BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun

**BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah dominasi penyaluran pembiayaan perumahan dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Angka ini menembus target penyaluran bank dengan total Rp95 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Rp52 triliun untuk Kredit Program Perumahan (KPP). Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa target penyaluran bank sudah hampir 89% tercapai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, Hery mengatakan bahwa program rumah bersubsidi terbagi menjadi dua program, yakni FLPP dan KPP. Menurutnya, BRI telah menyalurkan Rp22 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk FLPP dan Rp52 triliun untuk KPP. Hery juga menyatakan bahwa BRI akan melampaui target penyaluran dengan mencapai lebih dari 100% pada Desember 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI yang mencapai Rp22 triliun menunjukkan bahwa bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan mencapai target penyaluran yang tinggi, BRI telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Hal ini juga menunjukkan bahwa BRI telah berperan penting dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun BRI telah mencapai target penyaluran yang tinggi, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. BRI harus terus berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi dan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus terus berusaha untuk meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau. **Mengapa BRI Mencapai Target Penyaluran yang Tinggi?** BRI mencapai target penyaluran yang tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Mengapa Target Penyaluran BRI Tinggi?** Target penyaluran BRI tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Dampak Penyaluran Pembiayaan Perumahan oleh BRI** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. Dengan memiliki akses ke pembiayaan perumahan, masyarakat dapat memiliki rumah yang terjangkau dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI juga telah meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau, sehingga meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Kesimpulan** BRI telah mencapai target penyaluran pembiayaan perumahan yang tinggi dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721175938-17-752697/penyaluran-pembiayaan-perumahan-bri-tembus-rp22-t-lampaui-bank-lain, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan APBN Hanya Cadangan Dana PFII, Tidak Bisa Digunakan

**Purbaya Tegaskan APBN Hanya Cadangan Dana PFII, Tidak Bisa Digunakan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia menjelaskan bahwa APBN hanya akan menjadi dana cadangan untuk operasional PFII jika diperlukan. **APA YANG TERJADI** Menurut Purbaya, pendanaan awal pembangunan PFII utamanya masih berasal dari kantong para investor, termasuk Danantara. “Enggak semuanya (memakai) APBN. Itu nanti kan yang investornya akan mengeluarkan dana pertama untuk membangun di sana (PFII) kan. Danantara cukup besar uangnya, bukan APBN,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026). Kendati demikian, Purbaya menuturkan pemerintah tetap menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan nilainya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Purbaya menegaskan bahwa APBN tidak akan menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan PFII. 2. Pendanaan awal pembangunan PFII utamanya masih berasal dari kantong para investor. 3. Pemerintah menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keputusan Purbaya ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pembangunan PFII dan keuangan negara. Dengan tidak menggunakan APBN sebagai sumber pembiayaan utama, PFII akan lebih tergantung pada investor dan pendanaan swasta. Namun, Purbaya juga menuturkan bahwa pemerintah akan menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki cadangan untuk menghadapi situasi darurat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keputusan Purbaya ini merupakan langkah awal dalam pembangunan PFII. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII dapat menjadi kenyataan. Pemerintah harus terus menyiapkan pendanaan dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pembangunan PFII. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa PFII dapat beroperasi secara efektif dan efisien, serta tidak memberatkan keuangan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722073151-17-752760/purbaya-buka-bukaan-soal-dana-pfii-apbn-hanya-cadangan, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Restitusi Pajak Batu Bara Rp25 T Membuat Pemerintah Rugi Besar

Purbaya: Restitusi Pajak Batu Bara Rp25 T Membuat Pemerintah Rugi Besar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengembalikan kelebihan bayar pajak atau restitusi pajak untuk pengusaha batu bara hingga Rp25 triliun sepanjang tahun lalu. Hal ini dikatakan Purbaya saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. Momen Penentu di Menit Akhir Purbaya mengatakan bahwa tahun lalu, Pemerintah telah mengembalikan kelebihan bayar pajak atau restitusi pajak untuk pengusaha batu bara hingga Rp25 triliun negatifnya. “Tahun lalu, tahun sebelum ya, saya bayar restitusi PPN (pajak pertambahan nilai) dari batu bara itu sekitar Rp25 triliun negatifnya,” ujarnya kepada awak media. Akibat bayar restitusi tersebut, Purbaya berujar membuat Pemerintah rugi. Apa Artinya Ini ke Depan? Purbaya mengatakan bahwa restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. “Itu yang saya rugi besar tahun lalu. Bukan saya rugi, pemerintah lah.” Oleh karena itu, salah satu upaya dalam mengkompensasi restitusi pajak yang besar ke pengusaha batu bara, Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah akan berupaya menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara. Adanya bea keluar batu bara disebut Purbaya akan menjadi peningkat penerimaan kas negara. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda 1. Restitusi pajak batu bara sebesar Rp25 triliun telah dikembalikan oleh Pemerintah sepanjang tahun lalu. 2. Purbaya mengatakan bahwa restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. 3. Pemerintah akan berupaya menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara untuk meningkatkan penerimaan kas negara. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah akan berupaya meningkatkan penerimaan kas negara dengan menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara. Oleh karena itu, Pemerintah akan meningkatkan batas maksimal restitusi dipercepat bagi pengusaha kena pajak (PKP) tertentu menjadi Rp 1 miliar, dari sebelumnya Rp5 miliar. Dengan demikian, Pemerintah dapat meningkatkan penerimaan kas negara dan mengkompensasi restitusi pajak yang besar ke pengusaha batu bara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722064301-4-752743/restitusi-pajak-batu-bara-rp25-t-purbaya-pemerintah-rugi-besar, without altering the facts of the original article.

Perang Timur Tengah: China dan Rusia Bantu Iran Lawan AS

**Perang Timur Tengah: China dan Rusia Bantu Iran Lawan AS** **Momen Penentu di Menit Akhir** Konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian membara dan meluas ke berbagai sektor strategis dalam 10 hari terakhir. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan gelombang serangan udara terbaru yang menargetkan fasilitas infrastruktur digital milik perusahaan teknologi global. Serangan ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di kawasan Timur Tengah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pasukan IRGC Iran mengeklaim telah meluncurkan gelombang serangan rudal jelajah yang menyasar pusat data perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Amazon, yang berlokasi di Bahrain. Berdasarkan pernyataan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, Fars News Agency, serangan mendadak tersebut berhasil menghancurkan fasilitas infrastruktur data pusat milik Amazon di negara Teluk tersebut. Aktivitas pelayaran komersial di sepanjang jalur perairan vital Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan yang sangat drastis sejak pecahnya kembali pertempuran terbuka antara AS dan Iran. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sektor teknologi secara masif terus terseret ke dalam garis depan pertempuran seiring berlanjutnya operasi militer antara pihak Washington dan Teheran. Penurunan drastis lalu lintas kapal ini berbanding terbalik dengan klaim politik yang disampaikan oleh pihak pemerintah AS. Pemerintahan Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa keamanan perairan Selat Hormuz akan terjamin, namun kenyataannya adalah kapal-kapal melintasi selat dengan transponder mereka dimatikan. Klaim ini menunjukkan bahwa keamanan perairan Selat Hormuz tidak dapat dipercaya dan AS tidak dapat menjaga keamanan di wilayah tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kondisi ini berarti bahwa AS tidak dapat menjaga keamanan perairan Selat Hormuz dan Iran terus berupaya untuk menghambat lalu lintas kapal di wilayah tersebut. Hal ini juga menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat. Dengan demikian, pemerintah AS harus mempertimbangkan untuk memperkuat keamanan di wilayah tersebut dan menemukan cara untuk menghentikan eskalasi konflik dengan Iran. China dan Rusia, yang merupakan dua negara besar yang mendukung Iran, juga harus mempertimbangkan untuk memainkan peran mereka dalam menghentikan konflik ini dan menemukan solusi yang lebih damai.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722060610-4-752737/11-update-perang-timur-tengah-china-rusia-bantu-iran-lawan-as, without altering the facts of the original article.

Prabowo Akan Menentukan Nasib Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah

**Prabowo Akan Menentukan Nasib Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mempersiapkan anggaran tambahan transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 untuk mendukung arus kas pemda. Namun, untuk nilai pasti penambahan TKD itu, ia mengaku harus mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto. **APA YANG TERJADI** Purbaya mengatakan bahwa anggaran tambahan TKD masih dalam proses dan belum bisa diumumkan secara resmi. Ia mengakui bahwa sudah ada masalah fiskal pemda karena anggaran TKD yang menurun. Pemerintah pusat harus terlebih dahulu memeriksa secara detail kondisi kas masing-masing pemda sebelum menentukan penambahan TKD. “Kita memang sedang memeriksa daerah-daerah mana saja yang enggak punya duit, ngakunya kan begitu, kita akan melihat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak,” tegas Purbaya. Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan anggaran tambahan TKD sebesar Rp 13,3 triliun, yang akan meningkatkan pagu TKD menjadi Rp 706,3 triliun dari Rp 693 triliun. Namun, penambahan TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pemerintah telah mempersiapkan anggaran tambahan TKD sebesar Rp 13,3 triliun. 2. Pemerintah harus memeriksa kondisi kas masing-masing pemda sebelum menentukan penambahan TKD. 3. Penambahan TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penambahan anggaran TKD ini sangat penting untuk mendukung arus kas pemda. Namun, proses yang panjang dan kompleks harus dilalui sebelum penambahan TKD ini dapat diumumkan secara resmi. Pemerintah harus memastikan bahwa penambahan TKD ini tidak akan menambah beban fiskal pemda. Jika penambahan TKD ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat diharapkan bahwa arus kas pemda akan meningkat dan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penambahan anggaran TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah harus memastikan bahwa penambahan TKD ini tidak akan menambah beban fiskal pemda. Jika penambahan TKD ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat diharapkan bahwa arus kas pemda akan meningkat dan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Namun, proses yang panjang dan kompleks harus dilalui sebelum penambahan TKD ini dapat diumumkan secara resmi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260721212221-4-752734/anggaran-tambahan-transfer-ke-daerah-2026-tinggal-tunggu-restu-prabowo, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan BK Batu Bara Tidak Jadi Sebab Shortfall Bea Cukai

**Purbaya Tegaskan BK Batu Bara Tidak Jadi Sebab Shortfall Bea Cukai** Pemerintah terus menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan penerimaan bea dan cukai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penerimaan bea dan cukai di tahun 2026 akan jauh dari target yang ditetapkan. Menurut Purbaya, penerimaan bea dan cukai hanya mencapai Rp 320,6 triliun, atau 95,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun. **Momen Penentu di Menit Akhir** Purbaya mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan kebijakan penerapan pungutan terhadap bea keluar batu bara sebagai penyebab utama shortfall penerimaan bea dan cukai. “Nah, itu kan tahun lalu juga sudah nggak ada kan bea keluar batu bara jadi bukan dari situ,” kata Purbaya dalam paparan APBN KiTA kemarin, Selasa (21/7/2026). Purbaya menjelaskan bahwa potensi shortfall setoran kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global yang belum kondusif. Pemerintah merencanakan kebijakan Bea Keluar (BK) untuk ekspor batu bara, namun wacana ini belum dirilis. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemerintah merencanakan kebijakan Bea Keluar (BK) untuk ekspor batu bara dengan tarif yang berjenjang, yakni antara 5% hingga 11%, mengikuti harga batu bara di pasar. Namun, wacana kebijakan pengenaan bea keluar untuk ekspor komoditas batu bara tersebut tidak juga dirilis. Penerimaan bea dan cukai di tahun 2026 hanya mencapai Rp 320,6 triliun, atau 95,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun. Artinya, terjadi shortfall Rp 15,4 triliun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan penerimaan bea dan cukai karena fluktuasi harga komoditas yang dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global yang belum kondusif. Pemerintah harus dapat menemukan solusi untuk meningkatkan penerimaan bea dan cukai agar dapat mencapai target APBN 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Purbaya mengatakan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk meningkatkan penerimaan bea dan cukai. Pemerintah harus dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan ini dan meningkatkan penerimaan bea dan cukai agar dapat mencapai target APBN 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722065748-4-752744/purbaya-bantah-bk-batu-bara-jadi-sebab-shortfall-setoran-bea-cukai, without altering the facts of the original article.

Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS

**Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS** Pertamina terus meningkatkan komitmennya dalam membangun ekonomi warga di sekitar wilayah operasional mereka. Lebih spesifik lagi, mereka telah meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Garbatera yang berfokus pada meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan pelaku UMKM. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Juli 2025, Garbatera telah menggelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi 30 kader Posyandu Desa Balongan disertai bantuan satu unit alat fogging. Pada bulan Agustus 2025, program PELITA (Pengasuhan Lestari Tumbuh Bersama) menjangkau 80 wali murid dan tenaga pendidik di dua PAUD Desa Balongan. Program ini bertujuan memperkuat pola asuh positif sejak usia dini. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda, yaitu: – Edisi Bincang Sehat pada Mei 2026 menjangkau 45 kader Posyandu dan PKK, disertai bantuan alat kesehatan seperti timbangan digital, tensimeter, doppler, dan oximeter untuk memperkuat layanan Posyandu. – Kelompok Olahan Makanan Sehat (Omset) Balongan yang kini rutin memasok produk olahan ikan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak delapan kali sepanjang April 2026, seiring peningkatan pendapatan anggota kelompok sekitar Rp300.000 per bulan. – Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 KWH hasil kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Desa Energi Berdikari pada Maret 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dampak dari berjalannya program TJSL Garbatera sangat signifikan. Antara lain, kehadiran balita ke Posyandu meningkat 30 persen bersamaan dengan pemenuhan gizi pada bulan Vitamin A. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan wali murid mengenai kesehatan keluarga serta pola asuh anak juga tercatat. Selain itu, penguatan layanan kesehatan dasar Posyandu melalui bantuan alat kesehatan dan renovasi Balai Perempuan Desa Balongan sebagai ruang pemberdayaan yang ramah bagi perempuan juga merupakan hasil dari program ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bidan Desa Balongan, Dini S. Z., mengapresiasi konsistensi program TJSL Garbatera. Ia menilai program ini mampu mendukung pemenuhan gizi balita sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal. “Pemberian makanan tambahan ini sangat bermanfaat untuk balita di desa kami, apalagi diolah oleh warga sendiri. Harapannya, kesehatan anak-anak Balongan semakin baik dan angka gizi buruk bisa ditekan,” ujar Dini. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa program CSR Garbatera hadir untuk memastikan kehadiran perusahaan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. “Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Melalui program Garbatera, kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga memastikan proses pengolahannya melibatkan mitra binaan lokal sehingga manfaatnya berlipat, baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” ujar Reno. Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi dalam memastikan program TJSL memberikan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 2 Tanpa Kelaparan, dan poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722073141-4-752757/manfaatkan-plts-pertamina-tingkatkan-ekonomi-kesehatan-warga-balongan, without altering the facts of the original article.

Geger Capres Pilihan Tiba-Tiba Tolak Pencalonan Dirinya, Akui Tak Siap

**Geger Capres Pilihan Tiba-Tiba Tolak Pencalonan Dirinya, Akui Tak Siap** **Momen Penentu di Menit Akhir** Perdana Menteri (PM) Hungaria Peter Magyar membatalkan usulan pencalonan grandmaster catur Judit Polgar sebagai presiden baru negara tersebut setelah tawaran itu secara resmi ditolak oleh Polgar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Faktor utama yang menyebabkan Magyar membatalkan pencalonan Polgar adalah penolakan yang diberikannya sendiri. Polgar mengatakan tidak siap untuk bertanggung jawab penuh bila mendapatkan posisi strategis itu. Pernyataan penolakan dari Polgar memicu perdebatan publik dan menyoroti dinamika politik yang tengah memanas di negara tersebut. **Mengapa & Dampak** Pencalonan Polgar dilakukan tanpa konsultasi publik dan memicu respons di kalangan anggota parlemen dari partai Magyar sendiri. Sejumlah pihak mempertanyakan latar belakang legenda catur dunia yang meraih gelar grandmaster pada usia 15 tahun tersebut, mengingat ia memegang kewarganegaraan ganda Hungaria dan Israel. Keputusan pencalonan tersebut dilaporkan disampaikan Magyar setelah bertemu Polgar dalam acara resepsi Kedutaan Besar AS di Budapest. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pencalonan Polgar yang gagal ini berarti Magyar harus mencari kandidat baru yang mampu mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Ini juga berarti Magyar harus melakukan penyelidikan lebih dalam tentang latar belakang kandidat yang ditunjuknya. Dalam kesimpulan, Magyar harus mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mencari kandidat yang tepat agar dapat memenangkan dukungan dari masyarakat Hungaria. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pencalonan Polgar yang gagal ini menunjukkan bahwa Magyar masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Magyar harus mempertimbangkan kembali keputusannya dan mencari kandidat yang tepat agar dapat memenangkan dukungan dari masyarakat Hungaria. Dalam beberapa bulan belakangan, Magyar telah menutup media massa pemerintah, melarang anggota parlemen Fidesz untuk mencalonkan diri kembali, hingga menyita server data milik partai Orban yang dinilai Fidesz sebagai tindakan melampaui kewenangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722071858-4-752755/geger-capres-pilihan-tiba-tiba-tolak-pencalonan-dirinya-akui-tak-siap, without altering the facts of the original article.

Anggaran MBG Sudah Dipangkas Rp39 T Jadi Rp229 T, Bisa Turun Lagi?

Momen Penentu di Menit Akhir

Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dipangkas menjadi Rp229 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun. Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Lili Khamiliyah mengatakan pengurangan anggaran tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program dan sasaran penerima manfaat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Fakta-fakta yang menarik dari kejadian ini adalah: * BGN menegaskan fokus utama saat ini bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan membenahi tata kelola distribusi program agar lebih efektif dan tepat sasaran. * Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan efisiensi anggaran bukan menjadi tujuan utama BGN. Ia menyebut fokus utama lembaganya saat ini adalah memperbaiki tata kelola program MBG, agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. * BGN tengah melakukan penyisiran ulang terhadap data penerima manfaat MBG, yang mencapai 62,7 juta orang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mengapa pengurangan anggaran MBG ini penting? Artinya bahwa pemerintah sedang melakukan upaya untuk memperbaiki tata kelola program dan memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Dampaknya, jika program MBG berhasil diperbaiki, maka akan lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Namun, perlu diingat bahwa perbaikan tata kelola program MBG bukanlah proses yang mudah. BGN masih harus melakukan evaluasi menyeluruh dan menyisir ulang data penerima manfaat. Oleh karena itu, jangan terlalu cepat berharap bahwa anggaran MBG akan turun lagi. Perbaikan tata kelola program memerlukan waktu dan usaha yang besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722070517-4-752746/anggaran-mbg-sudah-dipangkas-rp39-t-jadi-rp229-t-bisa-turun-lagi, without altering the facts of the original article.

Breaking: Nanik Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala BGN

**Breaking: Nanik Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala BGN** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Fakta ini terungkap dari unggahan media sosial Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, Rabu (22/7/2026). “Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulisnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Dirgayuza, ia mengenal Nanik menjelang Pemilu 2014. Menurutnya selama ini Nanik adalah orang yang tak bisa diam melihat ketidakadilan dan kesulitan. “Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” tambahnya. Diutarakannya lagi selama kepemimpinan Nanik, BGN mengevaluasi 28.000 SPPG yang beroperasi. Ia mengatakan sebanyak 3.000 dapur SPPG telah diberikan klasifikasi A, B, dan C berdasarkan kualitas dan keamanan pangannya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kepemimpinan Nanik di BGN telah meninggalkan jejak yang signifikan. Dalam kurun waktu singkat, ia telah membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan di Badan Gizi Nasional. Namun, keunduranannya juga berarti kehilangan kemampuan dan pengalaman Nanik dalam memimpin lembaga tersebut. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan BGN dalam menangani isu gizi dan kesehatan masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kepemimpinan Nanik di BGN telah menunjukkan bahwa perubahan dan perbaikan dapat terjadi dalam waktu singkat. Namun, keunduranannya juga menunjukkan bahwa perjalanan panjang masih belum berakhir. BGN harus terus berupaya untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, BGN dapat terus berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia. Untuk saat ini, CNBC Indonesia masih mengonfirmasi langsung ke Nanik perihal ini. Belum ada respons dari yang bersangkutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722075526-4-752770/breaking-nanik-deyang-mengundurkan-diri-dari-kepala-bgn, without altering the facts of the original article.