Pemkab Sidrap: Porsenijar PGRI Jadi Ajang Promosi Lumbung Telur Nasional

Pemerintah Kabupaten Sidrap memanfaatkan Porsenijar PGRI sebagai ajang promosi Lumbung Telur Nasional, sekaligus memperkuat sektor peternakan dan kampanye pemenuhan gizi masyarakat. Perhelatan yang mempertemukan puluhan ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan itu dibuka secara resmi di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kamis (2/7/2026). Sebagai tuan rumah, Pemkab Sidrap bersama berbagai unsur daerah berupaya memberikan kesan terbaik kepada para tamu yang datang dari 24 kabupaten/kota.

Momen Penentu di Menit Akhir

Acara pembukaan Porsenijar dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo H. Andi Rosman, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Gowa H. Darmawangsyah Muin, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, serta bupati dari berbagai daerah lainnya. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa Porsenijar telah berkembang menjadi agenda besar, sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antardaerah di lingkungan pendidikan Sulawesi Selatan.

Di luar kemeriahan seremoni pembukaan, perhatian peserta juga tertuju pada sebuah posko sederhana di depan Gedung DPRD Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae. Di lokasi tersebut, pimpinan, anggota, dan staf Sekretariat DPRD Sidrap membagikan sekitar 3.000 butir telur rebus secara cuma-cuma kepada peserta dan masyarakat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Aksi pembagian telur menjadi cara Sidrap memperkenalkan identitasnya sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Sulawesi Selatan. Program makan telur gratis itu juga menjadi simbol kesinambungan gerakan konsumsi dua butir telur setiap hari yang terus disosialisasikan di tengah meningkatnya produksi peternakan unggas di Sidrap. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar jamuan bagi tamu, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kampanye konsumsi protein hewani yang selama ini digencarkan pemerintah daerah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Melalui program ini, Pemkab Sidrap juga ingin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kesehatan dan gizi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya konsumsi protein hewani, terutama telur, dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas telur, Pemkab Sidrap masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Namun, dengan adanya kegiatan seperti Porsenijar PGRI, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program yang digencarkan pemerintah daerah. Dengan demikian, Sidrap dapat terus maju sebagai Lumbung Telur Nasional, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/sidrap/1843080/pemkab-sidrap-manfaatkan-porsenijar-pgri-promosikan-lumbung-telur-nasional, without altering the facts of the original article.

Pratisentana Sira Arya Getas Kini Himpun 6.000 KK, Pecalang dan Nyapuleger Massal Disiapkan untuk Keamanan

Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, sebuah organisasi yang berdiri sejak 1996, kini telah menghimpun sekitar 6.000 kepala keluarga yang tergabung dalam 55 dadia di seluruh Kabupaten Karangasem. Organisasi ini telah berkembang pesat sejak pertama kali dibentuk di Banjar Kebon, Kecamatan Abang. Ketua Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, Ketut Udiana, mengatakan perkembangan ini merupakan hasil perjuangan para panglingsir dan tokoh pendahulu yang membangun pasemetonan.

Perkembangan Organisasi yang Pesat

Dalam peringatan HUT ke-30 yang mengusung tema “Bhakti Satya Wirang untuk Karangasem Agung” pada Kamis (2/7/2026), Udiana memaparkan sejumlah agenda yang akan dijalankan organisasi. Di antaranya pelaksanaan Nyapuleger Massal yang dipusatkan di Kecamatan Abang, pembentukan Pecalang Pasemetonan yang diawali di Kecamatan Manggis dan Bebandem, hingga pembentukan kepengurusan baru di Kecamatan Kubu. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat kegiatan ngayah di pura-pura pedharman dengan mengaktifkan kepengurusan di wilayah Sidemen, Selat, dan Rendang.

Momen Penentu di Masa Lalu

Ketua Umum Pusat Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, menilai perjalanan organisasi selama tiga dekade menjadi fondasi penting bagi penguatan pasemetonan pada masa mendatang. Ia mengungkapkan embrio organisasi sebenarnya telah dimulai melalui pertemuan para tokoh di Kecamatan Manggis pada 1995. Setahun kemudian, pasemetonan resmi berdiri dan terus berkembang hingga memiliki kepengurusan di berbagai kecamatan di Karangasem.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pemerintah Kabupaten Karangasem turut mengapresiasi eksistensi organisasi tersebut. Mewakili Bupati Karangasem, Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Made Sugiarta mengatakan keberlangsungan organisasi selama satu generasi menunjukkan kuatnya komitmen para pengurus dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan. Ia berharap Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas terus berkolaborasi dengan pemerintah serta menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Karangasem Agung.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan perkembangan yang pesat dan komitmen yang kuat, Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas diharapkan dapat terus menjaga kebersamaan serta melestarikan nilai-nilai warisan leluhur. Organisasi ini masih memiliki jalan panjang untuk terus memperkuat persatuan pasemetonan dan mendukung kemajuan Kabupaten Karangasem. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/karangasem/600666/pratisentana-sira-arya-getas-kini-himpun-6000-kk-siapkan-pecalang-hingga-nyapuleger-massal, without altering the facts of the original article.

Warga Pegambiran Gotong Royong Pulangkan Jenazah ODGJ dari Semarang, Dinsos Kota Cirebon Tuai Kecaman

Warga Pegambiran Gotong Royong Pulangkan Jenazah ODGJ dari Semarang, Dinsos Kota Cirebon Tuai Kecaman

Kisah pilu seorang Warga Pegambiran yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan meninggal dunia di Semarang setelah berbulan-bulan meninggalkan rumah, memunculkan kekecewaan warga terhadap Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon. Warga Kelurahan Pegambiran gotong royong memulangkan jenazah ODGJ tersebut ke kampung halaman, karena tidak mendapatkan bantuan yang memadai dari Dinsos Kota Cirebon. Kasus ini mencuatkan pertanyaan tentang peran pemerintah dalam menangani masalah kemanusiaan.

Apa yang Terjadi

Agung, seorang ODGJ warga Kelurahan Pegambiran, ditemukan meninggal dunia di Semarang setelah berbulan-bulan meninggalkan rumah. Setelah proses identifikasi, warga Kelurahan Pegambiran berinisiatif untuk memulangkan jenazah Agung ke kampung halaman. Namun, proses pemulangan terkendala biaya, terutama biaya peti jenazah yang harus dibayar tunai sebesar Rp 2 juta kepada pihak rumah sakit. Warga kemudian gotong royong untuk mengumpulkan dana, termasuk Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pegambiran, Untung Mulyadi, yang juga ikut membantu.

Warga Kelurahan Pegambiran kemudian mendatangi Kantor Dinsos Kota Cirebon untuk meminta klarifikasi terkait penanganan kasus tersebut. Dalam pertemuan virtual dengan perwakilan Dinsos, Untung Mulyadi menilai bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai aturan dan kewenangan, tetapi juga kehadiran pemerintah dalam persoalan kemanusiaan.

Mengapa dan Dampak

Kecelakaan ini terjadi karena kurangnya perhatian dan bantuan dari Dinsos Kota Cirebon. Warga Kelurahan Pegambiran merasa bahwa Dinsos tidak hadir dalam persoalan kemanusiaan ini. “Kami heran, Dinas Sosial mengatakan selalu bersama masyarakat, tetapi ketika ada persoalan seperti ini justru kami yang harus patungan,” ujar Untung.

Dampak dari kejadian ini adalah kekecewaan warga terhadap Dinsos Kota Cirebon. Warga merasa bahwa pemerintah tidak hadir dalam persoalan kemanusiaan. “Kami tidak melihat ada pendampingan, bahkan sekadar takziah pun tidak ada. Ini yang membuat kami sangat prihatin,” kata Untung.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Dinsos Kota Cirebon dalam menangani masalah kemanusiaan. Warga Kelurahan Pegambiran berharap Dinsos dapat lebih proaktif dalam menangani kasus-kasus seperti ini di masa depan. Dengan demikian, kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan warga dapat merasakan kehadiran pemerintah dalam persoalan kemanusiaan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177492/warga-pegambiran-patungan-pulangkan-jenazah-odgj-dari-semarang-kecewa-dinsos-kota-cirebon-absen, without altering the facts of the original article.

Cirebon Bakal Terik! Prakiraan Cuaca Jumat, 3 Juli 2026: Waspada Angin Kencang

Cirebon bakal mengalami cuaca terik pada Jumat, 3 Juli 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Cirebon diperkirakan cerah dengan paparan sinar matahari yang cukup intens sepanjang hari. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 dan 33 derajat celsius. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak cuaca panas dan angin kencang yang berpotensi terjadi.

Ciri-ciri Cuaca Ekstrem yang Harus Diwaspadai

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Cirebon pada Jumat, 3 Juli 2026, ditandai dengan suhu udara yang tinggi dan angin kencang. Berdasarkan pantauan BMKG, sebagian wilayah Cirebon diperkirakan mengalami cuaca cerah dengan sinar matahari yang dominan. Namun, kondisi ini berpotensi disertai angin kencang dengan kecepatan sekitar 19 hingga 22 kilometer per jam.

Mengapa Cuaca Ini Berbeda?

Cuaca ekstrem ini terjadi karena adanya peningkatan suhu udara yang signifikan di wilayah Cirebon. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan aktivitas matahari dan perubahan pola cuaca global. Dampak dari cuaca ekstrem ini dapat berupa peningkatan risiko dehidrasi, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Dampak dari cuaca ekstrem ini dapat berupa peningkatan risiko dehidrasi, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu, angin kencang yang berpotensi terjadi dapat menyebabkan pohon atau ranting patah, papan reklame dan baliho roboh, serta mengganggu kelancaran perjalanan. Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, membatasi aktivitas fisik berat pada siang hari, serta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, pakaian yang nyaman, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masyarakat Cirebon diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak dari cuaca ekstrem ini. Berikut rincian prakiraan cuaca Kota Cirebon pada Jumat, 3 Juli 2026:

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/regional/7849656/prakiraan-cuaca-cirebon-jumat-3-juli-2026-cerah-terik-disertai-angin-kencang, without altering the facts of the original article.

Cuaca Yogyakarta Hari Ini: BMKG Prediksi Cerah Sepanjang Jumat 3 Juli 2026

Cuaca Yogyakarta hari ini diprediksi akan cerah sepanjang Jumat, 3 Juli 2026. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca cerah ini akan terjadi merata di seluruh wilayah Yogyakarta, termasuk Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Suhu di Yogyakarta diperkirakan berkisar antara 21-32 derajat celcius dengan kelembaban udara antara 49-97 persen.

Prakiraan Cuaca di Tiap Kecamatan

Berikut adalah rincian prakiraan cuaca di tiap kecamatan di Yogyakarta pada Jumat, 3 Juli 2026. Cuaca cerah diprakirakan akan terjadi di semua kecamatan, dengan suhu dan kelembaban udara yang relatif stabil. Kecamatan Kulonprogo diperkirakan memiliki suhu terendah 21 derajat celcius dan tertinggi 32 derajat celcius. Sementara itu, kecamatan Bantul dan Gunungkidul memiliki rentang suhu yang sama, yaitu 22-32 derajat celcius.

Kecamatan Sleman dan Kota Yogyakarta juga diprediksi akan mengalami cuaca cerah dengan suhu yang relatif sama, yaitu 22-32 derajat celcius. Kelembaban udara di seluruh kecamatan diperkirakan berkisar antara 50-95 persen.

Mengapa Cuaca Cerah Terjadi di Yogyakarta?

Cuaca cerah di Yogyakarta pada hari ini kemungkinan disebabkan oleh posisi geografis kota yang terletak di dekat pantai selatan Jawa. Daerah ini sering kali mengalami cuaca cerah karena pengaruh dari laut yang dapat menyeimbangkan suhu udara. Selain itu, musim kemarau yang sedang berlangsung di Indonesia juga turut andil dalam menyebabkan cuaca cerah di Yogyakarta.

Dampak Cuaca Cerah bagi Masyarakat

Cuaca cerah seperti hari ini sangat cocok untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti berwisata, berolahraga, atau sekadar berjalan-jalan menikmati suasana alam. Masyarakat dapat memanfaatkan cuaca cerah ini untuk melakukan kegiatan yang telah tertunda akibat cuaca buruk sebelumnya. Selain itu, cuaca cerah juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan lingkungan yang nyaman untuk beraktivitas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski cuaca cerah dapat memberikan banyak manfaat, namun masyarakat juga harus tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, memantau prakiraan cuaca secara teratur sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat cuaca. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati cuaca cerah dengan lebih aman dan nyaman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/regional/7849661/prakiraan-cuaca-yogyakarta-hari-ini-jumat-3-juli-2026-bmkg-didominasi-cerah, without altering the facts of the original article.

Pedagang Daging Sapi di Magelang Mogok Jualan, Ini Sebabnya

Pedagang daging sapi di Magelang melakukan aksi mogok berjualan sebagai bentuk protes atas langkanya pasokan dan mahalnya harga daging sapi. Harga daging sapi saat ini mencapai Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram dan dinilai memengaruhi daya beli masyarakat. Aksi mogok ini terjadi di pasar tradisional wilayah Magelang, Jawa Tengah. Warga kesulitan mendapatkan daging sapi karena pedagang mogok berjualan.

Fakta Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi

Sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional wilayah Magelang melakukan aksi mogok berjualan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas langkanya pasokan dan mahalnya harga daging sapi. Berdasarkan pantauan, warga berjalan melintasi los daging sapi di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Jawa Tengah. Pedagang daging sapi mogok berjualan karena harga daging sapi yang terlalu mahal dan pasokan yang langka.

Mengapa Pedagang Daging Sapi Mogok Berjualan?

Mengapa aksi mogok ini terjadi? Pedagang daging sapi mogok berjualan karena harga daging sapi yang mencapai Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Harga ini dinilai memengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, langkanya pasokan daging sapi juga menjadi alasan pedagang mogok berjualan. Dampaknya, warga kesulitan mendapatkan daging sapi.

Apa artinya ini bagi pedagang daging sapi dan masyarakat? Aksi mogok ini menunjukkan bahwa pedagang daging sapi kesulitan mendapatkan pasokan daging sapi yang cukup. Hal ini berdampak pada ketersediaan daging sapi di pasar. Masyarakat kesulitan mendapatkan daging sapi karena pedagang mogok berjualan. Jalan panjang masih harus ditempuh pedagang daging sapi dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepan, pedagang daging sapi dan masyarakat harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah langkanya pasokan dan mahalnya harga daging sapi. Pedagang daging sapi harus mencari solusi untuk mendapatkan pasokan daging sapi yang cukup. Masyarakat juga harus memahami kesulitan yang dihadapi pedagang daging sapi. Dengan kerja sama, masalah ini dapat diselesaikan dan ketersediaan daging sapi dapat kembali normal.

Malaria Masih Mengancam, DPRD Pesawaran Desak Pemkab Benahi Infrastruktur untuk Kesehatan Warga

Malaria Masih Mengancam, DPRD Pesawaran Desak Pemkab Benahi Infrastruktur untuk Kesehatan Warga

Malaria masih menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Pesawaran, Lampung. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran, Muhammad Rinaldi, menegaskan bahwa strategi perang melawan malaria tidak akan pernah tuntas secara berkelanjutan jika pemerintah daerah hanya mengandalkan sektor pelayanan kesehatan dan pembagian obat semata. Infrastruktur buruk dan abainya tata ruang lingkungan dinilai menjadi hulu utama yang memanjakan nyamuk Anopheles selaku vektor penyakit untuk terus berkembang biak dengan subur di permukiman warga.

Apa yang Terjadi?

Rinaldi mengungkapkan bahwa jajarannya di parlemen kerap kali menerima jeritan dan keluhan langsung dari masyarakat pesisir, khususnya yang mendiami wilayah Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, serta Desa Sukarame, Kecamatan Punduh Pidada, yang hingga kini masih menyandang status zona rawan penularan. “Iya benar, saya sering mendapat keluhan dari masyarakat, biasanya dari Kampung Baru di Marga Punduh dan Sukarame di Punduh Pidada terkait malaria,” ujarnya.

Mengapa dan Dampak

Dari kacamata pengawasan legislatif, Rinaldi menilai performa dinas kesehatan melalui puskesmas di garda terdepan wilayah pesisir sebenarnya sudah menjalankan tugas kedinasan dengan sangat baik. Ketersediaan draf logistik obat-obatan antimalaria maupun kesigapan tim medis dalam merawat para pasien yang tumbang dipastikan aman dan tidak mengalami kendala operasional yang berarti. Namun, politisi ini menggarisbawahi bahwa kesiapan medis tersebut akan menjadi sia-sia jika faktor eksternal di luar rumah sakit diabaikan. Masalah fundamentalnya berada pada kondisi geografis dan infrastruktur pemukiman yang rusak, sehingga menciptakan ekosistem buatan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk secara masif. Rinaldi membeberkan bahwa tantangan berat penanganan malaria di Pesawaran saat ini murni terganjal sektor infrastruktur fisik. Di satu sisi, kawasan pesisir tersebut dipenuhi oleh hamparan rawa alam serta ratusan petak bekas tambak udang atau ikan yang sudah telantar dan tidak lagi dikelola oleh pemiliknya. Kondisi diperparah dengan hancurnya sejumlah ruas jalan penghubung antardusun di dalam desa. Saban kali hujan turun, jalanan berlubang tersebut langsung berubah menjadi kubangan air tawar raksasa yang menetap lama karena buruknya sistem drainase.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun tim medis dari Puskesmas Punduh Pidada maupun Puskesmas Maja sudah rutin melakukan tindakan preventif berupa pengasapan (fogging) secara berkala ke rumah-rumah warga, langkah itu dinilai hanya sekadar peredam instan. Oleh karena itu, Rinaldi mendesak pemerintah daerah untuk segera membenahi infrastruktur yang menjadi penyebab utama penyebaran malaria. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan malaria dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah harus serius dalam menangani masalah ini, karena malaria masih menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Pesawaran.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212745/penanganan-malaria-tak-cukup-pakai-obat-dprd-pesawaran-desak-pemkab-benahi-infrastruktur, without altering the facts of the original article.

Kakanwil Ditjenpas dan Kalapas Sambangi PWI Lampung, Bahas Sengketa Pers yang Belum Selesai

Kakanwil Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, bersama sejumlah Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) dan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Lampung, melakukan kunjungan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung. Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi jajaran pemasyarakatan dalam berinteraksi dengan media massa, serta membahas sengketa pers yang belum selesai.

Silaturahmi untuk Meningkatkan Komunikasi

Maulidi Hilal menuturkan, silaturahmi ini menjadi ruang pembelajaran krusial bagi para pimpinan satuan kerja (satker) agar mampu menjalin hubungan profesional dengan insan pers. “Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, kemampuan berinteraksi dengan wartawan menjadi pengetahuan yang penting bagi pimpinan satker,” ujarnya. Ia juga menegaskan, jajaran pemasyarakatan tidak antikritik dan terbuka terhadap kritik dan masukan yang bersifat membangun demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Mengenal Batasan Jurnalistik

Dalam pertemuan tersebut, Hilal juga menyoroti pentingnya memahami perbedaan praktik kerja jurnalistik yang sesuai kode etik dengan aktivitas yang melanggar ketentuan. Jajaran pemasyarakatan dinilai perlu memiliki kecakapan untuk mengidentifikasi media atau oknum yang benar-benar menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik.

MENGAPA & DAMPAK: Meningkatkan Sinergi dan Profesionalisme

Mengapa pertemuan ini penting? Sebab, di era digital seperti sekarang, informasi dapat dengan mudah disebarkan dan diakses oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi jajaran pemasyarakatan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan media massa, serta memahami batasan-batasan jurnalistik. Dampaknya, diharapkan tercipta sinergi yang lebih sehat antara institusi pemasyarakatan dan insan pers, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tetap objektif, transparan, dan edukatif.

Tiga Poin Penting dari Pertemuan

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, memberikan edukasi penting terkait cara menghadapi pihak-pihak yang mencoba melakukan intimidasi atau pemerasan dengan mengatasnamakan pers. Berikut tiga poin penting dari pertemuan tersebut: pertama, wartawan yang tergabung dalam PWI wajib memegang teguh kode etik dan integritas profesi. Kedua, jika ada sengketa pers, silakan tempuh jalur mekanisme Dewan Pers. Ketiga, jika ada pengancaman atau pemerasan, itu sudah ranah pidana, langsung laporkan ke pihak kepolisian.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konstruktif dalam membangun hubungan yang lebih baik antara jajaran pemasyarakatan dan insan pers. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan para pihak dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing, serta memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212746/kakanwil-ditjenpas-bawa-kalapas-sambangi-pwi-lampung-bahas-sengketa-pers, without altering the facts of the original article.

Tebar Ikan Nila di Tambak Telantar, Dinas Perikanan Pesawaran Atasi Malaria dengan Siasat Unik

Tebarkan Solusi untuk Wabah Malaria

Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran menemukan solusi unik untuk mengatasi ledakan kasus malaria di wilayahnya. Mereka menyebarkan benih ikan nila di tambak-tambak telantar yang menjadi habitat nyamuk Anopheles, vektor malaria. Langkah ini diambil setelah Dinas Perikanan mencatat ada sekitar 126,25 hektare lahan pertambakan yang tidak beroperasi dan mangkrak di sepanjang garis wilayah pesisir.

Apa yang Terjadi?

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran, Kecamatan Teluk Pandan memiliki sebaran tambak terbengkalai paling masif, yakni mencapai 64,2 hektare. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena tambak-tambak tersebut dapat menjadi genangan air payau permanen yang menjadi habitat utama nyamuk Anopheles. Selain itu, penurunan kualitas lingkungan di sekitar klaster tambak mati juga melaju sangat cepat, dengan saluran-saluran irigasi primer dan sekunder yang tidak lagi dirawat, tumbuhnya gulma liar, serta menumpuknya sampah rumah tangga maupun limbah plastik.

Mengapa dan Dampak

Mengapa hal ini terjadi? Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin, ratusan hektare tambak mati tersebut tidak hanya memukul sektor ekonomi perikanan budidaya, melainkan telah bertransformasi menjadi bom waktu bagi isu kesehatan masyarakat di zona endemis malaria. Dampaknya, hilangnya mata pencaharian warga pesisir dan meningkatnya risiko penyebaran malaria. Oleh karena itu, Dinas Perikanan Pesawaran bergerak taktis dengan melayangkan surat imbauan keras kepada para pemilik lahan untuk tidak membiarkan kolam kosong mereka menampung air hujan tanpa adanya kontrol biologis.

Solusi dan Harapan

Sebagai solusi, pemerintah mendorong para pemilik tambak nonaktif untuk menebar benih ikan nila atau jenis ikan pemakan jentik (larvivorous fish) lainnya ke dalam kolam tersebut. Pola ini terbukti efektif sebagai predator alami guna memutus siklus hidup nyamuk sebelum dewasa. Berdasarkan monitoring jentik nyamuk massal, petugas tidak lagi menemukan draf jentik nyamuk di kolam yang telah diisi komoditas ikan nila tersebut. Dengan demikian, diharapkan kasus malaria dapat ditekan dan warga pesisir dapat kembali memiliki mata pencaharian yang produktif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun telah ada hasil positif, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran masih harus terus memantau kondisi tambak-tambak telantar dan memastikan bahwa pemilik lahan tidak membiarkan kolam kosong mereka menampung air hujan tanpa adanya kontrol biologis. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan wabah malaria dapat dikendalikan dan kualitas hidup warga pesisir dapat meningkat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212748/siasat-dinas-perikanan-pesawaran-atasi-malaria-dorong-tebar-ikan-nila-di-tambak-telantar, without altering the facts of the original article.

Wagub Jihan dan Sekprov Marindo Kompak Dukung Inggris di Piala Dunia, Nobar di PKOR

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan Sekretaris Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menunjukkan dukungan mereka terhadap tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026 dengan menonton bareng (nobar) di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung. Keduanya memprediksi kemenangan Inggris, namun dengan skor yang berbeda.

Momen Penentu di Menit Akhir

Wagub Jihan Nurlela memprediksi Inggris akan menang besar dengan skor 4-1, sementara Sekprov Marindo Kurniawan lebih memilih prediksi aman dengan kemenangan bersih 2-0. “Demam Piala Dunia 2026 kian terasa di Provinsi Lampung, maka kami kembali menggelar acara nonton bareng (nobar) akbar sebagai wadah silaturahmi sekaligus pesta rakyat bagi masyarakat Bumi Ruwa Jurai,” kata Wagub Jihan Nurlela saat diwawancarai di area PKOR Way Halim, Rabu (1/7/2026).

Wagub Jihan menjelaskan bahwa ajang sepak bola terakbar di dunia ini sengaja diayomi oleh Pemprov Lampung bukan sekadar untuk menyuguhkan hiburan semata. Momentum ini dioptimalkan untuk mendongkrak perputaran roda ekonomi kreatif lokal di Bandar Lampung. Di sekitar lokasi layar raksasa nobar PKOR, Pemprov Lampung sengaja membuka ruang lapang dan memberikan panggung khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajakan produk unggulannya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Wagub Jihan, momen ini perlu dimanfaatkan untuk bertemu dan membaur dengan masyarakat, serta memberikan ruang-ruang agar UMKM bisa tampil dan ikut berpartisipasi. “Jadi ada panggung buat teman-teman UMKM,” tutur Jihan. Senada dengan Wagub, Sekprov Lampung Marindo Kurniawan memantau antusiasme penonton di lokasi sangat tinggi. Ia mengamini bahwa kehadiran stan kuliner UMKM menjadi poin paling krusial untuk menghidupkan atmosfer pesta rakyat ini.

“Cukup banyak masyarakat antusias. Dan yang paling penting adalah bagaimana UMKM ikut berpartisipasi di sini, serta masyarakat ikut membeli makanan dan hidangan dari UMKM lokal di Lampung,” kata Marindo. Marindo juga memproyeksikan laga kontra Kongo akan berjalan alot dan keras, namun ia optimis skuat asuhan Thomas Tuchel punya kelas berbeda.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Marindo memprediksi Inggris akan menang 2-0 dengan pencetak gol Harry Kane dan Jude Bellingham. Ia juga merefleksikan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan magis yang luar biasa dalam merajut kembali rajutan sosial masyarakat yang sempat renggang. “Olahraga bisa menyatukan semua lapisan masyarakat, bisa membelah perbedaan antara pemerintahan, masyarakat, hingga politik. Semuanya bersatu membaur untuk bisa bergembira bersama. Sepak bola memang olahraga yang sangat merakyat di Indonesia,” urai Marindo.

Sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri, Pemprov Lampung berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan bermassa positif seperti ini guna mendongkrak indeks kebahagiaan warga (happiness index) sekaligus menstimulus ekonomi daerah. Marindo pun mengajak warga Lampung untuk terus meramaikan fasilitas nobar gratis ini hingga babak final nanti.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kegiatan nobar ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung tim nasional Indonesia, serta mempromosikan olahraga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung tim nasional Indonesia. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung tim nasional Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212749/wagub-jihan-dan-sekprov-marindo-kompak-jagokan-inggris-nobar-piala-dunia-di-pkor, without altering the facts of the original article.