Pemerintah RI Siap Menghadapi Dampak Tarif 10% dari Trump
Pemerintah RI Siap Menghadapi Dampak Tarif 10% dari Trump
Pemerintah Indonesia siap menghadapi dampak dari keputusan Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan tarif impor dari beberapa negara, termasuk Indonesia, menjadi 10%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa besaran tarif baru ini merupakan kabar yang bagus bagi Indonesia.
“Kan berarti yang (tarif) 19% kan enggak boleh. Balik yang normal, kan, yang (tarif) 10% yang across the board itu. Ya bagus buat kita itu,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Purbaya tidak menampik dari sisi global, tarif tersebut membuat posisi tawar Indonesia sama dengan negara lain. Sebab, besaran tarif itu juga diberlakukan kepada banyak negara mitra dagang AS lainnya.
“Tapi dari sisi persaingan sama saja, yang lain juga sama. Itu saja, mungkin kita rugi dikit,” imbuhnya.
Kronologi Fakta
– AS meningkatkan tarif impor dari beberapa negara, termasuk Indonesia, menjadi 10%.
– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa besaran tarif baru ini merupakan kabar yang bagus bagi Indonesia.
– Purbaya tidak menampik dari sisi global, tarif tersebut membuat posisi tawar Indonesia sama dengan negara lain.
– Besaran tarif itu juga diberlakukan kepada banyak negara mitra dagang AS lainnya.
Mengapa & Dampak
Pemerintah Indonesia siap menghadapi dampak dari keputusan AS tersebut karena besaran tarif baru ini juga diberlakukan kepada banyak negara lain. Namun, Purbaya mengakui bahwa Indonesia mungkin akan merugi karena tarif 10% ini lebih rendah daripada tarif sebelumnya yang mencapai 19%.
“Dari sisi persaingan sama saja, yang lain juga sama. Itu saja, mungkin kita rugi dikit,” ujar Purbaya.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mencermati pengakuan Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR) yang mengakui Indonesia sebagai salah satu negara yang secara aktif berkomitmen dan memiliki kerangka regulasi untuk mencegah praktik perdagangan yang tidak adil.
“Kita mencermati pengakuan tersebut dan akan memastikan bahwa Indonesia tetap komitmen dalam melindungi kepentingan nasional,” kata Haryo.
Penutup
Pemerintah Indonesia siap menghadapi dampak dari keputusan AS yang meningkatkan tarif impor dari beberapa negara, termasuk Indonesia, menjadi 10%. Dengan besaran tarif baru ini, Indonesia diharapkan dapat mendapatkan kesempatan yang lebih baik dalam meningkatkan ekspor dan melindungi kepentingan nasional. Demikian informasi ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.