Reaksi Netizen di Linimasa: Inggris Kalah, Argentina Melaju ke Final Piala Dunia

Argentina memastikan diri melaju ke final Piala Dunia setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang digelar pada Sabtu, 12 Desember 2022. Kemenangan ini memicu reaksi beragam dari netizen di linimasa. Inggris harus rela meninggalkan turnamen setelah kalah dalam pertandingan yang cukup sengit. Argentina akan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Maroko di final.

Reaksi Netizen di Linimasa

Pertandingan antara Inggris dan Argentina memang sangat dinantikan oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia. Kedua tim memiliki sejarah panjang dalam sepak bola dan selalu menyajikan pertandingan yang menarik. Dalam pertandingan ini, Argentina berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh pemain mereka. Namun, Inggris mampu menyamakan skor dan membuat pertandingan semakin menarik.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada akhirnya, Argentina berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat Argentina melaju ke final Piala Dunia dan akan menghadapi tantangan baru. Inggris harus rela meninggalkan turnamen dan mempersiapkan diri untuk kompetisi selanjutnya. Momen penentu dalam pertandingan ini terjadi pada menit akhir, ketika Argentina berhasil mencetak gol kedua mereka.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kemenangan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Argentina. Mereka berhasil melaju ke final Piala Dunia dan memiliki kesempatan untuk memenangkan gelar juara. Bagi Inggris, kekalahan ini berarti mereka harus kembali mempersiapkan diri untuk kompetisi selanjutnya. Kemenangan ini juga membuktikan bahwa Argentina memiliki tim yang solid dan siap untuk menghadapi tantangan baru.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Argentina masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk memenangkan gelar juara Piala Dunia. Mereka harus menghadapi lawan yang tangguh di final dan mempersiapkan diri untuk pertandingan yang sangat sulit. Namun, dengan kemenangan ini, Argentina memiliki motivasi yang besar untuk memenangkan gelar juara. Inggris harus kembali mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan mereka untuk kompetisi selanjutnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/fotoinet/d-8576089/inggris-meringis-disingkirkan-argentina-ini-reaksi-di-linimasa, without altering the facts of the original article.

Netizen Soroti Performa Inggris, 3 Alasan Mereka Pantas Kalah dari Argentina

Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor dramatis 2-1. Kemenangan ini membuat netizen soroti performa Inggris dan menyebutkan bahwa mereka pantas kalah. Berikut adalah tiga alasan yang membuat Inggris dianggap pantas kalah.

Performa Buruk Inggris Setelah Unggul

Inggris unggul duluan melalui gol Anthony Gordon yang memanfaatkan assist Morgan Rogers. Namun, setelah unggul, Inggris dinilai bermain terlalu defensif dan tidak mampu mempertahankan keunggulan mereka. Akun @BuckSexton di linimasa X menyebutkan bahwa Inggris pantas kalah karena mereka unggul 1 gol lalu memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola dan bersembunyi.

Senada dengan @BuckSexton, akun @DrSuneelDhand juga menyebutkan bahwa Inggris beruntung skornya tidak 4-1. “Anda tidak bisa bertahan seperti itu sepenuhnya setelah memimpin. Strategi yang buruk,” cetusnya.

Tiga Alasan Inggris Pantas Kalah

Berikut adalah tiga alasan yang membuat Inggris dianggap pantas kalah:

Pertama, Inggris bermain terlalu defensif setelah mencetak gol. Mereka tidak mampu mempertahankan keunggulan dan membiarkan Argentina mencetak gol. Akun @PaulSkallas menyebutkan bahwa “Tim yang lebih baik menang. Inggris bermain terlalu defensif setelah mencetak gol. Mereka pantas kalah.”

<pKedua, Inggris tidak mampu meningkatkan permainan mereka setelah unggul. Mereka menjadi pasif dan membiarkan Argentina mengambil alih permainan. Akun @blackveron menyebutkan bahwa "Inggris mundur setelah gol pertama itu dan begitu pasif sehingga membiarkan Argentina mencetak gol. Mereka sendiri yang menyebabkan itu dan pantas kalah."

Ketiga, strategi pelatih Thomas Tuchel dipertanyakan. Banyak netizen yang menyebutkan bahwa Tuchel terlalu pengecut dan tidak mampu membuat keputusan yang tepat saat-saat krusial. Sebuah akun menyebutkan bahwa “Kurangnya pengalaman dan rasa takut di level ini membuat Inggris kehilangan kesempatan untuk bermain di final, tetapi bagian paling mengecewakan adalah Thomas Tuchel jadi pengecut ketika saatnya tiba.”

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kemenangan Argentina atas Inggris membuat mereka melaju ke final Piala Dunia 2026. Bagi Inggris, kekalahan ini membuat mereka harus kembali bekerja keras untuk meningkatkan permainan mereka. Mereka harus mampu memperbaiki strategi dan meningkatkan permainan mereka jika ingin sukses di turnamen mendatang.

Namun, banyak netizen yang tetap memberikan apresiasi pada Timnas Inggris. Mereka menyebutkan bahwa Tuchel dan skuadnya telah memberi petualangan Piala Dunia yang luar biasa bagi para penggemar Inggris. “Tuchel dan skuadnya telah memberi petualangan Piala Dunia yang luar biasa bagi para penggemar Inggris yang datang ke stadion. Tidak ada yang akan lebih kecewa daripada tim ini, mereka pantas mendapatkan pujian. Terima kasih,” tulis seorang netizen.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Inggris masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan permainan mereka. Mereka harus mampu memperbaiki strategi dan meningkatkan permainan mereka jika ingin sukses di turnamen mendatang. Namun, dengan semangat dan dukungan dari para penggemar, Inggris diharapkan dapat kembali bangkit dan menjadi tim yang lebih kuat di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/cyberlife/d-8576101/netizen-sebut-inggris-pantas-kalah-ini-alasannya, without altering the facts of the original article.

Inggris Gagal ke Final Piala Dunia, Tuchel: Keputusan Wasit Sangat Berdampak

Thomas Tuchel dihujani kritik setelah Timnas Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. The Three Lions gagal melaju ke final meski sempat unggul lebih dahulu. Keputusan Tuchel mengubah pendekatan permainan menjadi lebih defensif setelah Inggris memimpin dinilai menjadi salah satu penyebab kekalahan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Inggris sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka mampu meredam permainan Argentina sekaligus mencetak gol pembuka untuk memimpin 1-0. Namun, permainan Inggris berubah setelah unggul. Para pemain The Three Lions lebih banyak bertahan dan membiarkan Argentina menguasai bola. Pasukan Lionel Scaloni kemudian terus mengepung pertahanan Inggris. Lionel Messi dan rekan-rekannya akhirnya mampu mencetak dua gol untuk membalikkan skor menjadi 2-1.

Keputusan Tuchel mengubah pendekatan permainan menjadi lebih defensif setelah Inggris memimpin dinilai menjadi salah satu penyebab kekalahan. Mantan penyerang Inggris, Wayne Rooney, menilai tim asuhan Tuchel terlalu cepat kehilangan keberanian setelah mencetak gol. Menurut Rooney, Inggris seharusnya terus menyerang karena Argentina justru sedang berada dalam tekanan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Rooney menilai perubahan pendekatan tersebut membuat Inggris kehilangan momentum. Argentina yang sebelumnya kesulitan justru mendapatkan ruang untuk mengembangkan permainan. Mantan kiper Inggris, Joe Hart, juga menyoroti strategi Tuchel. Ia menilai keputusan bermain lebih dalam menunjukkan sang pelatih tidak sepenuhnya percaya kepada kemampuan timnya.

Thomas Tuchel membela keputusannya beralih menggunakan formasi lima bek. Menurutnya, pelatih harus membuat keputusan yang tepat untuk memenangkan pertandingan. Namun, kritik terus bermunculan dari netizen. Banyak pendukung Inggris menyebut strategi bertahan terlalu dini sebagai kesalahan fatal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kekalahan ini membuat Inggris kembali harus mengubur impiannya mengangkat trofi untuk pertama kalinya sejak 1966. Tuchel dan timnya harus bekerja keras untuk meningkatkan strategi dan kemampuan tim. Dengan demikian, mereka dapat mencapai kesuksesan di masa depan.

Saat ini, Inggris harus fokus pada pertandingan berikutnya dan berusaha untuk meningkatkan kinerja tim. Dengan kerja keras dan dedikasi, Inggris dapat mencapai kesuksesan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/cyberlife/d-8576112/tuchel-dikecam-inggris-kalah-dari-argentina-gagal-ke-final-piala-dunia, without altering the facts of the original article.

Foto Messi dan Yamal di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Reaksi Netizen

Foto Lionel Messi memandikan Lamine Yamal saat bayi kembali viral menjelang final Piala Dunia 2026. Dalam foto yang diambil pada 2007 tersebut, Messi terlihat memandikan Yamal yang saat itu masih bayi. Kini, sekitar 19 tahun kemudian, keduanya akan berada di sisi berlawanan saat Argentina menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026.

Momen yang Mengundang Perhatian

Foto viral tersebut berasal dari sesi pemotretan amal yang digelar UNICEF bersama surat kabar Diario Sport di Camp Nou. Keluarga Yamal terpilih melalui undian untuk mengikuti sesi foto bersama pemain Barcelona. Messi yang saat itu masih berusia sekitar 20 tahun mendapat kesempatan berfoto bersama Yamal berusia beberapa bulan. Dalam salah satu gambar, Messi terlihat tersenyum sambil membantu memandikan Yamal di dalam bak plastik kecil.

Foto itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul di media sosial. Namun, gambar tersebut kembali ramai dibagikan setelah Argentina dan Spanyol memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026. Namun tak banyak yang menyangka bayi dalam foto itu kelak tumbuh menjadi salah satu pemain muda paling menonjol di dunia. Yamal kini menjadi bagian penting dalam permainan Spanyol. Pemain Barcelona tersebut dikenal lewat kemampuan menggiring bola, kecepatan, kreativitas, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan lawan.

Reaksi Netizen

Netizen kemudian membandingkan perjalanan karier keduanya. Messi yang dahulu menggendong dan memandikan Yamal, kini harus berusaha menghentikan sang wonderkid di pertandingan terbesar sepak bola dunia. “Apa pun hasilnya, kita sedang menyaksikan peralihan tongkat estafet. Ini adalah narasi yang indah bagi olahraga ini, mempertemukan dua ikon sejarah Barcelona dalam lingkungan yang penuh tekanan seperti ini. Semoga tim terbaik menang,” ucap seorang netizen.

“Tak sabar menunggu versi edit baliknya, di mana Yamal memandikan Messi setelah menghajar habis-habisan.,” kata netizen lainnya. “Sepak bola telah memberi kita banyak kejutan akhir-akhir ini dan ini adalah yang terbaik sejauh ini. Melihat Messi dan Yamal bermain, sungguh luar biasa,” ujar netizen lain.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pertemuan Messi dan Yamal di final juga terasa semakin unik karena keduanya punya hubungan kuat dengan Barcelona. Messi merupakan salah satu legenda terbesar klub tersebut, sedangkan Yamal menjadi simbol generasi barunya. Kemenangan di Piala Dunia 2026 akan memiliki dampak besar bagi kedua pemain dan tim nasional mereka. Bagi Messi, ini bisa menjadi kesempatan untuk menambah koleksi trofi internasionalnya, sementara bagi Yamal, ini adalah kesempatan untuk membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain top dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedua tim akan bertemu di final Piala Dunia 2026 dengan tekad yang kuat untuk meraih kemenangan. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah sepak bola. Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh Messi dan Yamal, pertandingan ini akan menjadi sangat menarik untuk disaksikan. Siapa pun yang akan keluar sebagai juara, Piala Dunia 2026 akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi kedua pemain dan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/cyberlife/d-8576157/foto-messi-mandikan-yamal-viral-siap-duel-di-final-piala-dunia-2026, without altering the facts of the original article.

Persib Bandung Terancam Kehilangan Pemain Asing Berlabel Timnas ke Klub Vietnam

Momen Penentu di Menit Akhir

Frans Putros didatangkan Persib Bandung pada 16 Juli 2025 untuk memperkuat Persib Bandung yang berlaga di sejumlah kompetisi, baik nasional maupun internasional. Namun, kini pemain asing Persib Bandung ini pun diisukan jadi bidikan klub ASEAN hingga berpeluang dicuri dari Pangeran Biru. Kabar tersebut dibagikan akun Instagram yang membahas seputar sepak bola, yang membagikan kabar bahwa Frans Putros masuk daftar target klub Liga Vietnam, CAHN Fc.

Apa yang Terjadi

Peluang Putros bertahan di Persib masih ada, namun isu hengkangnya Frans Putros pun makin memanas setelah pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut tak juga muncul dalam latihan hari keempat Persib Bandung. Jika benar, ini berarti akan ada satu pemain asing yang akan menjadi ‘tumbal’ agar slotnya bisa diisi Peralta. Saat ini Persib Bandung tercatat memiliki 11 pemain asing. 4 di antaranya merupakan rekrutan baru yang didatangkan di awal musim 2026/2027. Empat pemain asing anyar tersebut adalah Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Balsa Sekulic, dan Gakuto Notsuda.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehilangan Frans Putros tentu akan berdampak pada kekuatan Persib Bandung di musim depan. Persib Bandung harus mencari pengganti yang sepadan untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Selain itu, kepergian Frans Putros juga akan mempengaruhi chemistry tim dan strategi pelatih. Persib Bandung harus segera mengambil keputusan untuk mempertahankan atau melepas Frans Putros.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Persib Bandung masih memiliki waktu untuk mempertahankan Frans Putros atau mencari pengganti yang lebih baik. Namun, jika Frans Putros benar-benar hengkang, Persib Bandung harus siap untuk menghadapi tantangan baru dan mempertahankan gelar juara mereka. Persib Bandung harus memantau situasi ini dengan cermat dan mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan tim.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/superball/1178592/gosip-transfer-persib-bandung-pemain-asing-berlabel-timnas-kans-dibajak-klub-vietnam-bobotoh-rela, without altering the facts of the original article.

Susunan Pemain Final Piala Dunia: Inggris Rotasi Besar-Besaran, Argentina Pasang Formasi Sama

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis WIB. Inggris melakukan rotasi besar-besaran pada susunan sebelas pertama mereka, sedangkan Argentina hanya melakukan satu pergantian dari laga sebelumnya. Inggris akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Reece James dan Djed Spence sebagai bek sayap kanan dan kiri.

Rotasi Besar-Besaran Inggris

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, melakukan tiga perubahan pada susunan sebelas pertama mereka. Reece James dan Djed Spence dipercaya mengisi posisi bek sayap kanan dan kiri menggantikan Ezri Konsa dan Niall O’Reilly. Sementara itu, Morgan Rogers akan bekerja bersama Jude Bellingham dan Anthony Gordon di lini kedua serangan Inggris, menopang ujung tombak sekaligus kapten Harry Kane.

Meski melakukan perubahan, Tuchel tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1. Kiper utama Jordan Pickford tetap mengawal gawang di belakang duet bek tengah John Stones dan Marc Guehi, sedangkan Declan Rice masih berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah.

Perubahan Minimal Argentina

Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat mengalahkan Swiss di perempat final, yakni masuknya Guiliano Simeone di lini tengah Albiceleste. Putra bungsu pelatih Atletico Madrid Diego Simeone itu dipercaya menggantikan Rodrigo De Paul yang sebelumnya selalu menjadi pilihan utama Scaloni sepanjang Piala Dunia 2026.

Scaloni masih mengandalkan skema 4-4-2 dengan Lionel Messi dan Julian Alvarez berduet di lini depan. Simeone bakal bekerja dengan Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandes sebagai kuartet lini tengah Argentina.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pertandingan ini akan menjadi sangat penting bagi kedua tim, terutama Inggris yang ingin meraih gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dengan rotasi besar-besaran, Tuchel berharap dapat memberikan kejutan kepada Argentina. Sementara itu, Argentina tetap percaya diri dengan skuad mereka yang telah terbukti di turnamen ini.

Kemenangan akan memberikan keuntungan besar bagi tim yang berhasil meraihnya, terutama dalam hal mental dan kepercayaan diri. Pertandingan ini juga akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda yang telah diberi kesempatan bermain.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina akan menjadi sangat menarik. Kedua tim memiliki kemampuan yang sama-sama kuat, dan pertandingan ini akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain. Siapa pun yang berhasil meraih kemenangan, masih harus menempuh jalan panjang untuk meraih gelar juara.

Dengan demikian, pertandingan ini akan menjadi sangat penting bagi kedua tim. Kemenangan akan memberikan keuntungan besar, tetapi kekalahan juga dapat menjadi pelajaran berharga bagi tim yang kalah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5651433/susunan-pemain-inggris-rotasi-tiga-pemain-argentina-satu-pergantian, without altering the facts of the original article.

Argentina Jungkir Balikkan Inggris dengan Dua Gol Larut, Tiket Final Piala Dunia Diamankan

Argentina memastikan diri melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor dramatis 2-1 dalam laga semifinal di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis WIB. Lionel Messi kembali menjadi pahlawan dengan mengirimkan dua assist yang dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan ini membawa Argentina menuju partai final untuk menghadapi Spanyol yang mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal lainnya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pertandingan antara Inggris dan Argentina berlangsung sengit sejak awal. Inggris sempat memimpin melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 setelah skema serangan balik cepat. Namun, Argentina tidak menyerah dan terus menekan pertahanan Inggris. Upaya mereka akhirnya terbayar pada menit ke-85 ketika Enzo Fernandez mencetak gol tendangan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi kiper Inggris, Jordan Pickford. Skor menjadi 1-1 dan pertandingan seolah akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Namun, Argentina memiliki rencana lain. Pada masa injury time, Messi kembali menjadi kunci dengan melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Lautaro Martinez menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang tak mampu dihentikan Pickford. Gol pada menit ke-90+2 memastikan Argentina berbalik unggul 2-1 dan mengantarkan mereka ke final Piala Dunia untuk kedua edisi beruntun.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kemenangan ini memiliki arti penting bagi Argentina karena mereka melanjutkan tren selalu lolos dalam enam penampilan di semifinal Piala Dunia. Bagi Inggris, kekalahan ini berarti mereka harus melanjutkan penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia. Inggris hanya akan menghadapi Prancis untuk laga perebutan tempat ketiga, sementara Argentina akan menghadapi Spanyol di final yang akan dilangsungkan di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB.

Dengan mencapai final, Argentina menunjukkan kekuatan dan ketahanan mereka dalam turnamen ini. Messi, yang kembali menjadi pahlawan tim, membuktikan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Bagi Spanyol, lawan mereka di final, ini akan menjadi pertandingan yang sangat menantang karena Argentina memiliki semangat juang yang tinggi dan kemampuan individu yang luar biasa.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski sudah mencapai final, Argentina masih harus menyelesaikan satu pertandingan lagi untuk meraih gelar juara dunia. Mereka akan menghadapi Spanyol yang juga memiliki kekuatan dan strategi yang solid. Pertandingan final ini diprediksi akan sangat sengit dan menarik, dengan kedua tim berusaha keras untuk meraih kemenangan. Bagi Inggris, meskipun gagal mencapai final, mereka masih memiliki kesempatan untuk mengakhiri turnamen dengan prestasi yang baik dengan mengalahkan Prancis di laga perebutan tempat ketiga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5651469/dua-gol-larut-antar-argentina-sisihkan-inggris-menuju-final, without altering the facts of the original article.

Harry Kane Kritik Timnas Inggris: Main Terlalu Bertahan Bikin Kalah

Kapten timnas Inggris, Harry Kane, mengungkapkan bahwa timnya kalah karena memilih bermain terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu atas Argentina pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis. Inggris harus mengubur mimpi melaju ke final setelah takluk 1-2 dari Argentina. The Three Lions sempat memimpin melalui Anthony Gordon sebelum dibalas gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Kane, strategi tersebut tidak cukup untuk memenangkan pertandingan di level semifinal Piala Dunia. “Ini mengecewakan untuk tim, staf, dan para suporter. Kami bermain bagus hampir sepanjang pertandingan. Namun, setelah unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan. Di level (semifinal) seperti ini, itu tidak cukup,” kata Kane yang dikutip FIFA.

Penyerang Bayern Muenchen itu mengaku hasil tersebut sangat menyakitkan karena seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik untuk membawa Inggris melangkah sejauh ini di turnamen. “Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Semua pemain telah memberikan darah, keringat, dan air mata. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan,” ujarnya.

Taktik yang Berubah

Kane menilai Inggris sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada babak pertama hingga awal babak kedua. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan. “Kami memberi tekanan tinggi sehingga bisa merebut bola dan mengendalikan permainan,” ucap Kane.

Namun, setelah Inggris membuka keunggulan, situasi berubah. Kane menilai Argentina semakin berani menyerang, sementara Inggris gagal mengimbangi intensitas permainan lawan. “Setelah kami mencetak gol, entah karena mereka memasukkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan mereka datang bertubi-tubi. Kami terus melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup,” tuturnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Meski tersingkir di semifinal, Kane tetap melihat banyak hal positif dari perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026. Menurutnya, The Three Lions semakin dekat dengan target meraih gelar, meski masih harus menemukan kepingan terakhir untuk bisa melewati fase akhir turnamen.

Kane dan timnya harus segera bangkit dan mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. “Kami harus belajar dari kesalahan dan terus meningkatkan diri. Piala Dunia ini telah memberikan banyak pengalaman berharga bagi kami,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan kekalahan ini, Inggris harus fokus untuk membangun kembali tim dan meningkatkan performa mereka di masa depan. Harry Kane dan skuadnya memiliki tekad untuk kembali kuat dan mempersiapkan diri untuk turnamen-turnamen berikutnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5651527/harry-kane-nilai-timnas-inggris-kalah-karena-main-terlalu-bertahan, without altering the facts of the original article.

Aksi ‘Santet’ Fans Argentina Terhadap Pemain Inggris Jelang Semifinal Piala Dunia

Demam Piala Dunia kembali membakar semangat para pendukung tim nasional Argentina. Menjelang laga krusial babak semifinal melawan Inggris, jalanan kota Buenos Aires tidak hanya dipenuhi oleh yel-yel dan kibaran bendera biru-putih, tetapi juga oleh berbagai ritual mistis mirip santet yang dipercaya dapat membawa keberuntungan atau yang biasa disebut warga lokal sebagai ‘cabalas’. Aksi ‘santet’ fans Argentina terhadap pemain Inggris menjadi sorotan, dengan ritual “membekukan” kekuatan para pemain lawan menjadi salah satu cara yang dilakukan.

Ritual Unik Fans Argentina

Mengutip Reuters, pada Selasa (14/7), atmosfer di ibu kota Argentina semakin memanas. Demi memastikan langkah Albiceleste mulus menuju partai puncak, para fans fanatik melakukan berbagai cara di luar nalar, salah satunya adalah dengan “membekukan” kekuatan para pemain lawan. Ritual “membekukan” lawan di dalam freezer menjadi salah satu ritual yang paling populer dan sedang tren dalam Piala Dunia kali ini.

Beberapa penggemar Argentina memilih untuk menuliskan nama atau menaruh stiker bergambar pemain dan penjaga gawang musuh di selembar kertas yang sama, lalu membekukannya di dalam freezer. Siapa sangka, ritual ini telah berevolusi mengikuti zaman. Di era digital ini, para penggemar tidak hanya melakukannya secara sembunyi-sembunyi di rumah, tetapi juga membagikan foto-foto gelas berisi es batu dengan gambar pemain rival yang membeku di dalamnya ke media sosial untuk membakar semangat komunitas fans lainnya.

Jersey Keberuntungan yang “Sakti”

Tak hanya ritual pembekuan, takhayul klasik seputar pakaian pertandingan juga tetap dipegang teguh. Beberapa penggemar memilih untuk mengenakan jersey yang sama di setiap pertandingan bahkan sering kali sengaja tidak dicuci demi menjaga “energi kemenangan” yang ada di dalamnya. Bagi sebagian orang, jersey tersebut memiliki nilai sentimental mendalam sekaligus hal magis.

Salah satu penggemar menyebut jersey ayahnya membawa hoki. “Untuk laga semifinal besok melawan Inggris, dan semoga berlanjut ke final, saya akan mengenakan jersey yang dulunya milik ayah saya. Saya mengenakan jersey ini di Piala Dunia terakhir dan kami berhasil keluar sebagai juara. Jadi, saya pasti akan mengenakannya lagi besok,” ungkap salah satu fans Argentina lainnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Bagi masyarakat Argentina, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah keyakinan. Entah takhayul ini benar-benar berdampak pada performa Lionel Messi dan kawan-kawan di lapangan atau tidak, tapi satu hal yang pasti, ritual unik tersebut berhasil menyatukan energi jutaan pendukung demi satu tujuan besar, yakni membawa pulang trofi Piala Dunia sekali lagi.

Laga klasik Argentina melawan Inggris di semifinal diprediksi akan berlangsung sengit. Kita lihat saja, apakah ritual “pembekuan” dan jersey keberuntungan ini akan kembali berhasil memboyong kemenangan bagi tim tango.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan semangat dan keyakinan yang tinggi, timnas Argentina siap menghadapi tantangan di semifinal Piala Dunia. Apakah mereka dapat mengatasi perlawanan Inggris dan melaju ke partai puncak? Kita tunggu saja.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260715161113-33-751068/fans-argentina-lakukan-ritual-santet-pemain-inggris-jelang-semifinal, without altering the facts of the original article.

Argentina Tundukkan Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Argentina berhasil lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga semifinal di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. La Albiceleste akan menghadapi Spanyol di partai puncak di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Argentina sebelumnya menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti. Kemenangan ini berkat gol-gol yang dicetak oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-92, yang keduanya berasal dari umpan kapten Argentina, Lionel Messi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Laga Inggris vs Argentina sudah berlangsung panas sejak awal laga. Inggris menantang Argentina untuk bermain terbuka. Di menit ketiga, ketegangan sudah terasa saat Enzo Fernandez melanggar Elliot Anderson di tengah lapangan. Para pemain dari kedua tim sempat berdebat di pusat keributan tersebut. Setelah 15 menit laga berjalan, Inggris dan Argentina sama-sama belum punya peluang bagus. Kedua tim tampil ngotot menekan lawan sehingga membuat kedua tim tidak leluasa melakukan penyerangan.

Pada menit ke-19, Reece James sempat menerobos sisi kiri pertahanan Inggris namun umpan silang yang ia lepaskan bisa diamankan oleh Emiliano Martinez. Sejumlah upaya serangan Argentina juga mentah. Hingga laga memasuki hydration break, Inggris dan Argentina sama-sama belum menghasilkan tembakan tepat sasaran. Kedua kesulitan menembus pertahanan lawan.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Setelah laga kembali dilanjutkan, peluang akhirnya terlihat di menit ke-33. Berawal dari tendangan bebas Declan Rice, John Stones mampu menyundul bola di arah tiang jauh tetapi sundulannya masih tidak tepat sasaran. Kartu kuning pertama di laga ini keluar dari saku wasit di menit ke-37. Elliot Anderson menerima kartu kuning usai menghentikan Lionel Messi yang sedang merancang serangan balik untuk Argentina. Lima menit kemudian, giliran Lisandro Martinez yang terkena kartu kuning dengan alasan serupa.

Tak ada peluang berarti di sisa menit yang ada. Skor 0-0 menghias akhir babak pertama. Begitu babak kedua dimulai, Argentina langsung menggebrak. Mereka memberikan ancaman lewat Julian Alvarez. Alvarez bisa masuk kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang bisa dibendung oleh Jordan Pickford.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Meski Argentina terlihat lebih dulu mendominasi di awal babak pertama, Inggris yang justru berhasil mencetak gol lebih dulu. Gol Inggris dicetak oleh Anthony Gordon. Gol tersebut bermula dari serangan cepat Inggris ke jantung pertahanan Argentina. Meski gelombang serangan pertama berhasil digagalkan, Inggris masih mendapat bola kedua dan terus melakukan tekanan. Saat bola ada di kaki Morgan Rogers, ia melepaskan umpan ke arah tiang jauh. Anthony Gordon ada di posisi yang tepat untuk menyambut bola dan melepaskan tendangan ke arah gawang.

Setelah tertinggal, Argentina berusaha meningkatkan tekanan ke gawang Inggris. Nico Gonzalez dimasukkan menggantikan Leandro Paredes di menit ke-64. Empat menit kemudian, Gonzalez bisa menyundul bola di muka gawang. Bola lalu ditepis dengan luar biasa oleh Jordan Pickford sehingga selamatlah gawang Inggris dari kebobolan. Argentina juga berusaha menurunkan tenaga baru. Nicolas Otamendi, Rodrigo De Paul, dan Gonzalo Montiel dimainkan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kemenangan ini membuat La Albiceleste berpeluang besar mengulang pencapaian ketika Piala Dunia 2022. Argentina akan menghadapi Spanyol di partai puncak, yang sebelumnya membungkam Prancis dengan skor dua gol tanpa balas. Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Argentina untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan ini menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716035417-33-751140/argentina-kubur-inggris-2-1-tantang-spanyol-di-final-piala-dunia-2026, without altering the facts of the original article.