Muka Air Danau Toba Turun, Manusia Ikut Jadi Penyebab

**Muka Air Danau Toba Turun, Manusia Ikut Jadi Penyebab** Pemerintah menilai bahwa muka air Danau Toba telah menurun dalam beberapa dekade terakhir. Menurut analisis data tinggi muka air danau yang dilakukan oleh Tim Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), penurunan muka air Danau Toba tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan iklim, tetapi juga aktivitas manusia. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1984, Bendungan Sigura-gura dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mulai beroperasi. Hal ini menandai titik perubahan dalam dinamika muka air Danau Toba. Sebelum 1984, muka air danau menurun sekitar 22 milimeter per tahun, terutama dipengaruhi oleh variabilitas iklim, seperti fenomena El Niño yang mengurangi curah hujan di daerah tangkapan air Danau Toba. Setelah 1984, laju penurunan rata-rata melambat menjadi sekitar 2 milimeter per tahun, namun masih terjadi fluktuasi dari tahun ke tahun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Penurunan ekstrem muka air Danau Toba terjadi pada tahun 1987, 1990, 1998, dan 2016, yang terkait dengan kombinasi fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. 2. Penggunaan air untuk operasional PLTA memberikan dampak yang lebih dominan dibandingkan aktivitas domestik masyarakat. 3. Perubahan tata guna lahan di kawasan tangkapan air juga ikut memengaruhi cadangan air Danau Toba, dengan analisis citra satelit menunjukkan bahwa luas hutan alami di kawasan Danau Toba berkurang sekitar 29% selama 1988-2020. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan muka air Danau Toba terjadi akibat interaksi berbagai faktor, termasuk variabilitas iklim dan aktivitas manusia. Hal ini berarti bahwa upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba tidak cukup hanya berfokus pada adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga memerlukan pengelolaan tata guna lahan dan pemanfaatan sumber daya air yang lebih bijaksana. Dengan demikian, para pemangku kepentingan harus merumuskan langkah pengelolaan Danau Toba yang lebih adaptif dan berkelanjutan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan mengetahui bahwa aktivitas manusia ikut memengaruhi penurunan muka air Danau Toba, kita harus siap untuk mengambil langkah-langkah yang lebih serius dalam menjaga keberlanjutan danau ini. Hal ini melibatkan perubahan perilaku dan gaya hidup, serta pengembangan sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan demikian, kita dapat menjaga keberlanjutan Danau Toba sebagai salah satu keaslian budaya dan warisan alam Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260725015830-37-753735/muka-air-danau-toba-turun-manusia-ikut-jadi-penyebab, without altering the facts of the original article.

Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut dengan Bantuan BRI Peduli

**Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut dengan Bantuan BRI Peduli** Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, seorang perempuan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, telah mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini didukung oleh BRI Peduli melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran yang membantu perempuan ini memperkuat kemampuan berwirausaha dan memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. **Momen Penentu di Menit Akhir** Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru. Kembali ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari situ, ia melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan. Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. “Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda. “Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha,” tuturnya. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia terapkan secara bertahap dalam usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. **Kesimpulan Singkat** Dengan dukungan dari BRI Peduli, Rosyidah berhasil mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini tidak hanya membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Perjalanan ini membuktikan bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan berusaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal

**BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal** **Momen Penentu di Menit Akhir** BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda, mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tidak sedikit usaha yang lahir dari masa-masa sulit. Begitu pula dengan BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Lucy mengaku bahwa membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sertifikasi halal tidak hanya memberikan rasa aman bagi konsumen, tetapi juga membawa perubahan bagi Lucy sebagai pelaku usaha. Ia mengaku menjadi lebih percaya diri saat memperkenalkan produknya kepada calon pembeli maupun mitra usaha. Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya,” cerita Lucy. Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. Kini, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan. Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM untuk terus berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya

**Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Saat banyak pejabat menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, Jaksa Agung ke-17 RI, Baharuddin Lopa, malah memilih naik angkutan kota (angkot) pada akhir pekan. Tidak karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Lopa tidak menggunakan mobil dinas bahkan di luar jam kerja, dan juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa adalah seorang jaksa yang memiliki prinsip hidup sederhana. Ia tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu lama, bahkan pada akhir 1980-an, Lopa baru membeli mobil melalui Jusuf Kalla dengan cara mencicil setiap bulan. Rumahnya di Makassar dan Jakarta juga tidak memiliki perabot mahal. Prinsip hidup sederhana tersebut berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesederhanaan Lopa dan ketegasannya dalam memberantas korupsi membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Pada 2 Juli 2001, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para dokter menyatakan penyebab wafatnya adalah serangan jantung. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kematian Lopa tidak membuat prinsip hidup sederhananya dan ketegasannya dalam memberantas korupsi menjadi tidak relevan. Bahkan, keprinsipan Lopa masih relevan hingga saat ini. Pemerintah Indonesia masih memiliki banyak pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, dan masih banyak kasus korupsi yang belum terungkap. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari sikap Lopa, yang tidak pernah meninggalkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Kesederhanaan dan ketegasan Lopa tidak hanya membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung, tetapi juga membuatnya menjadi contoh bagi pejabat lainnya. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Lopa meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi kita, yaitu prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Sebenarnya, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi bukanlah hal baru. Bahkan, sudah lama menjadi prinsip yang dihayati oleh banyak pejabat. Namun, masih banyak pejabat yang lupa dengan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu, kita masih perlu mengingatkan dan meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau

**Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau** **Pembuka** Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sedyatmo juga tidak meninggalkan adat masyarakat tempat ia bekerja. Sebelum pembangunan dimulai, ia memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama oleh warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sementara itu, kepala kerbau dikuburkan karena sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan. Terlepas dari adat tersebut, di tengah proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan dari kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang karena menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku pada teori dalam buku. “Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah dengan jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun tradisi menanam kepala kerbau yang dilakukan sebelumnya semata untuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor yang menentukan keberhasilan konstruksi. Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau Penasihat Utama di Universitas Teknologi Bandung.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer

**Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer** Rama Diyat, seorang guru spiritual yang tak banyak diketahui masyarakat, memiliki peran penting dalam kehidupan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Hubungan keduanya yang erat membuat Rama Diyat menjadi penasehat spiritual yang dihormati di lingkungan Presiden. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1950, Rama Diyat memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. Hubungan keduanya semakin erat ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965, ketika Soeharto merasa kariernya stagnan dan merasa dikucilkan dari lingkaran dalam Ahmad Yani. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Jusuf Wanandi dalam Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia (2012), Soeharto merasa kariernya stagnan dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. Surat pengunduran dirinya sudah ditulis, namun rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada kondisi tersebut, Soeharto berniat mengundurkan diri dari dinas militer. Namun, rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. Soedjono kemudian meminta Soeharto membatalkan niat tersebut. Dia mengingat pesan Rama Diyat yang pernah meramalkan Soeharto akan menjadi orang besar. “Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar,” tulis Sofjan. Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya yang erat menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki peran penting dalam kehidupan Soeharto. Momen penentu di menit akhir ini menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan meramalkan masa depan. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa Rama Diyat adalah sosok yang menginspirasi dan memiliki ramalan yang tokcer.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi

**BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi** CV Swakarya Jaya Furniture, sebuah usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Pemilik usaha Febrina Lossu memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perjalanan Usaha CV Swakarya Jaya Furniture Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sejak awal merintis usaha. Tidak memiliki tempat produksi sendiri, Febrina harus membangun usahanya secara bertahap hingga berhasil menjangkau pasar internasional. Ia mengatakan, “Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang.” Tantangan berikutnya bergeser pada upaya memperluas jaringan dan menemukan buyer baru agar produk dapat terus menjangkau pasar global. Febrina mengungkapkan, “Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer.” **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pelatihan Ekspor yang Sukses Di tengah proses tersebut, Febrina terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk memperkuat kapasitas usahanya. Salah satunya melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli. Program ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan meminimalkan risiko. Bagi Febrina, pelatihan tersebut menjadi ruang belajar yang membuka perspektif baru mengenai praktik ekspor yang lebih profesional. Materi yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Ia mengungkapkan, “Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan CV Swakarya Jaya Furniture Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat. Bagi Febrina, perjalanan usahanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi lebih besar. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dukungan BRI Peduli Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk memahami langkah-langkah memulai ekspor secara mandiri dan strategis, sekaligus meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, CV Swakarya Jaya Furniture menjadi contoh keberhasilan UMKM yang telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan

**Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan** Pada suatu ketika, kehidupan sederhana mantan Menteri Penerangan dan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, menjadi inspirasi bagi masyarakat. Meskipun pernah menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan, Natsir tidak pernah menjalani kehidupan mewah. Bahkan, setelah tak lagi berkuasa, ia tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1946, Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan. Namun, pada saat itu, ia masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. Penampilannya pun jauh dari kesan pejabat elite. Ia dikenal sebagai menteri yang mengenakan jas penuh tambalan. Lalu, ia juga tidak punya mobil mewah. Rumahnya pun kusam, tidak seperti menteri lain. Kondisi tersebut bermula setelah Natsir terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan Soekarno menganggapnya sebagai pemberontak sehingga ia ditahan. Selama menjalani masa penahanan itulah, keluarganya hidup berpindah-pindah di rumah kontrakan. Bahkan setelah dibebaskan pada 1966, Natsir juga harus berdiam diri di rumah kontrakan itu karena belum memiliki rumah sendiri sampai memperoleh tempat tinggal tetap. Membeli rumah pun bukan perkara mudah baginya. Akibat tidak memiliki cukup uang, Natsir harus meminjam dana dari sejumlah sahabat. Pinjaman itu kemudian dicicil selama bertahun-tahun hingga lunas. Rumah yang berhasil dibelinya berada di Jalan Jawa No. 46, yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir ini dapat menjadi pelajaran bagi pejabat saat ini. Meskipun telah menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan, Natsir tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengumpulkan harta. Bahkan setelah pensiun, ia tetap hidup sederhana, sebuah teladan yang wajib ditiru. Dengan demikian, pejabat saat ini dapat belajar untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan pada tahun 1946, namun masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat. 2. Ia terlibat dalam gerakan PRRI dan ditahan oleh pemerintahan Soekarno. 3. Setelah dibebaskan, Natsir harus berdiam diri di rumah kontrakan sampai memperoleh tempat tinggal tetap. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kisah Natsir ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Oleh karena itu, pejabat saat ini perlu untuk tidak melupakan keseimbangan antara kekuasaan dan kewajiban untuk mengembangkan diri dan mengembangkan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Pagi itu, 24 Juli 1915, hujan mengguyur Chicago, tetapi antusiasme tidak surut. Ribuan karyawan listrik Western Electric Company bersama keluarga telah berkumpul sejak subuh untuk mengikuti piknik tahunan perusahaan. Mereka dijadwalkan berlayar melintasi Danau Michigan menuju kota Michigan, Indiana, jaraknya 92 Km. Ribuan orang tersebut kemudian diangkut menggunakan lima kapal sewaan, salah satunya SS Eastland, yang sudah punya reputasi sebagai kapal angkut tercepat di danau-danau besar AS.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sekitar pukul 06.30 waktu setempat, penumpang mulai menaiki kapal. Tak lama kemudian, pada pukul 06.41, Eastland mulai miring ke sisi kanan. Awak kapal berusaha mengatasinya dengan memasukkan air ke dalam tangki agar keseimbangan kembali pulih. Upaya itu sempat berhasil. Kapal kembali tegak, tetapi hanya sesaat. Eastland kembali miring, kali ini ke sisi kiri. Meski demikian, proses naik penumpang tetap berlangsung hingga mencapai 2.500 orang.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kejadian yang begitu cepat membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri. “Ketika perahu itu miring, orang-orang di dek atas terlempar seperti semut yang disingkirkan dari meja,” tulis reporter Chicago Herald, Harlan Babcock, dikutip dari situs History. Sebagian terjebak di dalam kabin, sebagian lainnya tertimpa perabot dan struktur kapal. Sementara banyak korban tenggelam di sungai yang sebenarnya tidak jauh dari bibir dermaga.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut penyelidikan, pengadilan federal mengungkap bahwa tragedi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, terutama modifikasi pada SS Eastland yang membuat kapal semakin berat di bagian atas. Sebelum tragedi terjadi, kapal telah dilengkapi sekoci dan rakit tambahan untuk memenuhi aturan baru di AS yang mewajibkan setiap kapal menyediakan sekoci bagi seluruh penumpang. Ironisnya, penambahan perlengkapan keselamatan itu justru meningkatkan beban di bagian atas kapal sehingga memperburuk masalah stabilitas yang sejak awal telah dimiliki SS Eastland.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam waktu kurang dari satu jam sejak penumpang pertama naik, kapal akhirnya terguling sepenuhnya ke sisi kiri. Atas dasar inilah, jumlah korban jiwa sangat besar. Tercatat ada 844 orang meninggal dunia dan 70%-nya adalah anak muda di bawah 25 tahun. Dampaknya masih dapat dirasakan hingga kini, tenggelamnya SS Eastland tetap dikenang sebagai salah satu bencana maritim paling mematikan dalam sejarah AS.

Tenggelamnya SS Eastland tidak hanya menjadi peringatan atas kesalahan fatal dalam desain dan konstruksi kapal, tetapi juga sebagai contoh bagaimana keselamatan dan keamanan dapat menjadi prioritas dalam industri transportasi. Pada akhirnya, tragedi ini membuka mata kita akan pentingnya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang terus-menerus dalam memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724094026-25-753494/kapal-angkut-karyawan-piknik-terbalik-844-orang-tewas, without altering the facts of the original article.

Asuransi Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Berapa Biaya yang Harus Dibayar?

**Asuransi Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Berapa Biaya yang Harus Dibayar?** Pada Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya perlambatan pembiayaan kendaraan multifinance sebesar 1,44% (yoy) menjadi Rp 402,49 Triliun. Tekanan pada penyaluran kredit multifinance tentu saja akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. Di tengah tekanan ini, industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Mei 2026, OJK melaporkan bahwa pembiayaan kendaraan multifinance mengalami perlambatan sebesar 1,44% (yoy) menjadi Rp 402,49 Triliun. Ini berarti bahwa tekanan pada penyaluran kredit multifinance semakin meningkat, yang kemungkinan besar akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pembiayaan kendaraan multifinance sebesar Rp 402,49 Triliun pada Mei 2026 merupakan penurunan sebesar 1,44% (yoy) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 2. OJK mencatat bahwa tekanan pada penyaluran kredit multifinance semakin meningkat, yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. 3. Industri asuransi diharapkan dapat menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di tengah tekanan ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tekanan pada penyaluran kredit multifinance akan mempengaruhi kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor. Industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan, seperti memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi dengan memanfaatkan teknologi digital dan sosial media, serta memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Industri asuransi harus terus mengembangkan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di tengah tekanan pembiayaan kendaraan multifinance. Dengan memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi, dan memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik, industri asuransi dapat meningkatkan kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor dan menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di masa depan. **Kesimpulan** Dalam menghadapi tekanan pembiayaan kendaraan multifinance, industri asuransi harus menemukan strategi untuk menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan. Dengan memperkuat sumber pertumbuhan, memperluas saluran distribusi, dan memperluas sumber pertumbuhan premi asuransi ke segmen kendaraan listrik, industri asuransi dapat meningkatkan kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor dan menjaga pertumbuhan asuransi kendaraan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724153122-19-753639/video-kredit-kendaraan-di-mulifinance-anjlok-ini-efeknya-asuransi, without altering the facts of the original article.