BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal

**BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal** **Momen Penentu di Menit Akhir** BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda, mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tidak sedikit usaha yang lahir dari masa-masa sulit. Begitu pula dengan BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Lucy mengaku bahwa membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sertifikasi halal tidak hanya memberikan rasa aman bagi konsumen, tetapi juga membawa perubahan bagi Lucy sebagai pelaku usaha. Ia mengaku menjadi lebih percaya diri saat memperkenalkan produknya kepada calon pembeli maupun mitra usaha. Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya,” cerita Lucy. Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. Kini, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan. Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM untuk terus berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya

**Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Saat banyak pejabat menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, Jaksa Agung ke-17 RI, Baharuddin Lopa, malah memilih naik angkutan kota (angkot) pada akhir pekan. Tidak karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Lopa tidak menggunakan mobil dinas bahkan di luar jam kerja, dan juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa adalah seorang jaksa yang memiliki prinsip hidup sederhana. Ia tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu lama, bahkan pada akhir 1980-an, Lopa baru membeli mobil melalui Jusuf Kalla dengan cara mencicil setiap bulan. Rumahnya di Makassar dan Jakarta juga tidak memiliki perabot mahal. Prinsip hidup sederhana tersebut berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesederhanaan Lopa dan ketegasannya dalam memberantas korupsi membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Pada 2 Juli 2001, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para dokter menyatakan penyebab wafatnya adalah serangan jantung. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kematian Lopa tidak membuat prinsip hidup sederhananya dan ketegasannya dalam memberantas korupsi menjadi tidak relevan. Bahkan, keprinsipan Lopa masih relevan hingga saat ini. Pemerintah Indonesia masih memiliki banyak pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, dan masih banyak kasus korupsi yang belum terungkap. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari sikap Lopa, yang tidak pernah meninggalkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Kesederhanaan dan ketegasan Lopa tidak hanya membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung, tetapi juga membuatnya menjadi contoh bagi pejabat lainnya. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Lopa meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi kita, yaitu prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Sebenarnya, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi bukanlah hal baru. Bahkan, sudah lama menjadi prinsip yang dihayati oleh banyak pejabat. Namun, masih banyak pejabat yang lupa dengan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu, kita masih perlu mengingatkan dan meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau

**Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau** **Pembuka** Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sedyatmo juga tidak meninggalkan adat masyarakat tempat ia bekerja. Sebelum pembangunan dimulai, ia memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama oleh warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sementara itu, kepala kerbau dikuburkan karena sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan. Terlepas dari adat tersebut, di tengah proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan dari kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang karena menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku pada teori dalam buku. “Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah dengan jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun tradisi menanam kepala kerbau yang dilakukan sebelumnya semata untuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor yang menentukan keberhasilan konstruksi. Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau Penasihat Utama di Universitas Teknologi Bandung.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer

**Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer** Rama Diyat, seorang guru spiritual yang tak banyak diketahui masyarakat, memiliki peran penting dalam kehidupan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Hubungan keduanya yang erat membuat Rama Diyat menjadi penasehat spiritual yang dihormati di lingkungan Presiden. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1950, Rama Diyat memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. Hubungan keduanya semakin erat ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965, ketika Soeharto merasa kariernya stagnan dan merasa dikucilkan dari lingkaran dalam Ahmad Yani. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Jusuf Wanandi dalam Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia (2012), Soeharto merasa kariernya stagnan dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. Surat pengunduran dirinya sudah ditulis, namun rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada kondisi tersebut, Soeharto berniat mengundurkan diri dari dinas militer. Namun, rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. Soedjono kemudian meminta Soeharto membatalkan niat tersebut. Dia mengingat pesan Rama Diyat yang pernah meramalkan Soeharto akan menjadi orang besar. “Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar,” tulis Sofjan. Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya yang erat menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki peran penting dalam kehidupan Soeharto. Momen penentu di menit akhir ini menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan meramalkan masa depan. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa Rama Diyat adalah sosok yang menginspirasi dan memiliki ramalan yang tokcer.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi

**BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi** CV Swakarya Jaya Furniture, sebuah usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Pemilik usaha Febrina Lossu memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perjalanan Usaha CV Swakarya Jaya Furniture Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sejak awal merintis usaha. Tidak memiliki tempat produksi sendiri, Febrina harus membangun usahanya secara bertahap hingga berhasil menjangkau pasar internasional. Ia mengatakan, “Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang.” Tantangan berikutnya bergeser pada upaya memperluas jaringan dan menemukan buyer baru agar produk dapat terus menjangkau pasar global. Febrina mengungkapkan, “Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer.” **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pelatihan Ekspor yang Sukses Di tengah proses tersebut, Febrina terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk memperkuat kapasitas usahanya. Salah satunya melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli. Program ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan meminimalkan risiko. Bagi Febrina, pelatihan tersebut menjadi ruang belajar yang membuka perspektif baru mengenai praktik ekspor yang lebih profesional. Materi yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Ia mengungkapkan, “Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan CV Swakarya Jaya Furniture Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat. Bagi Febrina, perjalanan usahanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi lebih besar. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dukungan BRI Peduli Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk memahami langkah-langkah memulai ekspor secara mandiri dan strategis, sekaligus meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, CV Swakarya Jaya Furniture menjadi contoh keberhasilan UMKM yang telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan

**Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan** Pada suatu ketika, kehidupan sederhana mantan Menteri Penerangan dan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, menjadi inspirasi bagi masyarakat. Meskipun pernah menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan, Natsir tidak pernah menjalani kehidupan mewah. Bahkan, setelah tak lagi berkuasa, ia tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1946, Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan. Namun, pada saat itu, ia masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. Penampilannya pun jauh dari kesan pejabat elite. Ia dikenal sebagai menteri yang mengenakan jas penuh tambalan. Lalu, ia juga tidak punya mobil mewah. Rumahnya pun kusam, tidak seperti menteri lain. Kondisi tersebut bermula setelah Natsir terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan Soekarno menganggapnya sebagai pemberontak sehingga ia ditahan. Selama menjalani masa penahanan itulah, keluarganya hidup berpindah-pindah di rumah kontrakan. Bahkan setelah dibebaskan pada 1966, Natsir juga harus berdiam diri di rumah kontrakan itu karena belum memiliki rumah sendiri sampai memperoleh tempat tinggal tetap. Membeli rumah pun bukan perkara mudah baginya. Akibat tidak memiliki cukup uang, Natsir harus meminjam dana dari sejumlah sahabat. Pinjaman itu kemudian dicicil selama bertahun-tahun hingga lunas. Rumah yang berhasil dibelinya berada di Jalan Jawa No. 46, yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir ini dapat menjadi pelajaran bagi pejabat saat ini. Meskipun telah menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan, Natsir tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengumpulkan harta. Bahkan setelah pensiun, ia tetap hidup sederhana, sebuah teladan yang wajib ditiru. Dengan demikian, pejabat saat ini dapat belajar untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan pada tahun 1946, namun masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat. 2. Ia terlibat dalam gerakan PRRI dan ditahan oleh pemerintahan Soekarno. 3. Setelah dibebaskan, Natsir harus berdiam diri di rumah kontrakan sampai memperoleh tempat tinggal tetap. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kisah Natsir ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Oleh karena itu, pejabat saat ini perlu untuk tidak melupakan keseimbangan antara kekuasaan dan kewajiban untuk mengembangkan diri dan mengembangkan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Pagi itu, 24 Juli 1915, hujan mengguyur Chicago, tetapi antusiasme tidak surut. Ribuan karyawan listrik Western Electric Company bersama keluarga telah berkumpul sejak subuh untuk mengikuti piknik tahunan perusahaan. Mereka dijadwalkan berlayar melintasi Danau Michigan menuju kota Michigan, Indiana, jaraknya 92 Km. Ribuan orang tersebut kemudian diangkut menggunakan lima kapal sewaan, salah satunya SS Eastland, yang sudah punya reputasi sebagai kapal angkut tercepat di danau-danau besar AS.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sekitar pukul 06.30 waktu setempat, penumpang mulai menaiki kapal. Tak lama kemudian, pada pukul 06.41, Eastland mulai miring ke sisi kanan. Awak kapal berusaha mengatasinya dengan memasukkan air ke dalam tangki agar keseimbangan kembali pulih. Upaya itu sempat berhasil. Kapal kembali tegak, tetapi hanya sesaat. Eastland kembali miring, kali ini ke sisi kiri. Meski demikian, proses naik penumpang tetap berlangsung hingga mencapai 2.500 orang.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kejadian yang begitu cepat membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri. “Ketika perahu itu miring, orang-orang di dek atas terlempar seperti semut yang disingkirkan dari meja,” tulis reporter Chicago Herald, Harlan Babcock, dikutip dari situs History. Sebagian terjebak di dalam kabin, sebagian lainnya tertimpa perabot dan struktur kapal. Sementara banyak korban tenggelam di sungai yang sebenarnya tidak jauh dari bibir dermaga.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut penyelidikan, pengadilan federal mengungkap bahwa tragedi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, terutama modifikasi pada SS Eastland yang membuat kapal semakin berat di bagian atas. Sebelum tragedi terjadi, kapal telah dilengkapi sekoci dan rakit tambahan untuk memenuhi aturan baru di AS yang mewajibkan setiap kapal menyediakan sekoci bagi seluruh penumpang. Ironisnya, penambahan perlengkapan keselamatan itu justru meningkatkan beban di bagian atas kapal sehingga memperburuk masalah stabilitas yang sejak awal telah dimiliki SS Eastland.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam waktu kurang dari satu jam sejak penumpang pertama naik, kapal akhirnya terguling sepenuhnya ke sisi kiri. Atas dasar inilah, jumlah korban jiwa sangat besar. Tercatat ada 844 orang meninggal dunia dan 70%-nya adalah anak muda di bawah 25 tahun. Dampaknya masih dapat dirasakan hingga kini, tenggelamnya SS Eastland tetap dikenang sebagai salah satu bencana maritim paling mematikan dalam sejarah AS.

Tenggelamnya SS Eastland tidak hanya menjadi peringatan atas kesalahan fatal dalam desain dan konstruksi kapal, tetapi juga sebagai contoh bagaimana keselamatan dan keamanan dapat menjadi prioritas dalam industri transportasi. Pada akhirnya, tragedi ini membuka mata kita akan pentingnya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang terus-menerus dalam memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724094026-25-753494/kapal-angkut-karyawan-piknik-terbalik-844-orang-tewas, without altering the facts of the original article.

Asuransi Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Berapa Biaya yang Harus Dibayar?

**Asuransi Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Berapa Biaya yang Harus Dibayar?** Pada Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya perlambatan pembiayaan kendaraan multifinance sebesar 1,44% (yoy) menjadi Rp 402,49 Triliun. Tekanan pada penyaluran kredit multifinance tentu saja akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. Di tengah tekanan ini, industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Mei 2026, OJK melaporkan bahwa pembiayaan kendaraan multifinance mengalami perlambatan sebesar 1,44% (yoy) menjadi Rp 402,49 Triliun. Ini berarti bahwa tekanan pada penyaluran kredit multifinance semakin meningkat, yang kemungkinan besar akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pembiayaan kendaraan multifinance sebesar Rp 402,49 Triliun pada Mei 2026 merupakan penurunan sebesar 1,44% (yoy) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 2. OJK mencatat bahwa tekanan pada penyaluran kredit multifinance semakin meningkat, yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. 3. Industri asuransi diharapkan dapat menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di tengah tekanan ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tekanan pada penyaluran kredit multifinance akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. Industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan, seperti memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi dengan memanfaatkan teknologi digital dan sosial media, serta memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Industri asuransi harus terus mengembangkan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di tengah tekanan pembiayaan kendaraan multifinance. Dengan memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi, dan memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik, industri asuransi dapat meningkatkan kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor dan menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di masa depan. **Kesimpulan** Dalam menghadapi tekanan pembiayaan kendaraan multifinance, industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan. Dengan memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi, dan memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik, industri asuransi dapat meningkatkan kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor dan menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724153122-19-753639/video-kredit-kendaraan-di-mulifinance-anjlok-ini-efeknya-asuransi, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tuding Dibohongi, Peringkat Panda Bond Masih Jadi Sorotan

Purbaya Tuding Dibohongi, Peringkat Panda Bond Masih Jadi Sorotan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia, mengungkapkan bahwa ada yang mengatakan dirinya berbohong soal pemberian rating AAA/Stable obligasi berdenominasi China renminbi, Panda Bond. Pemberian rating ini adalah salah satu faktor yang membuat penerbitan Panda Bond kali ini mendapat perhatian dari masyarakat. Momen Penentu di Menit Akhir Pemerintah Indonesia telah merampungkan penerbitan surat utang global berdenominasi valuta asing yuan atau Panda Bond kemarin, Kamis (24/7/2026). Dalam rilis perdana ini, pemerintah melepas senilai CNY 7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun (dengan asumsi kurs Rp2.655/CNY) atau sekitar US$1 miliar. Dari catatan DJPPR Kemenkeu, Indonesia menawarkan dua tenor, yakni tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar atau sekitar Rp 14,86 triliun serta tenor lima tahun sebesar CNY 1,4 miliar atau sekitar Rp 3,59 triliun. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Dari penawaran perdana ini, Kemenkeu menetapkan Panda Bond tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar ditetapkan dengan yield sebesar 1,90% dan tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar memiliki yield sebesar 2,19%. Adapun, setelmen penerbitan Panda Bond dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Permintaan atau order yang masuk mencapai CNY 17 miliar atau setara dengan Rp 45,23 triliun. Rinciannya, permintaan Panda Bond tenor 3 tahun mencapai CNY12,38 miliar atau sekitar Rp32,86 triliun dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali dan CNY 4,62 miliar atau sekitar Rp 12,26 triliun untuk tenor lima tahun dengan bid-to-cover ratio 3,3 kali. Apa Artinya Ini ke Depan? Mengapa peringkat Panda Bond ini masih menjadi sorotan? Pada dasarnya, peringkat ini menunjukkan tingkat risiko pinjaman yang diberikan oleh investor. Dalam hal ini, peringkat AAA/Stable yang diberikan kepada Panda Bond menunjukkan bahwa obligasi ini memiliki tingkat risiko yang rendah dan stabil. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ada yang mengatakan dirinya berbohong soal pemberian rating ini. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua investor percaya dengan peringkat yang diberikan. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan upaya untuk meningkatkan penerbitan surat utang global, termasuk Panda Bond. Namun, masih ada banyak tantangan yang perlu dihadapi, seperti meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kemampuan negara dalam mengelola utang. Oleh karena itu, peringkat Panda Bond ini masih menjadi sorotan dan menunjukkan bahwa masih ada jalan panjang yang perlu dihadapi untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mengelola utang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724160859-17-753653/purbaya-soal-peringkat-panda-bond-ada-yang-bilang-saya-bohong, without altering the facts of the original article.

Fakta Mengejutkan: IHSG Ditutup Terkoreksi 1,88% ke Level 6.196, Angka yang Menunjukkan Kondisi Pasar

Aksi Jual Besar di Tengah Kondisi Eksternal Meningkatkan Kekhawatiran

Momen penentu di menit akhir perdagangan hari ini adalah aksi jual besar pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. Investor asing juga turut membukukan aksi jual bersih sebesar Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. Sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus membayangi pergerakan pasar. Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global akan kembali menguat dan memperbesar peluang bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kombinasi tekanan eksternal dan berlanjutnya aksi jual pada saham-saham perbankan membuat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, sehingga IHSG menjadi salah satu indeks yang mengalami tekanan cukup dalam pada awal perdagangan hari ini.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

1. Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini. 2. Sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus membayangi pergerakan pasar. 3. Aksi jual besar pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, menjadi pemicu utama pelemahan IHSG.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pelemahan IHSG hari ini menunjukkan bahwa kondisi pasar masih belum stabil. Investor asing akan terus memantau pergerakan pasar dan akan terus membukukan aksi jual jika kondisi eksternal terus meningkatkan kekhawatiran. Oleh karena itu, pelaku pasar harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi pasar hari ini menunjukkan bahwa masih ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum pasar dapat kembali stabil. Pelaku pasar harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan harus memantau pergerakan pasar dengan lebih dekat. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi risiko yang mungkin timbul dari kejadian-kejadian eksternal yang tidak terduga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724160943-17-753660/ihsg-ditutup-terkoreksi-188-ke-level-6196, without altering the facts of the original article.