Momen Kritis di Selat Hormuz
Pada Selasa (14/7/2026), Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mulai memblokade pelayaran Iran, termasuk seluruh pelabuhan dan terminal minyak Iran, dengan pengecualian bagi pelayaran netral dan bantuan kemanusiaan yang telah diperiksa. Pernyataan Trump langsung ditanggapi oleh Iran, yang menolak keras klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan bahwa Teheran tetap menjadi penjaga Selat Hormuz dan tidak akan membiarkan Amerika Serikat mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Tensi yang Meningkat
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak miliknya diserang saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz di perairan Oman. Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan lainnya. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker dihantam proyektil tak dikenal di kawasan yang sama.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pungutan 20% yang diusulkan oleh Trump menuai kritik dari badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menegaskan tidak ada dasar hukum internasional bagi suatu negara untuk mengenakan pungutan wajib terhadap kapal yang melintasi selat internasional. Jika pungutan 20% benar-benar diterapkan, maka akan berdampak signifikan pada perdagangan minyak dan gas dunia. Nilai perdagangan energi yang melintas di Selat Hormuz diperkirakan mencapai sedikitnya US$1,2 miliar per hari atau sekitar Rp21,72 triliun (kurs Rp18.100/US$).
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari selesai. Kedua negara masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan terkait dengan isu nuklir dan perdagangan. Amerika Serikat harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan yang diambilnya, termasuk kemungkinan reaksi dari negara-negara lain di kawasan. Sementara itu, Iran harus mempertimbangkan apakah akan terus mempertahankan pendiriannya atau mencari jalan keluar melalui diplomasi. Jalan panjang yang masih harus ditempuh ini akan menentukan masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya pada perdagangan dan keamanan global.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714072501-4-750561/trump-klaim-bakal-kuasai-selat-hormuz-semua-kapal-diminta-bayar-20, without altering the facts of the original article.