konkret untuk menegakkan aturan yang berlaku secara transparan. Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, turut hadir dan memimpin jalannya persidangan, didampingi oleh anggota majelis lainnya, yakni Dr. Bambang Daru Nugroho, Kompol Sulaiman Salim, dan Vini Suhastini. Agenda utama dalam persidangan berfokus pada penelaahan permohonan pemeriksaan yang diajukan oleh penyidik, penuntut umum, maupun hakim sebelum proses hukum dilanjutkan.

MKNW menggunakan kewenangannya untuk memutuskan persetujuan atau penolakan terkait permintaan pengambilan fotokopi minuta akta dan pemanggilan notaris ke ranah peradilan. Pada persidangan tersebut, MKNW melayangkan panggilan resmi kepada 16 orang notaris terperiksa, yang terdiri dari 12 pemanggilan pertama dan 4 pemanggilan kedua. Dari total keseluruhan panggilan, tercatat sebanyak 9 orang notaris terperiksa bersikap kooperatif dengan hadir secara langsung untuk menjalani rangkaian proses pemeriksaan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penyelenggaraan sidang MKNW ini merupakan komitmen nyata dari Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, untuk memastikan setiap notaris senantiasa menjalankan profesi jabatannya secara profesional dan mematuhi kewajiban dalam menjaga kerahasiaan isi akta. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris dan menjaga integritas mereka dalam menjalankan tugas.

Ke depannya, MKNW akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap notaris-notaris yang menjalankan profesi di wilayah Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak reputasi profesi notaris dan memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah dilakukan upaya konkret untuk menjaga profesionalisme notaris, masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Oleh karena itu, Kakanwil Kemenkum Jawa Barat dan jajarannya harus terus meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap profesi notaris, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap profesi ini.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, diharapkan profesi notaris di wilayah Jawa Barat dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177568/wujudkan-profesionalisme-kakanwil-kemenkum-jabar-dukung-penuh-sidang-majelis-kehormatan-notaris, without altering the facts of the original article.

Oknum Polisi Aiptu N Diduga Perintahkan Produksi Sabu, Kuasa Hukum Ungkap Penyiksaan

Oknum polisi berinisial Aiptu N diduga memerintahkan seorang wanita, MAN (30), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, untuk memproduksi sabu. Kasus ini terungkap setelah korban mengalami luka bakar parah akibat siraman air keras, yang diduga dilakukan oleh Aiptu N. Menurut kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 47 persen dari total tubuhnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada September 2025, ketika korban diduga diperintahkan oleh Aiptu N untuk membuat sabu. Setelah itu, korban mengalami penyiraman air keras yang menyebabkan luka bakar parah. Reza menjelaskan bahwa korban juga mengalami berbagai bentuk kekerasan lainnya, termasuk dipukul dan diancam dengan gagang pistol. Korban juga diduga mengalami luka-luka akibat disetrum.

Tindakan Oknum Polisi

Reza menyebutkan bahwa Aiptu N diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban selama beberapa waktu. Korban mengalami luka bakar parah dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Pihak dokter menduga bahwa luka bakar tersebut disebabkan oleh cairan bersifat korosif, yang diduga merupakan air keras.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan. Bagi korban, kejadian ini berdampak besar pada kehidupannya, baik secara fisik maupun mental. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kasus seperti ini dapat dicegah di masa depan. Perlu adanya tindakan tegas dan efektif untuk menangani kasus-kasus serupa. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mencegah dan melaporkan kasus-kasus kekerasan.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penindakan. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan mendukung upaya penegakan hukum.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177573/kuasa-hukum-ungkap-dugaan-penyiksaan-man-berawal-perintah-produksi-sabu-oleh-aiptu-n, without altering the facts of the original article.

Rekeningmu Bisa Ludes! Waspada Modus Penipuan Pig Butchering yang Menguras Duit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan investasi bodong jangka panjang yang dikenal sebagai pig butchering scam. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) di OJK Dicky Kartikoyono meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Modus penipuan ini menggunakan strategi unik dalam menjebak korbannya, yaitu dengan membuat korban terbuai terlebih dahulu sebelum dikuras isi rekeningnya.

Modus Penipuan yang Menggunakan Strategi Unik

Menurut Dicky, modus penipuan pig butchering scam ini memang menggunakan strategi unik dalam menjebak korbannya. Korban dibuat terbuai terlebih dahulu dengan diberikan banyak kemudahan, namun sebenarnya semuanya too good to be true. “Pig butchering scam, ini memang sesuai namanya ya. Kita tuh dininabokan dulu, dibikin senang dulu, diberikan banyak kemudahan, tapi sebenarnya semuanya too good to be true. Namanya butchering, akhirnya kita dikorbankan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7/2026).

Prinsip Berinvestasi yang Harus Digenggam

Dicky meminta masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip dalam berinvestasi. Prinsip pertama harus selalu digenggam ada dua hal, yaitu mengacu pada aspek legal dan logis. Dalam hal berinvestasi, kata Dicky, harus melalui platform atau perusahaan yang resmi. “Cari yang legal, tadi yang ilegal-ilegal kita tentunya akan hindari dan kami tentunya di OJK saat ini sedang berusaha mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa membantu identifikasi mana yang legal, mana yang ilegal. Ini sebuah upaya yang tentunya menggunakan teknologi,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat harus mengukur keuntungan investasi secara logis. “Kalau ada sebuah layanan investasi yang menawarkan return yang tinggi, katakan too good to be true, semuanya kok kondisi suku bunga yang risk free saja sekitar 7% dia menawarkan jauh lebih tinggi, tentunya kita harus waspada,” ucapnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dicky menyebut, dalam memandang modus penipuan pig butchering ini sebenarnya dapat terlihat dari skema yang ditawarkan. Agar tidak mudah tertipu, penarikan keuntungan harus selalu dilakukan. “Ketika masih kecil, ini tentunya harus dicoba. Ini bisa ditarik apa nggak? Karena kadang-kadang pig butchering scam ini adalah ketika dananya sudah menumpuk, ternyata nggak bisa ditarik dananya,” sebutnya.

“Karena misalnya platformnya tidak bisa diakses atau kemudian berbagai upaya kita kontak kepada perusahaannya itu mereka menghindar. Ini yang tentunya pola yang harus kita waspadai sejak awal ketika melakukan investasi,” lanjutnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

OJK meminta agar masyarakat tidak mudah percaya kepada penawaran-penawaran dari orang yang tidak dikenal, bahkan di sosial media, atau pihak-pihak yang mungkin berusaha memberikan janji-janji. “Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam berinvestasi dan tidak mudah percaya kepada penawaran-penawaran yang tidak jelas,” ujarnya.

Kejadian ini tentunya memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, OJK terus mengingatkan masyarakat untuk waspada dan berhati-hati dalam berinvestasi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam menghadapi modus penipuan pig butchering scam, OJK terus berusaha untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu identifikasi mana yang legal dan mana yang ilegal. Selain itu, OJK juga terus mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip dalam berinvestasi dan tidak mudah percaya kepada penawaran-penawaran yang tidak jelas.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam berinvestasi dan tidak menjadi korban penipuan pig butchering scam. Oleh karena itu, kesadaran dan kehati-hatian masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi modus penipuan ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260707171228-17-748882/duit-di-rekening-bisa-ludes-awas-modus-penipuan-pig-butchering, without altering the facts of the original article.

OJK Geram! 278 Gadai Ilegal Ditutup, Warga Diminta Waspada Modus Penipuan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ketegasannya dalam memberantas praktik keuangan ilegal dengan menutup 278 gadai ilegal melalui Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti) sejak tahun 2019. Penindakan ini dilakukan karena bisnis gadai ilegal kerap kali berkamuflase dan sulit diidentifikasi. Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan yang sering digunakan oleh pelaku usaha ilegal.

Fokus pada Penindakan Gadai Ilegal

Sampai dengan Juni 2026, Satgas Pasti telah mengidentifikasi dan menghentikan operasi 278 gadai ilegal. Penindakan ini dilakukan dengan berkoordinasi antara OJK, kepolisian, dan kantor cabang di daerah. Dicky Kartikoyono menjelaskan bahwa proses penindakan ini tidak mudah karena pelaku usaha ilegal sering kali berkamuflase dan sulit dilacak.

Mengapa Bisnis Gadai Ilegal Menjamur?

Menurut Dicky Kartikoyono, bisnis gadai ilegal menjamur karena layanan gadai yang sederhana dan mudah diakses oleh masyarakat. Untuk mendapatkan akses pembiayaan, nasabah hanya perlu menyerahkan barang sebagai agunan untuk kemudian dinilai sebelum memperoleh pinjaman. Hal ini membuat bisnis gadai ilegal menjadi sangat menguntungkan bagi pelaku usaha ilegal.

Dampak dan Bahaya Gadai Ilegal

Menggunakan jasa gadai ilegal memiliki dampak negatif karena mematok bunga yang cukup tinggi dengan risiko yang juga tinggi. Dicky Kartikoyono mengingatkan bahwa OJK sangat concern dengan perlindungan konsumen dan terus berupaya untuk memberantas praktik keuangan ilegal. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap modus penipuan yang sering digunakan oleh pelaku usaha ilegal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, OJK akan terus berupaya untuk memberantas praktik keuangan ilegal, termasuk gadai ilegal. Masyarakat juga diharapkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan jasa keuangan. Dengan kerja sama antara OJK, kepolisian, dan masyarakat, diharapkan praktik keuangan ilegal dapat diminimalisir dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260707194037-17-748934/ojk-tutup-278-gadai-ilegal-warga-diimbau-waspada, without altering the facts of the original article.

Pertamina Tegas Terhadap AMT yang Langgar Prosedur Keselamatan

Momen Penentu di Menit Akhir

Berdasarkan hasil penelusuran, pengemudi tersebut merupakan awak mobil tangki dari perusahaan mitra transportir yang melayani operasional penyaluran di SPPBE. Atas pelanggaran prosedur keselamatan tersebut, perusahaan mitra transportir telah mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian terhadap pengemudi yang bersangkutan. Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan disiplin sekaligus pembinaan terhadap kepatuhan pada aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) yang bersifat mutlak dalam seluruh kegiatan operasional. “Keselamatan adalah prinsip yang tidak dapat ditawar. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan pembinaan agar setiap pekerja maupun mitra memahami bahwa kepatuhan terhadap prosedur HSSE wajib dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Kitty. Pertamina Patra Niaga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah menyampaikan informasi. Setiap laporan menjadi masukan penting untuk terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh mata rantai penyaluran energi. Dengan kejadian ini, Pertamina semakin menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasional yang aman dan bertanggung jawab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, Pertamina akan terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap mitra-mitra operasionalnya untuk memastikan bahwa standar keselamatan yang tinggi selalu dipatuhi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur keselamatan, sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja. Dengan demikian, Pertamina dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Pertamina percaya bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pekerja dan mitra.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260708081049-4-748982/pertamina-tindak-tegas-amt-atas-pelanggaran-prosedur-keselamatan, without altering the facts of the original article.

Penipuan Travel Umrah Rp12,14 Miliar: Korban Banyak, Modus Operandi Terungkap

Kasus penipuan travel umrah kembali terjadi, kali ini melibatkan Hanania Travel yang gagal memberangkatkan para jamaahnya. Pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dana perjalanan umrah yang merugikan puluhan orang dengan total kerugian mencapai Rp12,14 miliar.

Kronologi Penipuan

Menurut laporan, para korban telah melakukan pembayaran paket umrah kepada pihak Hanania Group, namun tidak diberangkatkan sesuai jadwal. Polda Metro Jaya menerima dua laporan terkait kasus penipuan umrah Hanania, salah satunya dari JSP dengan jumlah korban kurang lebih 128 orang dan total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp12,145 miliar. Laporan JSP ini sudah naik ke tahap penyidikan, dan penyidik telah memeriksa 33 orang saksi dari para pelapor maupun korban yang terdata.

Proses penyelidikan mengungkapkan bahwa ASF telah menggunakan modus operandi yang cukup meyakinkan untuk menipu para korban. Ia menawarkan paket umrah dengan harga yang kompetitif dan janji pemberangkatan yang pasti. Namun, setelah para korban melakukan pembayaran, ASF tidak dapat memenuhi janjinya dan menghilang dengan membawa uang hasil penipuan.

Mengapa Penipuan Ini Terjadi?

Kasus penipuan travel umrah seperti ini sering terjadi karena kurangnya regulasi dan pengawasan terhadap industri travel. Banyak travel yang tidak memiliki izin resmi dan tidak memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan perjalanan umrah. Hal ini membuat mereka lebih rentan melakukan penipuan dan mengabaikan hak-hak konsumen.

Dampak dan Apa Artinya Ke Depan?

Kejadian ini tentu sangat merugikan bagi para korban yang telah melakukan pembayaran dan tidak dapat melakukan perjalanan umrah. Selain itu, kejadian ini juga dapat merusak reputasi industri travel umrah secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang pentingnya memilih travel yang resmi dan berpengalaman.

Pihak berwajib juga perlu meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap travel yang melakukan penipuan. Dengan demikian, diharapkan kasus penipuan travel umrah dapat diminimalkan dan masyarakat dapat melakukan perjalanan umrah dengan aman dan nyaman.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, para korban akan terus memperjuangkan hak-hak mereka untuk mendapatkan ganti rugi dan keadilan. Sementara itu, ASF akan menjalani proses hukum dan menghadapi konsekuensi atas tindakannya. Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih travel dan melakukan pembayaran.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260601190920-29-739240/geger-penipuan-travel-umrah-rp1214-miliar-ini-kronologinya, without altering the facts of the original article.

Respons Cepat Kemenkum Jabar, Dialog Interaktif dengan Menteri Hukum Bahas Aduan Masyarakat

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Jawa Barat menunjukkan respons cepat dan tanggap terhadap aduan masyarakat terkait kepastian hukum, khususnya dalam kasus protokol notaris yang meninggal dunia. Melalui program dialog interaktif nasional “PASTI ADA SOLUSI” Bersama Menteri Hukum, jajaran pimpinan tinggi pratama Kemenkum Jabar hadir untuk membahas dan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam program dialog interaktif yang disiarkan secara langsung, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, serta Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Ferry Gunawan Christy. Mereka hadir untuk menanggapi aduan masyarakat, salah satunya dari warga Jawa Barat yang mengalami kendala terkait kepastian hukum atas dokumen tanah. Pengadu menanyakan kelanjutan pengurusan akta induk tanah miliknya, mengingat notaris yang sebelumnya menangani dokumen tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta penting terkait kasus ini: pertama, notaris yang menangani dokumen tanah pengadu telah meninggal dunia. Kedua, proses peralihan protokol notaris dari notaris yang telah meninggal dunia kepada notaris pemegang protokol yang baru telah selesai dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan prosedur hukum yang berlaku. Ketiga, arsip dan dokumen masyarakat dipastikan tetap aman.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Merespons aduan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Jabar, Hemawati BR Pandia, memberikan penjelasan bahwa urusan teknis terkait penerbitan akta induk tanah bukan merupakan kewenangan Kanwil Kemenkum, melainkan masuk ke dalam ranah kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Namun, Menteri Hukum memberikan instruksi tegas kepada jajaran Kemenkum Jabar untuk tetap memberikan penjelasan, arahan, dan panduan birokrasi dengan sejelas-jelasnya kepada pengadu. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat tidak merasa ditinggalkan saat menghadapi kendala hukum.

Dengan demikian, kejadian ini menunjukkan komitmen Kemenkum Jabar dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Melalui edukasi lintas instansi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat memahami alur pelayanan dengan benar dan segera mendapatkan kepastian atas permasalahan yang dihadapi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam pengurusan dokumen hukum. Selain itu, Kemenkum Jabar juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan penjelasan yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum dapat terus ditingkatkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177566/respons-cepat-kemenkum-jabar-tanggapi-aduan-masyarakat-pada-dialog-interaktif-bersama-menteri-hukum, without altering the facts of the original article.

Kakanwil Kemenkum Jabar Dukung Sidang Majelis Kehormatan Notaris, Pastikan Profesionalisme Terjaga

Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, mendukung penuh penyelenggaraan sidang Majelis Kehormatan Notaris Wilayah (MKNW) yang bertujuan untuk menjaga profesionalisme dan martabat profesi notaris di wilayah Jawa Barat. Sidang yang berlangsung secara hibrida pada Jumat, 3 Juli 2026, ini merupakan tindak lanjut atas amanat Peraturan Menteri Hukum Nomor 17 Tahun 2021. Dalam kegiatan ini, MKNW memeriksa notaris-notaris yang diduga melakukan pelanggaran dalam menjalankan profesi mereka.

Momen Penentu di Sidang MKNW

Kegiatan sidang MKNW yang diselenggarakan di Ruang Rapat Romli Atmasasmita, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat, serta melalui ruang virtual Zoom, ini merupakan upaya konkret untuk menegakkan aturan yang berlaku secara transparan. Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, turut hadir dan memimpin jalannya persidangan, didampingi oleh anggota majelis lainnya, yakni Dr. Bambang Daru Nugroho, Kompol Sulaiman Salim, dan Vini Suhastini. Agenda utama dalam persidangan berfokus pada penelaahan permohonan pemeriksaan yang diajukan oleh penyidik, penuntut umum, maupun hakim sebelum proses hukum dilanjutkan.

MKNW menggunakan kewenangannya untuk memutuskan persetujuan atau penolakan terkait permintaan pengambilan fotokopi minuta akta dan pemanggilan notaris ke ranah peradilan. Pada persidangan tersebut, MKNW melayangkan panggilan resmi kepada 16 orang notaris terperiksa, yang terdiri dari 12 pemanggilan pertama dan 4 pemanggilan kedua. Dari total keseluruhan panggilan, tercatat sebanyak 9 orang notaris terperiksa bersikap kooperatif dengan hadir secara langsung untuk menjalani rangkaian proses pemeriksaan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penyelenggaraan sidang MKNW ini merupakan komitmen nyata dari Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, untuk memastikan setiap notaris senantiasa menjalankan profesi jabatannya secara profesional dan mematuhi kewajiban dalam menjaga kerahasiaan isi akta. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris dan menjaga integritas mereka dalam menjalankan tugas.

Ke depannya, MKNW akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap notaris-notaris yang menjalankan profesi di wilayah Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak reputasi profesi notaris dan memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah dilakukan upaya konkret untuk menjaga profesionalisme notaris, masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Oleh karena itu, Kakanwil Kemenkum Jawa Barat dan jajarannya harus terus meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap profesi notaris, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap profesi ini.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, diharapkan profesi notaris di wilayah Jawa Barat dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177568/wujudkan-profesionalisme-kakanwil-kemenkum-jabar-dukung-penuh-sidang-majelis-kehormatan-notaris, without altering the facts of the original article.

Oknum Polisi Aiptu N Diduga Perintahkan Produksi Sabu, Kuasa Hukum Ungkap Penyiksaan

Oknum polisi berinisial Aiptu N diduga memerintahkan seorang wanita, MAN (30), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, untuk memproduksi sabu. Kasus ini terungkap setelah korban mengalami luka bakar parah akibat siraman air keras, yang diduga dilakukan oleh Aiptu N. Menurut kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 47 persen dari total tubuhnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada September 2025, ketika korban diduga diperintahkan oleh Aiptu N untuk membuat sabu. Setelah itu, korban mengalami penyiraman air keras yang menyebabkan luka bakar parah. Reza menjelaskan bahwa korban juga mengalami berbagai bentuk kekerasan lainnya, termasuk dipukul dan diancam dengan gagang pistol. Korban juga diduga mengalami luka-luka akibat disetrum.

Tindakan Oknum Polisi

Reza menyebutkan bahwa Aiptu N diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban selama beberapa waktu. Korban mengalami luka bakar parah dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Pihak dokter menduga bahwa luka bakar tersebut disebabkan oleh cairan bersifat korosif, yang diduga merupakan air keras.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan. Bagi korban, kejadian ini berdampak besar pada kehidupannya, baik secara fisik maupun mental. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kasus seperti ini dapat dicegah di masa depan. Perlu adanya tindakan tegas dan efektif untuk menangani kasus-kasus serupa. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mencegah dan melaporkan kasus-kasus kekerasan.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penindakan. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan mendukung upaya penegakan hukum.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177573/kuasa-hukum-ungkap-dugaan-penyiksaan-man-berawal-perintah-produksi-sabu-oleh-aiptu-n, without altering the facts of the original article.

Sengketa Tanah Rp 10 Miliar, Terdakwa Palsukan Surat Ditahan Luar

Sengketa Tanah Rp 10 Miliar

Sengketa tanah senilai Rp 10 miliar antara terdakwa dan pihak lain kini memasuki babak baru. Terdakwa yang dituduh melakukan pemalsuan surat akhirnya menjalani pengobatan dengan status tahanan luar setelah permohonan kuasa hukumnya dikabulkan oleh majelis hakim. Keputusan ini membuat sidang lanjutan yang sedianya digelar pada 13 Juli 2026 terpaksa ditunda.

Terdakwa yang tidak disebutkan namanya ini dituduh melakukan pemalsuan surat dalam sengketa tanah senilai Rp 10 miliar. Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Eka Desi Prasetia dengan anggota Rahmawati dan Hasanudin ini diawali dengan permohonan kuasa hukum terdakwa, Ian Hutabarat, yang meminta agar status penahanan kliennya dialihkan dari tahanan rutan menjadi tahanan luar.

Fakta Sidang

Permohonan tersebut didasarkan pada surat keterangan dari lembaga pemasyarakatan yang menyebutkan bahwa terdakwa harus menjalani operasi katarak dan pemeriksaan pendengaran. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asep Kurnia menyatakan tidak keberatan atas permohonan tersebut. Setelah mempertimbangkan aspek kemanusiaan, majelis hakim akhirnya mengabulkan permohonan dan memberikan izin kepada terdakwa untuk menjalani pengobatan hingga 22 Juli 2026.

Meski demikian, majelis hakim menegaskan bahwa pengalihan status penahanan tersebut harus benar-benar digunakan untuk kepentingan pengobatan dan pemulihan kesehatan terdakwa. Kuasa hukum terdakwa, Ian Hutabarat menjelaskan bahwa kondisi kesehatan kliennya menjadi alasan utama diajukannya permohonan tersebut.

Mengapa dan Dampak

Menurut Ian, permohonan ini diajukan agar kliennya dapat menjalani operasi katarak dan pemeriksaan pendengaran terlebih dahulu. Kondisi kesehatannya perlu dipulihkan agar dapat mengikuti proses persidangan secara maksimal, terutama saat mendengarkan keterangan para saksi. “Mudah-mudahan pada sidang tanggal 13 Juli nanti terdakwa sudah pulih sehingga bisa mengikuti persidangan dengan baik,” ucapnya.

Namun, keputusan penundaan sidang menimbulkan kekecewaan bagi para saksi yang telah memenuhi panggilan JPU. Salah satunya adalah Indah Juita Sari, yang juga merupakan kuasa hukum PT Desa Kanci Indah. Para saksi yang telah hadir dan siap memberikan keterangan di hadapan majelis hakim akhirnya tidak bisa memberikan keterangan pada sidang yang ditunda.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus sengketa tanah senilai Rp 10 miliar ini masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Dengan penundaan sidang, maka proses persidangan akan memakan waktu lebih lama. Namun, kuasa hukum terdakwa berharap bahwa proses pengobatan kliennya akan berjalan lancar sehingga dapat kembali mengikuti sidang lanjutan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan terdakwa dalam proses persidangan. Dengan pengalihan status penahanan, maka terdakwa dapat menjalani pengobatan yang diperlukan tanpa harus menjalani proses persidangan yang berat. Namun, pihak terkait harus memastikan bahwa pengalihan status penahanan tersebut tidak digunakan sebagai upaya untuk menghindari proses persidangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177779/dakwaan-palsukan-surat-rp-10-miliar-terdakwa-sengketa-tanah-kanci-cirebon-jadi-tahanan-luar, without altering the facts of the original article.