Indonesia Fashion Week 2026: Ulos Siap Menghentak Panggung dengan Ragam Kreasi

Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 akan menjadi panggung bagi kekayaan wastra Sumatra Utara, khususnya ulos, untuk ditampilkan dalam interpretasi kreatif para desainer Indonesia. Mengusung tema “Ulos Simetria,” perhelatan mode ini diharapkan dapat membawa ulos ke dalam karya fesyen yang lebih kontemporer dan relevan dengan perkembangan zaman.

Momen Penentu di Balik Ulos Simetria

Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, mengatakan bahwa perjalanan IFW selama ini dibangun sebagai platform untuk mempertemukan berbagai potensi industri mode nasional. Menurut dia, salah satu kekuatan fesyen Indonesia terletak pada kemampuan mengolah kekayaan budaya menjadi karya yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Poppy menambahkan bahwa ulos bukan hanya berbicara tentang warisan budaya, tapi bagaimana tekstil Nusantara bisa diinterpretasikan secara kontemporer sehingga memperkuat potensi fesyen Indonesia dan membuka peluang ekonomi. Pemilihan ulos sebagai tema utama juga memiliki makna tersendiri, setelah berulang kali mengeksplorasi batik dan ikat di edisi-edisi sebelumnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut beberapa fakta yang membuat IFW 2026 berbeda:

IFW 2026 akan melibatkan sekitar 200 desainer yang akan menghadirkan beragam eksplorasi terhadap tekstil Indonesia, khususnya ulos. Perhelatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, industri kreatif, pemerintah, serta mitra internasional.

Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat posisi mode Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi para pelaku industri. Wealth Management Division Head Bank BTN, Frengky Rosadrian Perangin-Angin, mengatakan kolaborasi antara dunia perbankan dan industri fesyen kini memiliki peran yang semakin luas.

Menurutnya, sektor keuangan dapat menjadi bagian dari ekosistem yang membantu pelaku kreatif berkembang, termasuk desainer, UMKM, dan pelaku usaha mode.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatra Utara, Dedi Arian Rizki Siregar, tema “Ulos Simetria” bukan hanya tentang memperkenalkan ulos sebagai kain tradisional, namun juga membawa cerita mengenai identitas dan inovasi budaya.

Oleh karena itu, perhelatan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui kreativitas dan transformasi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa tahun ke depan, IFW diharapkan dapat terus menjadi platform bagi industri mode Indonesia untuk berkembang dan meningkatkan kualitas karya-karya fesyennya. Dengan demikian, mode Indonesia dapat semakin dikenal dan dihargai di tingkat nasional maupun internasional.

Ulos Simetria menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem fesyen nasional dan membuka peluang baru bagi para pelaku industri. Dengan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, IFW 2026 diharapkan dapat menjadi momen penting bagi perkembangan mode Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129085/menanti-ragam-kreasi-ulos-di-indonesia-fashion-week-2026, without altering the facts of the original article.

Piala Dunia 2026: Mengapa Merah Muda Jadi Warna yang Dinantikan?

Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang tak hanya mempertemukan tim-tim sepak bola terbaik dunia, tapi juga menjadi panggung bagi tren visual yang unik. Salah satu warna yang paling mencuri perhatian di turnamen ini adalah merah muda, yang muncul dalam berbagai aspek, mulai dari sepatu pemain hingga jersey penjaga gawang. Warna ini tidak hanya menjadi pilihan beberapa pemain, tapi juga mencerminkan perubahan dalam budaya sepak bola yang kini lebih terbuka terhadap ekspresi personal. Merah muda, atau lebih spesifiknya “electric fuchsia”, telah diprediksi sebagai warna yang akan mendominasi tren pada 2026.

Momen Penentu di Lapangan Hijau

Sejumlah pemain terlihat menggunakan perlengkapan bernuansa merah muda selama turnamen. Pemain Inggris dan Ghana menggunakan sepatu berwarna fuchsia, sementara penjaga gawang Benjamin Asare dan Dominik Livaković tampil dengan jersey berwarna mencolok dalam pertandingan mereka. Data menunjukkan bahwa 365 dari 528 pemain yang tampil sebagai starter menggunakan sepatu sepak bola berwarna merah muda yang dirilis berbagai produsen menjelang Piala Dunia 2026. Fakta ini menunjukkan betapa populernya warna merah muda di kalangan pemain sepak bola.

Menurut Brendan Dunne dari platform penjualan ulang StockX, warna merah muda menjadi salah satu pilihan paling diminati konsumen. “Di antara siluet sepatu sepak bola paling populer di platform kami, warna yang paling banyak terjual adalah merah muda,” ujar dia. Popularitas warna tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Pada 2024, sebuah prediksi menyebutkan bahwa “electric fuchsia” akan menjadi salah satu warna yang akan mendominasi tren pada 2026.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pertama, sepak bola selama ini identik dengan warna-warna tradisional seperti hitam, putih, atau warna klub. Namun, perkembangan industri olahraga dan mode membuat pemain semakin bebas menggunakan warna sebagai bagian dari identitas. Kedua, sejumlah rumah mode internasional seperti Cecilie Bahnsen, Dries Van Noten, MM6 Maison Margiela, Chloé, dan Fendi memasukkan warna merah muda dalam koleksi mereka, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh mode dalam olahraga. Ketiga, data sebelumnya juga menunjukkan meningkatnya penerimaan terhadap sepatu sepak bola berwarna cerah, dengan pemain Liga Primer Inggris yang mengenakan sepatu merah muda mencetak 636 gol pada musim 2019/2020.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Felicia Pennant, pendiri dan editor publikasi sepak bola dan mode SEASON zine, klub dan produsen perlengkapan olahraga mempertimbangkan banyak faktor sebelum memilih warna produk. “Jika sebuah warna dianggap membawa kesuksesan, tim akan memperhatikannya,” kata dia. Penggunaan warna cerah dalam sepak bola tidak hanya berkaitan dengan tampilan, tapi juga bagaimana pemain ingin menampilkan karakter mereka di lapangan. Thomas Mace, Wakil Presiden Desain Adidas Football, mengatakan bahwa warna menjadi bagian dari cara pemain mengekspresikan diri di era sepak bola modern.

Warna merah muda, kata Mace, berada di titik temu antara visibilitas, energi, dan kepercayaan diri. Fenomena ini menunjukkan perubahan makna warna merah muda dalam budaya olahraga, yang kini tidak hanya dikaitkan dengan produk olahraga perempuan. Dengan semakin berkembangnya industri olahraga dan mode, dapat diprediksi bahwa penggunaan warna-warna cerah dan unik dalam sepak bola akan semakin umum di masa depan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, kita dapat mengharapkan untuk melihat lebih banyak inovasi dalam hal desain dan warna dalam peralatan sepak bola. Para pemain akan semakin bebas mengekspresikan diri melalui pilihan warna dan gaya yang mereka gunakan. Warna merah muda mungkin hanya awal dari tren yang lebih besar, di mana kreativitas dan ekspresi personal menjadi bagian tak terpisahkan dari olahraga. Dengan demikian, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga panggung bagi perubahan dalam budaya sepak bola yang lebih inklusif dan ekspresif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129087/piala-dunia-2026-merah-muda-jadi-tren-warna-tak-terduga, without altering the facts of the original article.

Viknes Waren Tampil Bravura di Panggung Paris Fashion Week Bersama Jacquemus

Viknes Waren, model Indonesia yang bergabung dengan agensi Elite Model World, tampil memukau di panggung Paris Fashion Week bersama label fesyen asal Prancis, Jacquemus. Ia membawakan koleksi teranyar Simon Porte Jacquemus di tepi Laut Mediterania di Korsika pada 29 Juni 2026. Viknes Waren menjadi salah satu model yang dipilih untuk mempromosikan koleksi Le Bonheur yang berarti kebahagiaan dalam bahasa Prancis.

Momen Penentu di Panggung Paris Fashion Week

Viknes Waren, mantan pemain bola basket asal Yogyakarta, tampil mengenakan kemeja kuning berkerah yang dibalut jas warna turquois berlengan longgar. Atasan itu terlihat rapi dimasukkan ke dalam celana kain gombrong warna cokelat. Sepasang sepatu suede deep sky blue dan slouchy bag besar menggenapi penampilannya yang terkesan necis di tengah teriknya sinar matahari saat itu. Ia sebelumnya juga menjadi salah satu model runway Jacquemus pada awal Januari 2026, membawakan setelan jas berwarna cokelat dengan lidah kerah yang unik.

Apa yang Membuat Koleksi Jacquemus Begitu Spesial?

Koleksi Le Bonheur dari Jacquemus membawa penonton ke Korsika, tempat liburan masa kecil Simon Porte Jacquemus bersama ibunya. Wilayah itu menginspirasinya mengeluarkan koleksi yang berlandaskan pada kain-kain alami yang lembut: katun, linen, dan organza sutra tipis. Desainer tersebut juga terinspirasi oleh karya-karya seni seperti “Gamins au soleil” karya Fernand Léger pada 1907, serta foto-foto yang ia abadikan tentang ibunya saat perjalanan ke Korsika.

Mengapa dan Dampaknya

Keikutsertaan Viknes Waren dalam koleksi Jacquemus merupakan pengakuan akan bakat dan kemampuan model Indonesia di kancah internasional. Selain itu, koleksi Le Bonheur juga menunjukkan bagaimana Jacquemus memahami konsep kebahagiaan melalui fesyen yang santai namun tetap stylish. Dalam konteks yang lebih luas, gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa saat itu juga menjadi perhatian, dengan lebih dari 1.300 kematian berlebih tercatat di Eropa sejak 21 Juni 2026.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Keberhasilan Viknes Waren dan koleksi Jacquemus menjadi inspirasi bagi para penggemar fesyen dan model muda di Indonesia. Viknes Waren masih akan terus berkarir di dunia modeling dan siap untuk menghadapi tantangan baru di masa depan. Sementara itu, Jacquemus akan terus menghadirkan koleksi-koleksi yang inovatif dan memukau, memperkuat posisinya sebagai salah satu label fesyen terkemuka di dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129126/model-indonesia-viknes-waren-beraksi-di-show-jacquemus-paris-fashion-week, without altering the facts of the original article.

Ekonominya Lagi Sulit, Banyak Orang Beralih ke Ritual Kecantikan Minimalis

Ekonomi yang sedang sulit membuat banyak orang beralih ke ritual kecantikan minimalis. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan pemasukan yang tidak bertambah, menghemat menjadi jurus andalan untuk bertahan hidup. Namun, kebutuhan merawat diri tetap harus terpenuhi. Tak heran, ritual kecantikan yang mengusung minimalisme makin diminati.

Ritual kecantikan minimalis bukan berarti mengurangi perhatian terhadap perawatan diri, melainkan lebih memahami kebutuhan kulit dan memilih produk yang tepat. Konsumen kini semakin mengutamakan kualitas daripada kuantitas, serta memilih produk yang efektif, multifungsi, dan sesuai dengan kebutuhan kulit. “Menjadi lebih mindful dalam beauty routine bukan berarti mengurangi perhatian terhadap perawatan diri, melainkan lebih memahami kebutuhan kulit dan memilih produk yang tepat,” kata Chrisanti Indiana, co-founder dan CMO Social Bella.

Apa yang Terjadi?

Untuk mendukung tren tersebut, Social Bella memperkenalkan konsep Less Step, More Care. Bersamaan dengan itu, pihaknya menawarkan solusi perawatan kulit lewat berbagai produk. Rutinitas kecantikan yang lebih sederhana dapat dimulai dari tahap pembersihan wajah. Ariul Cleansing Tissue & Lip Eye Remover Pad hadir sebagai solusi praktis untuk membersihkan wajah dari kotoran, minyak, dan makeup hanya dalam satu langkah.

Formulanya yang lembut dapat membantu menjaga kenyamanan kulit wajah tanpa meninggalkan rasa kering setelah digunakan. Bagi yang memiliki mobilitas tinggi, menjaga kesegaran rambut juga menjadi bagian penting dari rutinitas harian. Rated Green Real Jojoba Dry Shampoo Powder menawarkan solusi cepat untuk menyerap minyak berlebih pada kulit kepala sekaligus memberikan volume pada rambut tanpa meninggalkan residu putih.

Mengapa dan Dampak

Alih-alih menggunakan berbagai produk dengan fungsi serupa, tren terkini menunjukkan konsumen cenderung memilih produk yang mampu menjawab kebutuhan kulit secara spesifik. Salah satunya adalah Sungboon Editor Green Tomato Ampoule+, ampoule yang diformulasikan dengan Green Tomato Extract untuk membantu merawat tampilan pori-pori sekaligus menjaga hidrasi kulit sehingga wajah terlihat lebih halus dan segar.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan konsumsi yang lebih bijak, memilih produk yang benar-benar sesuai kebutuhan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja. Melalui kurasi produk-produk terbaru dari berbagai brand global, Social Bella terus mendukung konsumen dalam menemukan solusi kecantikan yang relevan dengan gaya hidup modern.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Konsumen kini semakin cermat dalam menentukan produk yang mereka gunakan dengan mempertimbangkan fungsi, efektivitas, dan kemudahan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tren skinimalism yang menggeser tren 10 langkah merawat kulit ala Korea ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada industri kecantikan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya memilih produk yang tepat, diharapkan konsumen dapat lebih bijak dalam menggunakan produk kecantikan dan tidak hanya mengikuti tren. Dengan demikian, industri kecantikan dapat terus berkembang dan memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan konsumen.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Walaupun tren skinimalism sudah muncul sejak empat tahun lalu, terutama di saat pandemi Covid-19, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih produk yang tepat. Dengan terus mendukung konsumen dalam menemukan solusi kecantikan yang relevan dengan gaya hidup modern, diharapkan industri kecantikan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif pada masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129139/ritual-kecantikan-minimalis-makin-diminati-in-this-economy, without altering the facts of the original article.

5 Bag Charm yang Sedang Tren, Bikin Tampilan Tas Makin Stylish

Bag charm kekinian menjadi salah satu aksesori yang sedang tren di kalangan Gen Z. Bukan sekadar gantungan kunci biasa, bag charm berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mampu mengubah tas polos menjadi lebih berkarakter dan estetik. Dengan berbagai pilihan mulai dari gantungan berbentuk boneka bulu yang lembut, karakter buah yang segar, hingga desain custom nama yang eksklusif, bag charm kekinian menjadi cara instan untuk mengekspresikan hobi maupun kepribadian.

5 Bag Charm Kekinian yang Sedang Tren

Berikut adalah 5 bag charm kekinian yang sedang tren dan dapat membuat tampilan tas Anda lebih stylish:

Gantungan tas berbentuk buah ini bukan sekadar hiasan biasa, melainkan sebuah mini pouch multifungsi yang sangat berguna. Dengan desain 3D yang detail, aksesori ini memberikan kesan ceria dan segar pada tas ransel maupun tas selempang. Materialnya yang lembut namun kokoh memastikan barang di dalamnya tetap aman. Sangat praktis untuk mengorganisir barang-barang kecil seperti koin, TWS, atau perhiasan agar tidak berantakan di dalam tas besar, sekaligus memberikan sentuhan estetika yang personal. Harga diskon: Rp 68.000, harga asli: Rp 154.545 – hemat 56%.

Bagi pecinta tekstur lembut, gantungan boneka ini adalah pilihan bag charm kekinian yang sempurna. Dilengkapi dengan lonceng kecil, aksesori ini tidak hanya mempercantik tas tetapi juga memberikan penanda suara yang unik saat tas digerakkan. Ukurannya yang pas membuatnya cocok dikaitkan di berbagai jenis tas. Memudahkan pencarian kunci atau tas di tempat ramai berkat suara loncengnya, serta memberikan kesan stylish yang simpel namun tetap menonjol. Harga diskon: Rp 7.599, harga asli: Rp 16.168 – hemat 53%.

Personalisasi sebagai Kunci Gaya

Personalisasi adalah kunci dari gaya Gen Z, dan gantungan nama kustom ini adalah jawabannya. Dengan perpaduan manik-manik warna-warni dan karakter Melody yang populer, tas akan terlihat jauh lebih istimewa dan eksklusif karena tidak akan ada yang menyamai nama yang tertera. Memberikan identitas yang jelas pada barang pribadi agar tidak mudah tertukar, sekaligus mengikuti tren beaded accessories yang sedang viral di media sosial.

Untuk yang berjiwa aktif dan menyukai olahraga seperti badminton atau tenis, bag charm bertema olahraga ini wajib dimiliki. Boneka plush kecil ini hadir dengan detail raket dan bola yang sangat lucu, memberikan kesan sporty namun tetap terlihat manis saat digantung di tas olahraga maupun tas sekolah. Menjadi kado atau koleksi pribadi yang unik bagi para pecinta olahraga, sekaligus menambah tekstur menarik pada tampilan tas sehari-hari. Harga diskon: Rp 20.482, harga asli: Rp 28.848 – hemat 29%.

Mengapa Bag Charm Kekinian Penting?

Memilih bag charm kekinian yang tepat bisa meningkatkan kepercayaan diri dan membuat rutinitas harian terasa lebih menyenangkan. Dengan berbagai pilihan mulai dari yang fungsional hingga yang sangat personal, pastikan koleksi aksesori tas Anda mencerminkan siapa diri Anda sebenarnya. Bag charm kekinian tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan menambahkan sentuhan personal pada tas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bagi pecinta fashion, memiliki koleksi bag charm kekinian yang lengkap adalah sebuah keharusan. Dengan terus berkembangnya tren fashion, pastikan Anda untuk selalu update dengan tren terbaru dan memiliki koleksi yang sesuai dengan gaya Anda. Segera dapatkan koleksi favorit sebelum kehabisan!

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129199/bag-charm-kekinian-yang-wajib-punya-sentuhan-simpel-untuk-upgrade-tampilan-tas, without altering the facts of the original article.

Prancis Resmi Larang Fast Fashion, Apa Dampaknya?

Prancis resmi melarang fast fashion dengan mengesahkan revisi undang-undang anti-fast fashion yang mengatur penjualan pakaian murah produksi massal melalui platform perdagangan elektronik. Aturan tersebut menargetkan perusahaan ultra-fast fashion seperti Shein, Temu, dan AliExpress, yang dinilai mempercepat konsumsi pakaian sekali pakai. Langkah ini menjadi upaya terbaru Prancis untuk mengendalikan dampak industri tekstil terhadap lingkungan. Dengan pengesahan ini, Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang mengambil langkah lebih ketat terhadap industri fast fashion.

Momen Penentu di Menit Akhir

Senat Prancis mengesahkan revisi undang-undang anti-fast fashion pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah Majelis Nasional Prancis lebih dulu menyetujui rancangan aturan tersebut pada pekan sebelumnya. Undang-undang ini memperkenalkan pungutan per produk bagi perusahaan yang memproduksi pakaian dalam jumlah besar. Besaran pungutan akan meningkat secara bertahap dan dapat mencapai maksimal 20 euro per item pada 2030. Namun, nilai pungutan tetap dibatasi hingga 50 persen dari harga produk sebelum pajak.

Pemerintah Prancis akan mengalokasikan sebagian dana dari pungutan tersebut untuk mendukung infrastruktur pengumpulan dan daur ulang tekstil. Aturan baru itu juga mewajibkan perusahaan ultra-fast fashion menampilkan pesan yang mendorong konsumen mengurangi pembelian berlebihan, menggunakan kembali pakaian, dan memperbaiki produk yang masih dapat dipakai. Undang-undang tersebut juga melarang promosi merek ultra-fast fashion, termasuk iklan oleh influencer di media sosial.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Model bisnis fast fashion dinilai berkontribusi terhadap persoalan lingkungan. Industri tekstil menghasilkan hampir 10 persen emisi gas rumah kaca global. Kemudahan membeli dan mengganti pakaian secara cepat membuat konsumsi pakaian meningkat dan memperbesar jumlah limbah tekstil. Dengan aturan baru ini, pemerintah Prancis berharap dapat mengurangi konsumsi pakaian berlebihan, sekaligus mendorong praktik fesyen yang lebih berkelanjutan.

Namun, aturan tersebut juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai regulasi itu belum cukup luas karena tidak secara langsung menyasar perusahaan fesyen Eropa, seperti Zara dan Kiabi. Anggota parlemen lainnya juga mengkritik hasil akhir undang-undang tersebut, menyebut versi yang disahkan telah melemah dibandingkan rancangan awal yang diajukan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang mengambil langkah lebih ketat terhadap industri fast fashion. Pemerintah berharap aturan tersebut dapat mengurangi konsumsi pakaian berlebihan, sekaligus mendorong praktik fesyen yang lebih berkelanjutan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk perdebatan terkait larangan iklan dan kesesuaiannya dengan aturan Uni Eropa.

Kedepan, Prancis masih harus terus berupaya untuk mengubah perilaku konsumsi masyarakat dan mendorong industri fesyen yang lebih berkelanjutan. Dengan pengesahan undang-undang anti-fast fashion ini, Prancis menunjukkan komitmennya untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri tekstil dan mendorong praktik fesyen yang lebih bertanggung jawab.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8129088/prancis-sahkan-undang-undang-anti-fast-fashion, without altering the facts of the original article.

Harga Telur Anjlok ke Rp16 Ribu, Mafia Pasar Siap-siap Kena Jerat Hukum

Harga Telur Anjlok, Peternak Rakyat Terancam

Harga telur ayam di tingkat peternak anjlok ke Rp16.000 per kilogram, membuat peternak rakyat terancam gulung tikar. Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, mengkritik keras mandulnya implementasi mitigasi di lapangan yang membuat harga telur di tingkat peternak hancur di bawah modal produksi. Parlemen menegaskan tidak akan membiarkan regulasi dari pemerintah hanya berakhir sebagai dokumen formalitas tanpa taji dalam melindungi peternak rakyat.

Momen Penentu di Menit Akhir

Merespons gejolak aksi massa asosiasi peternak perunggasan yang menuntut keadilan tata niaga, lintas sektor dari parlemen, Satgas Pangan Jatim, dan perwakilan peternak langsung menyepakati blueprint tindakan darurat. Langkah taktis jangka pendek ini mencakup pengawasan lapangan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Bapanas sebesar Rp26.500 per kilogram, pembersihan akun media sosial penyebar harga liar, serta pemanggilan massal pedagang perantara (middleman) dalam waktu satu minggu.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Anik Maslachah menyatakan bahwa Komisi B segera mendorong penguatan payung hukum secara agresif lewat perluasan regulasi daerah. “Kami mewakili DPRD Jatim akan menindaklanjuti ini dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah) penyelenggaraan tata niaga. Sebenarnya sudah ada Perda Perlindungan Ternak, tapi baru mengatur sapi dan kerbau. Sekarang, perlindungan wajib diberikan kepada peternak telur sebagai pejuang ekonomi agar aturan tidak sekadar jadi macan kertas,” ujar Anik Maslachah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Satgas Pangan Polda Jatim, Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing, memperingatkan para spekulan dan pelaku usaha nakal agar segera menghentikan praktik manipulasi pasar. “Mungkin ada pelaku usaha yang mau melakukan monopoli atau permainan jualan, tolong informasikan ke kita. Kami akan lakukan tindakan secara benar, jangan takut,” tegas Kombes Pol. Roy Sihombing. Sihombing menambahkan bahwa penertiban siber akan berjalan serentak dengan penegakan hukum fisik di pasar untuk menyisir hoaks harga yang disebarkan oleh oknum di media sosial. Kondisi harga telur yang anjlok ini tentu berdampak besar pada peternak rakyat. Yesi Yuni Astuti, Koordinator Lapangan (Korlap) Peternak Blitar, membeberkan fakta bahwa peternak mandiri di daerah berada di ambang gulung tikar karena harga jual telur di kandang sempat hancur menyentuh Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga pakan jagung yang melejit hingga Rp6.700 per kilogram, padahal komponen jagung mendominasi porsi di atas 50 persen dari total biaya pakan. Untuk itu, Satgas Pangan Jatim akan terus memantau situasi dan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang nakal. “Kami akan terus mengawasi dan memastikan bahwa harga telur di tingkat peternak tidak anjlok lagi. Peternak rakyat harus dilindungi dan diberi kesempatan untuk berkembang,” tegas Anik Maslachah. Dengan demikian, diharapkan peternak rakyat dapat kembali berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya. Harga telur yang stabil dan wajar juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa peternak rakyat dapat berkembang dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/harga-telur-hancur-jadi-rp16-ribu-dprd-jatim-dan-satgas-pangan-siapkan-jerat-hukum-untuk-mafia-pasar, without altering the facts of the original article.

Mafia Pasar Telur Jatim Kena Batunya, Satgas Pangan dan DPRD Jatim Bergerak

Mafia Pasar Telur Jatim Kena Batunya, Satgas Pangan dan DPRD Jatim Bergerak

Mafia pasar telur di Jawa Timur (Jatim) akhirnya kena batunya. Harga telur di tingkat peternak yang hancur di bawah modal produksi membuat Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, mengkritik keras mandulnya implementasi mitigasi di lapangan. Parlemen menegaskan tidak akan membiarkan regulasi dari pemerintah hanya berakhir sebagai dokumen formalitas tanpa taji dalam melindungi peternak rakyat.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, menyatakan bahwa Komisi B segera mendorong penguatan payung hukum secara agresif lewat perluasan regulasi daerah. “Kami mewakili DPRD Jatim akan menindaklanjuti ini dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah) penyelenggaraan tata niaga. Sebenarnya sudah ada Perda Perlindungan Ternak, tapi baru mengatur sapi dan kerbau. Sekarang, perlindungan wajib diberikan kepada peternak telur sebagai pejuang ekonomi agar aturan tidak sekadar jadi macan kertas,” ujar Anik Maslachah, Senin (29/6/2026).

Apa yang Terjadi?

Gejolak aksi massa asosiasi peternak perunggasan yang menuntut keadilan tata niaga membuat lintas sektor dari parlemen, Satgas Pangan Jatim, dan perwakilan peternak langsung menyepakati blueprint tindakan darurat. Langkah taktis jangka pendek ini mencakup pengawasan lapangan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Bapanas sebesar Rp26.500 per kilogram, pembersihan akun media sosial penyebar harga liar, serta pemanggilan massal pedagang perantara (middleman) dalam waktu satu minggu. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Satgas Pangan Polda Jatim, Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing, S.I.K., memperingatkan para spekulan dan pelaku usaha nakal agar segera menghentikan praktik manipulasi pasar. “Mungkin ada pelaku usaha yang mau melakukan monopoli atau permainan jualan, tolong informasikan ke kita. Kami akan lakukan tindakan secara benar, jangan takut,” tegas Kombes Pol. Roy Sihombing.

Mengapa dan Dampak

Kondisi harga telur di kandang yang sempat hancur menyentuh Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram membuat peternak mandiri di daerah berada di ambang gulung tikar. Hal ini berbanding terbalik dengan harga pakan jagung yang melejit hingga Rp6.700 per kilogram, padahal komponen jagung mendominasi porsi di atas 50 persen dari total biaya pakan. ” Agar peternak rakyat tidak rugi dan bisa mengantongi margin aman sekitar 5 hingga 10 persen, harga di tingkat peternak idealnya wajib berada di kisaran Rp24.500 hingga Rp26.500 sesuai dengan HAP yang ditetapkan,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Peternak Blitar, Yesi Yuni Astuti.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan komitmen DPRD Jatim dan Satgas Pangan untuk menegakkan aturan dan melindungi peternak rakyat, diharapkan tata niaga telur di Jatim dapat lebih adil dan transparan. Selain itu, penertiban siber akan berjalan serentak dengan penegakan hukum fisik di pasar untuk menyisir hoaks harga yang disebarkan oleh oknum di media sosial. Dengan demikian, diharapkan peternak rakyat dapat meningkatkan kesejahteraannya dan meningkatkan produktivitasnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas telur di Jatim.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/harga-telur-anjlok-dprd-jatim-dan-satgas-pangan-siapkan-jerat-hukum-untuk-mafia-pasar, without altering the facts of the original article.

Silpa APBD Rp 154 Miliar, DPRD Kota Madiun Ancam Evaluasi Kinerja Pemkot

Realisasi APBD Kota Madiun tahun anggaran 2025 menyisakan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) sebesar Rp 154 miliar lebih. Angka ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Madiun yang akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan keuangan Pemkot Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menegaskan bahwa silpa sebesar itu harus menjadi catatan penting dan akan ditindaklanjuti. “Itu akan jadi catatan. Penyebabnya apa harus kita tindak lanjuti. Jangan sampai silpa terlalu tinggi karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Faktor Penyebab Silpa

Menurut Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, salah satu penyebab munculnya silpa adalah efisiensi anggaran dan belum optimalnya perencanaan program. “Ini juga menjadi evaluasi penting bagaimana ke depannya perencanaan itu baik. Mulai dari RPJMD sampai RKPD, semua harus lebih terstruktur supaya target pelaksanaan bisa berjalan sesuai rencana,” ujar Bagus. Selain itu, minimnya realisasi pekerjaan fisik hingga pertengahan tahun juga menjadi penyebab adanya silpa. Kondisi itu dipengaruhi faktor eksternal seperti kenaikan BBM, perubahan aturan, dan kondisi geopolitik yang berdampak pada belanja daerah.

Evaluasi dan Tindak Lanjut

DPRD Kota Madiun akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD 2025 dan akan menjadi bahan penyusunan pandang umum dan pandangan akhir fraksi. “Nanti akan ada catatan-catatan dari fraksi yang harus dipenuhi eksekutif, utamanya Plt Wali Kota Madiun,” ungkap Armaya. Catatan, kritik, serta masukan terhadap kinerja anggaran terutama menyangkut tingginya angka silpa merupakan bentuk kontrol dan pengawasan legislatif. Armaya juga meminta eksekutif menjaga akuntabilitas dan memperbaiki kualitas perencanaan maupun pelaksanaan program ke depan. “Harapannya tidak terulang lagi pada tahun berikutnya,”

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan adanya silpa yang cukup besar, DPRD Kota Madiun berharap Pemkot Madiun dapat memperbaiki kinerja pengelolaan keuangan dan perencanaan program. “Jangan sampai silpa terlalu tinggi karena menyangkut kepentingan masyarakat,” tegas Armaya. Oleh karena itu, evaluasi dan tindak lanjut yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan program-program yang lebih tepat sasaran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kota Madiun masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan program-program yang lebih efektif. Dengan komitmen dari DPRD dan Pemkot Madiun, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Madiun. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama antara legislatif dan eksekutif sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/silpa-apbd-2025-rp-154-miliar-kinerja-pemkot-madiun-bakal-dievaluasi-banggar-dprd-kota-madiun, without altering the facts of the original article.

Kemenhaj Sumbar Siap Guncang Rakernas 2026 dengan Strategi Terbaru

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat (Kemenhaj Sumbar) siap menggebrak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj RI) Tahun 2026 dengan strategi terbaru. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Haji se-Kabupaten/Kota, jajaran Kanwil menyatukan langkah untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan usulan yang akan dibawa ke forum nasional. Kemenhaj Sumbar optimis dapat memberikan kontribusi terbaik di Rakernas sekaligus mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang profesional, akuntabel, dan berfokus pada kepuasan masyarakat.

Persiapan Matang untuk Rakernas

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki, berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kabupaten Agam, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah konsolidasi internal sekaligus membahas seluruh persiapan jelang Rakernas yang dijadwalkan berlangsung pada 3–6 Juli 2026. M Rifki menyatakan bahwa Rakernas menjadi momentum sangat penting bagi kementerian yang baru terbentuk ini. Forum tersebut bertujuan menyelaraskan arah kebijakan nasional serta merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah secara menyeluruh.

Strategi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Dalam sambutannya, M Rifki menyebutkan bahwa Kemenhaj Sumbar ingin memastikan seluruh materi, usulan program, dan kesiapan teknis dipersiapkan matang agar Sumbar dapat memberikan kontribusi nyata. Selain persiapan menghadapi forum nasional, rapat juga membahas rancangan kerja pasca-Rakernas, termasuk rencana kerja sama lintas instansi melalui nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkualitas.

MENGAPA & DAMPAK

Mengapa Rakernas Penting?

Rakernas menjadi sangat penting karena merupakan momentum untuk menyatukan visi, menyampaikan usulan dari daerah, serta memperkuat arah pembangunan organisasi ke depan. M Rifki menekankan bahwa saat ini Kemenhaj sedang berada dalam fase awal pembentukan, sehingga membutuhkan fondasi yang kokoh. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusianya.

Dampak ke Depan

Dengan persiapan yang matang, Kemenhaj Sumbar optimis dapat memberikan kontribusi terbaik di Rakernas sekaligus mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang profesional, akuntabel, dan berfokus pada kepuasan masyarakat. M Rifki berharap seluruh jajaran di tingkat kabupaten dan kota terus mempererat koordinasi serta menjaga semangat kerja sama.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kemenhaj Sumbar masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah. Namun, dengan strategi terbaru dan persiapan yang matang, Kemenhaj Sumbar siap menggebrak Rakernas 2026 dan memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan organisasi. Kemenhaj Sumbar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/hadapi-rakernas-kemenhaj-2026-kemenhaj-sumbar-matangkan-persiapan, without altering the facts of the original article.