Trump Ancam Kuasai Selat Hormuz, Kapal Asing Wajib Bayar 20%

Momen Kritis di Selat Hormuz

Pada Selasa (14/7/2026), Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mulai memblokade pelayaran Iran, termasuk seluruh pelabuhan dan terminal minyak Iran, dengan pengecualian bagi pelayaran netral dan bantuan kemanusiaan yang telah diperiksa. Pernyataan Trump langsung ditanggapi oleh Iran, yang menolak keras klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan bahwa Teheran tetap menjadi penjaga Selat Hormuz dan tidak akan membiarkan Amerika Serikat mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.

Tensi yang Meningkat

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak miliknya diserang saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz di perairan Oman. Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan lainnya. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker dihantam proyektil tak dikenal di kawasan yang sama.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pungutan 20% yang diusulkan oleh Trump menuai kritik dari badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menegaskan tidak ada dasar hukum internasional bagi suatu negara untuk mengenakan pungutan wajib terhadap kapal yang melintasi selat internasional. Jika pungutan 20% benar-benar diterapkan, maka akan berdampak signifikan pada perdagangan minyak dan gas dunia. Nilai perdagangan energi yang melintas di Selat Hormuz diperkirakan mencapai sedikitnya US$1,2 miliar per hari atau sekitar Rp21,72 triliun (kurs Rp18.100/US$).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari selesai. Kedua negara masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan terkait dengan isu nuklir dan perdagangan. Amerika Serikat harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan yang diambilnya, termasuk kemungkinan reaksi dari negara-negara lain di kawasan. Sementara itu, Iran harus mempertimbangkan apakah akan terus mempertahankan pendiriannya atau mencari jalan keluar melalui diplomasi. Jalan panjang yang masih harus ditempuh ini akan menentukan masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya pada perdagangan dan keamanan global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714072501-4-750561/trump-klaim-bakal-kuasai-selat-hormuz-semua-kapal-diminta-bayar-20, without altering the facts of the original article.

Dunia Dilanda Krisis: 7 dari 10 Anak Muda Susah Cari Kerja

Dunia saat ini dilanda krisis yang cukup serius, terutama dalam hal kesempatan kerja bagi anak muda. Sebanyak 7 dari 10 anak muda kesulitan mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju yang memiliki pasar tenaga kerja yang kuat.

Tantangan yang Dihadapi Anak Muda dalam Mencari Kerja

Masalah kesulitan mencari kerja di kalangan anak muda ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada masa depan mereka. Banyak anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan yang baik dan membangun karier yang sukses. Namun, realitas yang dihadapi saat ini adalah kesempatan kerja yang terbatas dan persaingan yang ketat.

Mengapa Krisis ini Terjadi?

Krisis ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain perubahan struktur ekonomi global, kemajuan teknologi, dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja. Banyak industri yang mengalami pergeseran besar-besaran, sehingga membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang berbeda dari sebelumnya. Selain itu, kemajuan teknologi juga telah meningkatkan otomatisasi dan penggunaan artificial intelligence, sehingga banyak pekerjaan yang dapat digantikan oleh mesin.

Dampak dan Implikasi

Dampak dari krisis ini sangat signifikan, terutama bagi anak muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa pekerjaan yang mereka impikan tidak tersedia, atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini dapat berdampak pada mental dan emosional mereka, serta mempengaruhi kemampuan mereka untuk membangun karier dan mencapai tujuan hidup.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mengatasi krisis ini, perlu dilakukan upaya serius dan terstruktur untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi anak muda. Pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi anak muda, serta menciptakan lapangan kerja yang baru dan inovatif. Anak muda juga harus siap untuk beradaptasi dan meningkatkan keterampilan mereka agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Dengan demikian, diharapkan anak muda dapat memperoleh kesempatan kerja yang baik dan membangun karier yang sukses, serta dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan kemajuan ekonomi negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713123553-8-750369/video-fenomena-anak-muda-susah-cari-kerja-melanda-dunia, without altering the facts of the original article.

Tembakan Maut Anak Buah Trump, 11 Imigran Tewas dalam Satu Hari

Sebuah insiden penembakan maut kembali terjadi di Amerika Serikat, ketika seorang petugas imigrasi federal menembak mati seorang pria di Kota Biddeford, Maine, pada Senin (13/7/2026) waktu setempat. Korban tewas adalah seorang imigran berusia 26 tahun berkebangsaan Kolombia. Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait operasi penegakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) sedang melakukan pengawasan terhadap alamat terakhir seorang imigran yang telah menerima perintah deportasi final. Saat itu, seorang “imigran ilegal” keluar dari rumah yang sedang diawasi menggunakan sebuah kendaraan. Aparat kemudian berusaha menghentikan kendaraan tersebut. Namun, kendaraan itu mencoba melarikan diri sehingga petugas memutuskan melepaskan tembakan.

Senator Maine Angus King mengatakan kepada CNN bahwa korban bukan sasaran operasi ICE, sekaligus mengoreksi pernyataannya sendiri yang sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers. Kelompok pembela hak-hak imigran setempat menyebut korban merupakan pria berkebangsaan Kolombia berusia 26 tahun.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Insiden ini menjadi penembakan mematikan terbaru yang melibatkan aparat imigrasi federal di tengah kebijakan agresif pemerintahan Trump dalam menangkap dan mendeportasi imigran di seluruh Amerika Serikat. DHS sebelumnya berulang kali menyatakan korban-korban penembakan oleh ICE menggunakan kendaraan mereka sebagai senjata. Namun dalam sejumlah kasus terdahulu, rekaman video kemudian memunculkan keraguan terhadap versi resmi pemerintah.

King juga mengatakan para petugas ICE yang terlibat dalam insiden di Maine tidak mengenakan kamera tubuh. Ia menambahkan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) akan memimpin penyelidikan atas insiden tersebut. Sementara itu, kantor Jaksa Agung Maine menyatakan pihaknya juga “secara aktif menyelidiki” penembakan yang menewaskan korban.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penembakan ini menambah daftar panjang korban tewas akibat operasi penegakan imigrasi di Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya 11 imigran tewas dalam operasi serupa. Insiden ini memicu protes publik serta tuntutan penyelidikan independen terhadap tindakan aparat. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh pemerintahan Trump untuk menyelesaikan masalah imigrasi masih terus berlanjut.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan penggunaan kekerasan oleh aparat imigrasi federal. Dengan meningkatnya kontroversi, pemerintahan Trump harus segera mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasi penegakan imigrasi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintahan Trump masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menyelesaikan masalah imigrasi di Amerika Serikat. Dengan meningkatnya kontroversi dan protes publik, pemerintahan Trump harus segera mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasi penegakan imigrasi. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan penggunaan kekerasan oleh aparat imigrasi federal untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714073553-4-750566/anak-buah-trump-tembak-mati-imigran-lagi-11-orang-tewas, without altering the facts of the original article.

Indonesia Mencatatkan Sejarah, Negara Asia Tenggara Pertama di Gardens by the Bay Singapura

Indonesia mencatat sejarah sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menggelar pameran di Gardens by the Bay, Singapura, melalui acara Indonesia x Singapore Orchid Extravaganza di Flower Dome. Acara yang berlangsung hingga 10 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian MASA Singapore 2026. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan identitas bangsa melalui karya seni dan kekayaan budaya yang dikemas secara modern.

Merayakan Kekayaan Budaya Indonesia

Pameran Orchid Extravaganza mengusung konsep perjalanan imersif yang membawa pengunjung mengenal beragam wilayah di Indonesia melalui instalasi seni, arsitektur tradisional, flora endemik, fauna khas, serta produk berbasis kekayaan intelektual geografis. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa pameran tersebut menjadi medium untuk memperlihatkan wajah kreatif Indonesia pada dunia.

“Orchid Extravaganza merupakan cara Indonesia memperkenalkan identitas bangsa melalui kreativitas,” katanya. “Kami ingin masyarakat dunia mengenal Indonesia bukan hanya dari keindahan alamnya, tapi juga karya kreatif yang lahir dari kekayaan budaya, tradisi, dan kekayaan intelektual geografis yang kita miliki.”

Tampilkan Keindahan dan Kekayaan Budaya

Pameran tersebut menampilkan lebih dari 30 instalasi seni yang mewakili delapan wilayah, yakni Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Kalimantan. Setiap instalasi menggabungkan unsur budaya lokal dengan sentuhan artistik kontemporer sehingga menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Pengunjung dapat menjelajahi keragaman Indonesia dalam satu ruang melalui perpaduan lanskap, ornamen, dan elemen visual yang merepresentasikan karakter setiap daerah. Konsep yang dihadirkan tidak hanya menonjolkan keindahan alam Indonesia, namun juga memperlihatkan bagaimana budaya mampu berkembang menjadi karya kreatif bernilai tinggi.

Mengapa Ini Penting?

Irene menilai kehadiran Orchid Extravaganza menjadi bukti bahwa ekosistem kreatif Indonesia semakin siap bersaing di tingkat internasional. “Melalui kekayaan geografis dan budaya yang diterjemahkan menjadi karya seni, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah ekosistem kreatif yang hidup, dinamis, dan terus berkembang,” katanya.

Pameran ini juga menjadi bagian dari penyelenggaraan MASA Singapore 2026 yang mengusung tema “A Sight into the Golden Indonesia Era.” Pemerintah memanfaatkan forum tersebut untuk membuka peluang kerja sama internasional, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan daya saing talenta kreatif Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran berbagai kolaborator menunjukkan sinergi antara seniman, komunitas, perguruan tinggi, dan mitra strategis dalam memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada dunia. Dengan demikian, pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada wisatawan dari berbagai negara dan meningkatkan daya saing talenta kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas ekosistem kreatif Indonesia. Dengan kerja sama dan inovasi yang terus-menerus, Indonesia diharapkan dapat terus menunjukkan keindahan dan kekayaan budayanya kepada dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8245402/indonesia-jadi-negara-asia-tenggara-pertama-yang-gelar-pameran-di-gardens-by-the-bay-singapura, without altering the facts of the original article.

AS Ancang-ancang Serang Iran, Teheran Sebut Titik Peluncuran Sebagai Target Sah

Iran telah mengancam bahwa lokasi mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara itu akan dianggap sebagai “target yang sah” untuk serangan balasan. Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negara-negara tetangga berkewajiban untuk mencegah wilayah mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) setelah serangkaian serangan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Titik Peluncuran Sebagai Target Sah

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, pernyataan tersebut merupakan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan oleh AS atau pihak lain untuk melakukan serangan terhadap Iran. Kementerian Luar Negeri Iran juga menuduh Washington melanggar hampir setiap ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu dan melakukan “kejahatan perang” dengan menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.

Apa yang Terjadi?

Ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran. Pada Minggu (12/7), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran. Serangan-serangan ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang potensi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk.

Mengapa dan Dampak

Mengapa serangan-serangan ini terjadi? Latar belakangnya adalah adanya ketegangan yang sudah lama antara AS dan Iran, yang dipicu oleh penarikan diri AS dari perjanjian nuklear pada tahun 2018 dan pengembalian sanksi ekonomi terhadap Iran. Dampak dari serangan-serangan ini adalah meningkatnya ketidakpastian dan kekhawatiran tentang potensi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk. Bagi pihak terkait, ini berarti bahwa mereka harus siap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dan dampaknya terhadap stabilitas regional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas. Iran dan AS harus melakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan perbedaan mereka dan menemukan solusi damai. Negara-negara tetangga juga harus berperan aktif dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan regional. Dengan demikian, diharapkan bahwa kawasan Teluk dapat kembali menjadi wilayah yang stabil dan aman bagi semua pihak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5646783/teheran-titik-peluncuran-serangan-as-terhadap-iran-jadi-target-sah, without altering the facts of the original article.

AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Sirene Darurat Berbunyi Keras di Bahrain dan Kuwait Terkait Selat Hormuz

Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di ambang perang hanya beberapa pekan setelah menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk meredakan konflik. Ketegangan terbaru ini memicu sirene darurat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk. AS dan Iran memiliki perbedaan tafsir mengenai pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi bagian dari kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran.

Momen Penentu di Menit Akhir

Iran menilai MoU tersebut memberi kewenangan kepada Teheran untuk mengatur lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz, termasuk memberikan atau menolak izin pelayaran. Sebaliknya, AS berpendapat jalur pelayaran internasional itu harus tetap terbuka tanpa memerlukan persetujuan Iran. Perbedaan tafsir itulah yang disebut menjadi pemicu utama memburuknya hubungan kedua negara hingga kembali memicu aksi militer.

Menurut Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI), Angel Damayanti, eskalasi konflik sebenarnya sudah terlihat dalam satu hingga dua pekan terakhir karena persoalan Selat Hormuz tak kunjung terselesaikan. “Ketegangan ini memang meningkat dalam satu hingga dua minggu terakhir karena masalah di Selat Hormuz belum tuntas. Ada perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai apakah Selat Hormuz benar-benar dibuka untuk lalu lintas internasional,” kata Angel.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Situasi semakin memburuk setelah muncul aksi saling tuding terkait serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Ketegangan juga diperparah oleh laporan intelijen Israel kepada Presiden AS Donald Trump mengenai dugaan rencana pembunuhan terhadap Trump sebagai bentuk balas dendam atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Belum lama ini, AS melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang Pangkalan Udara Sheikh Isa yang digunakan militer AS.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ketakutan masyarakat Bahrain dan Kuwait meningkat setelah sirene darurat berbunyi di negara-negara tersebut. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta masyarakat segera berlindung dan menghindari ruang terbuka. Eskalasi konflik AS-Iran ini berpotensi menyebabkan dampak signifikan pada stabilitas kawasan Teluk dan keamanan internasional. Jika konflik ini meluas, maka akan ada peningkatan ketegangan di antara negara-negara lain di kawasan tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, situasi masih terus berkembang, dan belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera berakhir. Oleh karena itu, semua pihak terkait harus terus berupaya mencari solusi damai untuk menghindari dampak buruk yang lebih besar. Dengan mempertimbangkan kompleksitas isu dan kepentingan yang berbeda, solusi yang memuaskan semua pihak mungkin memerlukan waktu dan kompromi yang signifikan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/internasional/7853456/as-iran-nyaris-perang-lagi-karena-selat-hormuz-sirene-darurat-meraung-di-bahrain-hingga-kuwait, without altering the facts of the original article.

YouTuber Korea Bikin Seblak dan Bagi-bagi ke Orang Tua, Tindakan Mulia Ini Tuai Pujian

YouTuber Korea, Hari Jisun, baru-baru ini membuat heboh netizen dengan aksi mulianya. Jisun memasak seblak, makanan khas Indonesia, dan membagikannya kepada orang tua di Korea. Tindakan ini menuai pujian dari banyak orang, karena Jisun tidak hanya mempromosikan kuliner Indonesia, tapi juga berbagi dengan orang lain.

Apa yang Membuat Jisun Memasak Seblak?

Jisun merupakan seorang YouTuber yang aktif mempromosikan kuliner Indonesia. Ia tidak hanya kulineran, tapi juga bisa memasak berbagai makanan. Terbaru, Jisun memasak seblak untuk ibunya. Ia menggunakan bahan-bahan asli seblak yang biasa disajikan di Indonesia. Mulai dari kerupuk yang dilembekkan, lalu ada juga aneka sayuran. Tak lupa Jisun menambahkan telur, jamur enoki, dan bakso ikan. Jisun membuat seblak itu dengan bumbu yang agak pedas. Ia mengatakan kalau levelnya setara 1-2 tingkatan pedasnya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Saat memperlihatkan seblak buatannya itu, teman-teman dari ibu Jisun langsung penasaran. Mereka mengatakan kalau sajian itu terlihat enak. Jisun juga menjelaskan soal seblak kepada mereka. “Seblak itu di Indonesia adalah jajanan seperti tteokbokki. Ini bisa dibilang tteokbokki versi Indonesia,” jelasnya. Jisun dan ibunya langsung membagikan seblak itu ke masing-masing orang. Para orang tua asli Korea itu langsung mencicipinya. Mereka memuji masakan Jisun yang lezat. Tak jarang juga mengatakan kalau rasa seblak sangat enak dan mirip tteokbokki.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Tindakan Jisun ini tidak hanya membuat orang tua di Korea menikmati makanan khas Indonesia, tapi juga mempromosikan budaya Indonesia ke luar negeri. Jisun telah menunjukkan bahwa makanan khas Indonesia dapat dinikmati oleh orang lain, tidak hanya orang Indonesia. Video Jisun yang membagikan seblak kepada orang tua di Korea telah ditonton lebih dari 377 ribu kali. Komentar netizen juga sangat beragam. “Next liwetan bareng kak, kayaknya seru deh!” komentar netizen. “Akhirnya bisa lihat reaksi teman-teman cabe mama nyobain masakan Jisun lagi,” sahut netizen. “Nggak nyangka kalau seblak bakal disukai orang luar,” komentar lainnya.

Kedepannya, Jisun diharapkan dapat terus mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri. Dengan demikian, budaya Indonesia dapat lebih dikenal dan dinikmati oleh orang lain. Jisun juga telah menunjukkan bahwa makanan khas Indonesia dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara orang Indonesia dan orang lain.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8570872/youtuber-korea-bikin-seblak-sampai-bagi-bagi-ke-orang-tua-buat-cicip, without altering the facts of the original article.

Buah Khas Indonesia Dijuluki Superfood, Ternyata Mampu Atasi Krisis Pangan Global

Sukun, buah khas Indonesia, dinilai memiliki potensi menjadi pangan masa depan sekaligus superfood lokal Indonesia. Menurut guru besar Fakultas Pertanian IPB University, Edi Santosa, sukun memiliki sejumlah kriteria penting yang menjadikannya layak menyandang predikat tersebut. Ia menjelaskan bahwa sukun memiliki kandungan nutrisi tinggi tanpa antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dibudidayakan dengan cara yang rendah emisi karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Dengan berbagai keunggulan ini, sukun diharapkan dapat membantu mengatasi krisis pangan global.

Kriteria Superfood yang Dimiliki Sukun

Edi Santosa menjelaskan bahwa suatu pangan dapat disebut superfood jika memiliki kandungan nutrisi tinggi tanpa antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dibudidayakan dengan cara yang rendah emisi karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu. Dari sisi gizi, sukun memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lainnya. Selain kaya serat dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sukun juga mengandung vitamin C, serta pada beberapa penelitian ditemukan mengandung vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn), yang berperan penting dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Keunggulan Sukun sebagai Sumber Karbohidrat

Sukun memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan. Sukun juga memiliki daya adaptasi terhadap perubahan iklim. Tanaman berbentuk pohon tahunan ini mampu tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan tinggi maupun wilayah kering, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan perawatan yang relatif minim, pohon sukun tetap mampu berproduksi hampir sepanjang tahun.

Potensi Ekonomi Sukun

Potensi ekonomi sukun juga sangat besar, terutama jika dikembangkan dalam bentuk tepung. Tepung sukun dapat diolah menjadi berbagai produk pangan modern, mulai dari roti, mi, hingga aneka makanan olahan lainnya. Hal ini membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk untuk kebutuhan industri pangan. Sementara itu, untuk pasar ekspor dalam bentuk buah segar, masih diperlukan upaya promosi lebih lanjut agar masyarakat internasional mengenal cara mengolah dan mengonsumsi sukun.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Keberhasilan nangka menembus pasar global dapat menjadi contoh pengembangan komoditas lokal Indonesia. Menurut Edi, yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan promosi, budaya pangan, dan industri. Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat menjadi langkah untuk meningkatkan popularitasnya. Media massa juga memiliki peran penting dalam mengenalkan sukun sebagai superfood Indonesia. Dengan kerja sama dan promosi yang tepat, sukun diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia dan membantu mengatasi krisis pangan global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260713062830-37-750242/buah-asli-ri-disebut-superfood-solusi-krisis-dunia, without altering the facts of the original article.

Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian, Kutip Pidato Presiden RI Soal Ini

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada 28 Februari lalu, mendapat pujian dari berbagai pihak. Sebelum meninggal, Khamenei dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Iran, terutama setelah menjadi salah satu tokoh utama Revolusi Iran pada 1979. Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 hingga wafatnya.

Perjalanan Hidup dan Pengaruh Ayatollah Ali Khamenei

Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu kini disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sejak Jumat (3/7/2026), sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026). Semasa hidup, Khamenei dikenal sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam politik Iran. Ia pernah mengalami masa-masa sulit sebagai tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an.

Pada masa penjaranya, Khamenei memiliki pengalaman yang cukup unik. Ia pernah berbagi sel dengan seorang pemuda yang merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Awalnya, pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya. Namun, Khamenei berusaha membantunya dan akhirnya memancing pemuda itu untuk berbicara tentang keimanannya.

Momen Penentu di Balik Jeruji Besi

Pemuda tersebut akhirnya mengungkap bahwa dia tidak percaya pada agama apapun karena khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam. Mendengar pengakuan itu, Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu.

Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. “Tahukah kamu bahwa Presiden Sukarno dari Indonesia pernah mengatakan pada Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’.”

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pemikiran Soekarno itu juga menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara. Meski memiliki latar belakang agama, ideologi, dan pandangan politik yang berbeda, mereka sama-sama menghadapi penindasan dari rezim Shah. “Persatuan seperti itulah yang menghubungkan kita sekarang. Masalah yang kita hadapi sama, dan nasib kita tidak pasti. Agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah di antara kita.”

Kematian Ayatollah Ali Khamenei meninggalkan dampak besar bagi Iran dan dunia internasional. Sebagai tokoh penting dalam sejarah Iran, peranannya dalam membentuk kebijakan dan arah negara tidak dapat diabaikan. Walaupun telah meninggal, warisan pemikirannya, terutama terkait persatuan dan kesadaran akan kebutuhan bersama, akan terus dikenang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pengaruh Khamenei tidak hanya dirasakan di Iran, tetapi juga di negara-negara lain yang memiliki hubungan dengan Iran. Oleh karena itu, kematian beliau menjadi momen penting untuk merenungkan arah politik dan sosial di Iran dan sekitarnya. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Iran dan negara-negara lain untuk mewujudkan persatuan dan kesadaran akan kebutuhan bersama masih terbuka lebar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.

Warga Israel Hebohkan Istana Merdeka, Nyaris Bertemu Presiden RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang warga negara Israel pernah membuat geger Indonesia setelah berhasil memasuki Istana Merdeka pada 1971. Kedatangannya untuk menemui Presiden Soeharto memicu sorotan, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di Timur Tengah. Saat itu, bahkan hingga kini, Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Atas dasar itu, kehadiran warga negara Israel di lingkungan Istana Presiden menjadi persoalan yang sangat sensitif.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada Agustus 1971, seorang wartawan Jerusalem Post bernama Ted Lurie datang ke Indonesia untuk menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali. Selama mengikuti kongres di Bali, kehadiran Lurie tidak menimbulkan persoalan. Masalah baru muncul ketika dia bersama sekitar 15 wartawan peserta kongres melakukan lawatan ke Jakarta, termasuk berkunjung ke Istana Merdeka. Saat rombongan tiba, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui. Fakta itu langsung mengundang tanda tanya karena pemerintah Indonesia saat itu tidak mengizinkan warga negara Israel masuk ke Indonesia.

Lurie sendiri mengaku sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. Namun, sebelum bertemu Presiden Soeharto, dia memilih mengundurkan diri karena menyadari kehadirannya dapat menimbulkan persoalan. “Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu,” kata Lurie.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Meski batal bertemu Presiden Soeharto, kabar tersebut telanjur menyebar luas. Muncul pertanyaan besar, bagaimana seorang warga negara Israel bisa memperoleh izin memasuki Indonesia hingga mencapai Istana Merdeka. Pihak Istana membenarkan Lurie memang sempat berada di Istana Merdeka. Namun, mereka menegaskan tidak pernah terjadi pertemuan dengan Presiden Soeharto. Pemerintah pun melakukan penelusuran untuk mengetahui bagaimana Lurie dapat memasuki Indonesia.

Kedutaan Besar Indonesia di Singapura ternyata telah mengeluarkan surat khusus untuk Lurie guna menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. “Lurie telah diizinkan masuk Indonesia berdasarkan surat khusus yang dikeluarkan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Yayasan Pers Asia di Bali minggu lalu,” ungkap pemerintah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memicu reaksi di Timur Tengah. Sejumlah kalangan mempertanyakan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Dubes Mesir, Ali Shawki El-Hadidi, menyatakan bahwa masuknya wartawan Israel adalah sangat bertentangan dengan ketetapan MPRS. Presiden Soeharto pun memerintahkan dilakukan pengusutan untuk mengetahui bagaimana Lurie dapat memasuki Indonesia.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat memastikan keamanan dan konsistensi kebijakan luar negeri. Apalagi, Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung perjuangan Palestina dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hingga kini, Indonesia masih belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kedatangan Lurie ke Istana Merdeka pada 1971 menjadi catatan sejarah yang menunjukkan kompleksitas hubungan antara Indonesia dan Israel. Pemerintah Indonesia masih harus menempuh jalan panjang untuk memastikan konsistensi kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus selalu diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional dan memperjuangkan keadilan internasional. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan diplomasi dan pengamanan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708151505-25-749177/geger-warga-israel-masuk-istana-merdeka-nyaris-bertemu-presiden-ri, without altering the facts of the original article.