Messi Cetak Rekor, Tak Pikirkan Usia di Piala Dunia

Penyerang timnas Argentina, Lionel Messi, mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia. Ia melampaui rekor 16 gol milik Miroslav Klose melalui golnya pada babak pertama saat Argentina menundukkan Austria 2-0 di Dallas. Messi mencetak satu gol tambahan pada stoppage time babak kedua untuk menggenapkan catatan golnya sepanjang berkarier di turnamen tersebut menjadi 18 gol.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Senin (22/6), Messi menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia mencetak gol pertama Argentina pada babak pertama dan menambah keunggulan timnya pada menit akhir pertandingan. Kemenangan ini membawa Argentina ke posisi teratas Grup J dengan torehan enam poin, unggul tiga poin dari Austria yang menduduki peringkat kedua.

Apa yang Terjadi Sebelumnya?

Sebelumnya, Messi telah mencetak 16 gol di Piala Dunia, sama dengan rekor yang dimiliki Miroslav Klose. Namun, dengan golnya pada pertandingan melawan Austria, Messi berhasil memecahkan rekor tersebut dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia. Ia juga menunjukkan bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk terus bermain di level tertinggi.

Mengapa dan Dampak

Messi tidak memikirkan usianya yang akan menginjak 39 tahun dalam beberapa hari. Ia hanya fokus menjaga kebugarannya dan bermain dengan baik. “Saya tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan usia saya. Saya hanya fokus menjaga kebugaran,” tutur Messi. Kemenangan ini juga berdampak besar pada peluang Argentina untuk lolos ke babak selanjutnya. Dengan kemenangan ini, mereka sudah dipastikan aman untuk melaju ke babak 32 besar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan ini, Messi belum bisa memastikan apakah akan tampil dalam laga pamungkas Argentina di fase grup melawan Yordania pada Sabtu (27/6) mendatang. “Pelatih (Lionel Scaloni) akan memutuskan apakah saya (akan) bermain atau tidak, atau berapa lama saya (akan) bermain,” tutur Messi. Ia juga mengakui bahwa kegagalannya dalam mengeksekusi penalti pada menit kesembilan di laga tersebut “sedikit” memengaruhi timnya. Namun, ia tetap optimis bahwa timnya dapat terus bermain dengan baik dan meraih kesuksesan di turnamen ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5619764/messi-tak-pikirkan-faktor-usia-setelah-ukir-rekor-di-piala-dunia, without altering the facts of the original article.

Cristiano Ronaldo Cetak Brace, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Laga Uji Coba

Cristiano Ronaldo mencetak brace saat membawa Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0 pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat pada Rabu. Kemenangan tersebut merupakan yang pertama bagi Portugal dalam Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada laga pertama. Hasil ini mengantarkan Portugal ke puncak klasemen Grup K dengan koleksi empat poin, unggul satu angka atas Kolombia. Selecao pun menjaga peluang besar melaju ke babak gugur.

Momen Penentu di Awal Pertandingan

Portugal tampil dominan sejak menit-menit awal. Ronaldo membuka keunggulan timnya pada menit ke-6 setelah memanfaatkan umpan mendatar Joao Cancelo dari sisi kanan. Penyerang Al-Nassr itu dengan tenang melepaskan tendangan kaki kanan yang gagal dihalau kiper Uzbekistan, Abduvokhid Nematov. Gol tersebut menjadi gol pertama Ronaldo dalam Piala Dunia 2026 setelah gagal mencetak gol saat Portugal diiimbangi Kongo pada laga pembuka.

Portugal terus menekan dan menggandakan keunggulan pada menit ke-17 melalui Nuno Mendes. Bek kiri tersebut sukses mengeksekusi tendangan bebas langsung yang mengecoh barisan pertahanan Uzbekistan dan mengubah skor menjadi 2-0. Uzbekistan sempat membobol gawang Portugal lewat tendangan jarak jauh Aziz Ganiev. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menemukan ada pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Menjelang turun minum, Ronaldo kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-39, pemain berusia 41 tahun itu menerima umpan terobosan Bruno Fernandes sebelum melepaskan penyelesaian akurat yang membawa Portugal unggul 3-0. Keunggulan tiga gol bertahan hingga babak pertama berakhir. Pada babak kedua, dominasi Portugal tidak mengendur. Tim asuhan Roberto Martinez menambah gol keempat pada menit ke-60 melalui gol bunuh diri bek Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, yang salah mengantisipasi bola di area pertahanan sendiri.

Portugal terus menciptakan peluang sepanjang paruh kedua. Bruno Fernandes nyaris ikut mencatatkan namanya di papan skor, tetapi tembakannya ditepis Nematov. Rafael Leao kemudian melengkapi pesta gol Portugal pada menit ke-87. Dia sukses menuntaskan serangan cepat untuk memastikan kemenangan telak 5-0 bagi timnya.

Apa Artinya Ini bagi Portugal ke Depan?

Kemenangan ini menjaga peluang besar Portugal melaju ke babak gugur. Dengan koleksi empat poin, Portugal unggul satu angka atas Kolombia di puncak klasemen Grup K. Selain itu, kemenangan ini juga menjadi modal penting bagi Portugal dalam persiapan mereka menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sementara itu, Uzbekistan dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun dan gagal meraih poin dari dua pertandingan pertama. Portugal akan terus berusaha meningkatkan performa mereka untuk menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya di Piala Dunia 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5620349/cristiano-ronaldo-cetak-brace-portugal-hancurkan-uzbekistan-5-0, without altering the facts of the original article.

Hasil Piala Dunia 2026: Kroasia Atasi Panama 1-0, Gol Ante Budimir Jadi Pembeda

Kroasia sukses mengalahkan Panama dengan skor 1-0 dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Gol tunggal Ante Budimir di babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat ini. Kemenangan ini menjaga peluang Kroasia untuk lolos ke fase gugur dengan berada di peringkat ketiga Grup L dengan memiliki 3 poin dari dua laga.

Momen Penentu di Babak Kedua

Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan Kroasia yang turun dengan seragam kotak-kotak merah putih tampil cukup hati-hati dalam lima menit pertama. Luka Modric dan kawan-kawan tidak langsung bermain menekan, seolah mencoba membaca ritme permainan Panama lebih dulu. Memasuki menit ke-10, tempo permainan mulai meningkat. Panama juga mulai berani keluar menyerang sehingga duel di lini tengah berlangsung sengit.

Meski kedua tim berusaha mencari celah, peluang berbahaya sangat minim tercipta. Hingga pertandingan memasuki menit ke-30, hanya ada tiga percobaan tembakan yang dilepaskan kedua tim. Dari jumlah tersebut, hanya satu yang mengarah ke gawang dan tidak cukup merepotkan penjaga gawang. Menjelang akhir babak pertama, Kroasia mulai meningkatkan intensitas serangan terutama melalui sisi sayap. Namun rapatnya pertahanan Panama membuat Modric dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.

Memasuki babak kedua, Kroasia tampil lebih tenang dan mulai mendominasi penguasaan bola. Akhirnya, gol yang dinantikan Kroasia pun datang. Ante Budimir mencetak gol tunggal dalam pertandingan ini, membawa Kroasia unggul 1-0.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Kemenangan ini tentu memiliki dampak besar bagi Kroasia. Mereka kini memiliki 3 poin dari dua laga dan berada di peringkat ketiga Grup L. Namun, beberapa pihak menyebutkan bahwa Kroasia memiliki peluang yang kecil untuk mengulangi kisah manisnya sebagai finalis 2022 di edisi kali ini. “Skuad Kroasia itu kan mayoritas hampir sama dengan edisi sebelumnya. Tapi saya rasa peluang Kroasia cukup berat. Apalagi sebelumnya Kroasia mampu menembus final karena waktu itu berada di bracket yang mudah,” ucap Football Enthusiast, Gigih W.

Kroasia masih memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur, namun mereka harus memenangkan pertandingan berikutnya. Jika tidak, maka peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya akan semakin kecil.

Apa Artinya Ini bagi Kroasia ke Depan?

Kemenangan ini tentu menjadi modal penting bagi Kroasia untuk melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia 2026. Namun, mereka harus tetap waspada dan tidak boleh lengah. Kroasia harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi pertandingan berikutnya dan berusaha untuk memenangkan laga tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh</hassistant

Kroasia sukses mengalahkan Panama dengan skor 1-0 dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Gol tunggal Ante Budimir di babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat ini. Kemenangan ini menjaga peluang Kroasia untuk lolos ke fase gugur dengan berada di peringkat ketiga Grup L dengan memiliki 3 poin dari dua laga.

Momen Penentu di Babak Kedua

Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan Kroasia yang turun dengan seragam kotak-kotak merah putih tampil cukup hati-hati dalam lima menit pertama. Luka Modric dan kawan-kawan tidak langsung bermain menekan, seolah mencoba membaca ritme permainan Panama lebih dulu. Memasuki menit ke-10, tempo permainan mulai meningkat. Panama juga mulai berani keluar menyerang sehingga duel di lini tengah berlangsung sengit.

Meski kedua tim berusaha mencari celah, peluang berbahaya sangat minim tercipta. Hingga pertandingan memasuki menit ke-30, hanya ada tiga percobaan tembakan yang dilepaskan kedua tim. Dari jumlah tersebut, hanya satu yang mengarah ke gawang dan tidak cukup merepotkan penjaga gawang. Menjelang akhir babak pertama, Kroasia mulai meningkatkan intensitas serangan terutama melalui sisi sayap. Namun rapatnya pertahanan Panama membuat Modric dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.

Memasuki babak kedua, Kroasia tampil lebih tenang dan mulai mendominasi penguasaan bola. Akhirnya, gol yang dinantikan Kroasia pun datang. Ante Budimir mencetak gol tunggal dalam pertandingan ini, membawa Kroasia unggul 1-0.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Kemenangan ini tentu memiliki dampak besar bagi Kroasia. Mereka kini memiliki 3 poin dari dua laga dan berada di peringkat ketiga Grup L. Namun, beberapa pihak menyebutkan bahwa Kroasia memiliki peluang yang kecil untuk mengulangi kisah manisnya sebagai finalis 2022 di edisi kali ini. “Skuad Kroasia itu kan mayoritas hampir sama dengan edisi sebelumnya. Tapi saya rasa peluang Kroasia cukup berat. Apalagi sebelumnya Kroasia mampu menembus final karena waktu itu berada di bracket yang mudah,” ucap Football Enthusiast, Gigih W.

Kroasia masih memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur, namun mereka harus memenangkan pertandingan berikutnya. Jika tidak, maka peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya akan semakin kecil.

Apa Artinya Ini bagi Kroasia ke Depan?

Kemenangan ini tentu menjadi modal penting bagi Kroasia untuk melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia 2026. Namun, mereka harus tetap waspada dan tidak boleh lengah. Kroasia harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi pertandingan berikutnya dan berusaha untuk memenangkan laga tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kroasia masih memiliki jalan panjang untuk mencapai tujuan mereka. Mereka harus terus bekerja keras dan tidak boleh menyerah. Dengan semangat dan kerja keras, Kroasia dapat mencapai tujuan mereka dan menjadi juara Piala Dunia 2026.

Kroasia akan terus berjuang untuk mencapai tujuan mereka. Dengan kemenangan ini, mereka telah menunjukkan bahwa mereka masih memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur. Namun, mereka harus tetap fokus dan tidak boleh lengah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/superskor/7845832/hasil-piala-dunia-2026-kroasia-tekuk-panama-1-0-gol-ante-budimir-jaga-asa-lolos-ke-fase-gugur, without altering the facts of the original article.

Kabar Duka dari Prancis: Didier Deschamps Dipastikan Absen di Laga Krusial Lawan Norwegia

Didier Deschamps dipastikan absen dalam laga krusial Timnas Prancis melawan Norwegia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 58 tahun itu terpaksa meninggalkan kamp Les Bleus di Amerika Serikat setelah menerima kabar duka atas meninggalnya sang ibu. Absennya Deschamps tentu menjadi kerugian tersendiri bagi Prancis, meski Les Bleus sudah memastikan lolos ke babak 32 besar.

Kabar Duka yang Mengguncang Timnas Prancis

Deschamps menerima kabar duka pada Selasa pagi dan langsung kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengkonfirmasi ketidakhadiran Deschamps dan menyatakan bahwa asisten pelatih Guy Stephan akan memimpin tim selama Deschamps berada di Prancis. FFF juga menyampaikan belasungkawa kepada Deschamps dan keluarganya.

Mengapa Absennya Deschamps Penting?

Absennya Deschamps memiliki dampak signifikan bagi Timnas Prancis. Meskipun Les Bleus sudah memastikan lolos ke babak 32 besar, hasil pertandingan kontra Norwegia tetap krusial untuk menentukan posisi akhir di klasemen grup. Jika Prancis finis sebagai juara grup, mereka akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C/D/F/G/H. Sementara jika menjadi runner-up, mereka akan bertemu salah satu tim peringkat kedua dari Grup E.

Prancis tetap dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Berdasarkan data Opta Analyst, peluang Les Bleus menjadi juara mencapai 23,50 persen, ditopang performa impresif dalam dua laga awal. “Pasti favorit juara, Prancis itu minimal semifinalis di Piala Dunia 2026,” kata football enthusiast Gigih dalam podcast Super Taktik.

Apa Artinya Ini bagi Timnas Prancis ke Depan?

Absennya Deschamps menjadi tantangan bagi Timnas Prancis, tetapi juga menjadi kesempatan bagi asisten pelatih Guy Stephan untuk menunjukkan kemampuannya. Selain itu, Les Bleus tetap memiliki skuad yang kuat dan berpengalaman, sehingga dapat menghadapi pertandingan kontra Norwegia dengan percaya diri. Yang pasti, Prancis akan terus menjadi tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Timnas Prancis, dan absennya Deschamps hanya menjadi salah satu ujian yang harus dihadapi. Les Bleus akan terus menjadi tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/superskor/7845833/kabar-duka-selimuti-prancis-didier-deschamps-absen-di-laga-penentuan-lawan-norwegia, without altering the facts of the original article.

Piala Dunia 2026: Daftar Negara yang Sudah Dipastikan Gugur dari Turnamen

Piala Dunia 2026 telah memasuki matchday kedua babak penyisihiran grup, namun sejumlah tim sudah dipastikan gagal melangkah ke fase gugur setelah menelan dua kekalahan beruntun. Tunisia menjadi tim terbaru yang dipastikan angkat koper dari turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut setelah kalah telak 0-4 dari Jepang dalam laga Grup F.

Kronologi Kekalahan Tim-Tim yang Tersingkir

Tunisia kalah 0-4 dari Jepang setelah sebelumnya dibekuk Swedia dengan skor 1-5. Dengan nol poin dari dua pertandingan, Tunisia tidak lagi memiliki peluang lolos ke babak berikutnya. Sebelum Tunisia, dua negara lain lebih dulu dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, yakni Turki dan Haiti. Turki harus mengakhiri perjalanan lebih cepat setelah menelan kekalahan dalam dua pertandingan awal Grup D melawan Australia dan Paraguay. Sementara itu, Haiti juga gagal meraih poin usai kalah dari Skotlandia dan Brasil di fase grup.

Momen Penentu di Grup F

Kekalahan Tunisia dari Jepang menjadi momen penentu yang membuat mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026. Padahal, Tunisia masih menyisakan satu laga melawan Belanda, namun mereka tetap tidak dapat mengejar posisi pesaingnya di Grup F karena kalah dalam perhitungan head-to-head dari Jepang maupun Swedia.

Apa Artinya Ini bagi Tim-Tim yang Tersingkir?

Kegagalan Tunisia, Turki, dan Haiti melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 tentu memiliki dampak besar bagi tim-tim tersebut. Mereka harus kembali ke negaranya dan mengevaluasi kinerja mereka selama turnamen. Kegagalan ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan motivasi tim untuk kompetisi-kompetisi mendatang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun beberapa tim sudah tersingkir, namun masih banyak tim yang masih berjuang untuk melaju ke fase gugur. Daftar tim yang tersingkir diperkirakan masih akan bertambah seiring berjalannya matchday kedua. Sejumlah negara yang belum mengoleksi poin dan berada dalam posisi rawan antara lain Senegal, Irak, Yordania, Aljazair, Uzbekistan, Panama, dan Kroasia. Piala Dunia 2026 masih menyajikan banyak kejutan dan pertandingan menarik yang dapat dinantikan oleh para penggemar sepak bola.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623104305-33-744929/daftar-negara-yang-sudah-pasti-tersingkir-dari-piala-dunia-2026, without altering the facts of the original article.

Ronaldo Cs Hancurkan Uzbekistan 5-0, Siu!

Portugal sukses menghancurkan Uzbekistan dengan skor 5-0 pada laga kedua Grup K di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari. Cristiano Ronaldo menjadi bintang kemenangan timnya dengan mencetak dua gol pada menit ke-6 dan 39′. Hasil ini membuat Ronaldo menjadi manusia pertama yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.

Momen Penentu di Awal Pertandingan

Pertandingan ini dimulai dengan sangat baik bagi Portugal ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol pada menit ke-6. Gol tersebut menjadi awal dari kemenangan besar Portugal. Nuno Mendes juga mencetak gol pada menit ke-17, menambah keunggulan Portugal menjadi 2-0. Ronaldo kembali mencetak gol pada menit ke-39, membuat skor menjadi 3-0 sebelum babak pertama berakhir.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Pada babak kedua, Portugal masih menunjukkan dominasinya. Abduvakhid Nematov melakukan gol bunuh diri pada menit ke-60, membuat skor menjadi 4-0. Rafael Leao, yang masuk sebagai pemain pengganti, juga mencetak gol, menambah keunggulan Portugal menjadi 5-0. Dengan kemenangan ini, Portugal melonjak ke puncak klasemen sementara Grup K dengan raihan empat poin.

Apa Artinya Ini bagi Portugal ke Depan?

Kemenangan ini sangat penting bagi Portugal karena mereka sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga pembuka. Dengan kemenangan ini, Portugal kini memimpin klasemen Grup K, unggul satu poin dari Kolombia yang berada di posisi kedua. Hasil ini juga menjadi catatan sejarah bagi Cristiano Ronaldo, yang kini menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah meraih kemenangan penting, Portugal masih memiliki jalan panjang di Piala Dunia 2026. Mereka harus terus menunjukkan performa yang baik untuk memastikan diri lolos ke babak berikutnya. Dengan skuad yang kuat dan performa yang meningkat, Portugal diharapkan dapat melangkah jauh di turnamen ini. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya kini siap menghadapi tantangan berikutnya dengan percaya diri tinggi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260624070406-34-745185/siu-momen-bang-ronaldo-pimpin-kemenangan-portugal-5-0-atas-uzbekistan, without altering the facts of the original article.

Mesir Raih Kemenangan Perdana, Tundukkan Selandia Baru 3-1

Mesir sukses meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 dalam laga lanjutan Grup G di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Senin WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan perdana Mesir di putaran final Piala Dunia dalam penampilan mereka di empat edisi. Mostafa Ziko, Mohamed Salah, dan Trezeguet menjadi pahlawan kemenangan Mesir, sementara Finn Surman mencetak gol untuk Selandia Baru.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mesir membuka lebar peluang untuk lolos ke babak gugur, karena kini bercokol di puncak klasemen sementara Grup G dengan raihan empat poin. Sementara Selandia Baru (1) terperosok di dasar klasemen dan harus berjuang keras jika ingin melaju ke babak gugur. Pertandingan dimulai dengan Mesir mencoba tampil menekan sejak sepak mula, namun Selandia Baru memainkan permainan sabar yang sukses membuahkan keunggulan 1-0 lewat gol Surman pada menit ke-15.

Berawal dari percobaan tembakan Elijah Just yang masih bisa dimentahkan kiper Oufa Shobeir, sepak pojok yang diperoleh Selandia Baru dieksekusi oleh Tim Payne demi disambut tandukan Surman di muka gawang Mesir. Gol itu kian memantik Mesir untuk tampil semakin menyerang, tetapi pertahanan Selandia Baru masih rapat dan peluang terbaik The Pharaohs lahir dari sepakan Salah yang masih melebar tipis di sisi gawang pada menit ke-35 sebelum akhirnya babak pertama berakhir tanpa perubahan kedudukan.

Comeback yang Spektakuler

Mesir mengawali babak kedua dengan tampil lebih agresif memanfaatkan serangan sektor sayap hingga akhirnya pada menit ke-58 Mohamed Hany mengirim umpan terukur ke dalam kotak penalti yang langsung disambut sundulan Mostafa Ziko demi mengubah skor menjadi 1-1. Sembilan menit berselang, Salah terbebas dari penjagaan di sektor kanan serangan Mesir dan melepaskan tembakan terarah demi menjebol gawang Selandia Baru sekaligus membawa Mesir berbalik memimpin.

Mesir berusaha mencegah Selandia Baru memperoleh momentum kebangkitan dan terus tampil menekan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-82, saat umpan silang Salah berhasil diselesaikan tandukan Trezeguet demi memperbesar keunggulan Mesir 3-1 atas Selandia Baru. Di sisa waktu yang ada, Selandia Baru tak mampu keluar dari tekanan dan skor 3-1 bagi Mesir tak berubah hingga peluit tanda laga bubaran terdengar.

Apa Artinya Ini bagi Mesir ke Depan?

Kemenangan ini memiliki arti penting bagi Mesir karena mereka kini memiliki peluang besar untuk lolos ke babak gugur. Selain itu, kemenangan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri tim dan menjadi modal penting untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mesir akan menghadapi Iran pada Sabtu (27/6) WIB, dan kemenangan dapat memastikan mereka lolos ke babak gugur.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah meraih kemenangan perdana, Mesir masih harus terus bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka. Mereka masih harus menghadapi lawan-lawan tangguh di babak gugur dan mempertahankan performa yang baik. Namun, dengan kemenangan ini, Mesir telah menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing dengan tim-tim kuat lainnya di Piala Dunia 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Duel Portugal vs Uzbekistan: Misi Cristiano Ronaldo Raih Kemenangan

Portugal akan menghadapi Uzbekistan dalam pertandingan penyisihan Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026) waktu setempat. Cristiano Ronaldo, bintang timnas Portugal, memiliki misi untuk meraih kemenangan dan mengembalikan performanya setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan sebelumnya melawan Republik Demokratik Kongo. Ronaldo saat ini tertinggal dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Momen Penentu di Piala Dunia 2026

Dalam pertandingan melawan Kongo, Portugal mendominasi laga dengan 75,4 persen penguasaan bola dan akurasi umpan 92,5 persen. Namun, mereka hanya mampu melepaskan tujuh tembakan ke arah gawang dan gagal mencetak gol selain dari Joao Neves pada menit keenam. Ronaldo sendiri gagal mencetak gol dan memiliki probabilitas gol yang lebih rendah dibandingkan dengan striker Kongo, Yoane Wissa.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Ronaldo memiliki catatan yang tidak memuaskan dalam dua Piala Dunia terakhir. Ia kesulitan membawa dampak kepada timnas Portugal dan tertinggal dari Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Messi sendiri telah mencetak 18 gol dalam Piala Dunia dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Apa Artinya Ini bagi Timnas Portugal?

Kekalahan dari Kongo membuat Portugal menjadi tim pertama sejak Piala Dunia 1966 yang kalah jumlah tembakan walau mendominasi 70 persen penguasaan bola. Hal ini menunjukkan bahwa tim asuhan Roberto Martinez tersebut masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan performanya. Ronaldo dan timnas Portugal harus meningkatkan kemampuan mereka jika ingin menjadi salah satu calon juara Piala Dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Portugal masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performanya dalam pertandingan melawan Uzbekistan. Ronaldo dan timnas Portugal harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan mereka dan meraih kemenangan. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan peluang mereka untuk menjadi salah satu calon juara Piala Dunia dan mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Gebuk Irak 3-0 dalam Laga Persahabatan

Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk mengantar tim nasional Prancis menundukkan Irak 3-0 dalam laga kedua Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa WIB. Prancis langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Baru satu menit pertandingan berjalan, Manu Kone sudah melepaskan percobaan ke arah gawang Irak.

Momen Penentu di Awal Pertandingan

Tekanan anak-anak asuhan Didier Deschamps semakin meningkat melalui Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Kylian Mbappe. Namun, Irak masih mampu bertahan. Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-14. Berawal dari percobaan tembakan Olise, bola kemudian diteruskan kepada Mbappe yang sukses menjebol gawang Irak.

Setelah tertinggal, Irak mencoba memberikan respons. Namun, tim asuhan Graham Arnold mendapat masalah ketika penyerang utama Aymen Hussein mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-26. Ali Al-Hamadi yang masuk sebagai pengganti memberi dampak langsung saat saat dua kali menciptakan percobaan ke arah gawang Prancis dan menjadi ancaman serius bagi lini belakang Les Bleus.

Dominasi Prancis di Babak Kedua

Memasuki akhir babak pertama, laga berlangsung cukup keras dengan sejumlah pelanggaran yang dilakukan kedua tim, sebelum wasit akhirnya meniup peluit mengakhiri babak pertama dengan keunggulan sementara 1-0 untuk Prancis. Laga babak kedua sempat ditunda beberapa waktu akibat cuaca buruk. Ketika laga dilanjutkan, Prancis kembali mengambi kendali permainan.

Bradley Barcola mengancam gawang Irak melalui sebuah percobaan pada menit ke-53. Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol satu menit kemudian. Pada menit ke-54, Mbappe mencetak gol keduanya. Berawal dari kerja sama apik dengan Dembele, sang kapten Prancis sukses menuntaskan peluang dan membawa timnya unggul 2-0 yang mempertegas dominasi mereka dalam laga itu.

Apa Artinya Ini bagi Prancis dan Irak?

Dengan kemenangan ini, Prancis semakin kokoh dalam persaingan Grup I Piala Dunia 2026. Kemenangan ini juga menjadi modal penting bagi Prancis untuk melanjutkan perjuangan mereka di turnamen ini. Sementara itu, Irak harus bekerja keras untuk memperbaiki performa mereka dan tidak tertinggal jauh dari pesaing lainnya.

Irak berusaha mencari momentum melalui sejumlah pergantian pemain. Pelatih Irak Graham Arnold memasukkan Youssef Amyn dan Rebin Sulaka guna menambah energi baru di lapangan. Namun, Prancis tetap tampil lebih berbahaya. Serangan bertubi-tubi kembali dilancarkan Prancis menjelang pertengahan babak kedua melalui Olise, Dembele, serta Adrien Rabiot bergantian menguji ketangguhan kiper Ahmed Basil.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-66. Berawal dari rangkaian tekanan yang menghasilkan beberapa tendangan sudut, Dembele sukses memanfaatkan umpan Olise untuk menjebol gawang Irak. Skor berubah menjadi 3-0. Tak lama setelah gol tersebut, pelatih Prancis melakukan sejumlah rotasi dengan menarik keluar Olise dan Dembele. Rayan Cherki serta Desire Doue masuk untuk menjaga intensitas permainan tim.

Irak tidak menyerah begitu saja. Mereka memperoleh tendangan sudut melalui Zidane Iqbal yang menghasilkan dua peluang beruntun dari Rebin Sulaka dan Ali Al-Hamadi. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan. Sementara itu, Mbappe terus menjadi ancaman bagi pertahanan Irak. Penyerang berusia 27 tahun tersebut mencatat beberapa percobaan tambahan pada menit-menit akhir sebelum ditarik keluar pada masa injury time.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Laga Puncak Piala Dunia 2026: Prancis Hajar Irak 3-0, Mbappe Kian Dekati Rekor Messi

Prancis sukses mengalahkan Irak dengan skor telak 3-0 dalam laga puncak Piala Dunia 2026 yang digelar di Philadelphia Stadium, Selasa (23/6/2026) pagi WIB. Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Les Bleus dengan mencetak dua gol, sementara Ousmane Dembele menambahkan satu gol lainnya. Hasil ini membuat Prancis mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar.

Momen Penentu di Awal Pertandingan

Prancis langsung tampil menekan sejak peluit awal dibunyikan. Pasukan Didier Deschamps menguasai permainan dan membuat Irak lebih banyak bertahan di wilayah sendiri. Mbappe membuka keunggulan Prancis pada menit ke-14 lewat aksi individu yang apik. Ia menusuk ke area berbahaya sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Irak. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Prancis.

Setelah gol tersebut, Prancis terus menekan dan akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-30 lewat gol kedua Mbappe. Kerja sama apik di sisi kanan antara Mbappe dan Michael Olise berbuah gol yang spektakuler. Mbappe kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang tak bisa dihentikan kiper Irak.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Laga ini sendiri sempat berjalan tidak biasa karena hujan deras memaksa pertandingan dihentikan lebih dari dua jam. Namun setelah laga dilanjutkan, Prancis tetap tampil dominan dan menuntaskan perlawanan Irak. Ousmane Dembele menambahkan satu gol lainnya untuk Prancis pada menit ke-60, membuat skor menjadi 3-0.

Dengan kemenangan ini, Mbappe kini total mengoleksi 16 gol di putaran final Piala Dunia. Catatan itu membuat penyerang Real Madrid tersebut semakin dekat dengan rekor Lionel Messi sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia yang baru saja menembus 18 gol bersama Argentina. Artinya, Mbappe kini hanya terpaut dua gol dari Messi.

Apa Artinya Ini bagi Prancis ke Depan?

Kemenangan ini membuat Prancis mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar. Peluang Mbappe untuk terus memangkas jarak bahkan menyalip rekor La Pulga masih terbuka sangat lebar, mengingat usianya yang masih 27 tahun. “Mbappe akan tetap menjadi tumpuan bagi Didier Deschamps. Seperti Ancelotti, dia itu tipikal pelatih yang mengutamakan sosok pembeda sebagai kunci,” kata football enthusiast, Gigih.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Prancis masih memiliki beberapa pertandingan yang harus dimenangkan untuk memastikan posisi mereka di babak selanjutnya. Namun dengan performa seperti ini, Les Bleus tampaknya siap untuk menantang tim-tim kuat lainnya di Piala Dunia 2026. Dengan Mbappe sebagai tumpuan, Prancis berpotensi menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di turnamen ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.