Sahate, Makanan Rumahan yang Menggebrak Pasar Global dengan Bantuan BRI

**Sahate, Makanan Rumahan yang Menggebrak Pasar Global dengan Bantuan BRI** Pada tahun 2022, Lince Sulastri melahirkan Sahate, sebuah brand makanan rumahan yang menawarkan keripik dan kue kering gluten-free dan rendah gula. Dari dapur rumahnya di Kota Bandung, Lince mencoba membuat camilan yang lebih sehat dan lezat. Usaha kecil ini akhirnya menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Lince menyadari bahwa membangun usaha tidak hanya tentang menjaga rasa, tapi juga tentang memahami pasar dan memperluas jaringan. Ia mulai mencari cara untuk belajar lebih banyak dan meningkatkan usahanya. Pada tahun 2024, Lince mengenal LinkUMKM BRI, platform pemberdayaan UMKM yang membantu memahami pasar, memperluas jaringan, dan meningkatkan usaha. Melalui pelatihan dan pendampingan yang dijalaninya, Lince mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga cara memasarkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Lince menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi dan meningkatkan efisiensi usahanya. 2. Sahate telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong. 3. Lince sedang mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kualitas produk Sahate. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan bantuan LinkUMKM BRI, Lince dapat meningkatkan usahanya dan memasarkan produk Sahate ke pasar yang lebih luas. Sahate juga telah menjadi andalan dan diminati pelanggan. Langkah Sahate terus berkembang, dan Lince berharap usahanya dapat memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dhanny, Corporate Secretary BRI, melihat perjalanan Sahate sebagai gambaran nyata bagaimana pengusaha UMKM dapat tumbuh ketika memiliki ruang untuk belajar dan berkembang. BRI akan terus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas. Lince juga akan terus berusaha untuk meningkatkan usahanya dan memasarkan produk Sahate ke pasar yang lebih luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260726164422-25-753884/berawal-dari-dapur-rumahan-sahate-tembus-pasar-global-bersama-bri, without altering the facts of the original article.

Industri Syariah di Tengah Gejolak, Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Mengkhawatirkan

Industri syariah di Indonesia sedang menghadapi gejolak yang signifikan, terutama setelah pasar modal dan rupiah melemah. Berikut adalah beberapa fakta dan analisis yang dapat menjelaskan kondisi industri syariah saat ini.

Kronologi Fakta: Spin Off dan Daya Tahan Industri Syariah

Pasar modal Indonesia telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung ke level terendah sejak 2020. Hal ini telah memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap industri syariah, yang telah lama bergantung pada pasar modal untuk meningkatkan modal dan likuiditas.

Saat ini, ada beberapa perusahaan syariah yang telah berusaha untuk meningkatkan likuiditas dan mengurangi ketergantungan pada pasar modal dengan melakukan spin off. Spin off adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai saham dan meningkatkan likuiditas dengan cara memisahkan aset-aset yang tidak lagi strategis dan melepasnya ke pasar.

Namun, strategi ini juga memiliki risiko yang signifikan. Misalnya, jika aset yang dipisahkan tidak memiliki nilai yang signifikan, maka perusahaan dapat kehilangan nilai saham dan likuiditasnya. Selain itu, spin off juga dapat memicu perubahan struktur kepemilikan yang tidak diinginkan, sehingga perusahaan dapat kehilangan kendali atas aset-aset yang dipisahkan.

Selain itu, industri syariah juga menghadapi tantangan lainnya, yaitu daya tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Saat ini, kondisi ekonomi global dan nasional sedang mengalami kekacauan, sehingga industri syariah harus siap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Mengapa dan Dampak

Mengapa industri syariah sedang menghadapi gejolak ini? Salah satu alasan utamanya adalah karena industri syariah masih bergantung pada pasar modal untuk meningkatkan modal dan likuiditas. Saat pasar modal melemah, industri syariah rentan terhadap dampaknya.

Dampak dari gejolak ini dapat sangat signifikan. Misalnya, industri syariah dapat kehilangan nilai saham dan likuiditasnya, sehingga perusahaan-perusahaan syariah akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan modal dan likuiditas. Selain itu, gejolak ini juga dapat memicu perubahan struktur kepemilikan yang tidak diinginkan, sehingga perusahaan-perusahaan syariah dapat kehilangan kendali atas aset-asetnya.

Penutup

Dalam beberapa tahun terakhir, industri syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, saat ini industri syariah menghadapi gejolak yang signifikan, terutama setelah pasar modal dan rupiah melemah.

Untuk menghadapi gejolak ini, industri syariah harus siap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan meningkatkan likuiditas dan mengurangi ketergantungan pada pasar modal dengan melakukan spin off.

Namun, strategi ini juga memiliki risiko yang signifikan. Oleh karena itu, industri syariah harus berhati-hati dalam menentukan strategi yang akan digunakan untuk menghadapi gejolak ini.

Demikian informasi ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.

PHE Perluas Operasi dengan Menambah 9 Ladang Migas Baru dalam 3 Tahun Terakhir

Pertamina Hulu Energi Perluas Operasi dengan Menambah 9 Ladang Migas Baru dalam 3 Tahun Terakhir

Pertamina Hulu Energi (PHE) terus meningkatkan operasinya dengan menambah 9 ladang migas baru dalam 3 tahun terakhir. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan. Strategi ekspansi yang dijalankan PHE diharapkan dapat meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru.

Kronologi Fakta

PHE telah menambah 9 ladang migas baru dalam 3 tahun terakhir. Delapan dari 9 ladang migas tersebut berada di Indonesia, yaitu Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Sementara itu, satu ladang migas baru berada di Malaysia, yaitu Blok SK-510. Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi yang dijalankan PHE.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, mengatakan bahwa strategi ekspansi yang dijalankan PHE merupakan bagian dari upaya membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan. Asep menambahkan bahwa PHE akan terus memperluas portofolio wilayah kerja eksplorasi maupun produksi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Mengapa & Dampak

Strategi ekspansi yang dijalankan PHE diharapkan dapat meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Dengan menambah ladang migas baru, PHE dapat meningkatkan produksi migas dan meningkatkan pendapatan perusahaan. Selain itu, strategi ekspansi ini juga dapat meningkatkan jumlah lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara.

Asep juga menambahkan bahwa PHE akan terus mempercepat komersialisasi seluruh potensi eksplorasi, baik pada aset eksisting maupun blok-blok baru hasil ekspansi bisnis. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PHE untuk meningkatkan portofolio yang berkualitas dan meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru.

Penutup

Pertamina Hulu Energi terus meningkatkan operasinya dengan menambah 9 ladang migas baru dalam 3 tahun terakhir. Strategi ekspansi yang dijalankan PHE diharapkan dapat meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru dan meningkatkan produksi migas. Dengan demikian, PHE dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan meningkatkan jumlah lapangan kerja. Demikian informasi tentang peningkatan operasi PHE.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Laba PGUN Merosot 47% dalam 6 Bulan Terakhir, Apa Penyebabnya?

**Laba PGUN Merosot 47% dalam 6 Bulan Terakhir, Apa Penyebabnya?** Emiten sawit milik pengusaha Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), mencatat laba bersih periode berjalan hingga semester I tahun 2026 sebesar Rp44,51 miliar. Angka tersebut anjlok 46,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp83,53 miliar. **② APA YANG TERJADI** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi: Perusahaan mencatat penjualan bersih sebesar Rp304,98 miliar, anjlok 20,82% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp385,17 miliar. Beban pokok penjualan juga turun lebih dalam sebesar 33,22% menjadi Rp155,64 miliar dari sebelumnya Rp233,08 miliar. Namun, secara nominal laba bruto tetap turun 1,81% menjadi Rp149,3 miliar, dibandingkan Rp152,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, perusahaan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp6,53 miliar, atau turun 31,87% dari Rp9,58 miliar pada semester I-2025. Namun, efisiensi tersebut tidak mampu mengimbangi lonjakan beban umum dan administrasi yang melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar, meningkat 362,84% dibandingkan Rp17,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. **③ MENGAPA & DAMPAK** Mengapa PGUN mengalami penurunan laba? Perlu diketahui bahwa lonjakan beban umum dan administrasi yang melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar menyebabkan laba PGUN terpangkas 47% dalam 6 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola biaya operasional. Dampak dari penurunan laba PGUN ini adalah bahwa perusahaan akan perlu melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Selain itu, penurunan laba juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. **④ PENUTUP** Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh PGUN adalah mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan. Perusahaan harus melakukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama penurunan laba dan mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan. **H2** **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penurunan laba PGUN dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Beban pokok penjualan turun sebesar 33,22% menjadi Rp155,64 miliar. 2. Beban umum dan administrasi melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar. 3. Laba PGUN terpangkas 47% dalam 6 bulan terakhir. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** PGUN harus melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Perusahaan harus melakukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama penurunan laba dan mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724125343-17-753576/beban-administrasi-melonjak-laba-pgun-terpangkas-47-per-juni-2026, without altering the facts of the original article.

Protelindo Menawarkan Saham dengan Harga Rp 45.000 per Lembar

**Protelindo Menawarkan Saham dengan Harga Rp 45.000 per Lembar** PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) secara resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela (VTO) atas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dengan harga Rp 45.000 per lembar. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen yang telah diraih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SUPR pada 20 Mei 2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Protelindo memiliki secara langsung 1.107.187.889 saham pada SUPR atau yang mewakili 97,33%. Sementara PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), perusahaan yang dikendalikan oleh Protelindo memiliki 29.411.765 saham atau yang mewakili 2,58% dari jumlah seluruh saham SUPR. “Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham Protelindo dalam SUPR baik secara langsung maupun tidak langsung adalah sebesar 1.136.599.654 saham, yang mewakili 99,91% dari jumlah seluruh saham SUPR,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/7/2026). Nantinya, Protelindo akan memiliki saham dalam SUPR baik secara langsung maupun tidak langsung sebanyak 1.137.579.698 saham yang mewakili 100,00% dari jumlah seluruh Saham Perusahaan Sasaran. Berdasarkan formula harga ninimum, harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam kurun waktu sebagaimana disebutkan di atas adalah sebesar Rp 42.295 per saham. Berdasarkan hal tersebut, harga penawaran sebesar Rp45.000 per saham, telah memenuhi dan melebihi harga minimum. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Protelindo memiliki 1.107.187.889 saham pada SUPR atau yang mewakili 97,33% dari jumlah seluruh saham SUPR. 2. Iforte, perusahaan yang dikendalikan oleh Protelindo memiliki 29.411.765 saham atau yang mewakili 2,58% dari jumlah seluruh saham SUPR. 3. Harga penawaran sebesar Rp45.000 per saham telah memenuhi dan melebihi harga minimum. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Langkah ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen yang telah diraih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SUPR pada 20 Mei 2026. Dengan demikian, Protelindo akan memiliki saham dalam SUPR baik secara langsung maupun tidak langsung sebanyak 1.137.579.698 saham yang mewakili 100,00% dari jumlah seluruh Saham Perusahaan Sasaran. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Periode pelaksanaan VTO dijadwalkan berlangsung selama 30 hari bursa, dimulai pada 24 Juli 2026 hingga 24 Agustus 2026. Penawaran dibuka setiap hari kerja mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Pemegang saham publik yang ingin mengikuti VTO diwajibkan melengkapi dan menyerahkan Formulir Pemindahan Transaksi Saham (FPTS) kepada Biro Administrasi Efek sesuai prosedur yang ditetapkan. Seluruh transaksi jual beli saham akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia dengan penyelesaian mengikuti ketentuan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti VTO akan dilakukan paling lambat 12 hari setelah tanggal penutupan, yaitu pada 4 September 2026, sepanjang seluruh dokumen persyaratan telah dipenuhi. Seluruh pembayaran dilakukan dalam mata uang rupiah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724145637-17-753621/protelindo-tender-offer-supr-harga-rp-45000-per-saham, without altering the facts of the original article.

Saham Bank yang Paling Populer Jadi Target Dibuang Investor

**Saham Bank yang Paling Populer Jadi Target Dibuang Investor** **Momen Penentu di Menit Akhir** Saham bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) jadi target dibuang investor asing. Hal ini terjadi meskipun kinerja bank-bank tersebut terlihat kuat hingga paruh pertama tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan bahwa revisi rencana bisnis bank (RBB) untuk sisa paruh kedua tahun ini tidak signifikan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba Rp 30,4 triliun, tumbuh 24,4% secara tahunan (yoy), sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba Rp 2,4 triliun, naik 40,8% secara tahunan (yoy). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga melaporkan laba secara individu per Mei 2026 sebesar Rp 20,42 triliun, naik 9,52% yoy. Namun, meskipun kinerja bank-bank tersebut terlihat kuat, saham mereka jadi target dibuang investor asing. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis ekonomi menunjukkan bahwa arus keluar dana asing dan kebijakan suku bunga acuan adalah dua faktor utama yang menyebabkan saham bank jadi target dibuang investor asing. Dana asing yang belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia membuat investor asing masih melakukan penjualan. Kebijakan suku bunga acuan yang naik 100 basis poin (bps) juga membuat investor asing khawatir tentang biaya dana dan perlambatan kredit. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan kondisi makro yang belum sepenuhnya kondusif, pergerakan saham bank kemungkinan masih cenderung fluktuatif dan sulit mengalami penguatan yang merata. Investor asing masih perlu melihat ke depan dan memperhatikan kualitas pertumbuhan laba, terutama perkembangan margin bunga bersih (NIM), biaya pendanaan (cost of fund), dan biaya kredit (cost of credit) sebelum melakukan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724152251-17-753645/fundamental-kinclong-saham-bank-kok-dibuang-investor, without altering the facts of the original article.

Drama: Harga Saham Koka Indonesia (KOKA) Terancam Jatuh, Perusahaan Buka Suara

**Drama: Harga Saham Koka Indonesia (KOKA) Terancam Jatuh, Perusahaan Buka Suara** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) buka suara terkait pergerakan volatil harga sahamnya belakangan ini. Manajemen menegaskan tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi para pemodal. Penjelasan ini disampaikan perseroan melalui surat bernomor 016.0011/CS/KOKA-IND/VII/2026 tertanggal 24 Juli 2026, sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-08733/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 22 Juli 2026 perihal volatilitas transaksi efek perseroan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kenaikan harga saham KOKA disebabkan oleh sentimen pasar yang optimistis di kalangan investor terkait masuknya pemegang saham baru. Perseroan menyebut, seluruh rangkaian transaksi tersebut telah diungkapkan secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 16 September 2025, penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 6 Maret 2026, hingga penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 17 Juli 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perseroan menyebut telah mengirimkan tiga laporan kepemilikan saham kepada otoritas dan publik pada 20 Juli 2026, yakni laporan kepemilikan saham Ling Sun, PT Kreatif Konstruksi Indonesia, dan Jinfeng Gao. Ketiganya merupakan tindak lanjut dari pengungkapan informasi terkait penandatanganan SPA pada 17 Juli 2026. Perseroan juga memastikan belum memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam tiga bulan ke depan yang berpotensi berdampak terhadap status pencatatan saham di bursa. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Terkait rencana pemegang saham utama dan pengendali, manajemen menyebut pengungkapan informasi terkait rencana perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham pengendali setelah periode lock-up telah disampaikan secara resmi kepada otoritas dan publik. Perseroan berkomitmen akan segera mengungkapkan ke publik apabila di kemudian hari terjadi perubahan kepemilikan saham. Dengan demikian, perusahaan berusaha menenangkan investor dan publik bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkapkan yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi. Namun, masih perlu diwaspadai bahwa pergerakan harga saham KOKA akan terus dipantau dan dianalisis untuk mengetahui potensi dampaknya ke depan. **Keyword utama:** harga saham Koka Indonesia (KOKA), volatilitas transaksi efek, Bursa Efek Indonesia (BEI), sentimen pasar, keputusan investasi **Variasi semantik:** * Harga saham KOKA * Kenaikan harga saham * Sentimen pasar yang optimistis * Volatilitas transaksi efek * Bursa Efek Indonesia (BEI) * Keputusan investasi * Rencana perubahan kepemilikan saham * Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) * Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) * Sale and Purchase Agreement (SPA) * Laporan kepemilikan saham * Rencana aksi korporasi * Status pencatatan saham di bursa

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724153606-17-753637/dicecar-bursa-soal-harga-saham-koka-indonesia–koka–buka-suara, without altering the facts of the original article.

Pertamina Perkuat Fondasi HSSE untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis dan Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Perkuat Fondasi HSSE untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis dan Ketahanan Energi Nasional

Pertamina terus meningkatkan komitmen untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (HSSE) sebagai fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ketahanan energi nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dalam pembukaan HSSE Jambore I Tahun 2026 yang bertema “Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance” di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang, Kamis (23/7).

Dalam pertemuan tersebut, Simon menjelaskan bahwa sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus berkembang dengan tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi operasional, teknologi, maupun ekspansi bisnis. Menurutnya, seluruh pertumbuhan tersebut perlu ditopang oleh fondasi HSSE yang kuat. “Ketika kita berbicara tentang Pertamina hari ini, kita berbicara tentang sebuah sistem besar yang menopang ketahanan energi nasional. Semakin tinggi target yang ingin dicapai, semakin kokoh pula fondasi yang harus dibangun. Fondasi itu adalah HSSE,” ujar Simon.

Dia menjelaskan bahwa HSSE tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap prosedur, tetapi sebagai sistem yang memastikan seluruh operasi berjalan aman, andal, dan konsisten. Sistem ini merupakan kunci untuk memastikan bahwa semua operasi yang dilakukan oleh Pertamina dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan risiko keamanan atau lingkungan.

Dalam upaya meningkatkan fondasi HSSE, Pertamina telah melakukan berbagai upaya, seperti melaksanakan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi karyawan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya HSSE, dan melakukan evaluasi dan audit terhadap semua operasi yang dilakukan. Tujuan dari upaya ini adalah untuk memastikan bahwa semua operasi yang dilakukan oleh Pertamina dapat berjalan dengan aman, andal, dan konsisten.

Pertamina juga telah mengembangkan sistem manajemen HSSE yang efektif dan efisien, yang dapat memastikan bahwa semua operasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan dengan aman dan tidak menimbulkan risiko keamanan atau lingkungan. Sistem ini juga dapat membantu Pertamina untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya HSSE dan meningkatkan keterampilan karyawan dalam bidang HSSE.

Dengan meningkatkan fondasi HSSE, Pertamina dapat memastikan bahwa semua operasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan risiko keamanan atau lingkungan. Hal ini juga dapat membantu Pertamina untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan bisnis.

Dalam kesimpulan, Pertamina terus meningkatkan komitmen untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (HSSE) sebagai fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ketahanan energi nasional. Dengan meningkatkan fondasi HSSE, Pertamina dapat memastikan bahwa semua operasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan risiko keamanan atau lingkungan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Garuda Siap Jelma Jadi Holding Maskapai Pelat Merah dengan Rencana Besar

Garuda Siap Jelma Jadi Holding Maskapai Pelat Merah

Penggabungan maskapai BUMN nasional semakin dekat kenyataan, setelah Kepala Badan Perencanaan BUMN (BP BUMN) dan Kepala Operasional (COO) Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membuka peluang besar bagi Garuda Indonesia untuk berkembang menjadi holding maskapai pelat merah.

Dalam pertemuan tersebut, Dony mengatakan bahwa penggabungan maskapai BUMN merupakan bagian dari konsolidasi maskapai BUMN sebagai langkah strategis memperkuat industri penerbangan nasional. “Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony dalam keterangan tertulis.

Dengan penggabungan ini, Garuda Indonesia diharapkan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dengan maskapai internasional. Dony menekankan bahwa industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional. Sebab, setiap aspek operasional penerbangan akan berpengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan.

“Penggabungan ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan kompetitif Garuda Indonesia, tetapi juga akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan penerbangan bagi penumpang,” kata Dony. Ia juga menambahkan bahwa penggabungan ini akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional maskapai.

Dengan demikian, Garuda Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Penggabungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Garuda Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri penerbangan telah mengalami perkembangan pesat. Namun, kompetisi di bidang ini juga semakin ketat. Oleh karena itu, penggabungan maskapai BUMN semakin mendesak untuk meningkatkan kemampuan kompetitif Garuda Indonesia.

“Penggabungan ini akan membantu meningkatkan kemampuan kompetitif Garuda Indonesia dan meningkatkan keamanan dan kenyamanan penerbangan bagi penumpang,” kata Dony. Ia juga menambahkan bahwa penggabungan ini akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional maskapai.

Dengan demikian, Garuda Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Penggabungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Garuda Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri penerbangan telah mengalami perkembangan pesat. Namun, kompetisi di bidang ini juga semakin ketat. Oleh karena itu, penggabungan maskapai BUMN semakin mendesak untuk meningkatkan kemampuan kompetitif Garuda Indonesia.

Penggabungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan penerbangan bagi penumpang. Dengan demikian, Garuda Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar dan terbaik di Asia Tenggara.

Demikian informasi dari kami.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel

Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Jartatel) telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct). Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menilai bahwa estetika kota memang penting, namun jangan sampai mengorbankan iklim usaha. “Relokasi yang dilakukan secara masif berisiko menumpuk utang besar bagi UMKM di kemudian hari,” ujarnya.

Biaya relokasi jaringan telekomunikasi saat ini berada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per meter. Biaya tersebut dinilai amat memberatkan operator skala kecil jika harus ditanggung secara masif tanpa skema yang jelas.

Kronologi Fakta

Sebelumnya, program penataan kota melalui pemindahan kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct) telah dimulai. Namun, proses ini telah menghadirkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha telekomunikasi. Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi ini. Mereka mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota.

Biaya relokasi jaringan telekomunikasi saat ini berada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per meter. Biaya tersebut dinilai amat memberatkan operator skala kecil jika harus ditanggung secara masif tanpa skema yang jelas.

Mengapa dan Dampak

Relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct) dapat memiliki dampak signifikan bagi UMKM telekomunikasi. Mereka akan terdampak oleh biaya relokasi yang tinggi dan potensi menumpuk utang besar.

Jika proses relokasi ini tidak dilakukan dengan transparansi harga dan akuntabilitas, maka UMKM telekomunikasi akan kehilangan kemampuan untuk bertahan dalam persaingan. Mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan kinerja.

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi ini. Mereka mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota.

Penutup

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct). Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan demikian, Jartatel mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota. Mereka berharap bahwa transparansi harga dan akuntabilitas dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran UMKM telekomunikasi.

Demikian informasi tentang Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.