Misteri Kasus Febrie Adriansyah: Sosok Ferry ‘Boboho’ yang Ternyata Kenal dengan Don Ritto

Misteri kasus Febrie Adriansyah dan Don Ritto, dua tersangka dugaan korupsi penanganan tiga perkara besar, semakin terungkap. Nama Ferry ‘Boboho’ muncul sebagai sosok yang ternyata mengenal Don Ritto. Keterlibatan Ferry ‘Boboho’ dalam kasus ini menjadi sorotan, terutama setelah mantan personel Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel (Purn) Sri Rajasan Chandra, membahasnya dalam sebuah siniar.

Momen Penentu di Balik Kasus

Febrie Adriansyah dan Don Ritto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penanganan tiga perkara besar, yaitu PLTU Batu Bara, PT Asabri, dan Krakatau Steel. Keduanya saling mengenal sebab sama-sama merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Jambi. Nama Ferry ‘Boboho’ sudah muncul sejak lama saat mantan personel Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel (Purn) Sri Rajasan Chandra, membahasnya dalam sebuah siniar yang tayang pada Agustus 2025.

Kala itu, Sri Rajasa mengatakan Ferry adalah orang terdekat Jampidsus yang selama ini bertugas sebagai ‘debt collector’. Menurut Sri Rajasa, Ferry juga mengenal sejumlah petinggi Kejagung lewat dunia otomotif. Berkat hobinya itu, Ferry disebutkan memiliki akses ke lingkungan Kejagung. Bahkan, kata Sri Rajasa, Ferry pernah mengatasnamakan pejabat Kejagung dalam dugaan pemerasan terhadap bandar narkoba.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pengacara Don Ritto, Handika Honggowongso, membenarkan Ferry ‘Boboho’ kerap mencatut nama pejabat Kejagung untuk berbagai urusan. “Dia tukang catut nama petinggi-petinggi Kejagung untuk berbagai urusan,” ujar Handika di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). Handika pun tak menampik, kliennya sempat mengenal Don Ritto.

“Kalau ditanya (Don Ritto) pernah kenal (Ferry ‘Boboho’) enggak, pernah kenal,” kata dia. Lebih lanjut, Handika mengungkapkan kliennya dan Ferry pernah bekerja sama mengelola sebuah restoran. Keterlibatan Ferry ‘Boboho’ dalam kasus ini menjadi sorotan, terutama setelah pernyataan Sri Rajasa dan Handika.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keterlibatan Ferry ‘Boboho’ dalam kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang akses dan pengaruhnya di lingkungan Kejagung. Kasus ini juga menyoroti dugaan korupsi penanganan tiga perkara besar yang melibatkan Febrie Adriansyah dan Don Ritto. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap真相 di balik kasus ini.

Kasus ini juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum. Oleh karena itu, penyelidikan yang transparan dan akuntabel sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Namun, dengan keterlibatan Ferry ‘Boboho’ yang terungkap, kasus ini semakin menarik perhatian publik. Penyelidikan yang lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap真相 di balik kasus ini dan memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7855306/sosok-ferry-boboho-di-pusaran-kasus-febrie-adriansyah-ternyata-kenal-dengan-don-ritto, without altering the facts of the original article.

Penipuan Travel Umrah Rp12,14 Miliar: Korban Bertambah, Polisi Masih Buru Pelaku

Kasus penipuan travel umrah dengan nilai fantastis kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, Polda Metro Jaya menetapkan Ahmad Syah Farhan (ASF) selaku pemilik Hanania Travel dan Direktur Utama (Dirut) PT Khazanah Tamma Internasional sebagai tersangka. Penipuan ini menyebabkan puluhan orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp12,14 miliar. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada akhir pekan kemarin, Polda Metro Jaya resmi menetapkan ASF sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dana perjalanan umrah. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, ASF sebagai tersangka pada 29 Mei 2026. Selanjutnya, yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, ASF diseret para korban calon jemaah umrah ke Polda Metro Jaya pada Kamis malam lalu. Para korban sepakat menyelesaikannya di kantor polisi setelah tidak ada kejelasan mengenai keberangkatan umrah dan uang mereka. Sejak itu, ASF langsung diperiksa polisi. Setelah 24 jam pemeriksaan, penyidik akhirnya menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa para korban telah melakukan pembayaran paket umrah kepada pihak Hanania Group. Namun, mereka tidak diberangkatkan sesuai jadwal. Adapun pasal yang dikenakan terhadap Ahmad Syah Farhan adalah dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.

Menurut Budi, polisi sebenarnya menerima dua laporan terkait kasus penipuan umrah Hanania. Korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang dengan kerugian senilai total Rp12,14 miliar. Salah satu laporan dibuat oleh pelapor berinisial JSP dengan jumlah korban kurang lebih 128 orang dan total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp12,145 miliar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini tentu sangat berdampak pada para korban yang telah menaruh kepercayaan dan uang mereka pada Hanania Travel. Dengan ditetapkannya ASF sebagai tersangka, diharapkan proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan para korban dapat memperoleh kembali hak-hak mereka. Selain itu, kejadian ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel umrah dan melakukan transaksi keuangan.

Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus ini lebih lanjut. Diharapkan, ke depannya, kasus serupa tidak terjadi lagi dan masyarakat dapat merasa aman dalam melakukan ibadah umrah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam kasus ini, seperti bagaimana ASF dapat melakukan penipuan dalam skala besar dan apa yang akan terjadi pada para korban ke depannya. Namun, yang jelas, kejadian ini telah membuka mata masyarakat akan pentingnya kehati-hatian dalam melakukan transaksi keuangan dan memilih travel umrah. Polda Metro Jaya masih terus bekerja untuk menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan bagi para korban.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260601190920-29-739240/geger-penipuan-travel-umrah-rp1214-miliar-ini-kronologinya, without altering the facts of the original article.

Aksi Begal Sadis di Bandung Terbongkar, 3 Pelaku Diringkus Polisi

Aksi Begal Sadis di Bandung Terbongkar

Aksi begal sadis yang terjadi di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026) pukul 17.30 WIB, berhasil dibongkar oleh polisi. Korban, Azmy, menjadi sasaran kejahatan jalanan yang mengakibatkan kehilangan motor dan ponselnya. Kejadian ini bermula ketika Azmy dipepet oleh para pelaku yang kemudian mengintimidasi dan membuatnya terjatuh.

Momen Penentu di Menit Akhir

Azmy, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa para pelaku menuduhnya memiliki tunggakan yang belum dibayar. Namun, setelah menunjukkan bukti pembayaran, pelaku tetap melancarkan aksinya. “Saya panik dan terjatuh ke tengah jalan BKR dan hampir ditabrak pengendara lain yang sedang melintas. Saya tidak menyimpulkan mereka melukai saya, tapi dari sini saya berusaha defensif dengan badan saya. Lalu setelah saya jatuh, mereka kabur dan membawa aset saya,” kata Azmy.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menimbulkan trauma bagi Azmy dan menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani, membenarkan adanya kejadian dugaan pencurian dengan kekerasan itu. Polisi menerima informasi tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. “Terhadap kejadian itu, memang benar, korban sudah membuat laporan di Polsek Regol,” ucapnya.

Polisi melacak keberadaan para pelaku yang membawa barang-barang korban. Kurang dari dua jam setelah kejadian, kepolisian berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka berinisial KM (36), VMR (2E), dan FM (34). Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku menggunakan modus sebagai debt collector (DC) untuk melakukan aksi kejahatannya. Korban pun sempat diminta untuk membeli materai. Saat ini, KM, VMR, dan FM telah dibawa ke Mapolsek Regol untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih terus mengusut kasus ini untuk memastikan bahwa pelaku akan mendapat hukuman yang setimpal.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di jalan. Dengan kerja sama antara polisi dan masyarakat, diharapkan kejahatan seperti ini dapat diminimalisir dan keamanan masyarakat dapat terjamin.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178504/3-pelaku-begal-di-jalan-bkr-bandung-ditangkap-modus-ngaku-dc-lalu-pepet-dan-rampas-motor-korban, without altering the facts of the original article.

Gatot Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah, 2 Hari Setelah Dilaporkan Hilang

Momen Penentu di Menit Akhir

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengungkapkan bahwa Gatot tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026). Sebelum menghilang, warga sekitar mengaku sempat mendengar pertengkaran yang terjadi di rumah korban. “Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai,” terangnya. Warga tidak mencampuri persoalan tersebut karena menganggapnya sebagai urusan rumah tangga. Mohammad Ali Ridho, warga sekitar, mengatakan sempat mendengar teriakan minta tolong. Suara itu terdengar dari arah rumah korban pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. “Warga mendengar ada teriakan meminta tolong,” katanya. Saat teriakan histeris terdengar, rumah tersebut diketahui hanya dihuni oleh korban dan anak perempuan serta kekasihnya.

Apa yang Terjadi Sebelumnya?

Sebelum ditemukan tewas, Gatot sempat dilaporkan hilang oleh istrinya. Joko Hari Karyono mengatakan bahwa istri Gatot yang melaporkan kejadian tersebut. Gatot kemudian ditemukan terkubur di pekarangan samping rumahnya. Penemuan jasad Gatot ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penemuan jasad Gatot ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan tentang kejadian sebenarnya. Apakah pertengkaran yang terjadi sebelumnya memiliki hubungan dengan kematian Gatot? Bagaimana proses penyelidikan kasus ini akan berjalan? Keluarga Gatot dan warga sekitar pasti masih memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Keluarga Gatot dan pihak berwajib masih harus menempuh jalan panjang untuk mengungkap kejadian sebenarnya. Proses penyelidikan kasus ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih menghantui keluarga dan warga sekitar. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi masalah yang harus diatasi bersama.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/regional/7854831/sempat-dilaporkan-hilang-gatot-ditemukan-tewas-terkubur-di-pekarangan-rumah-2-hari-kemudian, without altering the facts of the original article.

Penipuan Travel Umrah Rp12,14 Miliar: Korban Bertambah, Polisi Masih Buru Pelaku

Kasus penipuan travel umrah dengan nilai fantastis kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, Polda Metro Jaya menetapkan Ahmad Syah Farhan (ASF) selaku pemilik Hanania Travel dan Direktur Utama (Dirut) PT Khazanah Tamma Internasional sebagai tersangka. Ia diduga melakukan penipuan dan atau penggelapan dana perjalanan umrah yang merugikan puluhan korban dengan total Rp12,14 miliar. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian.

Kronologi Kasus Penipuan Travel Umrah

Kasus penipuan travel umrah ini bermula dari laporan para korban yang merasa ditipu oleh Hanania Travel. Para korban mengaku telah melakukan pembayaran paket umrah kepada pihak Hanania Group, namun tidak diberangkatkan sesuai jadwal. Polda Metro Jaya menerima dua laporan terkait kasus penipuan umrah Hanania, dengan korban mencapai puluhan orang dan kerugian senilai total Rp12,14 miliar. Salah satu laporan dibuat oleh pelapor berinisial JSP dengan jumlah korban kurang lebih 128 orang dan total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp12,145 miliar.

Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik menetapkan ASF sebagai tersangka dan kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Adapun pasal yang dikenakan terhadap Ahmad Syah Farhan adalah dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.

Mengapa Kasus Ini Terjadi?

Kasus penipuan travel umrah ini terjadi karena adanya ketidaktransparan dan kurangnya pengawasan dalam industri travel umrah. Banyaknya kasus penipuan travel umrah yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang tidak menjalankan bisnisnya dengan integritas dan profesionalisme. Hal ini tentu sangat merugikan bagi para korban yang telah mempercayakan uang mereka kepada pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.

Dampak Kasus Ini

Kasus penipuan travel umrah ini tentu memiliki dampak yang signifikan bagi para korban dan industri travel umrah secara keseluruhan. Para korban akan mengalami kerugian finansial yang besar dan juga kehilangan kepercayaan terhadap pelaku usaha travel umrah. Industri travel umrah juga akan mengalami dampak negatif karena kasus ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bisnis travel umrah secara keseluruhan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, pihak kepolisian masih harus terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat. Para korban juga masih harus terus memantau proses hukum yang sedang berjalan untuk memastikan bahwa hak-hak mereka dapat dipenuhi. Industri travel umrah juga harus melakukan introspeksi dan meningkatkan standar operasional mereka untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260601190920-29-739240/geger-penipuan-travel-umrah-rp1214-miliar-ini-kronologinya, without altering the facts of the original article.

Aksi Begal Sadis di Bandung Terbongkar, 3 Pelaku Diringkus Polisi

Aksi Begal Sadis di Bandung Terbongkar

Aksi begal sadis yang terjadi di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026) pukul 17.30 WIB, berhasil dibongkar oleh polisi. Korban, Azmy, menjadi sasaran kejahatan jalanan yang mengakibatkan kehilangan motor dan ponselnya. Kejadian ini bermula ketika Azmy dipepet oleh para pelaku yang kemudian mengintimidasi dan membuatnya terjatuh.

Momen Penentu di Menit Akhir

Azmy, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa para pelaku menuduhnya memiliki tunggakan yang belum dibayar. Namun, setelah menunjukkan bukti pembayaran, pelaku tetap melancarkan aksinya. “Saya panik dan terjatuh ke tengah jalan BKR dan hampir ditabrak pengendara lain yang sedang melintas. Saya tidak menyimpulkan mereka melukai saya, tapi dari sini saya berusaha defensif dengan badan saya. Lalu setelah saya jatuh, mereka kabur dan membawa aset saya,” kata Azmy.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menimbulkan trauma bagi Azmy dan menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani, membenarkan adanya kejadian dugaan pencurian dengan kekerasan itu. Polisi menerima informasi tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. “Terhadap kejadian itu, memang benar, korban sudah membuat laporan di Polsek Regol,” ucapnya.

Polisi melacak keberadaan para pelaku yang membawa barang-barang korban. Kurang dari dua jam setelah kejadian, kepolisian berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka berinisial KM (36), VMR (2E), dan FM (34). Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku menggunakan modus sebagai debt collector (DC) untuk melakukan aksi kejahatannya. Korban pun sempat diminta untuk membeli materai. Saat ini, KM, VMR, dan FM telah dibawa ke Mapolsek Regol untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih terus mengusut kasus ini untuk memastikan bahwa pelaku akan mendapat hukuman yang setimpal.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di jalan. Dengan kerja sama antara polisi dan masyarakat, diharapkan kejahatan seperti ini dapat diminimalisir dan keamanan masyarakat dapat terjamin.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178504/3-pelaku-begal-di-jalan-bkr-bandung-ditangkap-modus-ngaku-dc-lalu-pepet-dan-rampas-motor-korban, without altering the facts of the original article.

Mega Salsabillah Ungkap Pengalaman Tak Terduga Saat Rumahnya Didatangi Polisi

Mega Salsabillah, seorang komika, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman tak terduga saat rumahnya didatangi oleh polisi. Kejadian ini bermula dari video satire yang dibuatnya dan dianggap tidak pantas oleh pihak berwajib. Mega Salsabillah pun membagikan cerita tersebut kepada publik.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Mega Salsabillah, video satire yang dibuatnya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Namun, pihak polisi tetap melakukan pemeriksaan di rumahnya. Mega Salsabillah juga menyebutkan bahwa kejadian ini cukup mengejutkannya.

Apa yang Terjadi Saat Itu?

Mega Salsabillah menceritakan bahwa kedatangan polisi ke rumahnya cukup tiba-tiba. Pihak polisi melakukan pemeriksaan dan meminta klarifikasi terkait video satire yang dibuatnya. Mega Salsabillah kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Mengapa Kejadian Ini Terjadi?

Kejadian ini terjadi karena video satire yang dibuat oleh Mega Salsabillah dianggap tidak pantas oleh pihak berwajib. Pihak polisi berpendapat bahwa video tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, mereka melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada niat jahat di balik video tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten. Mereka harus memastikan bahwa konten yang dibuat tidak menyinggung pihak manapun dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa pihak berwajib akan terus memantau konten yang beredar di masyarakat.

Mega Salsabillah berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia juga berharap dapat terus membuat konten yang kreatif dan tidak menyinggung pihak manapun.

Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Mega Salsabillah dan para kreator konten lainnya. Mereka harus terus berinovasi dan membuat konten yang berkualitas, sambil tetap memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8573819/cerita-mega-salsabillah-soal-rumah-didatangi-polisi, without altering the facts of the original article.

Iseng Berujung Petaka, Peneror SDN di Srengseng Sawah Jadi Tersangka

Momen Penentu di Menit Akhir

Ancaman bom tersebut terjadi pada Senin (13/7) di hari pertama masuk sekolah. Saat para siswa sudah bersiap melaksanakan upacara, sebuah pesan masuk ke nomor WhatsApp guru menyampaikan bahwa sekolah tersebut akan meledak dalam hitungan menit. Pelaku juga sempat melakukan miscall lantaran pesan ancamannya itu tak dibalas. Dalam pesan tersebut, si pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik. “SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!

Apa yang Terjadi

Ancaman bom tersebut menimbulkan kepanikan murid dan para orang tua di hari pertama masuk sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) langsung dibubarkan. “Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak,” ujar Nurma. Dari video yang diterima, tampak pihak kepolisian menyisir sejumlah kelas dan setiap sudut di SD itu. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk melakukan penyisiran. Dari video juga tampak siswa dikumpulkan di lapangan sebelum dibubarkan. Polisi juga mencoba menenangkan dan memberi penjelasan kepada orang tua siswa yang panik karena ancaman itu.

Mengapa dan Dampak

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror itu. Namun, polisi juga menemukan bahwa pelaku terlilit utang pinjaman online (pinjol). “Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik,” imbuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah. Iskandarsyah menambahkan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Kamtono memastikan kondisi sekolah kembali aman. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, sudah kembali berjalan normal pascateror bom. “Ya, dari hari ini MPLS hari kedua berjalan dengan lancar. Teman-teman tadi sudah melihat kita mengadakan senam bareng, kemudian alhamdulillah didatangi ya Bapak Menteri Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ya,” kata Kamtono. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kini berjalan normal kembali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8574535/dalih-iseng-berujung-tersangka-bagi-peneror-sdn-di-srengseng-sawah, without altering the facts of the original article.

Mafia Judi Online Gunakan Modus Petani, Dibayar Rp 100 Ribu Buka Rekening Ilegal

Mafia judi online menggunakan modus baru untuk menyediakan rekening penampung transaksi ilegal dengan memanfaatkan masyarakat kurang mampu. Mereka dibayar sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu untuk membuka rekening bank yang nantinya digunakan sebagai rekening penampung. Modus ini banyak digunakan untuk mengelabui masyarakat, terutama dari kalangan petani dan ibu rumah tangga, yang tidak sepenuhnya memahami bahwa rekening yang dibuat akan digunakan untuk transaksi yang melanggar hukum.

Modus Penampungan Rekening Ilegal

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, diminta membuat rekening baru dengan bayaran sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Rekening tersebut kemudian dijadikan sebagai rekening penampung untuk aktivitas ilegal. “Bagaimana mudahnya kemudian membuat penampungan rekening dengan meminta kepada masyarakat yang kurang mampu dibayar Rp100.000-Rp500.000 untuk membuat rekening-rekening penampungan,” kata Meutya dalam acara OJK Banking Forum di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat.

Menurut Meutya, banyak pihak yang dimanfaatkan dalam modus tersebut, mulai dari petani hingga ibu rumah tangga. Mereka diduga tidak sepenuhnya memahami bahwa rekening yang dibuat akan digunakan untuk transaksi yang melanggar hukum.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang terkait dengan modus penampungan rekening ilegal:

Pertama, modus ini menggunakan masyarakat kurang mampu sebagai alat untuk melakukan transaksi ilegal. Kedua, rekening penampung ini digunakan untuk aktivitas judi online dan transaksi ilegal lainnya. Ketiga, proses know your customer (KYC) di perbankan perlu diperkuat untuk mencegah modus seperti ini.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Meutya, praktik tersebut seharusnya bisa dicegah lebih dini apabila proses KYC di perbankan diperkuat hingga ke daerah dan gerai-gerai layanan bank. Ia menjelaskan, rekening yang dimiliki nasabah dalam jumlah banyak tetapi memiliki saldo kecil seharusnya dapat menjadi salah satu indikator untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebetulnya kalau KYC dikuatkan hingga ke daerah atau gerai-gerai perbankan, ini bisa dideteksi lebih awal. Terutama kalau rekeningnya jumlahnya banyak, tetapi angka saldonya tidak banyak, itu juga pasti dapat dideteksi lebih awal kalau kita semua hati-hati,” ujarnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meutya berharap langkah pemutusan akses terhadap aktivitas ilegal di ruang digital juga dibarengi dengan pemblokiran rekening-rekening yang terbukti bermasalah. Menurutnya, langkah yang lebih ideal adalah mendeteksi rekening penampung sejak awal sehingga tidak perlu menunggu banyak laporan dari masyarakat.

“Kita meyakini kalau nanti pemutusan akses ini didukung juga dengan pemutusan terhadap rekening-rekening yang memang bermasalah. Syukur-syukur lebih dideteksi, jadi tidak usah ada banyak pelaporan rekening bermasalah. Kalau dari awal ternak rekening bisa dihindari, bisa dikecilkan oleh tim Bapak-Ibu di seluruh penjuru Indonesia, ini yang memang sangat krusial,” pungkasnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260714185353-37-750836/modus-mafia-judol-petani-dibayar-rp-100-ribu-buka-rekening-ilegal, without altering the facts of the original article.

Aksi Begal Sadis di Flyover Kopo Bandung Kini Berakhir, Polisi Ringkus 2 Pelaku dalam 3 Jam

Aksi Begal Sadis di Flyover Kopo Bandung Kini Berakhir

Polisi berhasil meringkus dua pelaku begal sadis di Flyover Kopo, Bandung, dalam waktu kurang dari tiga jam setelah melancarkan aksi kriminalnya. Aksi begal yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu menimpa seorang pria berinisial D yang tengah berkendara melintasi Flyover Kopo untuk berangkat menuju tempat kerjanya. Kedua pelaku berinisial RP dan RM berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi penangkapan cepat tersebut didasarkan atas respons kilat personel di lapangan setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan terintegrasi 110. “Alhamdulillah berkat kerja keras anggota di lapangan dan informasi cepat dari masyarakat, kurang dari tiga jam kami langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan dua pelaku,” kata AKBP Anton.

Fakta Kejadian

Saat itu, korban mendadak dipepet oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Begitu korban terhenti, para pelaku langsung menyerang secara brutal tanpa ampun. “Dua pelaku langsung melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam yang dibawanya. Akibatnya, korban mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan serta luka lebam akibat pukulan dan tendangan dari pelaku,” urai Anton.

Tindakan Lanjutan

Setelah korban tak berdaya, para pelaku langsung menggasak sepeda motor serta ponsel milik korban lalu kabur dari lokasi kejadian. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk sepeda motor dan ponsel milik korban yang sempat dibawa kabur, kendaraan yang digunakan pelaku, serta senjata tajam yang dipakai untuk membacok korban.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menyikapi insiden berdarah di jalur layang tersebut, pihak Polrestabes Bandung menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait Pemkot Bandung untuk meningkatkan fasilitas keamanan di sekitar Flyover Kopo. “Kami akan berkoordinasi jika lokasi tersebut memang dirasa rawan. Semisal penambahan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang lebih memadai atau kamera CCTV, sehingga masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman saat melintas pada malam maupun dini hari,” pungkas AKBP Anton.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Salah satu pelaku masih di bawah umur, yakni berusia 16 tahun. Saat ini keduanya sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif. Atas tindakan sadisnya, para pelaku dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan terancam hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178493/kurang-dari-3-jam-dua-begal-sadis-di-flyover-kopo-bandung-berhasil-diringkus-polisi, without altering the facts of the original article.