Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel

Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Jartatel) telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct). Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menilai bahwa estetika kota memang penting, namun jangan sampai mengorbankan iklim usaha. “Relokasi yang dilakukan secara masif berisiko menumpuk utang besar bagi UMKM di kemudian hari,” ujarnya.

Biaya relokasi jaringan telekomunikasi saat ini berada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per meter. Biaya tersebut dinilai amat memberatkan operator skala kecil jika harus ditanggung secara masif tanpa skema yang jelas.

Kronologi Fakta

Sebelumnya, program penataan kota melalui pemindahan kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct) telah dimulai. Namun, proses ini telah menghadirkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha telekomunikasi. Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi ini. Mereka mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota.

Biaya relokasi jaringan telekomunikasi saat ini berada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per meter. Biaya tersebut dinilai amat memberatkan operator skala kecil jika harus ditanggung secara masif tanpa skema yang jelas.

Mengapa dan Dampak

Relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct) dapat memiliki dampak signifikan bagi UMKM telekomunikasi. Mereka akan terdampak oleh biaya relokasi yang tinggi dan potensi menumpuk utang besar.

Jika proses relokasi ini tidak dilakukan dengan transparansi harga dan akuntabilitas, maka UMKM telekomunikasi akan kehilangan kemampuan untuk bertahan dalam persaingan. Mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan kinerja.

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi ini. Mereka mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota.

Penutup

Jartatel telah menekankan pentingnya transparansi harga dan akuntabilitas dalam proses relokasi kabel serat optik dari udara ke bawah tanah (subduct). Mereka khawatir bahwa proses relokasi ini akan membunuh ekosistem bisnis lokal, khususnya skala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan demikian, Jartatel mengusulkan langkah awal berupa perapihan kabel dan tiang terlebih dahulu untuk membantu pemerintah menata kota. Mereka berharap bahwa transparansi harga dan akuntabilitas dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran UMKM telekomunikasi.

Demikian informasi tentang Asosiasi Tekan Transparansi Harga untuk Selamatkan UMKM Telekomunikasi dari Dampak Relokasi Kabel.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *