Tengah Konflik dengan Mantan ART, Erin Anthony Pilih Nonton Konser Harry Styles Bareng Anak!

Erin Anthony, nama yang belakangan ramai diperbincangkan setelah terlibat konflik dengan mantan asisten rumah tangga (ART) Herawati, memilih menghabiskan waktu bersama putra sulungnya, Ardio Raihansyah Taulany atau yang akrab disapa Dio, di London, Inggris. Konflik antara Erin dan Herawati masih bergulir di ranah hukum, namun hal itu tidak menyurutkan niatan Erin untuk menemani anaknya. Bahkan, Erin dan Dio terlihat menikmati konser penyanyi Harry Styles di Wembley Stadium.

Konflik dengan Mantan ART

Sebelumnya, Herawati, mantan ART Erin, ramai memperbincangkan pengalamannya bekerja di rumah Erin. Herawati mengaku mendapatkan dugaan penganiayaan dan kata-kata kasar saat bekerja sebagai ART Erin. Pengakuan Herawati viral di jagat maya, dan ia melaporkan Erin atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada bulan April lalu. Erin sendiri telah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu.

Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Meski kasus tersebut masih bergulir, Erin memilih untuk menghabiskan waktu bersama putra sulungnya, Dio, yang kini menempuh pendidikan di London, Inggris. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Erin membagikan momen makan bersama Dio, serta menonton konser Harry Styles di Wembley Stadium. “Waktu berkualitas dengan nomor satu saya,” tulis Erin dalam potret bersama Dio.

Mengapa & Dampak

Konflik antara Erin dan Herawati masih menjadi sorotan publik. Kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan Herawati terhadap Erin masih dalam proses hukum. Namun, Erin tampaknya tidak membiarkan kasus tersebut mengganggu waktu bersama anaknya. “Keseruan kemarin nunggu Harry Style performance,” tulis Erin dalam unggahan lain. Momen Erin dan Dio bersama-sama menunjukkan bahwa mereka masih memiliki waktu berkualitas bersama, meskipun kasus hukum sedang berjalan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus antara Erin dan Herawati masih panjang jalan yang harus ditempuh. Erin masih harus menjalani proses hukum, namun ia tampaknya tidak membiarkan hal itu mengganggu hidupnya. Dengan menemani anaknya di London, Erin menunjukkan bahwa ia masih memiliki prioritas dalam hidupnya, yaitu keluarganya. Apakah kasus ini akan berdampak pada hidup Erin ke depan? Kita tunggu saja.

Sarwendah Minta Masalah dengan Ruben Diselesaikan secara Tertutup, Tak Mau Dihakimi Netizen!

Rencana Gugatan Hak Asuh Anak

Ruben Onsu mengeluhkan kesulitan bertemu dengan anak setelah bercerai dari Sarwendah di tahun 2024 lalu. Permasalahan itu pun kian membesar tatkala pihak Ruben Onsu berencana menggugat soal hak asuh kedua anak yang kini tinggal bersama Sarwendah. Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah, mengatakan bahwa kliennya sangat menanti gugatan itu. “Dan terkait dengan masalah gugatan, sekali lagi kami sangat menanti gugatan itu,” ujar Chris dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (22/6/2026).

Mengapa Penyelesaian Secara Tertutup?

Penyelesaian konflik dengan Ruben secara tertutup lebih baik daripada kliennya harus dihakimi oleh warganet di media sosial alias medsos. “Jadi semua itu akan baik karena tidak terjadi penghakiman secara medsos. Nah, ini yang mengerikan,” imbuhnya. Saat konfliknya dengan Ruben mencuat ke publik, penyanyi yang juga mantan member girlband Cherrybelle ini pun banyak mendapatkan hujatan. Bahkan di tengah konflik itu muncul seruan warganet untuk memboikot dirinya.

Dampak dan Reaksi

Mendapati hal itu, Sarwendah pun merasa sedih. Oleh karena itu, dia lebih memilih menyelesaikan masalahnya dengan Ruben secara tertutup. “Karena itu adalah ruang tertutup yang sangat adil, yang sangat fair untuk kita masing-masing menyampaikan semua bukti-bukti,” tandasnya. Dengan demikian, Sarwendah berharap masalahnya dengan Ruben dapat diselesaikan dengan cara yang lebih adil dan tidak dipengaruhi oleh opini publik.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus ini masih panjang dan harus terus dipantau perkembangannya. Apakah Ruben Onsu akan menggugat hak asuh anak dan bagaimana keputusan pengadilan nantinya? Kita tunggu saja. Yang jelas, Sarwendah telah menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses pengadilan dan membuktikan bahwa dia adalah orang tua yang layak untuk mendapatkan hak asuh anak.

Ancol Hidupkan Kembali Pasar Seni dengan Jakalcer Fest

Jakalcer Fest kembali menghidupkan Pasar Seni di Ancol dengan menjadi ajang ekspresi bagi seniman dan komunitas kreatif. Festival yang digelar pada 19-28 Juni 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali kawasan Pasar Seni yang sempat meredup pascapandemi COVID-19. Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol, Lies Hartono atau Cak Lontong, mengungkapkan bahwa festival ini tidak hanya memeriahkan HUT ke-499 DKI Jakarta, tetapi juga mendukung Jakarta menjadi kota global. “Kami berharap Jakalcer Fest menjadi momentum menghidupkan kawasan Pasar Seni yang ada di Ancol seperti sediakala dan menjadi tempat berkumpul seluruh seniman untuk berkarya,” katanya.

Momen Pembukaan yang Meriah

Festival Jakalcer 2026 dibuka dengan pertunjukan seni oleh seniman Pasar Seni pada Jumat, 19 Juni 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk manajemen Ancol, Pemprov DKI, dan komunitas Pasar Seni. Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, Eddy Prastiyo, menyatakan bahwa keramaian di Pasar Seni mulai turun pascapandemi COVID-19 dan hingga saat ini terus diupayakan agar kawasan ini kembali ditempati pelaku seni dan komunitas kreatif. “Kami sadar sejak COVID, pasar seni jadi bagian yang paling terakhir diperbarui dan untuk meramaikan kembali butuh berbagai komponen, baik manajemen Ancol, Pemprov DKI, komunitas pasar seni, seniman dari luar pasar seni,” katanya.

Mengapa Jakalcer Fest Penting?

Jakalcer Fest tidak hanya sekedar festival seni, tetapi juga merupakan upaya untuk mempertahankan jati diri dan budaya Jakarta sebagai kota global. Lies Hartono menambahkan bahwa ke depan Pasar Seni Ancol berkembang menjadi semacam kreatif hub yang relatif generasi kini, ruang ide baru dalam mendukung Jakarta jadi kota global. “Ke depan Pasar Seni Ancol berkembang jadi semacam kreatif hub yang relatif generasi kini, ruang ide baru dalam mendukung Jakarta jadi kota global,” katanya.

Dampak bagi Pasar Seni dan Komunitas Kreatif

Festival ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Pasar Seni dan komunitas kreatif di Jakarta. Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma, mengungkapkan bahwa Jakarta Utara merupakan mother of Jakarta dan seniman itu lahir dari Jakarta Utara. “Mari kita munculkan kembali seniman dari sini dari Pasar Seni untuk Indonesia dan dunia,” katanya. Dengan demikian, Pasar Seni diharapkan kembali menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Jakarta.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski Jakalcer Fest telah dibuka, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menghidupkan kembali Pasar Seni. Eddy Prastiyo menambahkan bahwa Pasar Seni berbeda dengan unit rekreasi lainnya di Ancol karena butuh keterlibatan banyak pihak untuk meramaikan. “Pasar Seni berbeda dengan unit rekreasi lainnya di Ancol karena butuh keterlibatan banyak pihak untuk meramaikan,” katanya. Oleh karena itu, kerjasama antara manajemen Ancol, Pemprov DKI, dan komunitas Pasar Seni sangat diperlukan untuk mempertahankan keberlangsungan festival ini.