Emiten Ini Bangkit Setelah Bertahun-Tahun Dijauhi Investor

Saham perusahaan rokok kembali menjadi perhatian investor global setelah bertahun-tahun dijauhi karena pertimbangan etika dan tekanan regulasi. Kali ini, kebangkitan tersebut didorong oleh pesatnya pertumbuhan produk bebas asap seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin. Perusahaan yang berhasil menggeser bisnisnya ke produk non-konvensional kini memperoleh penilaian yang lebih tinggi di pasar saham. Philip Morris International menjadi contoh paling menonjol, sementara British American Tobacco dinilai mulai mengikuti jejak tersebut.

Perubahan Kebijakan dan Ekspansi Bisnis

Perubahan arah kebijakan di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor pendorong kebangkitan saham perusahaan rokok. Pemerintahan Presiden Donald Trump periode kedua dinilai lebih ramah terhadap industri tembakau dibanding pemerintahan Joe Biden. Perubahan tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko regulasi yang selama bertahun-tahun membebani saham perusahaan rokok. Perusahaan-perusahaan tembakau juga meningkatkan aktivitas lobi politik untuk memperjuangkan sejumlah kepentingan industri.

Perubahan kebijakan terbaru FDA juga dinilai menjadi angin segar, khususnya bagi British American Tobacco. Regulator kini mengizinkan produsen menjual produk vape maupun kantong nikotin baru selama proses evaluasi izin pemasaran masih berlangsung. Sebelumnya, perusahaan harus menunggu persetujuan penuh sebelum produk boleh dipasarkan, proses yang dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Mengapa Perusahaan Rokok Mulai Bangkit

Perusahaan rokok masih mampu menjaga pendapatan melalui kenaikan harga, namun strategi tersebut tidak akan efektif dalam jangka panjang seiring semakin berkurangnya jumlah konsumen rokok. Jumlah perokok di Amerika Utara terus menyusut, dengan volume penjualan rokok yang telah turun sekitar sepertiga sejak 2020. Oleh karena itu, transformasi menuju produk bebas asap menjadi penting bagi perusahaan rokok untuk meningkatkan pendapatan dan mempertahankan pangsa pasar.

Dampak Terhadap Investor dan Industri

Transformasi menuju produk bebas asap juga membuka peluang kembalinya investor institusi yang sebelumnya menghindari saham perusahaan rokok karena alasan Environmental, Social, and Governance. Perusahaan yang berhasil menggeser bisnisnya ke produk non-konvensional kini memperoleh penilaian yang lebih tinggi di pasar saham. Philip Morris International menjadi pemimpin dalam transformasi tersebut, dengan sekitar 41% pendapatannya berasal dari produk non-kombustibel pada 2025.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kebangkitan saham perusahaan rokok masih memiliki tantangan ke depan. Perusahaan harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk bebas asap untuk mempertahankan pangsa pasar. Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan isu-isu kesehatan masyarakat dan regulasi yang masih menjadi perhatian global. Dengan demikian, perusahaan rokok dapat mempertahankan keberlangsungan bisnis dan meningkatkan nilai bagi investor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710174447-17-749934/bertahun-tahun-dijauhi-saham-emiten-sektor-ini-mulai-bangkit, without altering the facts of the original article.

Investor Buang Saham JELI dan BACH, Apa yang Terjadi?

Saham JELI dan BACH menjadi perhatian investor pada perdagangan Jumat (10/7/2026) setelah kompak tertekan aksi jual. Saham JELI, produsen makanan bermerek INACO, anjlok 14,81% ke level Rp1.495 per saham dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Sementara itu, saham BACH, emiten genset dan infrastruktur telekomunikasi afiliasi Grup Djarum, rontok nyaris 10% ke Rp500 per saham hari ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kinerja dua emiten baru lainnya, yakni PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) milik Raffi Ahmad yang melesat ke ARA di hari perdananya, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang ikut memimpin top gainers. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri bergerak tenang di zona hijau hari ini.

Apa yang Terjadi pada JELI dan BACH?

JELI resmi melantai pada 7 Juli 2026 dengan harga IPO Rp900 per saham, melepas 266 juta saham (21,01% modal) dan menghimpun Rp239,4 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Sucor Sekuritas. Sementara itu, BACH juga melakukan IPO pada awal Juli ini.

Mengapa Saham JELI dan BACH Diterpa Aksi Jual?

Persoalan pertama ada pada valuasi yang terbang meninggalkan kinerja labanya. Sepanjang 2025, JELI hanya membukukan laba bersih sebesar Rp39,0 miliar. Angka ini memang melonjak 235,5% dibanding laba tahun sebelumnya yang cuma Rp11,6 miliar, tetapi lonjakan persentase sebesar itu berasal dari basis yang sangat kecil. Dengan laba semungil itu, harga IPO JELI saja sudah mencerminkan rasio harga terhadap laba (PER) di kisaran 31-39 kali – jauh di atas rata-rata emiten sejenis di sektor makanan dan minuman yang berada di rentang 12-18 kali.

Selain itu, pendapatan JELI justru menyusut tiga tahun berturut-turut, dari Rp838,94 miliar pada 2023 menjadi Rp753,05 miliar pada 2025. Artinya, lonjakan laba yang jadi daya tarik utama emiten ini bukan berasal dari bertambahnya volume penjualan, melainkan dari efisiensi dan perbaikan marjin – sumber pertumbuhan yang punya batas dan tidak bisa diulang tanpa henti setiap tahun.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kombinasi harga yang premium, mesin pertumbuhan yang justru menyusut, dan arus kas operasional yang melemah membuat investor semakin berhati-hati dalam menilai prospek JELI dan BACH. Investor perlu memperhatikan kinerja keuangan dan strategi bisnis kedua emiten ini ke depan untuk menentukan potensi pertumbuhan dan return on investment yang lebih akurat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedua emiten ini masih memiliki jalan panjang untuk membuktikan diri sebagai pemain yang solid dan berpotensi tumbuh di pasar modal. Dengan tantangan yang ada, JELI dan BACH harus mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik dan strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mencapai tujuan bisnis mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710183012-17-749939/saham-jeli-dan-bach-kompak-dibuang-investor-ada-apa, without altering the facts of the original article.

Purbaya Cari Dana Rp10 T: 8 Seri Utang Syariah Siap Dilelang Pekan Depan

Purbaya Lelang 8 Seri Utang Syariah untuk Cari Dana Rp10 T Pemerintah bakal melelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada pekan depan, dengan target indikatif mencapai Rp 10 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2026. SBSN yang akan dilelang terdiri dari seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara – Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). Momen Penentu di Menit Akhir Pengumuman yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa lelang SBSN akan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026. Target indikatif untuk lelang ini adalah Rp 10 triliun, dengan kemungkinan maksimal dimenangkan sebesar 200% dari target indikatif. Delapan seri SBSN yang akan dilelang adalah SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027 dengan imbalan diskonto, PBS030 dengan imbalan 5,87%, PBS040 sebesar 5%, PBSG002 sebesar 5,62%, PBS034 sebesar 6,5%, serta PBS038 yang imbalannya 6,87%. Apa yang Terjadi Seri PBSG002 yang dilelang merupakan seri Green Sukuk yang ditawarkan melalui lelang di pasar perdana domestik. Ini melengkapi program penerbitan Green Sukuk yang sudah dilakukan sebanyak 8 kali di pasar global sejak tahun 2018 dan 12 kali di pasar domestik melalui Green Sukuk Ritel sejak tahun 2019. Green Sukuk ini dapat digunakan untuk mendukung program RPIM (Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial) bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah. MENGAPA & DAMPAK Pemerintah melakukan lelang SBSN ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam APBN 2026. Dengan menawarkan SBSN, pemerintah dapat memperoleh sumber pendanaan yang syariah dan mendukung proyek-proyek yang berkelanjutan. Dampaknya, upaya ini dapat meningkatkan transparansi dan inklusivitas dalam pembiayaan negara. Selain itu, penerbitan Green Sukuk dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung proyek-proyek hijau. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Lelang SBSN ini akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang, tetapi harus melalui Dealer Utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan. Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan. Dengan demikian, kesuksesan lelang ini sangat penting dalam mencapai target pembiayaan negara dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710171620-17-749929/cari-dana-rp10-t-purbaya-lelang-8-seri-utang-syariah-pekan-depan, without altering the facts of the original article.

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Berkolaborasi: KPR Syariah 30 Tahun Kini Lebih Mudah Diakses

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama untuk menyediakan akses pembiayaan perumahan yang inklusif, kompetitif, dan berkah bagi jutaan pekerja Penerima Upah (PU) di Indonesia. Melalui sinergi ini, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat menikmati fasilitas pembiayaan BSI Griya dengan berbagai keunggulan, termasuk kepastian angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan, serta tenor fleksibel hingga 30 tahun untuk menjaga stabilitas cashflow bulanan nasabah. BSI Griya menjadi salah satu opsi pembiayaan perumahan syariah yang paling diminati di Indonesia.

Kolaborasi Strategis untuk Meningkatkan Akses Pembiayaan Perumahan

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi. Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil.

Dengan kerja sama ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh pembiayaan perumahan dengan skema syariah yang lebih mudah dan fleksibel. BSI Griya menawarkan berbagai keunggulan, termasuk angsuran tetap dan tenor yang fleksibel, sehingga memudahkan pekerja untuk memiliki rumah impian mereka. Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang belum memiliki rumah.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pembiayaan Perumahan

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT) akan semakin memperluas akses sekaligus menambah alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah yang dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kerja sama ini diharapkan semakin memudahkan akses untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang sekaligus bekal dalam mempersiapkan kehidupan yang lebih sejahtera di hari tua.

Ketersediaan pembiayaan perumahan yang mudah dan fleksibel diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan memiliki rumah yang layak, pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif, sekaligus membangun masa depan keluarga yang lebih baik. Oleh karena itu, kerja sama antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kerja sama antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat memiliki dampak positif bagi masyarakat Indonesia ke depan. Dengan meningkatnya akses pembiayaan perumahan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi. BSI dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ini dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dengan memiliki rumah yang layak, pekerja dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia ke depan.

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan akan terus meningkatkan kerja sama ini dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710171615-17-749930/bsi-gandeng-bpjs-ketenagakerjaan-buka-akses-kpr-syariah-30-tahun, without altering the facts of the original article.

Rupiah Menguat Lagi: Mungkinkah Balik ke Kisaran Rp17.000?

Rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini, mencapai level Rp18.045/US$, atau terapresiasi 0,14%. Penguatan ini terjadi seiring dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke level 100,788. Dengan tren ini, muncul pertanyaan apakah kurs rupiah mampu kembali ke level kisaran Rp17.000/US$ dalam jangka pendek?

Momen Penguatan Rupiah

Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), rupiah dibuka menguat dan terus bergerak di rentang Rp18.045-Rp18.075/US$. Penguatan ini terjadi setelah indeks dolar AS (DXY) melemah untuk sesi kedua beruntun. Pelemahan DXY mendapat angin segar dari perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global. Selain itu, tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkat juga mempengaruhi pergerakan mata uang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ekonom Bank BTN Myrdal Gunarto menyatakan bahwa syarat rupiah bisa kembali ke level Rp17.000-an adalah tekanan global yang mereda, harga minyak dunia yang konsisten di kisaran US$70 per barel, dan pandangan investor global terhadap Indonesia yang kembali normal. “Kalau mau balik di bawah Rp 18.000 syaratnya ya tekanan global mereda, perang beneran selesai, harga minyak juga turun di bawah 70 dolar per barrel, dan pandangan investor global terhadap Indonesia juga balik normal lagi,” kata Myrdal.

Myrdal menambahkan bahwa jika kombinasi kondisi tersebut tercipta, maka rupiah bisa menguat hingga ke Rp17.600 per dolar. “Nah kalau itu udah terjadi ya saya rasa sih investor akan balik dan bikin rupiah kembali menguat sih ke level di bawah Rp 18.000,” ujar Myrdal. “Karena proyeksi kita di level sekitar Rp 17.600,” tegasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan demikian, penguatan rupiah saat ini masih harus diwaspadai dengan perkembangan global yang mempengaruhi nilai tukar. Selain itu, pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh rupiah untuk kembali ke level yang stabil masih terbuka lebar.

Dalam beberapa bulan terakhir, rupiah telah mengalami fluktuasi yang signifikan. Namun, dengan penguatan saat ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, pelaku pasar dan investor perlu terus memantau perkembangan global dan domestik untuk menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan nilai tukar rupiah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710174922-17-749935/rupiah-menguat-lagi-bisa-balik-ke-kisaran-rp17000, without altering the facts of the original article.

Nasib Ekspor Sawit RI Pasca Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi

Ekspor sawit Indonesia tampaknya akan mengalami dampak signifikan pasca kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan India untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan lintas negara. Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi diharapkan dapat meningkatkan kerja sama ekonomi, termasuk ekspor sawit.

Kunjungan Strategis

Perdana Menteri India, Narendra Modi, melakukan kunjungan ke Indonesia, yang salah satu agendanya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dan India untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan lintas negara. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keamanan di kawasan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dan pertemuan bilateral dengan Prabowo Subianto memiliki dampak signifikan terhadap ekspor sawit Indonesia. India merupakan salah satu negara tujuan ekspor sawit terbesar Indonesia. Dengan meningkatnya kerja sama ekonomi antara kedua negara, diharapkan ekspor sawit Indonesia ke India dapat meningkat. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti persaingan dengan negara eksportir sawit lainnya dan perubahan kebijakan perdagangan internasional.

Mengapa kunjungan ini penting? Indonesia merupakan salah satu negara produsen sawit terbesar di dunia, dan India merupakan salah satu negara konsumen sawit terbesar. Kerja sama antara kedua negara dapat meningkatkan stabilitas pasokan sawit dan mengurangi ketergantungan India pada negara eksportir sawit lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ekspor sawit Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, seperti perubahan kebijakan perdagangan internasional dan persaingan dengan negara eksportir sawit lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor sawit, termasuk India. Dengan meningkatnya kerja sama ekonomi dan stabilitas pasokan sawit, diharapkan ekspor sawit Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Kedepan, Indonesia harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sawit, serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara konsumen sawit. Dengan demikian, ekspor sawit Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260710120629-8-749789/video-nasib-ekspor-sawit-ri-usai-kunjungan-modi, without altering the facts of the original article.

Harga BBM Terbaru: Cek Daftar Harga Pertamina Hari Ini Sabtu 11 Juli 2026 di Jabar

Harga BBM terbaru di Jawa Barat mulai berlaku sejak Rabu, 1 Juli 2026, dengan beberapa perubahan pada produk Pertamina. Harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex (Pertadex), dan Dexlite mengalami penurunan harga. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan.

Penurunan Harga BBM di Jawa Barat

Untuk wilayah Jawa Barat, harga Pertamax Turbo turun sebesar Rp1.450 dari semula Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Penurunan harga juga dialami produk Pertadex, dengan koreksi turun Rp3.650 dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Kemudian, varian Dexlite pun ikut turun sebesar Rp3.300, yang membuat harganya berubah dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Detail Harga BBM di Berbagai Provinsi

Berikut adalah daftar harga BBM terbaru di beberapa provinsi di Indonesia:

1. Provinsi Aceh: Pertamax: Rp16.650 Pertamax Turbo: Rp19.750 Pertamina Dex: Rp25.350 Dexlite: Rp23.500 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang: Pertamax: Rp15.250 Dexlite: Rp21.550 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

3. Provinsi Sumatera Utara: Pertamax: Rp16.650 Pertamax Turbo: Rp19.750 Pertamina Dex: Rp21.650 Dexlite: Rp20.150 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

4. Provinsi Sumatera Barat: Pertamax: Rp17.000 Pertamax Turbo: Rp20.150 Pertamina Dex: Rp22.100 Dexlite: Rp20.550 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

5. Provinsi Riau: Pertamax: Rp17.000 Pertamax Turbo: Rp20.150 Pertamina Dex: Rp22.100 Dexlite: Rp20.550 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

6. Provinsi Kepulauan Riau: Pertamax: Rp17.000 Pertamax Turbo: Rp20.150 Pertamina Dex: Rp22.100 Dexlite: Rp20.550 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

7. Free Trade Zone (FTZ) Batam: Pertamax: Rp15.500 Pertamax Turbo: Rp18.350 Pertamina Dex: Rp20.100 Dexlite: Rp18.700 Pertalite: Rp10.000 Biosolar: Rp6.800

Mengapa Penurunan Harga BBM Dilakukan?

Penurunan harga BBM ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pasar global. Dengan penurunan harga, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya, terutama dalam hal penghematan biaya transportasi dan operasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan harga BBM ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan竞争力 produk-produk yang menggunakan BBM sebagai bahan baku.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, pemerintah dan Pertamina masih harus memantau kondisi pasar dan ekonomi untuk menentukan kebijakan harga BBM yang tepat. Dengan demikian, diharapkan harga BBM dapat stabil dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/nasional/1178180/daftar-harga-bbm-pertamina-hari-ini-sabtu-11-juli-2026-cek-pertamax-di-jabar, without altering the facts of the original article.

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan: Kisah Pengusaha RI yang Berujung Miliarder

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan: Kisah Pengusaha RI yang Berujung Miliarder. Gunung Kawi, sebuah destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, telah menjadi bagian dari kisah sukses Ong Hok Liong, pendiri perusahaan rokok Bentoel. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama dalam hal keberanian mengambil keputusan dan berani berubah.

Dari Ziarah ke Keputusan Bisnis

Ong Hok Liong, seorang pengusaha asal Malang, Jawa Timur, dikenal rajin berkunjung ke Gunung Kawi untuk memohon keberuntungan. Pada sekitar 1954, Ong melakukan ziarah ke Gunung Kawi dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Mimpi ini kemudian diartikan oleh juru kunci makam sebagai petunjuk untuk mengganti nama pabrik dan merek rokoknya menjadi Bentoel, yang merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas.

Saat itu, Ong merupakan pemilik pabrik rokok bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong yang tidak begitu laku. Atas tafsir mimpi tersebut, dia kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dia lihat dalam mimpi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Keputusan Ong untuk mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel ternyata menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokoknya terus meningkat. Perusahaan juga berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Di negara yang dari dulu sampai sekarang sebagian besar penduduk laki-lakinya kecanduan rokok, Bentoel mendatangkan kekayaan sangat besar untuk Ong Hok Liong. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kisah sukses Ong Hok Liong dan Bentoel memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama dalam hal keberanian mengambil keputusan dan berani berubah. Perusahaan Bentoel kemudian terus berkembang hingga akhirnya diakuisisi oleh British American Tobacco pada 2009. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, perjalanan bisnis Ong membuat nama Gunung Kawi semakin lekat dengan cerita tentang keberuntungan.

Hingga kini, Gunung Kawi masih didatangi banyak peziarah yang berharap memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki. Kisah Ong Hok Liong dan Bentoel menjadi contoh bahwa dengan keberanian dan keputusan yang tepat, kesuksesan dapat diraih.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kisah sukses Ong Hok Liong dan Bentoel tidak hanya berhenti pada pencapaian kesuksesan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang. Dengan terus mengembangkan diri dan berani mengambil keputusan, kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja. Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, dan kisah Ong Hok Liong akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.

Miliuner Indonesia Rachmat Gobel: Kisah Sukses dari Warisan Industri Elektronik

Rachmat Gobel, Miliuner Indonesia yang Membangun Industri Elektronik

Rachmat Gobel, salah satu miliuner Indonesia yang sukses membangun industri elektronik, meninggalkan jejak panjang di dunia industri nasional. Ia merupakan putra pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel, dan telah meneruskan bisnis keluarga tersebut. Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, meninggalkan warisan industri elektronik yang kuat.

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962 dan sejak muda telah dipersiapkan menjadi penerus perusahaan keluarganya. Ia kemudian menempuh pendidikan di Jepang untuk memahami budaya kerja dan industri manufaktur. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Rachmat Gobel kembali ke Indonesia dan memulai kariernya di Gobel Group pada 1989.

Awal Karier dan Kemitraan Strategis

Rachmat Gobel memulai kariernya dari berbagai posisi di Gobel Group dan kemudian dipercaya memimpin Panasonic Gobel Group. Di tangannya, perusahaan tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga meningkatkan penggunaan komponen lokal. Berbagai produk elektronik Panasonic berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, sejalan dengan upaya memperkuat basis manufaktur nasional.

Rachmat Gobel juga memiliki pengalaman di dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada 2014-2015 dan Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024. Ia juga aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengoordinasikan berbagai bidang, mulai dari industri, teknologi, hingga infrastruktur.

Mengapa Rachmat Gobel Penting?

Rachmat Gobel memiliki peran penting dalam membangun industri elektronik nasional. Ia meneruskan fondasi yang dibangun ayahnya sekaligus menyesuaikannya dengan tantangan industri modern. Gobel Group tetap menjadi salah satu pelaku penting manufaktur elektronik di Indonesia. Kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Rachmat Gobel dalam membangun industri elektronik nasional.

Kemitraan ini telah terjalin selama puluhan tahun dan memungkinkan Gobel Group untuk mengembangkan industri manufaktur melalui investasi jangka panjang di Indonesia. Rachmat Gobel juga memiliki peran penting dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat basis manufaktur nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehilangan Rachmat Gobel merupakan kehilangan besar bagi industri elektronik nasional. Namun, warisan industri elektronik yang dibangunnya akan terus berlanjut. Gobel Group masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pelaku penting manufaktur elektronik di Indonesia.

Ke depan, industri elektronik nasional masih memiliki tantangan besar, seperti meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat basis manufaktur nasional. Namun, dengan fondasi yang kuat dan kemitraan strategis yang telah dibangun, industri elektronik nasional masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Industri elektronik nasional masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk menjadi salah satu industri yang kuat dan kompetitif di tingkat global. Namun, dengan warisan Rachmat Gobel dan fondasi yang kuat, industri elektronik nasional masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pelaku penting di tingkat global.

Rachmat Gobel telah meninggalkan warisan yang kuat dan inspiratif bagi generasi mendatang. Ia telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan visi yang jelas, kita dapat membangun industri yang kuat dan kompetitif. Kita harus terus melanjutkan perjuangan Rachmat Gobel untuk membangun industri elektronik nasional yang kuat dan kompetitif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710095156-25-749705/kisah-inspiratif-rachmat-gobel-menjalankan-warisan-industri-elektronik, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Dorong Ekonomi Lokal, Begini Cara Mereka Bantu Usaha Wanita di Bogor

BRI Peduli telah meluncurkan program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) untuk membantu meningkatkan ekonomi lokal, termasuk usaha wanita di Bogor. Program ini berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan. Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Bogor.

Dari Pala Segar ke Produk Olahan

KWT Bina Tani Mysari Pala merupakan kelompok usaha yang dibentuk pada 2015 oleh para perempuan di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan. Awalnya, mereka hanya menjual pala segar, namun kemudian mereka mengolahnya menjadi berbagai produk olahan seperti manisan, sirup, dan permen pala. Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah, mengatakan bahwa kelompoknya memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran dan peralatan produksi.

Dengan bantuan dari BRI Peduli melalui program AURA, KWT Bina Tani Mysari Pala mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas usaha, bantuan sarana produksi, dan strategi pemasaran. Program ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Bantuan yang Berdampak

BRI Peduli memberikan bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan. Nurhasanah mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu kelompoknya dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Dengan bantuan tersebut, proses produksi KWT Bina Tani Mysari Pala menjadi lebih efisien. Dulu, proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam. Untuk pengemasan juga jauh lebih cepat karena sudah menggunakan alat sealer.

Mengapa Program AURA Penting?

Program AURA merupakan inisiatif BRI Peduli yang berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan. Program ini penting karena dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan peluang bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha mereka.

KWT Bina Tani Mysari Pala merupakan contoh keberhasilan program AURA. Dengan bantuan dari BRI Peduli, kelompok ini dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan pemasaran. Program ini juga dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan peluang bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai keberhasilan, KWT Bina Tani Mysari Pala masih memiliki tantangan ke depan. Mereka masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan. Nurhasanah mengatakan bahwa kelompoknya berharap pendampingan dari BRI Peduli dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk.

BRI Peduli terus berkomitmen untuk membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan peluang bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan program AURA, BRI Peduli dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, dan pemasaran, sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan peluang bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710111636-25-749749/aura-bri-peduli-perkuat-kapasitas-kelompok-usaha-wanita-di-bogor, without altering the facts of the original article.